LAZERON

LAZERON
~ 04 ~


__ADS_3

Malam hari, kini acara makan malam bersama yang sudah direncanakan baru saja selesai dilaksanakan. Di meja makan masih ada Keluarga Anggara dan Keluarga Bagaskara yang memilih untuk menetap sembari mengobrol.


"Akhirnya kita akan jadi besan juga!" ucap tuan Reino Ibrahimovic Bagaskara.


"Hahaha.. tentu saja.. sama seperti janji kita dulu!" ucap Papa Satria dengan wajah berseri-seri.


Sementara itu, diposisi Galang saat ini..


Sejak pertama kali Galang melihat calon tunangannya.. Galang sudah dibuat jatuh sejatuh-jatuhnya akan kecantikan yang dimiliki oleh calon tunangannya itu.


*Cantiknya calon tunangan gue.. beruntungnya gue bisa punya tunangan secantik dia!😊* batin Galang yang sedang memandang wajah sang calon tunangan.


Sementara orang yang tengah ditatap oleh Galang, menyadari bahwa Galang sedang menatapnya sembari tersenyum manis.


*Apa dia (Galang) calon yang Daddy bilang akan bertunangan denganku?? sepertinya dia laki-laki yang baik* batin Rania Putri Bagaskara yang tidak lain adalah calon tunangan dari Galang Yoga Anggara.


Galang dan Rania tanpa sadar saling menatap satu sama lain sembari berbalas senyum, dan tanpa mereka berdua sadari kalau tingkah laku mereka kini menjadi tontonan oleh para orang tua mereka.


"eghm.. sepertinya kita harus membatalkan rencana pertunangan anak-anak kita" ucap Daddy Reino yang membuat semua orang yang ada di meja makan langsung menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Maksud kamu apa Rei??" tanya bunda Lia dengan perasaan was-was.


"Iya.. kita tidak perlu mengadakan acara pertunangan untuk mereka.." ucap Daddy Reino.


"Kita langsung saja menikahkan mereka besok.. karena sepertinya mereka akan sulit untuk dipisahkan setelah terlalu lama saling melempar senyum tadi.." sambung Daddy Reino sambil terkekeh menatap kedua remaja yang kini tengah tersipu malu karena kepergok oleh ortu mereka.


"Heem.. boleh juga ide mu.. takutnya mereka tidak akan betah untuk berpisah terlalu lama" goda Papa Satria.


Galang dan Rania yang mendengar hal itu hanya bisa menunduk malu.


"Hahaha.. kalian ini.. tidak pelu merasa malu seperti itu.." ucap Bunda Lia yang melihat tingkah putra serta calon menantunya.


Perkataan Galang membuat para ortu tertawa dan justru membuat Rania semakin dibuat tersipu.


*Aaa.. Mommy! Rani malu banget! 😖* batin Rania.


"Wah.. wah.. sepertinya ada yang sudah tidak sabar untuk menikah nih!" kini gantian bunda Lia yang menggoda mereka.


Daddy Reino dan Papa Satria saling bertukar pandangan kemudian mengangguk secara bersamaan.

__ADS_1


"Baiklah... sudah diputuskan bahwa.." ucap Papa Satria dengan menggantungkan kata-katanya.


"Pertunangan Galang dengan Rania akan diadakan 2 hari lagi dan hanya akan dihadiri oleh kerabat dan sahabat serta rekan bisnis saja!!" ucap Daddy Reino.


*Heem.. boleh juga* batin Galang senang.


"Ok Galang setuju!!" ucap Galang memperlihatkan senyum manisnya.


"Rani ikut Daddy aja gimana baiknya" ucap Rania dengan tutur kata yang lembut.


"Ok.. kerena semua udah setuju.. itu berarti besok kita udah harus siapin semua keperluan untuk acara tunangan Galang dan Rania!" ucap bunda Lia yang kini angkat bicara dan mendapat anggukan dari yang lainnya.


"Kalau begitu untuk masalah tempat dan panitia pelaksana serahkan saja pada kami!" kata Daddy Reino.


"Ok.. dan untuk pakaian dan cincin tunangan yang akan digunakan nanti.. biar aku yang urus sekalian cateringnya!" ucap bunda Lia.


"Baiklah.. wanita yang paling mengerti soalan itu!" kata Papa Satria menanggapi.


Sementara Rania dan Galang hanya tersenyum melihat dan mendengarkan diskusi para ortu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2