
Pagi hari, disebuah Cafe yang cukup terkenal di ibukota Jakarta, "Zoe Caffe". Pagi ini suasana di dalam Cafe cukup ramai pengunjung.
"Fikri! Cappucino 4 sama brownies coklatnya 2!" ucap Damar dengan nada sedikit berteriak dari depan pintu dapur Cafe yang terbuka.
"Siap! tunggu bentar!" jawab Fikri yang sedang menata Cake pesanan di atas loyang. Setelah itu, Damar pun segera kembali ke meja kasir dan Fikri langsung membuatkan pesanan.
"Vin Dim! tolong anterin pesanan yang di atas meja itu keluar!" ucap Fikri kepada Vino dan Dimas.
"Siap!" jawab Vino dan Dimas bersamaan dan berlanjut dengan mereka berdua yang mengatakan pesanan ke meja pelanggan.
tap~ tap~ tap~
Tepat beberapa detik setelah kepergian Dimas dan Vino, datanglah Galang yang baru selesai mengecek stok barang di gudang.
"Yang lain pada kemana Fik?!" tanya Galang kepada Fikri yang sedang sibuk membuat pesanan.
"Mereka ada diluar.. tadi gue minta nganterin pesanan pelanggan." ucap Fikri sembari menatap pesanan milik pelanggan di atas loyang dan berbicara tanpa melihat ke arah Galang.
"Kenapa emangnya??" kini Fikri melihat ke arah Galang. "Eh.. lo mau kemana? rapi amat dah!" tanya Fikri dengan nada sedikit terkejut dan menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Oh.. gue mau izin pamit pulang dulu.. Bunda tari telpon soalnya.. terus gue disuruh pulang cepet karena ada acara siang ini!" ucap Galang kepada Fikri.
"Wah.. kalau urusannya udah menyangkut Bunda Lia.. gue nggak ada komen! sana gih.. takut Bunda nungging lo!" ucap Fikri yang kini tengah menghentikan aktivitasnya.
"hemm.. kalau gitu gue balik dulu! bye!" pamit Galang sembari berjalan keluar dari dapur Cafe.
"Yoi! hati-hati di jalan!" ucap Fikri dengan suara sedikit teriak.
"Oke!" suara teriakan Galang yang masih terdengar dari dalam dapur.
########
Sementara itu, di kini di kediaman Keluarga Anggara. Di kediaman Keluarga yang notabenya merupakan keluarga terkaya ke-3 di Indonesia, kini tengah disibukkan dengan persiapan untuk menyambut tamu yang tak lain adalah rekan bisnis dari Tuan Anggara sendiri.
"Baik Nyonya!" jawab Bik Ijah yang merupakan pembantu paling senior di Keluarga Anggara, Bik Ijah sudah mengabdi kepada Keluarga Anggara sejak Tuan Anggara masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
"Em.. apa lagi ya.. yang masih kurang?! ruang tamu udah beres, ruang makan juga tinggal bersihin meja aja, hidangannya juga udah!" ucap Bunda Lia berdialog sendiri.
#####
__ADS_1
Beralih ke depan pintu gerbang Kediaman Keluarga Anggara. Galang yang baru saja sampai di depan pintu gerbang rumahnya, kini membunyikan klakson motornya.
pip~ pip~ pip~
"Tunggu sebentar den!" ucap Mang Nurdin yang merupakan salah satu satpam yang ditugaskan untuk menjaga pintu gerbang Kediaman Keluarga Anggara.
Setelah Mang Nurdin membukakan pintu gerbang....
"Makasih Mang!" Ucap Galang dari dengan suara sedikit keras sembari melajukan motornya memasuki pekarangan rumah. "Sama-sama den!!". Setelah kepergian Galang, kini Mang Nurdin kembali menutup pintu gerbang dan berjalan kembali ke pos jaga.
Sesampainya di depan bangunan rumah Keluarga Anggara, Galang langsung memarkir motornya tempat di depan teras rumah. Setelah itu Galang turun dari motor dan melepas helm-nya, sembari berjalan ke arah pintu masuk yang kini sudah ada Kang Ardi yang sedang berjaga tepat di depan pintu.
"Kang! Tolong parkirin motor saya ya?! kuncinya masih ada di motor!" ucap Galang sopan kepada Kang Ardi.
"Baik den Galang!" jawab Kang Ardi sembari mengangguk.
"Kalau gitu saya masuk dulu! kuncinya taruh di tempat biasanya ya Kang?!" ucap Galang
"Iya den" ucap Kang Ardi yang mulai berjalan menuju motor Galang.
__ADS_1
Galang pun mulai berjalan masuk dengan gaya Cool dan berwibawa, sembari sesekali menanggapi sapaan dari para pekerja di rumahnya.
...~ BERSAMBUNG ~...