
Palembang
hari tampak sore lembayung senja terlihat indah menghiasi langit Palembang saat Laila menapak kan kakinya di Bandara Sultan mahmud badarudin II, hari ini tepat satu bulan setelah ia memberikan jawaban atas pinangan ustadz Fahri.
disinilah ia saat ini kembali memijakkan kakinya di tanah kelahirannya untuk menghadiri acara pertemuan antara keluarga besarnya dan keluarga besar Ustadz Fahri, Laila berjalan pelan menyeret koper kecil yg ada di sampingnya mendekati sebuah kursi di ruang tunggu bandara, matanya tak henti menelisik setiap orang yg berlalu - lalang, mencari seseorang yg sudah berjanji akan menjemputnya sore itu.
Assalamualaikum Ustadza....!!!
laila menengadahkan wajah menjawab salam dari seseorang..
" Waalaikumsalam warohmatullah .... "
*Astri kamu tu yah apaan sih baru juga nyampe udah godain orang.
😊😊😊 ciaelaaah liat ada yg ngambek nih mas*....!
( Astri menolehkan kepalanya menatap dan merangkul Farhan yg berjalan mendekati nya )
*kenapa musti harus ngambek lagi far, kan emang bener bentar lagi mau jadi nyonya ustadz.
iiiiih kakak....!!!
bukannya ngebelain malah ikutan ngeledek*.
Astri tergelak tak tahan melihat farah menggelembungkan pipinya, sejak kabar pinangan itu sampai ke telinganya, menggoda farah adalah kebiasaan barunya sekarang.
udah aaah ngambeknya dilanjutin dirumah aja Far kamu capek kan ayoo....!!!
Ajak Farhan seraya meraih koper yg ada disamping tempat duduk Farah. Mereka pun berjalan meninggalkan pelataran bandara terbesar di palembang itu menuju tempat mereka memarkir mobil.
***
mobil yg membawa Farah, Astri dan Farhan berjalan meninggalkan bandara sepanjang jalan Farah tak henti - henti nya memandang ke luar jendela mengamati ruko dan gedung - gedung baru yg seingatnya belum ada saat dia pertama kali meninggalkan kota itu, ia juga mengamati proyek pembangunan LRT disepanjang jalan yg mengakibatkan kemacetan di kota metropolis itu, sungguh suasana jauh berubah.
Laila terhanyut dalam lamunan dan fikirannya sendiri wajahnya terlihat murung mengingat pertengkarannya dengan Santi beberapa hari lalu ketika kabar ta'aruf antara dirinya dan ustadz fahri tersiar ke segala isi pesantren.
*ooh jadi itu Ustadz yg kamu bilang biasa aja...?
Ustadz yg kamu bilang sama sekali gak ada perasaan suka sedikitpun padanya....?
kalau memang semua omongan kamu itu benar adanya La' lalu kenapa dengan diterimanya ta'aruf itu...?
San ini semua bukan seperti yg kamu kira San....!!!
" aku sama sekali tidak tau jika yg berta'aruf denganku adalah ustadz fahri "
aah sudahlah La' aku gak akan percaya sama kamu kali ini, jelas - jelas kamu tau kalo aku suka dengan Ustadz Fahri La' tapi kenapa kamu tetap aja terima pinangan dari keluarganya...?
ok kamu gak tau awalnya jika pria itu ustadz Fahri, tapi kenapa pinangan itu tetap kamu terima la'....?
kenapa....?
San dengerin dulu penjelasanku*...!!
( Laila menarik pergelangan Santi yg hendak pergi meninggalkannya namun santi segera menepis tangan Laila )
sudahlah La' gak ada yg perlu kamu jelasin, aku masih waras untuk sekedar tau sebuah kebenaran....!
Santi berlari kecil meninggalkan laila yg masih berdiri tertunduk menatap kepergian sahabat satu - satunya itu.
__ADS_1
*Aku sama sekali gak bermaksud untuk menyakitimu Santi, aku sangat tau bagaimana rasanya mencintai diam - diam dan bagaimana sakitnya kehilangan cinta itu.
Seandainya aku tau sejak awal jika pemuda itu adalah ustadz Fahri sungguh aku tak akan berfikir panjang untuk menolak perjodohan ini San.
Tapi apa yang bisa aku lakukan San, aku tak tega untuk mengecewakan Ustadza Siti terlebih Ibunda ustadz Fahri sangat mengharapkan perjodohan ini. Aku sudah begitu tau rasanya tersakiti Santi, aku tak bisa menyakiti mereka*.
Ucap Laila dalam isaknya, bersandar di balik pilar di depan kamar mereka tempat santi meninggalkannya barusan.
dua hari setelah pertengkaran itu Santi keluar dari pesantren, menurut kabar yang beredar ia pergi Memutuskan Kuliah disana.
nafas Laila seolah tercekat mengingat kembali peristiwa itu, sebuah keputusan yang amat sulit di ambilnya harus ia tebus dengan rasa kehilangan akan seorang sahabat baik seperti Santi.
tring...
sebuah pesan chat masuk ke inbok hp Farah membuyarkan lamunannya, mengambil hp d saku baju dan membuka pesan itu.
*Assalamualaikum ukthi, sudah sampai kah d palembang..?
" beri kabar jika ukthi sudah sampai "
Waalaikumsalam, alhamdulillah ini dalam perjalanan ke rumah*.
klik ia menekan tombol send membalas pesan itu.
*Alhamdulillah jika sudah sampai.
" insya Allah kami akan menyusul berangkat lusa, masih ada sesuatu yang harus saya urus disini "
ia akhi tidak apa, semoga urusannya cepat selesai*.
klik ia menekan kembali tombol send itu dan memasukkan ponselnya ke saku gamis, lalu kembali menatap keluar jendela, dengan ekspresi yg membingungkan, Astri yg sedari tadi memperhatikan gerak - gerik Farah melirik penuh arti ke arah Farhan yang sibuk dengan setirnya.
pak ustadz yah...!
idiiih kepo*....!!!
Farah berdecis sebal pada Astri, sedang Astri hanya nyengir melihat ekspresi itu.
*hahahha abis tuuh ekspresi kenapa jadi begitu....?
jujur deh far sebenarnya kamu udah bener - bener yakin gak sih sama si ustadz..?
atau jangan - jangan dia cuma buat pelampiasan kamu doank*...?
Kata - kata astri kali ini berhasil membuat farah kesal.
*Astri ngomong apa sih...?
udah deh far jujur....!!
kamu gak bakal bisa bahagia jika dalam hatimu masih menyimpan harap pada orang lain far*..!!
mendengar ucapan Astri membuat embun mendung terlihat diwajah farah, ia merunduk menyembunyikan genangan air mata dan rasa sesak yang mulai menggelayuti hatinya.
*entahlah Ast....!
ingin rasanya melepas semua kenangan masa lalu, aku juga sudah berusaha mencobanya namun entah semua itu selalu saja kembali dalam fikiranku.
so jadi kenapa kamu menerima pinangannya jika kamu masih berharap pada orang lain*..?
__ADS_1
Ucap Astri lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius membuat Farhan yang tidak mengerti yg dibicarakan dua wanita itu angkat bicara.
sebentar ini kalian lagi ngomongin siapa sih..? kok kak farhan gak tau yah..?
Pertanyaan farhan berhasil membuat farah sebal. Ia mengerucutkan lagi bibirnya.
*idih kak farhan kepo...!
itu masa lalu kak gak usah di bahas deeh.
trus gini mulai sekarang jangan panggil Farah lagi di depan ustadz Fahri dan keluarganya tapi panggil Farah dengan nama " Laila "
ooooke deh....!
tapi gini looh far kakak penasaran looh kenapa sejak tinggal di kediri kamu ganti nama segala....?
pasti ada alasannya kan dibalik semua itu*...?
Tanya farhan mulai penasaran. pemuda itu tau memang apa yg dialami farah dan alasan ia menginginkan belajar di pesantren dulu namun ia sama sekali tak mengetahui siapa pemuda yang di maksud.
ia dan farah memang dekat gadis itu juga terbuka padanya namun tidak untuk hal - hal yang ia rasa tak perlu diketahui orang lain, ia akan menyimpan sendiri dan menyelesaikan sendiri masalahnya.
gak ada alasan kak farah memutuskan mengganti nama panggilan karena farah ingin mencoba hidup baru saat itu, juga karena farah gak mau jika nama itu disebut akan membuat farah kangen dengan Palembang dan semua orang yg farah sayang disini.....!!
Astri tersenyum sesekali memutar bola matanya mendengar alasan clasic yang diucapkan farah, tentu dia tau apa alasan sebenarnya dari perubahan nama yang di lakukan farah.
*oooh jadi nama farah itu masa lalu......?
sebenarnya kamu gak mau kangen dengan kita , apa gak mau keinget ama yang itu....? " hayooo ngakuuu* "
Astri mulai geram dengan tingkah farah kali ini, kenapa susah sekali bagi farah untuk mengakui jika masih ada fatih di dalam hatinya.
*Astri apaan sih ini sama sekali gak ada hubungannya dengan Fatih....!
oopss*.... ( farah mendekap mulutnya yg kelepasan mengucapkan nama fatih )
hahahhahaha satu kosong.....!
Astri tergelak menertawakan Farah.
ooh jadi selama ini kamu punya hati ama Fatih ya Far, dia anaknya ustadz yashir itu bener yang...?
tanya farhan dibalas anggukan oleh Astri.
masha Allah baru tau kakak far ternyata dia yang bikin kamu ninggalin palembang..!
Ujar Farhan tersenyum masih fokus mengemudi.
*huuus kakak udah gak usah dibahas deh....!
pokoknya gak boleh ada yang tau tentang semua ini....!
awas yaah kalo tuuh mulut pada bawel farah gak akan mau balik lagi ke palembang lagi...!
oops waaah ancaman yang berat mas.
ok deh bu ustadza kami berdua akan tutup mulut kalau begitu....!!
ucap astri dibalas anggukan farhan dan senyuman keduanya sedang farah masih memandang ke luar jendela mobil bermain dengan fikirannya sendiri*.
__ADS_1
to be continue