La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
Kepergianku


__ADS_3

mulai besok aku tak akan berada di kota ini lagi, kota kelahiranku yg terkenal dengan kerajaan Sriwijaya nya dan begitu banyak makanan khas juga jembatan Ampera sebagai icon kebanggaan dari kota ini. aku telah memutuskan untuk meninggalkan kota ini, meninggalkan semua kenangan manis di dalamnya juga melupakan dia.


hmmmm....


terkadang aku merasa seperti org bodoh, pergi meninggalkan orang tua dan sahabat - sahabat baikku hanya demi melupakan seseorang yg pernah mengisi hati ini.


bodoh bukan?


aku pun merasakan seperti itu. namun apa daya aku tak bisa terus -terus an menyembunyikan perasaan ku pada syafa sahabatku, aku tak mau membohonginya terus menerus. berpura-pura bahagia didepannya sedang kenyataannya aku mempunyai perasaan pada calon suaminya.


bandara sultan mahmud badarudhin II


seorang gadis tengah duduk dibangku panjang bandara mengenakan longdrees berbahan borkat berwarna tosca berpadu dengan hijab panjang pink bercorak floral.


ia tengadahkan wajahnya menatap langit - langit bandara entah apa yg difikirkan gadis itu. tiba - tiba dari kejauhan terlihat seorang gadis berhijab berlari - lari kecil menghampiri gadis itu.


*huuufs... huuuufs....


alhamdulilah akhirnya sampe juga...!


" aduuh kamu itu yah far kebangetan banget sih, kenapa kok mau pergi gak bilang-bilang "


rajuk gadis bernama Astri itu sambil terus memanyunkan bibirnya.


farah menengadahkan wajahnya menatap sahabat yg telah berdiri di hadapannya ini ia tersenyum.


" semalam kan aku sudah bilang Ast "


jawab farah di balas dengan manyunan dan helaan nafas dari Astri.


iya sih tapi kenapa baru semalam kamu bilangnya far...!


aq jadi gak punya waktu untuk mempersiapkan diri ngasih kamu kenang - kenangan dan liat ini aq sampe gak sempat lagi pake baju bener, saking paniknya liat jam terbang pesawatmu itu yang waktunya mepet banget.


hihihi....!


farah tersenyum meringis melihat penampilan sahabatnya yang hanya memakai gamis katun polos biru dan jilbab terusan berwarna hitam dengan hanya memakai sendal jepit bermerek ando itu.


jika mengingat jam terbang pesawatnya yang akan terbang tepat jam 06.30 pagi itu, sangatlah wajar memang jika sahabatnya itu kelabakan hingga tak sempat lagi memikirkan pakaian dan sandal yg ia kenakan.


lagi - lagi farah di buat tersenyum melihat penampilan astri saat ini lucu. masih dengan senyumnya farah berdiri dan merangkul astri.

__ADS_1


maafin aku Ast ini keputusan mendadak, kemaren abang ku Farhan menelpon dan bilang kalo pesantren Al falah membuka pendaftaran untuk santri baru.


nah aku memang sudah lama sekali menginginkan bisa mondok disana.


jadi aku putuskan untuk segera mendaftar, itu juga semuanya abang farhan yg urus.


aku hanya tinggal datang saja kesana.


jelasku pada Astri yg disambut anggukan dikepalanya namun seketika anggukan itu berhenti dan berganti dengan tatapan intimidasi.


farah...!


jangan bilang kalo kamu pergi gara - gara fatih....!


kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir astri membuat farah sedikit terkejut dan gelagapan untuk menjawabnya.


ka...ka..kamu apa-apaan sih Ast ?


enggak kok aq benar - benar sudah lama ingin mondok disana dan Allah baru memberi kesempatan itu sekarang.


elakku pada astri.


Iiih beneran lagi Ast kalo g percaya telpon aja bang Farhan...!


Aissh apaan gak punya no hape nya juga, ya udah aku percaya kali ini, awas loh kalo bohong..!


eh iya far aku baru sempat mengabari syafa pagi ini, mungkin ia akan datang bersama fatih.


ucap Astri membuat ku yang tengah menunduk membalas chat abang farhan seketika menoleh menghadapnya.


Author pov


aah ....ooh.. iyakah..?


kali ini farah di buat terkejut dengan ucapan astri tak pernah ia bayangkan jika ia akan pergi dengan melihat 2 orang yang ia sayangi (syafa dan fatih ) itu, berdiri berdampingan dihadapannya, sungguh ia tak dapat membayangkan.


tung tung tung tung....


terdengar panggilan untuk penumpang dengan pesawat yg akan di tumpangi farah untuk segera check in dan boarding, Astri yang dari tadi hanya mengoceh segera mengerucutkan bibirnya mendengar panggilan itu sedang farah sedikit bernafas lega mengingat ia tak harus bertemu dengan fatih dan syafa.


farah tersenyum memandang astri.

__ADS_1


" baiklah sayangku sepertinya aku harus segera masuk, ucapnya pada Astri "


ayah dan ibu farah serta syafira yang duduk di kursi segera berdiri dan berhambur ke pelukanya, ada perasaan haru di hati Astri melihat pemandangan itu.


"ma...pa... maafin farah ya jika selama ini farah ada salah, kamu juga fira.."


ucap farah air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.


" kamu jangan nakal ya dek... jaga mama dan papa.."


ucap farah lagi kini air matanya telah mengucur di kedua pipinya. lalu gadis itu bergeser menghadap Astri yang sudah meneteskan air mata.


" farah kamu baik-baik disana yah, belajar yg bener, aakan kangen banget sama kamu... hiks hiks.."


Iya, Ast..!


doakan diriku sukses disana.


" Iya Far jangan telat makan, sering - sering kirim kabar "


tangis Astri pecah manakala sahabatnya itu memeluknya.


" aku titip mama, papa, dan fira ya Ast, walaupun aku gak ada, sering - sering main ke rumah "


ucapan itu di tanggapin dengan anggukan di kepala astri.


*Baiklah Far, aku janji akan sering mampir kerumah dan tetap menginap disana jika ada pengajian malam.


Aku pergi ya..!


Ma, Pa doakan Farah selamat sampai tujuan dan mendapatkan ilmu yg bermanfaat.


Selalu nak, mama papa selalu mendoakan yg terbaik untukmu, hati - hati dijalan ya...!


Ucap Mama dan Papa Farah seraya memeluk dan mengantarkan anak gadis mereka itu ke depan pintu ruangan dimana Farah harus check in dan menunggu jam keberangkatan.


lalu perlahan farah menjalankan kopernya dan berlalu dari hadapan mereka.


sepeninggalan farah terlihat syafa dan fatih berlari - lari mendekati Astri dan keluarga farah namun kekecewaan harus mereka terima karena farah telah pergi. pesawatnya telah terbang tepat di saat fatih dan syafa sampai di bandara.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2