La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
semoga Allah Meridhoi


__ADS_3

Assalamualaikum bu....


Waalaikumsalam Farah....?


ia bu ini farah.....!!


Alhamdulillah kamu telpon nak ibu kangen, udah 2 hari ibu mimpiin kamu nak, gimana kabarmu sayang....?


Alhamdulillah bu baik......!


begini bu Farah mau minta izin, seandainya ada yg mau meminang Laila dan orang itu baik menurut laila apakah ibu setuju....?


Alhamdulillah nak jika memang itu benar adanya.


" Ayah dan ibu mah tergantung dirimu anakku, jika memang menurutmu dia baik untukmu insya Allah kami merestui "


siapa namanya....?


orang mana.....?


aah ibu tadikan Farah bilang Seandainya bu, jadi belum tentu ada kan bu....!!


aaah ibu tau kamu Far, gak mungkin kamu bilang begitu kalo belum ada calon.


ya udah kalo emang belum mau cerita ke ibu gak apa - apa yang penting dia baik untukmu nak, Ayah dan ibu pasti dukung semua keputusan Farah....!!


amin Alhamdulillah bu....


ya sudah Farah masuk dulu yah bu, mau mandi, sebentar lagi sekolah dimulai.


iya nak, baik2 disana yah.


jangan telat makan.....!!


iya bu Wassalamualaikum....


Waalaikumsalam......!


ba'da Ashar seperti biasa Laila masih berdiam diri dimasjid melanjutkan kebiasaan tilawahnya, Ustadza siti yg sholat tak jauh dari tempat Laila bertilawah datang dan duduk disampingnya, menunggu gadis itu menyudahi ritual "One Day One Juz" nya.

__ADS_1


bagaimana dek udah dapat jawabannya..?


tadi pagi mba ditelpon mba Sukma nanyain keputusan kamu. jadi gimana...?


Laila tersenyum memandang lekat Ustadza Siti yg memandangnya dengan penuh harap.


"bissmillahirohmanirrohim, Laila terima mba "


Alhamdulillah ya Allah....!


pasti mba Sukma seneng dengernya dek


" Semoga Allah meridhoi "


Aamiin ya Allah, akhirnya kamu mau juga memulai lembaran baru dek, semoga fahri bisa menjadi pendamping hidup yang baik buat kamu laila, semoga dia bisa menghapus luka yang ada dihatimu dan menggantinya dengan kebahagiaan.


ustadza siti menghambur memeluk Laila bibirnya tak berhenti bersyukur. ia begitu tau apa yang dihadapi gadis itu, walau tak sepenuhnya tapi setidaknya dia pernah mendengar kisah laila dari farhan dulu saat pemuda itu mendaftarkan laila di pondok dan menitipkan gadis itu padanya.


sebagai seorang wanita tentu dia tau betul bagaimana rasanya meninggalkan dan ditinggalkan terlebih jika rasa itu harus ia pendam seorang diri, seperti halnya yang laila lakukan selama ini.


karenanya siti selalu mencoba menjadi kakak yang baik untuk laila. menjaganya seperti halnya adik sendiri.


ustadza siti bergegas meninggalkan Laila yang masih duduk diatas sajadah memandang kepergiannya dengan wajah yang sulit diartikan, sebuah keputusan besar sudah diambil Laila, entah ini adalah keputusan yang tepat atau tidak. ia pun masih tidak percaya dengan apa yg baru saja dikatakannya pada ustadza siti tentang keputusannya menerima pinangan ibunda Ustadz Fahri, semuanya terjadi begitu saja.


Assalamualaikum....!


Waalaikumsalam.....!


ya de' gimana udah ada jawaban dari Laila..?


Alhamdulillah terima Kasih ya Allah....


yah Laila menerima pinangan kita yah..!


Alhamdulillah....!!!


hanya kata itu yg terucap dari bibir kang Santoso yg sempat terdengar oleh ustadza Siti di balik telepon sebelum terdengar ungkapan kegembiraan dari sukma ibunda Fahri.


syukur Alhamdulillah de' Siti, kalau begitu kita harus segera mencari waktu untuk menemui orang tua Laila membicarakan kelanjutan dari hubungan ini.

__ADS_1


baiklah de' mba tunggu kabar dari kamu...


Waalaikumsalam wr wb..


*** La Tahla Jangan Mengeluh ***


fahri post


Ri... Ri... Alhamdulillah Ri Laila terima pinanganmu nak....!!!


deg...


kabar yg baru saja ibu sampaikan kepadaku itu mampu membuatku membeku, sulit rasanya untuk dipercaya, Laila seorang wanita sholeha, cerdas dengan segudang prestasi mengatakan ya untuk sebuah pinangan dari ku.


Alhamdulillah.....!


hanya kalimat itu yg dapat aku ucapkan saat ini, entah apa yg harus ku katakan rasanya begitu sulit untukku mengungkapkan betapa bahagianya hati ini, masih teringat dibenakku ketika ibu merengek - rengek menginginkan aq pulang untuk bertemu dengan adik dari salah satu teman Ayah yang katanya mau bertaaruf denganku, sungguh kesal rasanya diri ini saat itu.


sesungguhnya aq merasa frustasi dengan sikap ibu 2 tahun belakangan ini, berulang kali menyuruhku pulang untuk dijodohkan dengan dalih umur dan kemapanan, tidak taukah ibu jika anaknya ini adalah seorang petualang yg masih ingin menikmati keindahan alam hasil karya tuhan yg maha kuasa, walau jujur harus aku katakan jika hati ini terkadang juga merasa sepi menghabiskan waktu berpetualang seorang diri tanpa seseorang yg menemani terkadang membuat diri ini merindukan sosok bidadari surga yg mampu menjadi pendamping ku disetiap waktu.


tapi semua itu tak mampu membuat diri ku yakin untuk mengakhiri kesendirian ini, berulang kali aku menolak untuk dijodohkan dengan gadis pilihan ibu atau ayah hingga sebulan yg lalu entah angin apa yg membuatku mengatakan ya saat ibu menyebutkan kata "Laila" yg tak lain adalah nama gadis yg akan dijodohkannya kali ini.


mendengar nama Laila membuatku membayangkan seorang gadis cantik dan sholeha yg selama ini ku kagumi diam - diam, dan nikmat Allah sekali lagi aku rasakan tak kala menghadiri acara perkenalan yg direncanakan ibu dan istri om Ahmad yg tak lain adalah ustadza siti.


Sungguh aku begitu tak percaya ketika kaki ini melangkah memasuki ruangan dimana semua orang berkumpul, disudut ruangan aku melihat seorang wanita cantik berbalut gamis dan jilbab syar'i merunduk menjaga pandangannya, diri ini terpaku saat menyadari jika gadis yg dimaksud adalah orang yg selama ini diam - diam aku kagumi.


sungguh nikmat tuhan yg manakah yg mampu aq dustakan ketika baru saja ibu memberi kabar baik jika Laila menerima pinanganku, sungguh sulit dipercaya rasanya betapa berlipat - lipat kebahagiaan yg diberikan Allah untukku saat ini.


" Assalamualaikum ukthi....


terima kasih atas jawaban yg telah ukthi berikan.... "


" sungguh bahagia diri ini mendengar jawaban itu, ana harap semua akan berjalan seperti yg diinginkan.... "


Waalaikumsalam akhi, tidak perlu berterima kasih bukankah sebuah jawaban sudah seharusnya diberikan untuk sebuah pertanyaan....?


"saya harap Akhi dan keluarga berbahagia dengan jawaban yg saya berikan"


to be continue

__ADS_1


__ADS_2