La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
Pernikahan


__ADS_3

4 bulan sudah Farah meninggalkan Palembang dan selama itu juga tak ada kabar tentang Farah, Astri sudah beberapa kali menanyakan kabar farah pada Syafira namun hasilnya nihil gadis kecil itu bilang jika Farah tak pernah memberi kabar.


Masjid Agung


siang itu astri sedang berbincang dengan fani teman pengajiannya membahas hapalan yang akan mereka setorkan pada ustadz yashir hari itu.


" Assalamualaikum cantik "


sapa seseorang padanya membuat Astri dan fani menoleh kesumber suara, terlihat Syafa yang berdiri bergegas duduk di sebelah Astri tangannya sibuk merogoh tas kecil yang ia bawa dan segera menyodorkan sesuatu ke arah Astri dan fani.


astri menerima sesuatu itu yg ternyata adalah undangan pernikahan Syafa dan Fatih yang akan diadakan hari jumat tepat 7 hari lagi dari hari ini.


"syafa..?


7 hari lagi..?


ucap Astri dengan tatapan tak percaya dan dibalas dengan anggukan di kepala syafa, gadis itu juga langsung menghambur memeluk astri yg masih terbengong - bengong ditempatnya.


pengajian telah usai Astri berjalan gontai menuju halte busway yang tepat berada di seberang masjid. ia duduk disana menunggu kedatangan busway yg menuju arah rumahnya, gadis itu terdiam masih memegang undangan pernikahan Syafa dan Fatih.


tiba - tiba air mata meleleh mengenai sampul undangan entah apa yang difikirkan gadis itu, tetes - tetes air mata itu perlahan mengalir semakin deras dari kedua mata Astri, sesak mulai terasa mencekat tenggorokannya hingga membuatnya sulit bernafas.


astri pov


aku begitu terkejut saat Syafa datang dan memberiku undangan pernikahannya dengan akhi Fatih hari ini, dengan wajah yang begitu bahagia dan senyum yang tak pernah lepas dari bibir mungil Syafa.


aku bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan syafa, namun ada sesak menyeruak dihatiku ketika aku mengingat air mata yang farah tumpahkan pada hari pertunangan mereka. aku bisa membayangkan betapa hancurnya hati Farah. jika ia juga mendapatkan kartu Undangan ini.


tak terasa air mata ini menetes begitu saja ketika aku memikirkan Farah. sesak itu perlahan mulai mengganggu pernafasan seolah ada sesuatu yang mengganjal, kecil namun menyakitkan.


uuufsh kau benar farah......!


keputusanmu untuk pergi dari sini sangat tepat, aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksimu jika harus menyaksikan langsung pernikahan mereka.


aku rindu kamu farah......!


tak ada lagi tawa candamu seperti yg biasa kita lewatkan dahulu.


aku harap kau selalu bahagia disana.


kuatlah sayang, ku yakin suatu saat nanti engkau akan mendapatkan kebahagiaan dengan seseorang yang sangat mencintaimu dan engkau cintai.


*** La Tahla Jangan Mengeluh ***


hari pernikahan


suasana rumah Syafa begitu ramai, para tamu undangan sudah banyak yg hadir kursi - kursi yg tersedia pun sudah banyak yang terisi, penghulu dan keluarga pengantin wanita telah siap di tempatnya menunggu kehadiran mempelai laki - laki yang masih berada di perjalanan.


tak berselang lama terlihat dari arah luar rombongan mempelai laki - laki datang dan bersiap memasuki tepat dimana ijab kabul akan dilaksanakan. Astri berdiri di ruang tengah disamping tirai yang membatasi antara ruang depan tempat ijab kabul dilaksanakan dan ruang tengah tempat ia berdiri saat ini.

__ADS_1


dari jauh ia melihat Fatih berjalan bersama Ustadz yashir dan Ustadza Fatimah juga Nadia, Fatih terlihat sangat tampan dengan memakai pakaian pengantin serba putih itu ditambah dengan senyumnya yang berlesung pipi sudah pasti membuat semua yang melihatnya terpesona akan ketampanan laki - laki itu.


tiba - tiba seseorang menepuk pundak Astri, ia pun menoleh dan mendapati Salma kakak syafa di belakangnya.


Astri kamu disini rupanya..!


temenin syafa gih dia dari tadi tanyain kamu terus..


iya kak....!


ucap astri seraya berlalu menuju kamar syafa.


kini Astri tepat berdiri di depan pintu sebuah kamar yang bertuliskan " Welcome to Syafaatul illmi Room " ia tersenyum membaca tulisan itu kemudian tangannya bergerak membuka pintu kamar itu.


di balik pintu ia mendapati seorang gadis cantik tengah duduk di depan meja rias dengan wajah yang sedikit tegang. namun ketegangan wajahnya itu tak mengurangi kecantikan wajah sang gadis.


ia menggunakan kebaya panjang berwarna putih dan rok batik silver dengan hijab panjang yang bertabur swaroski yang sekelilingnya dililit selendang berwarna silver dan bros bunga besar senada membuat kesan Anggun pada gadis itu.


*Astri...!


kemana saja kamu...!


aq sudah menunggumu dari tadi*...!


ucap gadis itu yang ternyata adalah Syafa.


Astri tersenyum mendekat ia berdiri tepat dibelakang syafa dan melihat pantulan wajah mereka dibalik cermin.


itu akhi fatih udah dateng.


kenapa kamu gugup ya sya...?


tanya Astri


tuuh tau....!


syafa menjawab pertanyaan astri dengan sedikit memanyunkan bibirnya.


ckckckkckck...


astri terkekeh ia sebenarnya tau kalo syafa memang merasa gugup sekarang, jadi pertanyaannya barusan sebenarnya pertanyaan omong kosong karena dia sudah tau jawaban yang akan di berikan syafa namun yaah karena ia ingin menjahili sahabatnya itu, makanya dia sengaja bertanya begitu.


tenang sayang...!


bukankah setelah ini kau akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini karena telah sah menjadi ny Aidil Fatih..?


kata - kata astri itu seakan menjadi penyemangat untuk syafa. gadis itu tersenyum sambil menggenggam tangan astri.


ijab kabul pun dimulai Ustadz Mizan menggenggam erat tangan fatih dan mengucapkan.

__ADS_1


saya nikahkan kau Ananda Aidil Fatih dengan Anakku


"syafaatul illmi" dengan mas kawin cincin emas sebesar 50 gram dan seperangkat alat sholat.


saya terima nikahnya Syafaatul illmi binti muhammad mizan dengan maskawin tersebut dibayar tunai..!


bagaimana saksi sah..?


sah....sah....!!


dengan terlontarnya kalimat sah dari para saksi maka resmilah syafa menjadi istri dari Fatih.


suara syukur tak henti - hentinya terucap dari bibir gadis itu, kini syafa bersama astri dan ny khodijah ibunya berjalan menuju tempat dimana fatih telah menunggu untuk mengikuti rangkaian adat pernikahan lainnya.


syafa pov


sah...? sah...!


rasa syukur tak henti - hentinya ku ucapkan ketika mendengar kata itu. sekarang aku telah resmi menjadi istri mas Fatih.


iya mas Fatih..!


mulai sekarang aku harus terbiasa memanggilnya begitu, aku begitu bahagia saat ini bisa benar - benar menjadi istri orang yang selama ini aku kagumi.


walau tak bisa kepungkiri kebahagiaan ini tak sempurna karena hanya Astri yang menemaniku saat ini tanpa Farah sahabatku, sungguh tak terbayangkan bahagianya aku jika Farah ada disini bersamaku memberikan restu dan doa untukku dan mas fatih.


tak terasa aku meneteskan air mata ketika mengenang farah rasanya jauh lebih haru dari pada saat mas fatih menyematkan cincin dijariku tadi.


Syafa kau menangis...?


pertanyaan mas fatih itu membangun kan lamunanku, dengan cepat aku menyeka air mata dan tersenyum padanya lalu melanjutkan bersalaman pada tamu - tamu yang hadir.


" Farah maaf " entah kenapa aku merasa seperti begitu bersalah pada Farah, seolah ada sesak yang menyeruak ketika mengingat kepergiannya saat itu.


Kepergian yang begitu mendadak tanpa kabar dan kata perpisahan, tapi aku tak tau apa kesalahan ku. berulang kali sudah aku mencoba mencari tau tentang semuanya tapi berulang kali juga aku gagal mendapatkan jawaban.


entah apa yang terjadi sebenarnya, mengapa dibalik kebahagiaan ini seolah ada duka yang tersimpan.


fatih pov


sah...? sah....!


mendengar kata - kata itu entah kenapa hati ini terasa sakit, hati ini seperti di tusuk - oleh ribuan jarum yang membuat hati ini berdarah dan terluka, kata - kata itu seolah merubah hidupku, menjadikan aku yang tadinya bebas kini mempunyai tanggung jawab sebagai seorang suami, sebagai seorang imam untuk syafa dan anak - anakku nanti.


juga membuat angan - anganku untuk memperistri Farah Pupus dan lenyap hilang tak berbekas. aku tak bisa berbuat apapun. aku merasa seperti orang bodoh yang hanya bisa bermimpi namun tak dapat mewujudkan mimpi itu.


bahkan aku pun tak tau bagaimana perasaan farah padaku, seandainya ia memilik perasaan yang sama padaku maka aku akan menjadi laki - laki paling berdosa didunia ini karena telah menyakitinya. tapi semua telah terjadi, takdir Allah tak dapat disesali, aku harus bisa menerima kenyataan dan belajar mencintai syafa karena dia istriku sekarang.


To be continue

__ADS_1


Assalamualaikum mas fatih disini hari ini segitu dulu yah mas fatih capek nih kan abis nikahan... buat yang penasaran ama wajah mas fatih silahkan di khayalkan sendiri ^^


__ADS_2