
tok~ tok~ tok~
"Galang? sayang? bangun nak.. udah waktunya makan siang!" ucap bunda Liana dari balik pintu.
"IYA, GALANG UDAH BANGUN KOK BUN!" balas Galang dengan berteriak dari dalam kamar.
cklek~
Bunda Liana yang melihat sang putra keluar dari kamar langsung menyambut Galang dengan senyum hangatnya.
"Kita langsung ke ruang makan aja ya.. Papa udah nungguin soalnya" ucap bunda Liana.
"Eh.. Bun?!" panggil Galang kepada.
"Kenapa sayang??" tanya bunda Lia sambil menoleh ke arah Galang.
"Tamu nya udah dateng kah??" tanya Galang.
"Belum.. acara makan bersama.. diundur nanti malam" ucap bunda Lia.
"Ouh.." Galang mengangguk paham.
*Yah.. nggak bisa ngumpul bareng anak-anak dong nanti malem?!* batin Galang sedikit kecewa.
*********
Di ruang makan, kini Papa Satria sudah duduk di kursi sembari menunggu anak dan istrinya turun.
__ADS_1
"Siang Papa!" terdengar suara dari atas tangga.
Papa Satria yang mendengar suara itu, langsung menoleh ke arah tangga.
"Siang juga putra Papa" jawab Papa Satria dengan senyuman.
Beberapa waktu kemudian, kini keluarga kecil itu sudah berkumpul di ruang makan.
"Gimana kuliah kamu Lang?" tanya Papa Satria.
"Alhamdulillah.. semuanya lancar Pa" jawab Galang.
"Sehabis makan siang.. temui Papa di ruang kerja Papa!" kata Papa Satria.
"Iya Pa" jawab Satria disertai dengan anggukan.
"Ngobrolnya dilanjut nanti.. sekarang waktunya makan!" titah bunda Liana.
$$$$$$$$
Kini Galang sudah berada di dalam ruang kerja Tuan Anggara, dan kini ayah dan anak itu tengah duduk berhadapan di sofa.
"Ada apa Pah??" tanya Galang penasaran, karena jika Papa nya sudah memanggil di ruang kerja.. itu berarti ada hal yang sangat penting untuk dibahas.
"Papa akan langsung ke intinya saja.. Papa dan Bunda sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak rekan bisnis sekaligus sahabat lama kami" kata Papa Satria.
"Dijodohin?? dan.. bukannya sahabat Papa sama Bunda itu cuma Keluarga Adijaya (Fikri), Wijaya (Alvino/Vino), Kusuma (Damar), Maheswara (Dimas) aja ya??" tanya Galang bingung.
__ADS_1
"Tidak.. kami tidak bersahabat enam orang.. hanya saja sahabat kami yang ini.. menetap di Singapura setelah kematian istrinya yang tidak lain adalah salah satu sahabat bunda kamu juga" ucap Papa Satria menjelaskan.
"Huff.. kalau gitu.. boleh Galang tau alasan kenapa kalian jodohin Galang sama anak sahabat kalian yang ini??" ucap Galang kembali bertanya.
"Sebenarnya dulu waktu kami masih berada di kelas 2 sekolah menengah pertama.. kami membuat janji untuk menjodohkan anak-anak kami kelak" ucap Papa Satria, "Tapi karena diantara kami semuanya memiliki anak laki-laki.. dan hanya sahabat kami yang satu ini.. yang memiliki anak perempuan!" sambung Papa Satria.
"Kalau begitu.. kenapa harus Galang yang dijodohin??" ucap Galang yang lagi-lagi bertanya.
"Itu karena.. huff.. bunda kamu pengen cepet-cepet nimang cucu" ucap Papa Satria.
"Hah?!" ucap Galang dengan mulut menganga dan sebelah alis dinaikkan.
"Cuma karena itu doang??" tanya Galang memastikan. Dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Papa Satria.
"Kamu mau kan?" tanya Tuan Satria kepada sang putra.
"Kalau itu demi membahagiakan bunda.. huff.. Galang terima perjodohannya.. tapi.." ucap Galang menggantungkan kata-katanya.
"Tapi apa??" tanya Tuan Anggara.
"Apa gadis yang mau dijodohin sama Galang.. dia mau terima perjodohan ini??" tanya Galang.
"Papa juga belum tau soal itu.. kita akan tau jawabannya nanti malam setelah makan malam" ucap Papa Satria menjelaskan.
"heem.. kalau udah nggak ada lagi.. Galang mau ke tempat bunda dulu" pamit Galang pada sang Papa.
"iya" jawab Papa Satria.
__ADS_1
Setelah itu Galang keluar dari ruang kerja Tuan Anggara dan langsung menuju ruang santai dimana sang Bunda biasanya berada.
...~ BERSAMBUNG ~...