
jam menunjukkan pukul 05.00 saat taksi yang di tumpangi Farah berhenti di depan rumah bernuansa hijau itu, setelah membayar ongkos taksi farah berjalan memasuki rumah sambil menarik koper ditangan kanannya dihalaman samping terlihat nyonya Mirna sedang menyiram tanaman di buat terkejut dengan kedatangab putrinya yg telah bertahun - tahun tak dilihatnya itu.
"*Assalamualaikum "
" waalaikumsalam.... "
Farah kau pulang nak....!
ya Allah akhirnya ibu bisa ketemu kamu nak...!
Yah... Ayah.... Farah pulang yah*...!
teriak ny Mirna tak lama dari dalam rumah Ayah,Farhan dan Syafira berbondong - bondong menyambut kedatangan Farah.
*kenapa gak ngabarin kalo kamu pulang hari ni dek, jadi kakak bisa jemput di bandara.
gak apa kak sengaja buat surprise*.
Farhan memeluk singkat adiknya dan mengambil alih koper dan ransel yg dikenakan farah sedang Syafira berjingkrak - jingkrak menangih oleh - oleh yang pernah dijanjikan farah ketika terakhir kali gadis tengil itu menelpon sambil merengek - rengek menyuruhnya pulang, Ayah dan ibunya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak bungsunya itu.
sampai di dalam rumah keluarga itu berkumpul di ruang tengah Syafira datang dari arah dapur membawa teh hangat dan biskuit sedang ayah dan ibu masih berceloteh ria. Farah terlihat duduk di antara keduanya, sore itu Farah menjadi rebutan antara ayah dan ibu kedua orang itu sangat merindukan farah anak yg selama bertahun - tahun meninggalkan mereka.
aah iya Farah kemaren belum tanya sama ibu siapa sih calon istrinya kak Farhan...?
mendengar pertanyaan farah ayah dan ibu saling pandangan.
*looh kamu bener - bener belum tau farah..?
nggak tau.... ( farah menggeleng )
Astri gak cerita ke kamu...?
cerita apa.....?
eeeh tunggu - tunggu...?
Astri...?
maksud ayah calon istri kak Farhan itu Astri...?
ho00h....
Ia nak Astri, emang siapa lagi yang bisa deket dan tahan sama sifat pendiam kak farhan mu itu*...!
Jawab ibunda Farah. mata farah terbelalak tak percaya mengetahui jika sahabatnya lah Calon istri Farhan, ia begitu tak menyangka akan mendapat saudara ipar sahabatnya sendiri, pandangan mata farah beralih pada farhan yg duduk di seberang sofa yg ia duduki,memasang wajah semanis mungkin takut - takut jika farah murka karena tak di beri tau tentang pernikahan ini.
kau hutang cerita padaku kak....!
ujar farah pada Farhan yg masih tersenyum simpul.
ya sudah sana kamu istirahat dulu, pasti capek kan setelah perjalanan jauh dari kediri.
ucap ibunda farah seraya merangkul nya menuju kamar diikuti farhan yang membawa koper farah.
*** La Tahla Jangan Mengeluh ***
Pagi menjelang seusai melaksanakan sholat subuh Farah berbenah diri dan membantu ibunya memasak didapur mempersiapkan sarapan pagi seperti kebiasaannya dahulu.
*bu abis ini Farah pamit keluar yah...?
kemana....?
bukannya kamu baru nyampe kemaren, apa gak sebaiknya kamu istirahat dulu lagian kan masih lama juga disini.
jalan - jalannya kan bisa ditunda besok*.
pinta Mirna ibunda farah seraya tersenyum
ke rumah Syafa bu....!
Farah udah kangen banget sama Syafa....!
udah lama banget farah nggak ketemu ataupun ngobrol dengan Syafa.
Praang.....
mendengar perkataan Farah membuat ibu yang sedang mengangkat gorengan di wajan terkejut dan membuatnya tak sengaja terkena percikan minyak sehingga piring yang ia pegang pun jatuh kelantai.
Ibu...Ibu kenapa...?
Ibu nggak apa - apa kan...?
tanya farah sibuk meniupi tangan ibu yang terkena percikan minyak. namun seketika ia merasa kan sesuatu ketika menyadari tangan ibunya bergetar ada suara tangis tertahan darinya.
*ibu kenapa...?
Syafa....!
Syafa sudah meninggal nak*....!!
hening.......
tak ada kata - kata yang terucap dari bibir Farah saat mendengar ucapan Mirna disela - sela tangisnya yang tertahan. gadis itu terlihat pucat, ia melepaskan pegangan tangannya dan mundur beberapa langkah.
wajah keterkejutan terpampang jelas di matanya yang berubah mendung ketika mata itu melihat anggukan kecil dikepala ibundanya.
tidak bu....!
__ADS_1
bagaimana mungkin.....?
farah salah dengar kan bu..........?
tanya farah, matanya menatap iba seolah memohon jika apa yang baru saja ia dengar dari bibir ibundanya adalah sebuah kesalahan.
air mata pun mengalir deras diwajah sendunya, ketika dengan serta merta Mirna memeluknya dan ikut menangis bersamanya.
" *dia mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa bulan lalu nak, nyawanya tak tertolong "
tidak.....!
tidak mungkin bu....!
Syafa gak boleh pergi bu.....!
farah belum ketemu denganya bu...!
banyak sekali kata - kata yang ingin Farah sampaikan ke Syafa bu.
bagaimana bisa dia ninggalin Farah begitu saja bu*.......!
ucap farah meronta - ronta didalam pelukan ibunya.
" *ibu bohong, iya kan ibu bohong "
bilang bu kalo ibu tu bohong*.......!
Farah mengguncang - guncang tangan ibunya berharap apa yg baru dikatakan sang ibu tidak benar.
*maafkan ibu nak....!
maafkan ibu kalo nggak ngasih kabar kamu waktu itu.....!
ibu takut kabar itu akan menganggu konsentrasimu farah*....!
ucap mirna seraya menepuk - nepuk pungggung Farah yang masih sesegukkan didalam pelukkannya.
*dimana syafa dimakamkan bu....?
farah pengen ketemu Syafa bu.
dia dimakamkan dibandung nak.
tempat ia tinggal selama ini setelah pernikahannya.
Dia tidak dimakamkan disini*....!
Ucap ny Mirna seraya menepuk - nepuk punggung farah.
*tapi Farah kangen Syafa bu, farah pengen ketemu syafa.
berdoalah dengan rasa rindumu untuknya maka Allah akan menyampaikan rasa rindu itu pada syafa*.....!
perkataan ibundanya itu seolah menjadi kekuatan dalam diri Farah, gadis itu menghentikan tangisannya, mengusap air matanya dan memutuskan untuk mengunjungi rumah orang tua syafa sebelum ke rumah Astri.
Kenapa kamu gak bilang ke aku waktu itu soal kematian Syafa Ast....?
tanya Farah pada Astri yang duduk disampingnya. kini mereka ada diteras rumah Astri.
Maafkan aku Far....!
Sama sepeti yang kau alami aku pun sangat terkejut saat mendengar kabar itu....
sempat ku putuskan untuk bertolak ke bandung saat itu juga, jika saja ibuku tak melarangku karena ke khawatirannya.
*Aku tau ini tak adil bagimu Far, tapi demi kebaikanmu aku dan Kak Farhan memutuskan untuk tak memberitahu mu waktu itu, karena kami takut kabar itu akan mempengaruhi keputusanmu untuk mengabdikan diri di pesantren dan mengganggu konsentrasimu mengajar.
maaf kan aku Farah.....!
sungguh maafkan aku*.....!
tak ada yang bisa dikatakan oleh farah setelah mendengar perkataan Astri, memang ia akui bahwa apa yang Astri dan keluarganya lakukan adalah sebuah kesalahan namun semua tak akan merubah keadaan walaupun saat itu ia mengetahui apa yang terjadi pada Syafa.
sudah lah Ast semua ini tidak sepenuhnya kesalahanmu.
ucap Farah seraya membawa Astri ke dalam peluknya.
***
Seminggu berlalu tak terasa hari pernikahan Farhan sudah di depan mata pagi itu adalah hari seserahan, keluarga besar Farhan sudah berkumpul di rumah yg bergaya minimalis itu, diruang depan tampak beberapa seserahan yg akan diberikan kepada mempelai wanita yg sudah di bentuk indah.
seperti seserahan hasil karya farah sebuah mukena yg dibentuknya menjadi sebuah gaun indah dari boneka barbie muslimah berhijab juga sebuah kimono tidur yg dirubah menjadi boneka beruang lucu oleh gadis itu, hasil karya yg membuat Syafira berulang kali berdecap kagum pada kakak perempuan nya itu.
farhan dan rombongan bersiap menuju kediaman Astri menggunakan 4 buah mini bus, karena selain seserahan akad nikah dan resepsi juga akan dilaksanakan hari itu membuat keluarga jauh mereka dari berbagai kota yg ingin menyaksikan akad nikah sudah berkumpul dan ikut serta dalam acara itu.
jam menunjukkan pukul 07.50 mnt saat rombongan memasuki kediaman mempelai wanita, nampak keluarga dan orang tua Astri menyambut hangat kedatangan mempelai pria dan rombongan, tak berselang lama acara pun dilaksanakan, dimulai dengan pembukaan, sambutan, penerimaan seserahan dan mas kawin terakhir acara akad.
acara yg semula direncana dilakukan secara sederhana ternyata berlangsung meriah dikarenakan banyak dari tamu undangan terutama keluarga besar kedua mempelai yg hadir ingin menyaksikan langsung akad nikah yg akan diselenggarakan beberapa menit lagi.
farah berdiri di pinggir sebuah pintu kamar yg terlihat agak sepi itu, di dalam kamar berdiri dua orang perempuan setengah baya yg tengah sibuk merapikan riasan seorang wanita cantik yg duduk didepan sebuah meja rias. wanita itu tampak cantik mengenakan kebaya biru dengan balutan jilbab berwarna emas, polesan make up yg cukup tebal semakin memancarkan kecantikan wanita itu, farah tersenyum saat tanpa sengaja wanita tersebut melirik ke arah pintu dari kaca didepannya dan mengetahui keberadaan farah disana.
Faraaah.....!
wanita itu tersenyum sumringah ada rona kebahagiaan terpancar dari senyumnya, farah mendekat berdiri sejajar dengan wanita yg masih duduk manis ditempatnya itu.
*hari ini benar - benar sebuah kejutan besar untukku Ast...!
__ADS_1
aq masih tidak percaya ini...!
bahwa kau dan kak Farhan akan bersanding di pelaminan sebentar lagi dan aq sama sekali tidak mengetahui hal ini sebelumnya*....!
Astri tersenyum mendengar kata - kata farah, sedang gadis itu menggelembungkan pipi dan bibirnya.
" bagaimana mungkin kau tak menceritakan itu semua padaku ast "
lagi - lagi astri tersenyum lebar mendengar pertanyaan menuntut dari farah ia raih tangan gadis itu menggenggamnya.
*ini semua atas kehendaknya farah...!
sama seperti dirimu aq pun tak menyangka akan bersanding dengan mas farhan dan menjadi kakak ipar mu sebentar lagi....!
2 bulan lalu aku memutuskan memasukkan proposal ta'aruf pada ustadza Siti dengan harapan ingin menikah sebagai ibadah kepada Allah entah siapa lelaki yg akan mempersuntingku kelak, aku bertekad akan menerima lamarannya jika ia serius datang menemui kedua orang tuaku*.
Astri kembali mengeratkan genggaman tangannya pada pergelangan farah dan tersenyum haru.
*ternyata Allah menjawab semua keinginanku selama ini farah....!
" kau tau, entah mengapa aku selalu mendambakan seorang suami seperti kak farhan lelaki yg baik, sholeh dan bertanggung jawab "
sungguh Allah maha pemurah ia memberikan apa yg aku mau bahkan tanpa aku harus memintanya farah*....!
kedua gadis itu kini berpelukan, Astri tersenyum haru dibalik pundak farah.
aku bahagia farah...!
aku begitu tak menyangka jika mas farhan selama ini mempunyai perasaan yg sama terhadapku....
kau tau...?
ketika mendengar aku memasukkan proposal ta'aruf segera mungkin mas farhan menemui ustadz Yashir untuk dijodohkan dan meminta bahwa gadis itu adalah aku....!
farah tersenyum dan mempererat pelukannya pada sahabat yg akan menjadi saudara iparnya itu.
Alhamdulillah Ast....!
kita harus bersyukur kepada Allah...!
sementara kedua gadis itu berbincang acara ijab kabul diruang depan telah dilaksanakan, terlihat Farhan dengan mantap menjabat tangan ayah Astri dan mengucapkan ijabnya.
" Saya terima nikah dan kawinnya Astri Ayunda burhan binti bpk Samsul Burhan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai "
bagaimana saksi Sah...?
Sah.... Sah....!
Alhamdulilllah.....!!!
mendengar kata Sah dari para saksi Farah dan Astri yg semula harap - harap cemas akan kelancaran Farhan mengucap ijab kabul kembali berpelukan, lalu Farah membawa Astri menuju ruang depan dimana Farhan tengah menunggunya untuk menjalani acara penandatangan buku nikah dan acara lainnya.
ketika kedua mempelai dipertemukan Farah bisa melihat dengan jelas ada rona bahagia dan malu - malu dari kedua mata Astri dan Farhan, mereka terlihat gugup ketika kedua mata mereka saling pandang terkadang salah satu diantaranya mencuri - curi melirik pasangan yg sudah resmi menjadi miliknya itu.
senyum bahagia terpancar diwajah Farah betapa ia bahagia bisa menyaksikan secara langsung akan kasih sayang yg Allah berikan kepada hamba - hambanya, menyatukan dua insan yg saling mencintai dalam diam yg tak seorangpun tau jika cinta itu hadir dalam hati keduanya selain mereka dan dia tuhan yg maha mengetahui isi hati, tuhan yg maha penyayang.
rasa sayang itu terlihat jelas dengan bukti dipertemukannya Farhan dan Astri dalam tali pernikahan, tanpa terasa air mata kebahagiaan menetes dari dua mata gadis berkebaya pink itu.
Acara berlangsung meriah walau sempat ditunda karena Adzhan Dzuhur berkumandang kedua mempelai, para keluarga , panitia serta tamu undangan menunaikan sholat di masjid yg tak jauh dari tempat resepsi dilaksanakan menjelang sore acara pun selesai.
di lain tempat seorang ibu tengah berbicara melalui telpon di ruang tengah sebuah rumah sederhana.
abi sudah makan..?
oooh siapa yg menikah bi...?
Alhamdulillah gak nyangka ya bi umi ikut seneng....!
sayang umi gak bisa dateng yah bi titip salam buat Astri yah bi, semoga jadi keluarga samawa....!
Waalaikum salam wr wb...!
fatih yang sedari tadi berdiri di ambang pintu memperhatikan uminya menelepon tergelitik penasaran akan apa yg baru dibicarakan oleh kedua org tuanya itu.
abi tadi bilang ap mi...?
siapa yg menikah...?
tanya Fatih penasaran, umi fatimah tersenyum kearah anak laki - lakinya itu.
murid pengajian abimu tih Astri...!
kau ingat bukan....?
dia teman baik Almarhumah istrimu...!
oooh dengan siapa mi Astri menikah...?
Farhan tih kakaknya Farah*....!
Deg.....
nama itu....
mendengar kembali nama itu membuat fikiran fatih menerawang kembali mengingat wajah cantik gadis yang dulu sempat menghiasi hatinya itu. ada banyak pertanyaan berkecamuk dihatinya.
bagaimana kabarnya ....?
__ADS_1
to be continue*