
sebulan sudah berlalu sejak kematian Syafa namun Fatih masih belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan istrinya itu, terkadang nyonya Fatimah yg memilih tinggal di bandung sementara waktu untuk menemani anak tersayangnya ini masih sering melihat fatih melamun dan menyendiri walau tak sesering dulu.
" huuufsh lihatlah dia kembali larut dalam lamunan......... "
nyonya fatimah menggumam sendiri ketika melihat kebiasaan baru putranya itu tapi ia memilih pergi membiarkan fatih bergelut dengan kenangan - kenangan indahnya bersama syafa, ia tak mau mengganggu kesenangan putra tercintanya itu jika semua kenangan - kenangan indah itu bisa mengobati luka putranya maka biarkanlah seperti itu fikirnya.
flash back
" mas sini deh mas....!
suara panggilan syafa menghentikan kesibukan fatih mengisi rapor para santri, ia berjalan menghampiri syafa yg duduk di depan meja rias.
ada apa si dek...?
mas lagi sibuk isi rapot santri.
kening fatih berkerut melihat wajah kesal istrinya karena perkataannya barusan.
" maaf dek bukannya mas marah mas cuma ngasih tau aja kalo mas sedang ada kerjaan "
fatih menambahkan, tangannya mengusap bahu syafa istrinya yg masih terlihat kesal.
sibuk boleh mas tapi jangan sampe cuekin syafa gitu donk....!
aduuuuh fatih menggaruk kepalanya yg tak gatal bingung menghadapi emosi istrinya yg tak stabis semenjak hamil.
siapa bilang mas cuekin kamu, kamu gak liat dari tadi mas lirik - lirik kamu terus disela - sela kerja...?
fatih membelai rambut syafa dan memandangnya dari cermin yg memantulkan wajah mereka berdua mencoba meredam rasa kesal istrinya, syafa meraih tangan fatih yg membelai rambutnya membawa tangan itu ke wajahnya dan menciuminya, fatih tersenyum melihat tingkah manja istrinya.
mas...!
syafa mau makan pecel.....!
kali ini syafa ikut memandang suaminya dari balik cermin fatih tersenyum.
*sepagi ini.....?
apa gak sakit perut....?
enggak lah mas....!
lagian kan belum tentu nanti bisa makan pecel lagi...
ayo lah mas beliin....
ini dede bayi yg minta*....
rengek syafa, fatih hanya bisa menghela nafas jika sudah berhadapan dengan rengekan syafa, tak ada cara lain selain mengikuti keinginannya jika tidak ingin melihat wajah cemberut istrinya itu sepanjang hari.
*baiklaah mas pergi cari dulu....!
hihihihi syukron mas CUP*.....
syafa mencium pipi fatih sekilas masih dengan senyum kemenangan lalu melangkah mengantarkan fatih ke halaman hingga suaminya itu benar - benar pergi mencari apa yg sedang di idam - idamkannya pagi - pagi buta seperti ini.
benar yg di fikirkan fatih betapa susahnya ia mencari apa yg di idamkan istrinya itu, bayangkan saat ini masih pukul 06.00 pagi kemana fatih harus mencari " pecel " di pagi buta seperti ini...?
" ya Allah bantu hambamu " celetuk fatih ditengah kekalutannya mencari makanan berbahan sayuran dan saos kacang itu. ia sudah berputar di pasar mau pun jalan dekat komplek namun belum menemukan yg di inginkan istrinya itu.
jam mobil sudah menunjukkan pukul 7 pagi, hampir saja laki - laki itu memutuskan pulang tapi diurungkan ketika terbersit di hatinya untuk mencoba menelusuri alun - alun kota Bandung ia jalankan mobilnya menuju tempat itu, tempat dimana sebagian warga bandung menghabiskan waktu pagi untuk berolah raga maupun berjalan - jalan dan menikmati sarapan diluar rumah bersama keluarga dan orang terdekat mereka, tempat yg berdekatan dengan "gedung sate" iCon kota Kembang itu.
sesampainya ditempat itu fatih memarkirkan mobilnya matanya berkeliling menyusuri nama - nama yg tertera di beberapa gerobak yg bersusun rapi disekitar tempat itu, beberapa meter dia berjalan lalu berhenti di depan sebuah gerobak bertuliskan.
" gado - gado cedok "
seorang ibu tengah sibuk melayani beberapa orang pembeli, fatih mendekati sang ibu.
__ADS_1
*permisi bu itu jual gado - gado kan kalo pecelnya ada nggak...?
ada atuuuh si aa mah gak liat spanduk di gerobak bibi..?
"gado - gado cedok" artinya tersedia
gado - gado , pecel dan karedok atuuh...
si aa' mah tinggal pilih mau pesen apa..?
ucap si ibu panjang lebar.
Alhamdulillah*..... seru fatih disambut eksperi heran dari si ibu
kenapa atuh a' pake alhamdulillah sagala'..?
si aa' teh lagi ngidam yah..?
fatih tersenyum.
bukan saya yg ngidam bu tapi istri dirumah
saya keliling nyari pecel dari subuh tadi alhamdulillah ketemu sekarang...!
jelas fatih disambut cengiran si ibu dan beberapa orang yg mengantri.
" *woalaaah kesian amat kamu nak subuh - subuh udah di suruh keliling "
tapi gak apa bagus kamu mau nurutinnya bener itu*..
nak kalo istri lagi ngidam harus turuti semua keinginannya jangan sampe cabang bayi ileran kalo ada satu aja keinginannya gak terpenuhi.
ucap seorang ibu menanggapi obrolan fatih dan si penjual gado - gado, fatih mengangguk angguk mengerti.
iya atuh a' mending istrinya cuma minta pecel, lah mantu ece' teh waktu ngidam cucu pertama pengennya duren, alamat gak di turutin lah itu dari pada cabang bayinya keluar sebelum waktunya alhasil cucu ece' ileran setelah lahir....!
si ibu penjual gado -- gado itu tersenyum...
setelah mendapatkan pecel fatih bergegas kembali ke mobilnya menghidupkan mesin dan pulang kerumah.
hari sudah menjelang siang Fatih masih sibuk dengan rapot yg bertumpuk sedang Syafa setelah membuatkan kopi untuk suaminya ia mulai sibuk menyantap pecel yg sudah di idam - idamkannya sejak semalam.
tok tok tok.... " Assalamualaikum "
terdengar suara salam dari arah pintu fatih bergegas berdiri dan membuka pintu.
*Wa'alaikum salam.....
ada apa yah....?
" benar dengan bapak Aidil Fatih..? "
iya saya fatih...
ada surat untuk bapak...
oh ya terima kasih*......
fatih menerima surat itu bergegas masuk kedalam rumah sambil membuka surat ditangannya.
*siapa mas....?
ad kiriman surat...
undangan de' dari PAQI ( persatuan Qori - Qoriah Indonesia* )....
syafa mendekati suaminya ikut membaca undangan di tangan fatih.
__ADS_1
Undangan untuk menjadi pengisi acara dalam kompetisi pemilihan Qori - Qoriah terbaik seIndonesia de'...!
*woaaah kapan itu mas...?
seminggu lagi de' tapi di jakarta...!
syafa ikut ya mas*...?
kening fatih berkerut memandang syafa yg ada di sampingnya itu.
jakarta jauh de' mas takut ada apa - apa dengan kandunganmu nanti....
syafa memberengutkan pipinya.
ayo lah mas...!
syafa kan juga ingin liat acara itu...!
lagian syafa nggak mau jauh - jauh dari kamu mas...
boleh ya mas...?
aduuuh kalo sudah melihat ekspresi memelas syafa seperti ini fatih tak bisa berbuat apa - apa selain mengikuti kemauannya, ia tak mau senyum yang baru terukir di wajah syafa akan berubah masam jika ia menolak keinginan istrinya itu.
satu minggu kemudian
" De' kamu udah siap..? "
ucap fatih pada istrinya yang terlihat sibuk membenahi jilbabnya dibalik meja rias.
ia tersenyum melihat sang istri yang begitu betah didepan kaca akhir - akhir ini.
"*udah De' udah cantik kok.."
emang kamu gak capek apa duduk di depan kaca itu terus*..?
syafa yg mendengar ocehan suaminya itu hanya memanyunkan bibirnya.
" idih kamu nih mas namanya aja orang hamil pake di ledekin lagi.." ini bukan mau aku mas tapi mau baby di dalem perutku ini...
kali ini syafa berbicara sambil mengelus perutnya yg masih rata, fatih berjalan mendekati syafa dan berdiri di hadapan syafa.
iya deeh maafin abi yah dede' bayi...
dede' boleh kok ngaca terus nanti tapi gak sekarang yah...!
kan kita mau pergi...!
fatih berbicara pada syafa sambil mengelus perutnya seolah ia sedang berbicara pada bayi yang ada di perut istrinya itu.
syafa hanya tersenyum melihat tingkah suaminya, ia bahagia karena sejak kehamilannya sikap fatih menjadi lebih hangat dan perhatian padanya.
ayo sayang kita pergi....!
mas sudah gak sabar pengen menyaksikan kompetisi Qori dan Qoriah terbaik seindonesia itu, gak sabar rasanya pengen denger keindahan lantunan ayat - ayat suci yg akan dibacakan pasti terdengar indah.
fatih berjalan merangkul istrinya menuju sedan avanza biru miliknya membuka pintu penumpang disamping kursi kemudi.
syafa tersenyum melihat betapa antusias suaminya itu jika sudah menyangkut kompetisi seperti itu, wajar saja karena suami tercintanya itu adalah salah satu dari Qori terbaik di sumatera selatan tempat kelahirannya.
perjalan sudah ditempuh beberapa jam kini fatih dan syafa tengah memasuki daerah puncak Bogor Avanza biru yang dikendarai oleh fatih berjalan tepat di depan sebuah truck yg dikendarai dengan kecepatan sedang, beberapa menit kemudian fatih melihat sebuah minibus mencoba menyalip truck tersebut namun naas ketika minibus itu baru akan berjalan mendahului truck dari arah berlawanan muncul minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak minibus pertama hingga tabrakan pun tak terelakkan.
minibus itu terpelanting dan menyenggol Avanza yang dikendarainya hingga mobil itu pun menghantam sebuah sedan di depannya sebelum terpelanting lalu terbalik fatih merasakan sakit yang teramat di kepalanya karena terbentur setir mobil.
tak ada yang dikhawatirkannya saat itu selain syafa fatih menoleh melihat syafa yang duduk dikursi penumpang disampingnya ia melihat darah disudut bibir gadis itu darah juga terlihat di khimar yang dipakainya lalu semuanya menjadi gelap.
to be continue
__ADS_1