La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
Lailatul Fitriah


__ADS_3

"Farah aku bahagia"


tak ada kata kata yang dapat mengungkap kan betapa aku teramat sangat bahagia...!


kini aku sudah resmi menjadi seorang istri Farah...!


aku sudah benar - benar menjadi istri mas Fatih...!


aku masih terpaku ketika perlahan Syafa membawaku dalam pelukannya, senyuman tak pernah hilang dari bibir mungil syafa.


aku bahagia farah...! sangat bahagia...


Pesantren Al - Falah


Teng....teng....


loceng pertanda jadwal sholat malam membangunkan ku dari tidur.


Astaghfirullah mimpi itu....!


apakah ini cara Allah mengabarkan padaku jika syafa dan akhi fatih benar - benar sudah menikah..?


Lailatull Fitriah ayo cepetan jangan bengong aja, ntar ada ustadzah bisa kacau...!


panggilan Santi membuyar kan lamunku aku pun bergegas mengikuti nya menuju masjid untuk menunaikan shalat tahajud setelah sebelumnya mencuci muka di kamar mandi. aku berjalan gontai masih memikirkan mimpi yang baru saja ku alami, begitu banyak pertanyaan dibenakku.


apa maksud dari mimpi ku?


apakah syafa dan akhi fatih benar - benar sudah menikah..?


apa kabar mereka..?


mulai bertanya - tanya, aku sedikit merutuki keputusanku sendiri karena dengan sengaja mengabaikan jatah menelpon yang ku dapatkan sekali sebulannya dari kepala pondok.


setiap bulan semua santri memang cuma diberi jatah sekali untuk menghubungi keluarga mereka sekedar untuk memberi kabar namun aku sengaja tak mengambilnya empat bulan ini. aku sengaja melakukan itu, aku bertekad membuka lembaran baru hidupku mulai dari nol. dipesantren ini tanpa mengingat masa lalu, aku benar - benar ingin mewujudkan cita -cita ku yang sempat tertunda.


aaaah......


ada rindu yang menyeruak dihati ini ketika mengenang mereka, rinduku pada kampung halamanku. pada ayah, ibu, kak Farhan, syafira adikku, rindu pada Astri dan Syafa juga akhi Fatih.


iya aku tak bisa menapik itu, jujur memang aku merindukannya terlebih merindukan senandung - senandungnya. rindu akan indahnya lantunan - lantunan ayat - ayat suci yang kerap kali ia baca. seketika air mataku jatuh ada sesak menggantung di hatiku.


hayo masih ngelamun aja...!


udah sholat gih bentar lagi kan kita harus nyetor hapalan.


lagi - lagi Santi membuyarkan lamunan ku.


"Astagfirullah"


aku pun bergegas menuju sejadah menjalankan sholat tahajud. dan berdoa pada Robbku menceritakan semua keluh kesahku padanya, hal yang biasa aku lakukan setiap hari.


setelah menyelesaikan sholat dan berdoa, aku kembali melakukan kegiatan rutin di pondok mengaji dan menyetorkan hapalan di tenggang waktu menunggu Azan subuh, sholat subuh dan kembali ke asrama untuk bersih - bersih seputaran pesantren sebelum mandi lalu pergi mengikuti pelajaran yang di ajarkan hari itu, juga kegiatan rutin lainnya.

__ADS_1


Kegiatan - kegiatan rutin yang mulai terbiasa ku lakukan melelahkan memang tapi menyenangkan terlebih disini aku bisa bertemu dengan banyak teman yang mempunyai impian yang sama denganku.


" Menjadi Qori dan Qori'ah juga penghapal Alquran "


impian yang sangat mulia dunia dan akhirat menurutku.


Masih jelas dalam ingatanku dulu Ayah selalu bertanya perihal alasan mengapa aku ingin menjadi Qoriah dan penghapal Alquran.


jika besar nanti Farah ingin menjadi Qori'ah terbaik di Indonesia Ayah supaya bisa menikahi kakak itu...!


Ucap bibir mungil farah seraya menunjuk seorang pemuda yg tengah membaca Alquran di layar televisi yg ia saksikan, masih bergelayut manja dipangkuan Ayahnya.


Waah  begitu berarti mulai sekarang Farah harus rajin berlatih, harus rajin mengaji Alquran biar bisa seperti kakak itu...!


Ia dong Ayah, Farah juga rajin menghapal...!


Kata pak ustadz kalo farah mau ngasih mahkota buat Ayah dan Ibu harus jadi penghapal Alquran.


Waah iya kah...?


Pak ustadz bilang begitu...?


Ia Ayah, begitu kata pak ustadz..!


*Wah Solehanya Ayah udah pinter ternyata.


Ayah jadi makin sayang, hihi*


Peluk sang ayah gemas dengan anak perempuan satu - satunya itu.


Palembang


pernikahan Fatih dan Syafa sudah berlalu beberapa bulan namun selama itu juga Fatih belum bisa melupakan Farah, walau dia sudah begitu keras berusaha untuk menumbuhkan cintanya untuk Syafa. berkali - kali ia berusaha melupakan Farah berkali - kali itu juga ia merindukan gadis itu, entah apa yang harus ia lakukan untuk bisa menghapus rasa cintanya pada Farah dan memberikan rasa cinta itu pada Syafa yang lebih berhak mendapatkannya.


umi, abi, Fatih dan Syafa sudah memutuskan akan pindah....!


fatih kamu serius nak...?


Syafa gak pernah pisah jauh dari orang tuanya selama ini nak, bagaimana mungkin kamu tega melihat syafa hidup sendiri di kota orang.


iya nak, lagi pula ndak ada saudara kita yang menetap disana tih.


ndak mi, teman Fatih mendirikan sebuah madrasah, dia meminta Fatih untuk mengajar disana.


soal syafa dia sudah setuju dengan keputusan fatih umi, iya kan de'...?


tanya fatih pada syafa dijawab dengan anggukan oleh syafa.


iya umi, abi, Syafa setuju dengan keputusan mas Fatih, sebagai seorang istri sudah seharusnya Syafa ikut kemana pun mas Fatih pergi, itung - itung Syafa belajar hidup mandiri mi, ibu dan ayah Syafa juga sudah setuju.


( jika mungkin menjauh dari kota ini adalah caraku untuk mendapatkan cintamu, aku rela berpisah dengan keluargaku dan mengikutimu mas )


Jawab syafa dalam benaknya, ia mencoba meyakinkan Ayah dan ibu mertuanya agar memberi izin.

__ADS_1


baiklah nak jika mereka sudah setuju maka tak ada alasan untuk abi dan umi untuk tidak setuju dengan keputusan kalian.


abi harap kalian betah dan baik - baik disana..


iya nak umi juga harap kepindahan kalian ini bisa semakin mendekatkan kalian berdua.


seminggu setelahnya Fatih dan Syafa benar - benar meninggalkan palembang.


4 Tahun kemudian


" De' kamu udah siap..? "


ucap fatih pada istrinya yg terlihat sibuk membenahi jilbabnya dibalik meja rias. ia tersenyum melihat sang istri yg begitu betah didepan kaca akhir - akhir ini.


"udah De' udah cantik kok.."


emang kamu gak capek apa duduk di depan kaca itu terus..?


syafa yang mendengar ocehan suaminya itu hanya memanyunkan bibirnya.


" idih kamu nih mas, namanya aja org hamil pake di ledekin lagi.."


ini bukan mau aku mas tapi mau baby di dalam perutku ini....!


kali ini istrinya itu berbicara sambil mengelus perutnya yg masih rata.


iya deeh maafin abi yah dede' bayi...!


*dede' boleh kok ngaca terus nanti tapi gak sekarang yah...!


kan kita mau pergi*...!


fatih berbicara pada syafa sambil mengelus perutnya seolah ia sedang berbicara pada bayi yg ada di perut istrinya. syafa hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu, ia bahagia karena sejak kehamilannya sikap fatih menjadi lebih hangat dan perhatian padanya.


ayo sayang kita pergi....!


mas sudah gak sabar pengen menyaksikan kompetisi Qori dan Qoriah terbaik seindonesia itu, gak sabar rasanya pengen denger keindahan lantunan ayat - ayat suci yg akan dibacakan pasti terdengar indah.


fatih berjalan merangkul istrinya menuju sedan avanza biru miliknya membuka pintu penumpang disamping kursi kemudi.


syafa tersenyum melihat betapa antusias suaminya itu jika sudah menyangkut kompetisi seperti itu. wajar saja karena suami tercintanya itu adalah salah satu dari Qori terbaik di sumatera selatan tempat kelahirannya.


selamat datang Qori dan Qoriah indonesia....!!!


5 orang tepat berada di depan sebuah hotel di kawasan kelapa gading Jakarta, mereka tersenyum melihat spanduk yang terpampang di depan hotel besar itu.


"the kelapa gading hotel"


hotel yang menjadi tempat para Qori dan Qoriah seindonesia itu menginap saat mengikuti kompetisi yang diadakan setahun sekali itu.


Laila, santi ayo kamu ikut ustadza ke kamar kalian biarkan syukron ke kamar nya ditemani ustadz fahri.


ucap ustadza Siti kedua gadis itu menganguk dan mengikuti ustadza Siti menuju kamar hotel mereka.

__ADS_1


to be continue


(Assalamualaikum reader Farah eeeh salah Laila dateng lagi nih hari ini, kangeen deh sama kalian satu part nggak ketemu... eeh iya mulai sekarang panggil Laila yah jangan farah.. nama itu udah ilang sejak di pesantren hehehe selamat membaca....)


__ADS_2