La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
dibalik senyumnya


__ADS_3

Hari tampak terang matahari terasa panas membakar kulit ketika telpon dikediaman ustadz yashir berbunyi dan di angkat oleh pria itu.


*Selamat siang, benar ini kediaman bapak yashir...?


Ia saya sendiri. Ada apa pak...?


Apa bapak mengenal saudara Fatih..?


Ia ada apa pak...? Fatih anak saya..


Saya dari kepolisian kota bogor mengabarkan bahwa mobil yang di kendarai saudara Fatih mengalami kecelakaan di daerah puncak bogor. Dan sekarang saudara fatih dan istrinya dalam masa perawatan di rumah sakit.


Innalillahi wa innaillaihi rojiun,


Di rumah sakit mana pak...?


Ok baiklah saya akana segera kesana, terima kasih*.


Setelah mendapat kabar, pria paruh baya itu bergegas memberi tau istrinya juga keluarga Syafa, memesan tiket pesawat dan bergegas berangkat mendatangi rumah sakit tempat dimana Fatih dan Syafa dirawat.


*Fatih... fatih anakku bangun nak.....!


bi fatih bi....!


tenang mi berdoa semua akan baik - baik saja.....!


ya Allah ya tuhanku jangan ambil anakku*..!


suara lirih dan tangisan membangunkan fatih perlahan ia membuka matanya melihat sekelilingnya " abi.... umi.... "


nyonya fatimah yg bersandar di bahu Ustadz yashir seketika menghampiri ranjang putranya itu ketika mendengar suara yg sangat dirindukannya itu memanggilnya.


*Fatih... fatih.... kamu nggak apa - apa nak...?


Ini umi nak...!


Uumi*....!  Jawab fatih tersadar dari tidurnya, matanya berkeliling mencaro sesuatu.


*Syafa.... mana syafa mi...?


fatih mau lihat syafa*.....?


fatih bergerak berusaha melepaskan selang infus ditangannya tak ada yg paling ia ingin temui saat ini selain syafa, ia sangat mengkhawatirkan istrinya itu setelah semua kesadarannya kembali dan mengingat darah di wajah syafa.


tapi fatih kau masih sakit nak, nanti saja kau melihat syafa jika kau sudah lebih baik..!


nyonya fatimah mencoba mencegah putranya.


darah mi....!


fatih lihat syafa berdarah...!


ustad yasir dan nyonya fatimah berpandangan.


*fatih gak akan tenang sebelum melihat syafa mi...!


tolong antarkan fatih melihat syafa*...!


dengan terpaksa nyonya fatimah mengantarkan fatih ke ruangan ICCU di mana Syafa dirawat.


fatih dan kedua orang tuanya juga nadia sampai disebuah Ruangan tersendiri. Di depan ruangan itu kedua orang tua syafa dan adik laki - lakinya duduk menunggu di tempat yang disediakan.


*Assalamualaikum ustadz.


Sapa ustadz yashir pada ustadz mizan ayah Syafa.


Wa'alaikumussalam, ustadz kenapa Fatih dibawa kesini, bukahkah kondisinya...


Sudah lebih baik ayah, saya mau lihat syafa Ayah*...!


Sanggah fatih pada pertanyaan yang dilontarkan ustadz mizan barusan. Pemuda itu terlihat kalut, Kedua pria paruh baya itu tersenyum maklum.


dari balik kaca fatih melihat istrinya terbaring dengan berbagai macam selang menancap ditubuhnya matanya tertutup seolah ia tertidur ada memar di kening sebelah kanan dan pelipis matanya.


setelah ustadz yasir berbicara dengan perawat jaga fatih diizinkan memenui Syafa, nadia yg mendorong kursi roda fatih mengantarkannya masuk ke ruang isolasi itu lalu meninggalkan fatih dan syafa.


fatih berdiri dengan sisa kekuatannya ia mendekati syafa membelai wajahnya mencium kening dan tangannya dengan nafas yg begitu terasa sesak ia memanggil


" syafa istriku bangun sayang "


mas ada disini...!!


hening tak ada jawaban dari syafa fatih merasakan sakit di dadanya melihat keadaan syafa, ia begitu merasa bersalah telah mengijinkan syafa untuk ikut bersamanya jika tidak ia tak akan melihat semua luka ditubuh dan wajah istrinya seperti ini.


"Syafa bangun sayang mas mohon bangun"


pria itu tertunduk menangis sebelum ia merasakan tangannya digenggam seseorang


mas....!


fatih menengadahkan wajahnya mendengar panggilan dari orang yg sangat dikhawatirkannya saat ini pandangannya tertuju pada wanita yg mempunyai mata indah yg kini tengah mengeluarkan bulir - bulir air mata itu.


kau bangun sayang...?

__ADS_1


maafkan mas sudah membuat kamu seperti ini....!


syafa menggeleng disekanya airmatanya dengan sekuat tenaga ia mengeluarkan suaranya.


*mas gak salah syafa yang seharusnya minta maaf...!


maafkan syafa mas....! ( kembali terisak )


maaf telah membuat luka di hati mas...


maaf karena syafa sudah merusak hidupmu mas...


mas yang salah syafa...


mas seharusnya tidak menuruti keinginan mu untuk ikut, seharusnya kamu tetap dirumah.


kamu nggak salah sayang, mas yg salah*...


Fatih terisak, digengamnya erat tangan syafa, dan menciumnya berkali - kali. Airmata syafa semakin deras mengalir membuat dirinya sulit untuk bicara.


mas.... maafkan syafa...!


maaf karena syafa diam saja dengan perjodohan kita meski syafa menyadari jika bukan syafa yg mas inginkan.


kening fatih berkerut, mendengar perkataan syafa.


"kamu bicara apa de "


Gak ada yang perlu disesalkan, jodoh maut, rezeki itu Allah yang atur.


*sampaikan maaf syafa untuk Farah ya mas....!


maaf karena Syafa sudah merebut mas dari Farah*...!


Tertegun sejenak, fatih mendengar perkataan syafa, sejak kapan istrinya itu tau jika cinta pertamanya adalah farah. Ia merunduk pilu sesak dihatinya semakin bertambah.


maaf karena Syafa sudah memisahkan Farah jauh darimu mas.


*maaf karena Syafa telah menutup mata atas semua rasa sakit yg mas dan Farah rasakan selama ini.


maaf karena sudah membuat mas harus belajar mencintai Syafa....


maafkan Syafa mas....!


jika Syafa pergi nanti mas harus kejar cintamu mas*.....!


Ucapan syafa kali ini dihadiahi senyum getir oleh fatih, hatinya gusar mendengar perkataan itu.


jangan bicara yg tidak - tidak de '....!


kamu pasti sembuh de'.....!


fatih meneteskan air matanya tak menyangka jika selama ini Syafa menyadari semuanya, tak menduga jika selama ini syafa mengetahui semua yg ada dihatinya.


ia memang tak bisa menyangkal jika cintanya pada Farah pernah begitu besar namun itu dulu sebelum ia belajar mencintai Syafa namun kini rasa cinta itu sudah jauh berkurang, kini cintanya adalah syafa ibu dari calon anaknya yg berbaring dihadapannya saat ini.


fatih menangis tertahan ia meraih tangan syafa menciuminya.


"aku mencintaimu Syafa bukan Farah "


syafa menggeleng air mata merembes di sudut matanya.


terima kasih atas cintamu mas.


ingatlah aku selalu didalam hatimu.


raih cintamu yang sesungguhnya mas.


dan itu adalah Farah bukan aku...!


Perkataan syafa kali ini membuat bulir - bulir air mata fatih tak tertahan lagi, sesaknya telah mencapai batas hingga sulit untuk ditahan oleh hatinya yang sempit. Ia menangis memeluk istri tercintanya itu menciuminya dan menciumi punggung tangan syafa.


wanita itu menggenggam tangan fatih erat membimbingnya untuk membelai wajah dan rambut dibalik khimarnya agar kembali memejamkan mata.


kata - kata itu yg terakhir diucapkannya sebelum Syafa benar - benar tertidur untuk selamanya, ternyata benturan kepala yg dialami syafa mengakibatkan pendarahan hebat di kepalanya yg membuat wanita itu tak dapat bertahan hidup.


Fatih terduduk lemas air mata kembali menetes di sudut matanya menyadari semua yang baru dialaminya.


Istri tercintanya telah pergi meninggalkannya dengan membawa serta anak yg dikandungannya, meninggalkan fatih seorang diri. entah apa yg akan ia lakukan sepeninggalan sang istri.


yang pasti saat ini fatih masih blm bisa melupakan wanita itu, cinta yg susah payah ia pupuk hingga tumbuh subur dan berbunga namun belum sempat ia mencium wanginya bunga itu telah gugur meninggalkan ia sendiri disini dengan segala rasa rindu yg terbelenggu.


*** La Tahla Jangan Mengeluh ***


hari - hari berlalu kata - kata yang diucapkan syafa saat itu masih terngiang ditelinga fatih seolah baru kemarin pemuda itu mendengar nya. menimbulkan banyak pertanyaan dan sesal dalam hati, pertanyaan tentang sejak kapan istrinya itu tau jika Farah adalah cinta pertamanya juga rasa sesal karena dirinya tak bisa berterus terang pada istrinya itu sehingga ia menciptakan luka dihati syafa.


malam mulai larut Fatih tengah membereskan buku - buku berserakan diatas meja ketika mata nya menangkap sebuah buku berukuran sedang, dengan sampul ungu bertuliskan " aku dan dirimu " itu tulisan syafa, fatih tau itu dia mengenal jelas bentuk tulisannya karena syafa sering membantunya mengisi rapot murid - murid.


perlahan ia membuka buku itu.


halaman pertama berisi tentang biodata istrinya itu. dan halaman kedua berisi tentang anggota keluarganya, apa yang ia senangi dan hal2 lainnya. lembar - lembar berikutnya berisi keseharian juga curahan - curahan hati gadis itu. fatih tersenyum baru ia sadari jika istrinya itu punya kebiasaan menulis seperti ini, namun jika dilihat dari sifatnya yang tertutup wajar jika syafa terbiasa menuliskan keluhannya. karena sejauh yang fatih tau syafa bukan gadis yang dengan mudah menceritakan problematika kehidupannya pada orang lain.


lembar demi lembar kembali ia baca begitu banyak yg tertulis membuat fatih tau jika syafa menaruh hati padanya sejak ia masih kuliah di kairo dan pulang saat liburan, itu jauh sebelum dirinya bertemu dengan farah. mengetahui saat - saat gadis itu mencuri pandang dan mencintai nya diam - diam berhasil membuat fatih menyunggingkan senyum hingga pada satu halaman pemuda itu terdiam.

__ADS_1


20 Juli 2014


ketika hati terpaut pada satu keindahan akankah ia mampu untuk ku gapai sedang ku tau jika keindahan itu tak memandang ke arahku namun pada dirinya sahabat terbaikku.


lalu apa yang harus aku lakukan..?


akankah aku harus tetap berjuang...?


ataukah perjuangan ini harus usai....?


kini aku berada dalam dilema besar, iya dia pemuda yang telah lama ku damba diam - diam belakangan ku ketahui sepertinya ia menaruh hati pada farah sahabatku. kemarin aku mendapati dia tengah memperhatikan farah dan saat ku perhatikan ternyata farah melakukan hal yang sama pada dia, diam - diam gadis itu memperhatikannya.


kau tau betapa sesak hatiku saat itu...? aku tak bisa berbuat banyak, karena aku sadar jika cinta ku selama ini hanyalah cinta diam - diam.


apa yang harus aku lakukan...?


haruskah aku marah pada farah....?


ataukah aku harus mundur karenanya...?


1 Agustus 2014


hari ini milad ku, umi memasak banyak makanan kesukaanku. aku bahagia karenanya namun ada hal yang lebih membuatku bahagia hari ini.


Abi menginginkan pernikahanku...!


ia menawarkan untuk menjodohkan ku dengan seseorang dan kau tau siapa pemuda itu...?


Akhi Fatih, putra ustadz Yashir...!


pemuda yang selama ini aku idam - idamkan untuk menjadi pendamping hidup. bagaimana mungkin aku berani menolak tawaran ayah.


karena terlalu bahagia aku menerima tawaran itu. tapi.... kini aku mulai ragu apakah keputusan itu benar. ..?


9 Agustus 2014


sungguh tiada kata yang mampu aku ucapkan untuk mengungkapkan betapa aku bahagia saat ini. iya aku bahagia,


dia menerima perjodohan ini....!


dan akan datang melamar besok sore, Allah nikmat apalagi yang sanggup aku dustakan darimu.


10 Agustus 2014


aku tak melihat Farah dan Astri sejak kehadiran akhi fatih sore tadi. entah apa yang terjadi pada mereka. aku tak tau, yang ku tau hanya lah wajah tegang akhi fatih seusai aku mengucapkan kalimat jika aku menerima pertunangan ini.


apa yang ia lihat..?


akankah dia melihat farah...?


apakah secara tak langsung aku menyakiti hati farah....?


maafkan aku ya Allah, aku tak bermaksud menyakitinya. aku hanya ingin memastikan jika tak ada yang akan merebut akhi fatih dariku setelah ini.


16 September 2014


aku terlambat menemuinya...!


aku begitu terkejut saat mendapat kabar jika farah akan pergi meninggalkan Palembang pagi ini. ia akan melanjutkan sekolah di pesantren di daerah jawa timur. aku ingin menemuinya karena Ayah dan putra tak ada terpaksa aku mengajak akhi fatih. entah apa yang akan terjadi pada mereka nanti aku tak perduli, yg aku tau aku ingim memeluk farah sekali saja sebelum kepergiannya. aku bersalah padanya.


farah maafkan aku...!


maafkan aku karena terlalu egois dan mementingkan keinginanku sendiri tanpa perduli dengan perasaanmu...!


maafkan aku yang terlalu takut kehilangan dirinya...!


maafkan aku yang lebih mementingkan cinta dari pada persahabatan kita...!


maafkan aku...!


kami sudah berangkat pagi akhi fatih pun sudah mengendarai motor dengan kecepatan tinggi tapi Allah berkata lain kami terjebak macet di jam yang tidak biasa terjadi kemacetan dan alhasil kami terlambat menemuinya.


tak ada yang bisa ku.dapatkan selain penyesalan karena tak datang lebih awal dan tak sempat menghaturkan maaf secara langsung pada farah.


19 Desember 2014


Farah aku bahagia saat ini aku sudah resmi menjadi seorang istri. tak ada kata yanv mampu aku ucapkan selain syukur yang teramat dalam pada Allah sang pencipta kehidupan farah. dan juga kata maaf juga terima kasih padamu.


maaf karena sudah merebutnya darimu


dan terima kasih karena kepergianmu telah membuat kebimbangan dihatinya hilang.


kini aku berjanji akan menjaganya sepenuh hati. menjadi istri yang sebaik - baiknya.


semoga engkau mendapatkan suami yang jauh lebih baik dari dirinya.


***


lembar itu adalah lembar terakhir yang dibaca oleh fatih. setelahnya ia tak sanggup lagi membaca lembar - lembar berikutnya. hatinya terlalu sesak untuk sekedar mengingat kembali saat - saat menyakitkan itu.


kini ia tau perjuangan panjang yang syafa lakukan bertahun - tahun lamanya. dan bertahun - tahun juga karena prilakunya secara tak langsung ia sudah menorehkan luka pada hati istrinya itu. fatih menangis tertahan.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2