La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh
Hari pernikahan


__ADS_3

( dua keindahan yg Allah perlihatkan untukku hari ini, indahnya kedua pelangi itu dan senyumanmu Farah...... )


" *oooh jadi namanya Farah "


Apa...?


" gadis yg dulu pernah ente ceritakan pada ana..."


cinta pertama ente, gadis flash disc miniatur al-quran itu, jadi namanya Farah...?


Apaan sih ente Ri...!


jangan bilang kalau itu syafa, karena sejauh yg ana tau ente dan syafa itu dijodohkan...!


sudahlah jangan kembali mengungkit kisah lalu Ri, ana sudah melupakannya*...!


fatih mendekati fahri mengambil foto yg ada di tangannya memasukkannya ke dalam novel dan menaruhnya kembali ke dalam rak buku.


hmmm bagaimana kabarnya sekarang...?


Fahri mulai penasaran karena fatih seolah enggan membahas cinta pertamanya itu.


*dia sudah bahagia dengan pasangannya.


dia sudah bersuami...??


belum tapi akan segera menikah dalam waktu dekat.


ooow sayang sekali....!


semoga dia bahagia ya bro...!


ana harap juga begitu*....!!!


Ujar fatih merunduk tenggelam dalam fikirannya.


*haduuuh jangan galau gitu donk bro tenang, setelah ana walimah nanti ana akan minta pada Laila untuk memperkenalkan ente dengan salah satu temannya...!


ckckkckck apaan sih ente....!


Lah bener bro banyak teman Laila yang masih single cantik - cantik lagi*..!


Obrolan itu pun berlanjut dengan candaan fahri pada Fatih dan tawa mereka berdua. Fatih begitu pandai menyimpan perasaannya hingga fahri tak mengetahui apa yang ada didalam hati pemuda itu.


*** La Tahla Jangan Mengeluh ***


Setelah sekian lama akhirnya hari itu segera tiba, hari dimana Laila akan mengakhiri masa penantiannya menyudahi gejolak hati yang selama bertahun - tahun di alaminya.


iya Laila sadar itu, dengan status baru yang akan disandangnya dalam beberapa hari kedepan, sudah seharusnya membuat diri dan hatinya harus ikhlas melepas seseorang yang telah melekat erat di hatinya dan menerima Fahri menjadi satu - satunya orang yang dicintainya selain Allah.


seperti halnya Laila begitu juga dengan Fatih dua minggu tentu bukan waktu yg sebentar untuknya mencoba menutupi dan mengubur semua hal tentang farah, terlebih dalam 2 minggu terakhir setelah kepulangan orangtuanya ke kediri fahri memutuskan untuk tinggal di rumah fatih hingga acara pernikahan itu tiba.


seperti yg kalian tau jiwa petualang tak pernah lepas dari hati fahri maka hampir satu minggu fatih habis kan menemani fahri berkeliling palembang, mendatangi satu persatu tempat wisata yang ada di kota terkenal dengan kerajaan Sriwijayanya itu.


hari pernikahan


pagi yang begitu dingin perlahan menghangat ketika matahari lambat laun menampakan wajahnya, mengukirkan warna kekuningan dibalik awan putih berarak beriringan, suasana ramai terlihat jelas di rumah Laila, terlihat dari terpasangnya beberapa tenda dan kursi yang mulai disusun rapi di sudut kanan dan kiri tenda, terdapat dua buah meja prasmanan di tenda samping selain dua buah meja prasmanan khusus vip yang ada di sebelah kiri dan kanan tak jauh dari panggung.

__ADS_1


beberapa tamu undangan yang ingin menyaksikan acara seserahan tampak mulai berdatangan di kamar pengantin penata rias terlihat sibuk menghias Laila kamar gadis itu pun terlihat indah dihiasi berbagai bunga mawar putih terselip di balik tirai - tirai hijau yang mengelilingi setiap sudut ruangan.


di luar terdengar suara sambutan dari mc menandakan kedatangan mempelai pria dan keluarganya.


Astri yang sedari tadi menemani Laila bergegas keluar ikut menyambut rombongan, dari arah pintu terlihat Fahri memasuki rumah disamping nya ada orang tuanya, fatih dan keluarga lainnya berjalan mengikuti di belakang Fahri, mereka duduk di tempat yang telah di sediakan.


acara seserahan di mulai, satu persatu nampan seserahan berjumlah 24 buah berisi segala perlengkapan kedua mempelai sudah di berikan, sepanjang acara seserahan nampak fahri lebih banyak diam, begitu juga fatih kedua pria itu seolah larut pada pikirannya masing - masing hingga mc mengumumkan jika acara akad nikah dan penyerahan mas kawin akan segera di laksanakan.


Fahri berdiri berjalan mendekati mc matanya melirik ke arah orang tuanya lalu beralih menatap Laila yg duduk di dekat nyonya Mirna tepat di seberang tempat duduknya tadi, Fahri membisikkan sesuatu pada mc yg mengangguk dan mulai berbicara.


*hadirin tamu undangan yang berbahagia, sebelum acara akad nikah di laksanakan mempelai laki - laki ingin menyampaikan sedikit kata sambutan sebagai tanda terima kasih atas kehadiran bapak / ibu sekalian pada hari ini.


mari nak fahri waktu dan tempat kami sediakan*....!


( fahri segera menerima mic yang diberikan oleh mc dan mulai memberikan sambutan )


*Assalamualaikum wr wb.....


terima kasih kepada para tamu undangan yg telah menyediakan waktu luang kalian untuk menghadiri dan memberi restu pada pernikahan kami hari ini*.....


...............................................


...............................................


...............................................


...............................................


seusai memberikan kata sambutan Fahri kembali ketempatnya disambut dengan pelukan oleh kedua orang tuanya dan juga fatih, suasana menjadi haru ketika pria yang mengenakan jas abu - abu itu merubah jasnya dengan jas pengantin serasi dengan yang di kenakan Laila saat ijab kabul akan dilaksanakan.


" *saya terima nikah dan kawinnya Farah Lailatul Fitriah dengan mas kawin 20 gram perhiasan emas dan hapalan surat Ar Rahman dibayar tunai "


Sah....Sah....!!!


Alhamdulillah.....!


tapi sebelum kita melanjut kan acara tukar cincin terlebih dahulu kita harus menyaksikan mempelai menyetor mas kawinnya yaitu hapalan surat Ar Rahman bukan begitu bapak*...?


tanya penghulu pada ayah Laila disambut anggukan dari ayah dan beberapa tamu.


tak ingin berlama - lama pengantin pria yang masih duduk di hadapan penghulu dan Ayahanda Laila pun mulai membacakan surat yang di berikannya sebagai mas kawin itu, surat dengan ayat - ayat indah yg semakin terdengar indah kala ayat demi ayat itu dilantunkan olehnya suara merdu pria itu mampu menghipnotis siapa saja yg mendengarnya, seisi ruangan yg tadinya riuh menjadi hening seketika, dari sudut2 ruangan terlihat beberapa tamu wanita meneteskan air mata terhanyut akan keindahan suara pria itu.


Laila menunduk masih dengan hati berkecamuk dengan khusyu' dia mendengarkan pria yg kini telah sah menjadi suaminya itu membacakan surat favoritnya, air mata yg sedari tadi menggenang di pelupuk matanya menetes meresapi setiap bait yg dibacakan pria itu.


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ


Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 59


هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ


Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). 60


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ


Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 61


وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

__ADS_1


Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi . 62


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ


Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, 63


hingga ayat terakhir yang dibacanya keadaan masih hening ada rasa kagum dan haru terpancar pada wajah - wajah tamu undangan, kagum akan keindahan ayat alquran itu ketika dibacakan oleh pengantin pria yg terkenal sebagai seorang Qori bergelar Ustadz itu. juga haru yg lebih bisa dikatakan iri pada pengantin wanita yg begitu beruntung mendapatkan suami yang menjadi impian para gadis.


acara dilanjutkan kedua insan yang dipersatukan Allah itu saling menyematkan cincin dijari manis pasangannya, senyuman terpancar di wajah keduanya manakala penghulu mengatakan kini mereka benar2 sah menjadi suami istri.


***


sayang kenapa kau berdiri disitu..?


kemarilah....!!


apa kau tidak merindukan suamimu ini setelah beberapa hari aku meninggalkan mu ke kediri...?


tak mengindahkan perkataan suaminya Laila tetap tak bergerak masih berdiri di ambang panggar balkon kamar memandang suasana langit bertabur bintang, tersenyum hanya itu yg bisa di lakukan pria itu setiap kali mendapati istri tercintanya merajuk seperti sekarang.


*hei......!!


aku berbicara denganmu sayang....!


tidak tau kah kau jika suamimu ini sangat merindukanmu...?


sedetik tak bersamamu aku seperti mati rasa*.


rayu pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Laila dan memeluknya dari belakang, kesal Laila berbalik menghadap suaminya.


*dasar pembohong, apa tadi kau bilang..?


tak bersamaku sedetik saja kau mati rasa..?


buktinya kau meninggalkanku satu minggu di kediri kau terlihat baik - baik saja....!!!


ckckckck...


sepertinya ada yg cemburu...?


sayang aku kan pergi mengunjungi ayah ibu cuma sebentar itupun karena aku diundang menjadi juri kompetisi qori - qori'ah disana.


aku tak keberatan jika kau hanya mengunjungi ayah ibu disana, tapi menjadi juri kompetisi itu.


" kau kan bertemu para Qori cantik disana "


aahahaha sayang suamimu ini tak butuh Qori'ah cantik lainnya diluar sana...


karena sudah ada Qori'ah tercantik disini yg setia menunggu ku pulang setiap malam....


lihat sekarang suamimu ini sudah pulang dan tak akan pernah meninggalkanmu lagi......!!!


Janji.....?


janji*....!!!


senyum Laila mengembang melihat ekspresi lucu suaminya setiap kali pria itu merayu jika kebiasaan Manja Laila keluar.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2