
" hei kau belum terlambat Fatih "
kau masih bisa memperjuangkan cintamu...!
kau masih bisa membicarakan semuanya pada abimu Fatih....!
berjuanglah sebelum semuanya terlambat...!
Akan tidak adil bagi Farah juga dirimu jika kau hanya berdiam diri tanpa perjuangan.
Akan tidak adil bagi Syaffa jika kau menikahinya tanpa rasa cinta kepadanya.
Berjuanglah fatih....
Berjuanglah........!!
sisi lain fatih berbicara.
Apa yang akan kau lakukan fatih...?
Apa kau akan memperjuangkan cintamu pada farah.....?
sedangkan kau dengan begitu jelas mengatakan bahwa kau memberikan hak penuh pada orangmu dalam masalah memilihkan pasangan hidup untukmu.
Lalu apa yang akan kau katakan pada Abi dan Umi...?
Tidak Fatih, jangan kau kecewakan mereka dengan penolakanmu.
Jangan kau sakiti hati mereka dengan kata tidak pada perjodohan ini.
Jangan fatih.....!!
Sisi logika fatih berbicara
Huuuufsh....
Frustasi itu yang kini dirasakan oleh fatih. Rasa cintanya pada Farah memang masih seumur jagung tapi entahlah Fatih merasa begitu yakin dengan gadis itu, sehingga ia merasa begitu berat untuk melepaskannya.
Sedang Syaffa....?
Ia memang mengenali gadis itu, Sungguh semua kriteria wanita sholeha ada dalam dirinya, terlebih lagi Syaffa adalah menantu pilihan Abi dan uminya namun ia sama sekali tidak mencintai gadis itu, bahkan ia tak mengenalnya lebih dekat dibandingkan farah.
Namun apa yang akan terjadi pada Abi dan Uminya jika ia memilih Farah dan menolak pinangan Syaffa...?
Ya Allah mantapkanlah hatiku....!
Lirih fatih gusar.
*** La Tahla Jangan Mengeluh ***
Farah pov
sudah seminggu aku tak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan akhi Fatih, entah kemana pria itu tak ada kabar ataupun kemunculan nya di masjid. hal itu membuat ku begitu merindukan lantunan - lantunan ayat - ayat suci yang sering kudengar setiap kali pengajian diadakan.
lantunan yang mampu membuat jiwaku damai, yang tak dapat ku dengar seminggu ini. hari ini pun sama aku tak menemukan pria itu, pria yg biasa menyejukkan hatiku dengan lantunan - lantunan indah yg selalu ia baca.
" *h*ayo farah melamun aja kamu "
panggilan astri itu membangunkan lamunanku.
"apa sih kamu Ast aku nggak melamun kok...!" elakku memanyunkan bibir.
" halaaah pake ngeles lagi, aku itu liatin kamu terus dari tadi udah ketauan juga masih ngeles "
astri menaik - naikkan kedua alisnya menunggu reaksiku. perkataan astri itu berhasil membuat wajahku bersemu merah.
"apa sih kamu Ast enggak melamun beneran "
elakku lagi.
" ya wees kalo enggak mah, soalnya aku liat kamu tuh kayak memikirkan sesuatu dari tadi "
astri yang sedari tadi duduk disebelahku menggeser duduknya karena dari kejauhan ia melihat syafa berjalan kearah kami.
__ADS_1
"Assalamualaikum cantik"
syafa menyapa kami seraya duduk di antara aku dan astri.
" waalaikumsalam warrokhmatullah"
jawabku dan astri bersama.
"eits ada yang lagi seneng nih"
celetuk astri melihat wajah cerah syafa, melihat matanya berbinar dan senyum yang selalu merekah.
Gadis itu tersenyum sembari menutup bibirnya dengan telapak tangan kebiasaan yg sering dilakukannya saat tersenyum.
"ia nih pasti lagi seneng yah" aku pun mulai penasaran melihat ekspresi syafa. mendengar pertanyaan kami membuat senyum syafa makin mengembang ada semburat merah dipipinya.
farah, astri maukah kalian kerumahku hari ini?
pertanyaan syafa itu membuat aku dan astri saling pandang.
hari ini Syaf...?
ada acara apa di rmh kamu?
astri bertanya penasaran, syafa tersenyum merunduk.
"bukan acara besar kok, tapi kalian harus dateng yah! " pinta syafa mengatupkan kedua telapak tangannya didepan dada pertanda jika ia sangat berharap kedatangan aku dan Astri.
Gak masalah sih tapi ada apa dulu nih...?
Jangan bikin penasaran dong....!
Syaffa tersenyum mengerjap - erjapkan matanya padaku dan Astri.
Ada deh pokonya kalian dateng yah...!
Nggak pokoknya kamu musti bilang dulu baru kami mau dateng.
" ada acara lamaran "
Apa...?
Kamu lamaran hari ini...?
Aku dan Astri kompak bertanya yang dijawab anggukan oleh Syaffa.
Makanya kalian harus dateng yah...?
Aku menoleh pada astri meminta pendapatnya dengan isyarat mata, Astri menganggukan kepalanya
"*baiklah sayang kami akan datang ucapku"
dibalas pelukan hangat syafa pada ku dan Astri*.
iih selamet ya Syaf akhirnya kamu dilamar...!
ucapku seraya menepuk punggung syafa ikut bahagia dengan kabar baik yg dikatakannya.
ia nih Far akhirnya kita diduluin juga, setelah berharap kita duluin syafa eeeh taunya gak kesampaian.
ckckckkk idih kamu Ast gak ngaruh lagi siapa yang duluan juga yang pasti kita semua harus bahagia, ia kan...!
iya dong harus itu...!
*** La Tahla Jangan Mangeluh***
jam sudah menunjukan pukul 15.00 aku dan Astri sudah berada di rumah syafa, rumah bergaya minimalis yang berada di sebuah perumahan dosen itu terlihat sedikit ramai.
kenapa aku bilang sedikit ramai?
ya karena memang sepertinya keluarga ini tidak banyak mengundang orang lain, hanya beberapa tetangga dan saudara saja yang hadir, mengingat acara ini tahap pertemuan dua keluarga saja jadi kedua orang tua syafa sengaja tidak mengundang banyak orang.
di dalam rumah terlihat ustadz mizan tengah bersiap menunggu kedatangan keluarga pria yg akan mengkhitbah syafa sedang aku, Astri,nyonya khodijah dan syafa sibuk menyiapkan hidangan untuk para tamu yang datang.
__ADS_1
Allahu Akbar Allahu Akbar.....!!!
ku dengar suara azan di masjid yang tak jauh dari rumah syafa berkumandang, aku dan Astri pun memutuskan untuk pergi kemasjid untuk menunaikan sholat Ashar karena terlalu merepotkan rasanya jika kami harus menumpang sholat dirumah syaffa.
satu setengah jam kemudian aku dan Astri kembali dari masjid. sengaja memang kami agak bersantai mengingat belum ada tanda - tanda kedatangan rombongan calon suami syafa. aku dan Astri berjalan beriringan ku lihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah Syafa.
itu mobil siapa Ast...?
kayaknya tamunya udah dateng deh, aah ketinggalan nih kita Ast.
ayo cepet Ast udah gak sabar aku liat calon suaminya Syafa...!
yeeay pelan - pelan aja kali Far palingan juga mereka dateng ba'da Ashar.....
" apaan sih Ast, tamunya udah dateng tuuh "
aku menoleh pada Astri yang berjalan agak jauh di belakangku gadis itu memakai rok lurusnya kali ini, hal itulah yang membuat jalannya menjadi lebih lambat dari biasanya.
huuufs kayak siput pikirku sebal.
aku dan astri pun bergegas masuk ke dalam rumah melalui pintu samping karena tak enak menurutku jika harus melewati para tamu dan keluarga syafa yang sedang berbincang - bincang.
di ruang depan terlihat sudah penuh di tempati para keluarga syafa, aku dan Astri pun memutuskan duduk di ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu yang berbatas gorden panjang. tak apa tak bisa melihat siapa yag melamar sahabatku itu tetapi kami masih bisa mendengar suara nya saja lumayan fikirku.
Baiklah bagaimana syafa anakku apakah dirimu menerima lamaran nak Fatih..?
"DEG" nama itu..?
ketika nama itu diucapkan seketika itu juga jantungku seolah melompat keluar dari tempatnya.
apakah benar yang kudengar barusan?
apakah aku hanya salah dengar?
Farah, Yang melamar Syaffa akhi fatih....?
Astri serta merta bertanya padaku.
Entahlah Ast, Aaah mungkin namanya saja yang sama.
Ucapku mencoba menepis rasa gundah yang mulai bergelayut.
Satu kali lagi saya bertanya ukhti Syaffa apakah kamu menerima lamaran Akhi Aidil Fatih, putra dari ustadz yashir....?
Duaaaar rasanya aku seperti dihantam palu besar mendengar kalimat yang baru saja dikatakan oleh ustadz Adzam selaku host diacara ini.
Tertegun, rasanya oksigen enggan masuk didalam otakku ketika mengingat kembali nama yang baru saja disebutkan oleh ustadz Adzam.
Farah....akhi Fatih....?
Hanya itu kata - kata yng sempat aku dengar dari mulut Astri sebelum aku menggeleng - gelengkan kepala tak percaya.
masih dalam keadaan gamang aku berusaha menggeser tubuhku ke tengah gorden dan menyibaknya menyaksikan acara dari balik gorden, mencoba memastikan apakah orang yang namanya barusan diucapkan itu adalah orang yg sama dengan orang yg kumaksud?
ataukah hanya namanya yang sama? entahlah aku masih penasaran.
" iya bi syafa bersedia menerima lamaran dengan akhi fatih"
Alhamdulillah.....!!!
Jeduaaar.... kata - kata syafa itu seolah menusuk hatiku, kalimat itu tepat ia ucapkan saat mata ku benar - benar melihat lelaki itu. lelaki yang mampu membuat hatiku bergetar karna lantunan - lantunan suara merdunya, lelaki yang mampu membuat jiwaku tenang hanya dengan mendengar suaranya.
entah terlihat olehnya atau tidak aku tak dapat lagi membendung air mataku dengan segera aku beranjak dari duduk, mencoba berdiri dan meninggalkan rumah syafa. tak ku hiraukan suara Astri yang sedari tadi memanggilku.
*hei hei farah...!
kamu kenapa far..?
tunggu.....!
Farah*....!!!
To be continue
__ADS_1