
Pukul 13.20 siang di dalam kamar hotel. Saat ini Rania dan Galang baru selesai melaksanakan shalat dhuhur berjamaah. Dan bersiap untuk Istirahat.
"Bunda?" panggilan untuk Rania dari Galang tentunya.
"Iya Pah??" jawab Rania sambil menoleh ke arah sang suami.
Bertepatan saat Rania menoleh, ia langsung dikejutkan dengan dengan keadaan suaminya yang kini tengah bertelanjang dada dan berjalan kearahnya. Rania hanya terbengong sampai-sampai dirinya tidak menyadari kalau Galang sudah berdiri tepat di hadapan. Sebaliknya, Galang justru merasa lucu saat melihat wajah Rania yang bersemu merah.
Greb~
Tanpa aba-aba Galang langsung menarik pinggang Rania agar mendekat ke arahnya.
"Akh~"
Rania dengan refleks berteriak saat merasakan tubuhnya yang tiba-tiba ditarik. Kini posisi keduanya tengah berpelukan sangat mesra.
"Bunda cantik sekali~" ungkap Galang jujur. Sosok Rania bagaikan permata yang berkilau di mata Galang.
cup~
__ADS_1
Satu kecupan mendarat di kening Rania. Rania langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang Galang akibat malu atas tindakan sang suami barusan. Bukannya merasa bersalah, Galang justru tersenyum manis saat melihat istrinya yang salting.
"Bunda??!" Galang memanggil Rania kembali.
"Apa Papa?" jawab Rania.
"Apa Papa Sudah boleh meminta hak Papa sebagai suami?" tanya Galang lembut.
"eh.. em.. a-apa harus sekarang juga??" tanya Rania gugup.
"Tidak sekarang.. tapi malam ini!" Jawab Galang mantab.
"em.. boleh!" Rania mengangguk. Ia sedikit lega karena bukan sekarang dia harus melayani suaminya. Bukannya ingin menolak, tapi karena sore ini adalah acara resepsi pernikahan keduanya.
Setelahnya Galang dan Rania naik ke atas ranjang untuk tidur. Mereka hanya memiliki waktu tidur yang sebentar, itu karena sebelum pukul 15.30 mereka sudah harus bersiap untuk menerima tamu di acara resepsi nantinya.
#
Di acara resepsi pernikahan Galang dan Rania, terlihat lebih banyak tamu yang hadir dalam acara. Ini karena Galang yang mengundang teman-temannya yang berada di luar negeri untuk datang serta teman kuliahnya. Tentunya anak-anak LAZERON juga hadir di sana.
__ADS_1
"Congrats on your wedding" ucap Gerran yang merupakan salah satu teman Galang.
"Thanks! oh.. who is this woman next to you? [oh.. siapa wanita di sebelahmu ini?]" tanya Galang.
"He's my fiance ... and next month we will get married [Dia tunangan ku.. dan bulan depan kami akan menikah ]" Jawab Gerran.
"Wow! This is a surprise! finally you found your life companion after a long time [wow! ini kejutan! akhirnya kau menemukan pendamping hidup mu setelah sekian lama ]" Ucap Galang.
"Well that's how it is! We just walked one month after we were betrothed [Yah begitulah! Kami baru berjalan satu bulan setelah kami dijodohkan ]" Kata Gerran.
Galang mengangguk setelah mendengar perkataan Gerran.
"I'm prayer, I hope you live happily until grandparents [ku do'a-kan semoga kalian hidup bahagia hingga kakek nenek ]" Ucap Galang.
"You too" jawab Gerran.
Sedangkan Rania?, dia juga sibuk mengobrol dengan tunangan Gerran. Anes adalah nama tunangan Gerran. Rania dan Anes langsung akrab sejak pertama bertemu. Entahlah, tapi begitulah perempuan 😌
Untuk teman-teman kuliah Galang, mereka sangat terkejut saat mendapatkan undangan resepsi pernikahan Galang. Yah, untuk teman perkuliahan Galang.. mereka hanya diundang saat acara resepsi saja.
__ADS_1
Teman-teman kampus Galang benar-benar dibuat kaget saat mengetahui bahwa Galang adalah pewaris tunggal dari Keluarga Anggara. Karena saat di kampus, Galang tidak pernah mengungkapkan identitasnya sebagai putra tunggal Keluarga Anggara. Apalagi sekarang mereka diundang ke acara resepsi pernikahan Galang dan Rania. Yang jelas-jelas mereka sendiri tidak mengetahui bahwa Galang sudah memiliki kekasih saat kuliah.
...BERSAMBUNG...