La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
ekstra part ( Duka sedalam cinta )


__ADS_3

Aku memang menginginkanmu


tapi aku lebih memilih yang di Pilihkan oleh Allah untuku, karenanya kutinggalkan dirimu demi dirinya.


aaaah sebuah kutipan indah yang begitu mudah dibaca dan indah didengar telinga namun untuk mewujudkan dan mempraktekkan nya tentu tak semudah bibir ini membacanya. perlu waktu panjang dan pengorbanan yang tak sedikit bagiku untuk bisa melupakan semuanya dan membuka lembar baru kehidupan yang dilembar sebelumnya terdapat luka yang begitu perih terasa.


mungkin kini aku sudah bisa berdamai dengan masa lalu namun tapi tak dapat dipungkiri jika terkadang masih ada rasa sakit yang tersisa dari luka yang sempat tertoreh, dalam juga berbekas.


Disinilah aku saat ini memandang hamparan pasir dipinggiran pantai dengan pantulan cahaya matahari dan langit biru tanpa tiang menciptakan keindahan yang tak terbayang olehku sebelumnya. keindahan yang selalu bisa membuat hati ini lebih tenang. setenang lantunan ayat - ayat suci Alquran yang kerap dibacakan Qori - Qoriah yg ku dengar dari flashdisc yg acap kali ku putar dalam mobil di sela - sela perjalanan mengitari sudut - sudut ibu kota negeri jiran ini.


hatiku sudah terasa lebih tenang saat ini, setidaknya lebih tenang dari hari - hari sebelumnya karena tak ada lagi air mata yang hadir di setiap kali fikirku melayang pada ingatan masa lalu.


Flashback sebelum Santi memijakkan kaki di Malaysia.


aku kalah ma aku benar - benar kalah....!


ternyata persahabatan yang selama ini ku bina bertahun - tahun bersama Laila tak membuat dia memikirkan perasaanku sebelum Laila menerima kitbah Ustadz Fahri Ma.

__ADS_1


hanya Laila yang tau Ma...!


hanya Laila yang tau jika Santi sangat mengagumi Ustadz Fahri lebih dari rasa kagum pada seorangan murid pada gurunya. hanya Laila yang tau Ma....!


gadis itu luruh dalam dekapan sang bunda, masih dengan isak yg tertahan. hatinya serasa dihujam bongkahan batu pedih juga menyakiti.


tapi kenapa Ma..? kenapa Laila menerima nya dan tidak perduli pada perasaanku Ma...?


Sabar sayang, mungkin Allah punya rencana lebih indah untukmu...!


aku tidak ingin kembali kesana dan menyaksikan pernikahan mereka berdua. tidak ma Santi mohon jangan paksa Santi....!


tangis gadis itu pecah direngkuhnya tubuh wanita paruh baya dihadapnnya lebih erat.


Jika memang itu keputusanmu, mama tak bisa memaksa nak, kau boleh keluar dari sana.


ujar sang bunda masih membelai lembut punggung anak tercintanya.

__ADS_1


Hari masih sore saat gadis itu melangkahkan kaki keluar dari gerbang pesantren. dengan ransel dipunggung dan sebuah koper berukuran medium di tangan kanan. memasuki sebuah mobil yg sedari tadi terparkir disisi jalan menunggu kedatangan pemiliknya sebelum ia melaju beberapa menit kemudian.


gadis itu mengela nafas panjang, sesak masih menggunung dihatinya, seolah enggan untuk pergi meski berkali - kali ia beristighfar dalam hati.


Allah ridhoi keputusan berat ini, kuatkan diri agar bisa melewati hari - hari berat yg mesti ku lewati, duhai yang maha menguatkan, ku serahkan semua keputusan padamu, karena ku yakin dirimu tak akan pernah meninggalkanku.


tbc


Assalamualaikum readers ku tercinta..


semoga kalian selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT Aamiin. stay positif, stay healt ya meski d tengah pandemi.


mau kasih kabar kalo author bakal buat squel story dari " La Tahla jangan mengeluh "


story tentang Santi dan Fahri


semoga kalian suka ya readers - readers ku.

__ADS_1


__ADS_2