
Fatih berjalan gontai menaiki anak tangga kakinya terasa tak menapak lagi saat ini, ia begitu kalut pikirannya bercabang antara Farah dan syafa antara hatinya atau abi dan uminya, antara kebahagiaannya atau baktinya pada kedua orang tuanya.
sesampainya di kamar ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur memejamkan mata mencoba mengusir kekalutan hatinya tapi tetap saja rasa itu tak bisa hilang, ia menenggelamkan wajah kembali dibalik kedua telapak tangannya rasa sesak kini mulai bergelayut di dada.
fatih begitu gusar fikirannya dipenuhi dengan berbagai pilihan yang membuatnya semakin kalut, ia menepuk - nepuk kasur dengan kedua tangannya disisi kiri dan kanan kasur masih dengan posisi terlentang.
hanya beberapa tepukan dikasur sebelum tangannya meraba sesuatu ternyata ia menemukan flash disk miliknya, flash disk biru berbandul miniatur Alqur'an, flash disk yang membawa ingatannya kembali saat pertemuan pertamanya dengan Farah. fatih mengamati miniatur alqur'an yg menjadi bandul dari flash disk itu.
" pertemuan itu bukanlah suatu kebetulan, aku yakin ada makna yang tersimpan dibalik setiap peristiwa dan Allah lebih tau kebaikan untuk hamba - hambanya "
Batin kecilnya seolah membisikkan sesuatu. Fatih mengernyitkan dahi, ia seperti mendapat sebuah harapan, fatih bergegas berdiri dari tidur kakinya melangkah mantap menuju kamar mandi berwudhu dan mengambil Alqur'an yang ada di atas nakas samping tempat tidur.
ĺa mulai membacanya, membaca kalam ilahi yang diciptakan Allah sebagai petunjuk bagi setiap umatnya itu.
suara fatih terdengar begitu merdu dengan tartil dan ilmu tajwid yang ia dapat dari Abinya dan Al Azhar tempat ia menimba ilmu membuat setiap bait ayat yang dibacanya menjadi begitu terdengar indah dan membuat tenang orang - orang yang mendengarnya.
begitu pun fatih ia pun merasakan ketenangan yang sama saat membaca Al qur'an. fikirannya yang tadi kalut kini mulai terasa tenang hatinya yang awalnya gundah kini mulai terasa damai.
shodaqollahulaazim......
Fatih mengakhiri bacaannya, meletakkan Alquran kembali ke atas nakas disamping tempat tidur lalu berdiri menjalankan sholat tahajud mengingat hari memang telah larut malam.
setelah sholat tahajud ia lanjutkan dengan sholat istikhoroh lalu bersimpuh menengadahkan tangannya meminta petunjuk kepada Robnya hatinya yang semula tenang kembali gelisah, kegelisahan dan kebimbangannya itu kini ia tumpahkan kepada tuhannya.
Duhai Allah yan maha baik dan bijaksana. Sesungguhnya engkaulah yang maha mengetahui semua kebaikan untukku yang paling baik dari sekian banyak yang terbaik.
duhai Allah yang maha baik dan bijaksana.
sungguh engkaulah yang mampu membolak balik hati manusia, tunjukkanlah jalan ku untuk memilih mana yang harus aq pilih, antara hati dan bakti, antara cinta dan kasih sayang.
duhai Robb yang mengetahui isi hati.
jangan biarkan hamba dalam kebimbangan yg panjang, sesungguhnya engkaulah yg mengetahui keputusan yang baik dari yang terbaik. engkau lah yang maha tahu kwalitas diri diantara keduanya.
Duhai Allah yang maha pemberi petunjuk.
__ADS_1
sesungguhnya engkaulah yang maha memudahkan, ku pasrahkan diriku padamu wahai tuhan ku yang maha Agung. Pilihkanlah yang terbaik dari yang baik bagiku, sesungguhnya hanya engkaulah yang tau apa yang pantas untukku diantara keduanya.
fatih bersimpuh memasrahkan diri mengharap Allah segera menjawab pertanyaannya dan jawaban yang terbaik untuk diri dan orang - orang yang ia cintai, ia tutup sholatnya dengan witir dan bergegas tidur mencoba memejamkan mata melupakan sejenak permasalahan yg ia hadapi.
*** la tahla jangan mengeluh ***
farah....farah...faraaah....!!!
fatih terbangun dari tidurnya dengan wajah sendu keringat mengucur deras di sela - sela dahi dan wajahnya ia bèrmimpi aneh ada perasaan takut dihatinya juga perasaan tak mengerti akan arti dari mimpinya barusan, ia mulai mengingat - ingat kembali mimpi itu. samar - samar ia mulai mengingatnya.
dalam mimpinya fatih melihat dirinya duduk di sebuah bangku kayu dibawah pohon rindang. didepannya tampak jalan setapak dan area permainan anak - anak, ia mulai mengerti kalau ia ada disebuah taman saat ini.
tapi ia tak sendiri disebelahnya duduk seorang gadis mengenakan jubah polos berwarna baby pink dan hijab panjang berwarna pink bercorak kotak - kotak, di tatap nya wajah wanita disampingnya itu yg ternyata adalah Farah, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir gadis itu, ia hanya menatap fatih lembut wajahnya begitu sendu seperti menyimpan sesuatu yang tak dapat diutarakan oleh bibir mungil merah jambu miliknya.
fatih masih memperhatikan gadis itu ketika seketika Farah berdiri dan berjalan mundur meninggalkannya dengan melambaikan tangan masih dengan bibir senyum yang terkunci. seketika fatih tercengang tenggorokannya tercekat melihat farah perlahan melangkah menjauh dan semakin jauh meninggalkannya.
fatih melangkah cepat bermaksud mengejar farah ia memanggil nama gadis itu berkali - kali berharap farah berhenti dan menunggunya tetapi gadis itu semakin jauh meninggalkannya.
kini ia berdiri seorang diri diantara kabut - kabut yang mengelilingi, berputar mencari sosok farah yang hilang dari pandangannya.
ketika fatih berada di tengah kekalutannya ia melihat seorang gadis datang dari arah dimana farah meninggalkannya berangsur - angsur mendekat, fatih berfikir jika itu farah dia memanggil kembali nama gadis itu namun semakin dekat gadis itu kearahnya gadis itu bukan Farah tetapi Syafa. rasa terkejutnya itu lah yang membangunkan fatih dari mimpi panjang itu.
ya tuhanku apa arti dari mimpi yang baru saja ku alami...?
apakah semuanya adalah petunjuk dari jawaban yg ku pinta di setiap istikharah yg ku kerjakan selama ini...?
*** La Tahla Jangan Mengeluh ***
Fatih berjalan gontai mendekati sebuah kursi batu panjang di sisi - sisi kanan pelataran benteng kuto besak. semilir angin dingin menerpa wajahnya yang disinari lampu jalan, ia sedikit merapatkan jaketnya, hari masih malam memang mengingat sholat subuh yang baru saja ia kerjakan dimasjid agung yang terletak tak jauh dari jembatan Ampera Icon kota pempek itu.
fatih berdiri dari duduknya berjalan menuju pagar batu di tepi sungai, pemuda itu duduk diatas dinding batu itu memandang cafe kampung kapitan yang berada tepat di seberang tempat ia berdiri saat ini, cafe yang menjadi saksi kedekatannya dengan Farah gadis cantik yang berhasil membawa sebagian hati nya pergi bersamanya.
perempuan yang hampir saja dikhibatnya jika saja ia lebih dulu mengatakannya pada abinya jika ia ingin memperistri gadis itu, gadis yang ia puja. yang dia sendiripun tak menyadari sejak kapan rasa cinta itu mulai hadir.
__ADS_1
tapi sekarang, apa yang harus ia lakukan untuk mempertahankan gadis itu ketika jelas - jelas abinya sudah menerima pinangan Ustadz Mizan abi syaffa....?
hei kau belum terlambat Fatih....!
kau masih bisa memperjuangkan cintamu...!
kau masih bisa membicarakan semuanya pada abimu Fatih....!
berjuanglah sebelum semuanya terlambat...!
Akan tidak adil bagi Farah juga dirimu jika kau hanya berdiam diri tanpa perjuangan.
Akan tidak adil bagi Syaffa jika kau menikahinya tanpa rasa cinta kepadanya.
Berjuanglah fatih....
Berjuanglah........!!
sisi lain fatih berbicara.
seolah tak ingin jika fatih harus mengubur keinginannya demi memenuhi keinginan kedua orang tuanya.
tidak Fatih, seharusnya engkau ikuti keinginan Abi dan Umi mu, bukankah berbakti pada orang tua itu mendapat ganjaran pahala yang besar....?
lagi pula alasan apa yang akan kau katakan pada Abi dan Umi untuk menolak perjodohan ini...?
ingat Fatih Ridho orang tua itu adalah Ridho Allah. tidak ada alasan bagimu untuk menolak keinginan mereka. jangan sampai karena cinta membuat dirimu durhaka.
sisi Lain hatinya menimpali.
tapi....
engkau berhak bahagia Fatih...!
keputusanmu adalah kebahagiaanmu dan itu ada dalam diri Farah bukan Syafa....!
__ADS_1
To be continue...
apa yg akan dilakukan fatih? siapa yg akan dipilihnya..? tunggu part berikutnya yach...!