
pesantren Al Falah Kediri
*aduuh kok cepet banget sih Ast kamu pulang gak nunggu hari minggu aja biar bisa bener - bener keliling kediri.
kan tanggung Ast udah jauh - jauh kesini tapi gak liat semua tempat wisata disini*.
Farah sedikit mengerucutkan bibirnya ketika malam itu Astri sahabatnya mengutarakan jika ia akan pulang ke palembang besok, astri hanya tersenyum menanggapi ocehan sahabatnya itu, jika saja ia tak memikirkan orang tuanya dan para santri di TK & TPA yg ditinggalkannya pasti ia dengan senang hati menerima tawaran Farah untuk menunda kepulangannya hingga hari minggu.
*hei aku tak bisa farah para santri sebentar lagi akan menghadapi ujian...
aku belum mempersiapkan segala sesuatu untuk itu.
woalaaah ya wess lah kalo gitu, kamu benar para santri lebih penting*....!
farah tersenyum mengerti ia pun bergegas membantu Astri menyusun baju - baju di kopernya, sembari mengobrol dan bercerita menghabiskan sisa - sisa kebersamaan mereka sebelum kedua sahabat itu kembali berpisah esok hari.
***
hari menjelang malam ketika farah tiba di pesantren seusai mengantar kepulangan Farhan dan Astri siang tadi, gadis itu berjalan gontai menuju masjid di tengah pesantren ada rasa kehilangan dihatinya mengingat ia harus kembali sendiri setelah kedua orang yg sangat ia sayangi kembali ke Palembang meninggalkan kenangan dan rasa rindu pada kampung kelahirannya itu.
Assalamualaikum Laila....!
maghrib - maghrib mbo ya kok melamun....!
panggilan ustadza Siti Memecah lamunan Farah. gadis itu menengadahkan wajah tersenyum dan menyalami wanita yang berdiri dihadapannya itu.
*Afwan Ustadza...!
Laila baru pulang habis mengantar sodara yg berkunjung kemaren.
kenapa, kamu kangen pulang*....?
ustadza siti menyelidik, farah menggelengkan kepalanya cepat.
tidak ustadza...!
Hanya sedikit merasa kehilangan
wanita dihadapannya itu tersenyum menepuk bahu santri kesayangannya itu.
*kalo beneran kangen mah gak apa - apa Laila, kan memang sudah lama gak ketemu keluarga ya wajar kalo kangen.
ya wess dari pada kangennya gak tersalurkan mbo ya mending sana sholat, doakan supaya mereka selamat sampe tujuan.
Aamiin*.....!
Farah bergegas memasuki masjid mengikuti perintah ustadza siti.
Palembang
Sebulan sejak kembalinya farhan dan Astri dari kediri membuat kedua orang itu menjadi semakin dekat, Astri terlihat beberapa kali datang ke rumah Farah untuk bertemu farhan sekedar meminta saran perihal kesibukannya dalam membuat soal - soal ujian para santri Tk & TPA tempat ia mengajar mengingat Farhan adalah seorang ustadz saat masih di pesantren sangat wajar bagi Astri jika meminta pendapat dan arahan darinya dalam pembuatan soal - soal ujian.
malam itu di ruang keluarga kediaman Astri terlihat beberapa orang tengah asyik bercengkrama menonton televisi sambil menikmati secangkir teh astri duduk di depan tumpukan kertas soal2 ujian yg telah dikerjakan para santri, gadis itu sibuk mengecek & menilai semua hasil ujian itu.
nyonya Maimunah melirik kegiatan yg dilakukan anaknya dari atas kursi disampingnya ada pak Budi suaminya sedang sibuk menonton bola.
Ast bagaiman apa kamu jadi kirim proposal ta'aruf...?
Astri menghentikan kegiatannya menatap ke arah ibunya.
" sudah Astri siapkan bu tinggal di serahkan saja pada Ustadza Ani"
nyonya Maimunah tersenyum melirik ke arah suaminya.
serahkan secepatnya Ast ibu udah gak sabar pengen punya mantu iya kan pa?
__ADS_1
pak budi tersenyum menanggapi, sedang astri menghela nafas
" baiklah besok akan astri serahkan "
sementara itu di kediaman Farhan nyonya Mirna berjalan mendekati Farhan yg tengah duduk membaca di balkon samping kamarnya, pemuda itu menghentikan kegiatannya ketika melihat sang ibu duduk dikursi samping tempatnya.
*han....!
kenapa bu...?
kamu kan udah sukses sekarang udah jadi ustadz juga, apa belom ada fikiran mau nyariin ibu mantu...?
ibu udah pengen nimang cucu lah han*...!
pemuda itu tersenyum melihat ekspresi memohon ibu yg sangat dicintainya itu. sebenarnya ia pun ingin melakukan hal yg sama namun keraguan masih menghantui fikirannya mengingat kegagalan yg dulu dialaminya saat meminang ustadza Laila teman sesama pengajar saat dia masih bekerja di pesantren d daerah dulu. sejak itu ia selalu ragu ketika ingin meminang seorang gadis.
*akan Farhan fikirkan bu...!
fikirnya jangan lama - lama han....! ibu kan iri liat temen - temen ibu tuh, yg suka maen bawa cucu mereka aduuuh mana cakep - cakep bener pula bikin ibu gemes*.
nyonya Mirna tersenyum menerawang, farhan ikut tersenyum melihat tingkah ibunya.
" ya insya Allah gak lama bu.... "
obrolan itu pun berakhir ketika suara ayah memanggil nyonya Mirna.
***
pagi yang cerah Farhan duduk bergabung dalam kerumunan santri - santri di Masjid Agung, sejak kepulangannya ke Palembang pemuda itu memutuskan menjadi pengajar di tempat farah biasa mengaji sebagai obat rindunya pada farah.
apaan sih yg lagi kalian bicarakan berbisik - bisik....?
farhan yg ketika itu baru sampai tergelitik oleh tingkah beberapa teman - temannya yg berbisik - bisik membicarakan sesuatu.
*kabarnya ada beberapa santriwati yg kirim proposal ke ustadza ani kak...!
oo yah...? siapa...?
mendengar nama Astri membuat pandangan mata farhan berlari mencari sosok perempuan yang semakin dekat dengannya belakangan ini. perempuan bijak yang begitu giat bekerja itu tengah asik bercengkrama dengan Raniya dan santriwati lainnya senyum terukir di bibir Farhan menyadari langkah apa yg harus ia lakukan.
Farhan pov
pagi itu saat baru tiba di masjid aku melihat beberapa santriwan berbisik - bisik sambil melirik ke arah para santriwati merasa penasaran aku pun menanyakan perihal apa yang sedang mereka bicarakan.
*apaan sih yang lagi kalian bicarakan berbisik - bisik....?
kabarnya ada beberapa santriwati yg kirim proposal ke ustadza ani kak...!
oo yah...? siapa...?
entahlah kak belum jelas yg saya tau sih Astri dan Raniya salah satunya*....!
jeeees gemuruh hati ini terdengar jelas ketika nama itu terdengar ditelingaku, ku lirik gadis yang tengah bergurau bersama teman - temannya di sisi lain masjid, aq tersenyum menyadari apa yg harus aq lakukan.
pengajian telah usai para santri mulai meninggalkan masjid kini hanya ada aq dan beberapa pengajar lainnya yang juga bersiap - siap akan pulang ketika ku lihat ustadz yasir berjalan tak jauh dari tempatku berdiri.
*Afwan ustadz jika ustadz tidak sibuk bisa kah kita bicara sebentar...?
oooh ya silahkan Ustadz Farhan apa yang ingin Ustadz sampaikan.
begini Ustadz saya ingin mengirimkan proposal ta'aruf bisa kah Ustadz membantu saya..?
oh tentu saja nak dengan senang hati...
kebetulan kemarin ada beberapa santriwati yang juga mengirimkan proposal kepada Ustadza Ani mungkin nanti itu bisa jadi pertimbangan buat ustadz dalam memilih.
__ADS_1
iya ustadz tapi bisa kah saya*.......
cukup lama Farhan terlibat pembicaraan serius dengan ustadz Yashir sebelum akhirnya pembicaraan itu berakhir dan mereka memilih meninggalkan masjid bersama - sama melanjutkan pembicaraan yg telah dimulai.
***
Tiga bulan berlalu setelah kepulangan Astri tak ada kabar yang Farah dapat tentang keluarga nya hingga pagi itu Santi memberitahu Farah jika ia mendapatkan telpon dari keluarganya di Palembang, bergegas Farah melangkahkan kakinya menuju kantor Pesantren dimana telpon itu diletakkan.
*Assalamualaikum....!
Waalaikumsalam anakku....!
Ibu....
apa kabar bu Farah kangen*....!
terdengar suara tercekat dari bibir farah, setelah mendengar suara ibunya kerinduan yang bisa ia alihkan dengan berbagai kesibukan selama ini kembali menyeruak ketika suara lembut orang yang sangat disayanginya itu terdengar jelas ditelinga Farah.
Alhamdulillah baik anakku..!
ibu juga kangen kamu....
kapan kau pulang nak...?
ada rasa sesak dihati farah ketika mendengar pertanyaan itu, pertanyaan yang berulang kali di sebutkan ibunya setiap kali ia menelpon, pertanyaan yang berulang kali dijawabnya dengan berbagai alasan agar ia tak dipaksa segera pulang ke palembang.
hening tak ada jawaban dari Farah membuat ny Mirna menyimpulkan jika anak gadisnya sedang mencari alasan untuk menolak permintaannya lagi namun kali ini ia tak akan membiarkannya, gadis kecilnya itu harus pulang apapun caranya.
*Farah alasan apa lagi yang akan kau rangkai nak...?
kali ini kau harus pulang...!
kau harus pulang....!
tak ada alasan " kau harus menghadiri pernikahan kakakmu nak.
apa bu...?
"apa farah gak salah denger"
beneran kakak akan nikah bu*...?
kali ini farah terlihat begitu antusias menanggapi kabar yg diberikan oleh ny Mirna.
*iya nak jadi kau harus pulang...!
karena kau harus membantu mempersiapkan semuanya...
kau tau sendiri lah adikmu...
ibu mana bisa urus pernikahan ini sendiri.
baiklah bu Farah akan pulang...!
kapan kakak menikah....?
Dua minggu lagi....!
jadi kau harus pulang dalam satu atau dua hari lagi, Usahakan itu karena kau harus membantu ibu berbelanja seserahan untuk mempelai wanita kau mengerti Farah....?
iya bu Farah akan pulang secepatnya*....!
jawab farah mantap, betapa bahagianya ia mendengar kabar yang telah lama ia ingin dengar. sungguh bahagia rasanya mengetahui setelah sekian lama kakaknya belajar melupakan Ustadza Laila Cintanya yang terpaksa harus ia relakan menikahi orang lain, setelah sekian lama perasaan takut dikecewakan selalu menghantui perasaan kakak satu - satunya itu.
ia begitu senang jika akhirnya Farhan berhasil memenangkan perang dengan perasaannya sendiri dan berbuah kabar gembira yang hampir saja membuat jantungnya terlonjak keluar terkejut mendengar kabar itu.
__ADS_1
setelah berbicara dengan ibunya farah bergegas menemui Ustadza Siti membicarakan perihal kepulangannya dikarenakan pernikahan Farhan, setelah mendapat izin, ia bergegas kembali ke kamarnya dan membereskan semua pakaiannya, memesan tiket kereta dan pesawat.
To be continue