
hari menjelang siang saat ke 5 orang itu tiba di tempat dimana diselenggarakannya perhelataan akbar nasional sekarang setelah sebelumnya mereka tiba di hotel untuk check in dan beristirhat sejenak.
Laila,santi,syukron ustadz fahri dan ustadza Siti tiba di sebuah ruangan besar di lantai 3 hotel the kelapa gading itu. ruangan itu terlihat ramai dipenuhi oleh Qori dan Qori'ah dari seluruh Indonesia.
Laila mengedarkan pandangan nya merasa takjub dan terharu melihat hampir semua org yang mengisi ruangan ini tengah duduk dengan membaca Alquran saku yang mereka bawa dengan suara yang terdengar begitu indah.
walaupun suara itu terdengar samar namun itu sudah cukup bagi laila untuk menyanjung kebesaran Allah atas kenikmatan yang ia beri padanya, karena bisa berada di antara Qori dan Qoriah terbaik itu. ia tidak hanya bisa menambah pengalaman tapi ia juga bisa menambah ilmu dan mempererat tali silaturahmi dengan saudara - saudara seiman di seluruh indonesia.
ia dan yang lainnya memilih duduk di deretan kursi sebelah kanan tengah tepat menghadap podium dimana Qori dan Qoriah akan melakukan kompetensi. ruangan sudah hampir terisi penuh namun belum ada tanda - tanda jika acara akan segera di mulai. tak berselang waktu terdengar suara salam dari MC menandakan acara di mulai.
Assalamualaikum wr.wb
saudara sekalian puji dan syukur..............
..........................................
.........................................
ketika ke 5 orang itu sedang mendengarkan pembukaan dengan hikmat ada seorang laki - laki mendekati ustadz Fahri dan berbicara serius kepadanya.
Laila yang melihat itu dari tempat yang agak jauh mengernyitkan dahi sedikit penasaran pada pembicaraan mereka tak lama laki -laki itu menjabat tangan ustadz Fahri dan meninggalkannya. seketika ustadz fahri berbicara pada mereka menjawab rasa penasaran Laila.
Afwan ustadza siti sepertinya saya harus meninggalkan kalian sebentar, saya diminta untuk membaca kalam ilahi mengisi rangkaian acara. karena sepertinya Qori yang akan membacakannya berhalangan hadir.
ustadza siti mengangguk tanda mengerti. ustadz Fahri pun berlalu pergi menuju podium karena namanya telah di panggil oleh sang mc.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم .......
Deg.....
suara itu....
suara dan gaya ustadz Fahri membaca Alqur'an mengingat kan aku pada seseorang.
lantunan - lantunan yang dibacanya terdengar sama seperti suara lantunan - lantunan yang sering aku dengar dulu. Lantunan yang berhasil aku lupakan setelah sekian lama dan kembali terngiang di telinga saat ini.
author pov
seketika saja ingatan Laila kembali pada 4 tahun yang lalu saat ia masih tinggal di kampung halamannya "Palembang" kenangan - kenangan indahnya bersama orang tua,kakak dan adiknya terlintas kembali, juga kenangan manisnya bersama Astri dan syafa, uuuhfs betapa ia amat merindukan mereka.
Laila diam tertunduk menghayati ayat demi ayat yang di lantunkan oleh ustadz fahri hingga air mata menetes membasahi kedua pipi putihnya, tak dapat ia pungkiri jika setiap bait dan ayat - ayat yang di dengarnya seolah membawa kembali ingatannya pada seseorang yang selama 4 tahun ini berusaha ia lupakan, seseorang yang tak seharusnya ia inginkan.
iya dialah Aidil fatih seorang pemuda sholeh yang selalu ia kagumi, seorang pemuda yang telah mengambil sebagian tempat dihatinya yang seharusnya tak boleh diisi oleh makhluk selain Allah sang pencipta hati.
*Astagfirullahallazhim...!
ampuni aku ya Allah...!
jangan biarkan diri ini kembali berharap pada makluk selain dirimu...!
__ADS_1
jangan biarkan hati ini melakukan hal - hal yang kau benci karena tak berhasil melupakan bayang - bayang nya.
jangan biarkan diri ini mengharapkan seseorang yang telah menjadi milik orang lain.
Laila tersadar akan kesalahan yg diperbuat oleh hatinya. segera ia menghapus air mata dan beristigfar kepada Allah, santi yg berada disebelahnya memandang heran sahabatnya itu.
" Laila ono oppo toh?"
dirimu bukannya khusyu' denger ustadz fahri baca Qur'an kok malah mewek.....?
laila menggeleng pelan dan menyeka sisa - sisa air matanya.
suara ustadz fahri bagus..!
Saking bagusnya aku mbo yo sampe mewek begini...!
jawabnya berusaha tersenyum.
owalaaah ku kira kenapa dirimu..!
santi geleng - geleng melihat Laila.
hari sudah menjelang malam acara hari itu pun ditutup dengan pengumuman Qori dan Qoriah yg berhasil memasuki babak final, diambil 6 Qori dan 6 Qoriah untuk kembali mengikuti kompetisi memperebutkan gelar Qori, Qoriah terbaik esok hari.
*** La Tahla Jangan Mengeluh ***
Laila dan Santi memasuki kamar hotel mereka, Laila langsung bergegas membuka koper dan mengambil pakaian ia merasa begitu lelah hari ini hingga memutuskan untuk mandi dan segera beristirahat.
" Laila... Laila.. liat ada kecelakaan beruntun di daerah puncak "
laila yg baru saja akan melangkahkan kaki nya ke kamar mandi mengurungkan niatnya, ia berjalan mendekati santi penasaran dengan berita itu.
selamat malam pemirsa....!
telah terjadi kecelakaan beruntun di daerah puncak. kecelakaan yang terjadi antara dua buah mini bus dan 2 buah mobil sedan terjadi pada pukul 10.35 pagi wib.
seperti yang dilaporkan oleh saksi mata yang berada di tempat kejadian.
kecelakaan berawal dari sebuah mini bus yang datang dari arah Bandung menyalip sebuah truk didepannya. tak diduga sebuah minibus dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi hingga kecelakaan pun tak terelakkan minibus ini terpelanting dan menabrak 2 sedan yang tengah melintas di tempat kejadian.
dari laporan yang kami dapatkan sopir minibus tewas di tempat kejadian, 2 orang terluka parah dan 4 orang luka ringan telah di bawa ke rumah sakit terdekat.
kedua gadis itu terpaku. ada rasa iba di hati keduanya.
"innalillahi wainnaillaihi rojiun"
semoga para korban di beri keselamat ya Laila...!
suara santi memecah lamunannya.
__ADS_1
iya San semoga keluarga yg ditinggalkan juga bisa bersabar...!
balas Laila yang segera beranjak ke kamar mandi meninggalkan santi melanjutkan niatnya membersihkan diri.
entah mengapa sejak melihat berita itu hati laila merasa cemas fikirannya kacau, tapi ia tak tau alasan dari semua kecemasan yg ia alami. dan perasaan apa yg dirasakannya saat ini, ada rasa sakit, gundah, sesak bercampur menjadi satu di hatinya.
ia sedikit merutuki perasaannya saat ini dilihatnya santi yg tengah tertidur pulas di ranjangnya, sama sekali tak terusik oleh aksinya yg sudah beberapa kali ganti posisi mencari posisi terenak untuk tidur, akhirnya ia memutuskan untuk mengambil wudu' dan sholat tahajud menumpahkan semua keluh kesahnya pada teman curhat terbaiknya "Allah" setelah hatinya sedikit lebih tenang barulah gadis itu beranjak kembali ketempat tidur dan melanjutkan tidurnya.
sementara itu
disebuah rumah bergaya minimalis berdirilah seorang gadis mengenakan hijab syar'i berwarna pink senada dengan gamis yg dipakainya. gadis itu berdiri bimbang sebelum memutuskan mengetuk pintu di hadapannya itu.
Assalamualaikum....!
Waalaikumsalam....!
terdengar sahutan dari dalam rumah, dan pintu itu pun terbuka.
yuk Astri....!
ma ada yuk Astri ma.....!
seru Safira adik Farah memanggil ibunya. astri tersenyum melihat gadis kecil itu yg kini sudah tumbuh besar.
Ayuk Astri kemana aja...?
sejak yuk farah gak ada Ayuk jarang kesini, yuk Astri jahat iiih, Fira kangeen tau...!
oceh safira sambil memeluk Astri, tak lama terdengar langkah kaki seseorang mendekati mereka.
Astri kamu kemana aja gak pernah maen kesini tante kan jadi kangen. gak ada temen ngobrol se asik kamu....!
ucap ibu farah sambil melirik Safira yang memanyunkan bibirnya.
*idiiih mama jadi fira di anggap apa nih?
tiap hari ditemenin terus juga, masih bilang gak ada temen ngobrol.
hahahahha...
kamu kan nemenin mama kalo hari minggu doank, selebihnya mah kamu sibuk tuuh sama temen - temen kamu...!
idiiih itu mah namanya gaul ma masa fira udah gede gini boleh gaulnya cuma sama mama doank...! itu maah gak asik ma*...!
safira memanyunkan bibirnya sedang Astri dan ibunya tertawa melihat tingkah gadis itu.
tin..tin...
terdengar suara motor memasuki gerbang rumah ketiga perempuan yg berdiri di ambang pintu itu seketika menoleh kearah gerbang. terlihat seorang pemuda memarkirkan motornya di pekarangan rumah, ia melepaskan helmnya. pemuda dengan alis tebal dan berkaca mata itu tersenyum ke arah para wanita.
__ADS_1
kamu sudah pulang sayang.....?
To be continue