
"Oh.. ya?! Rania asalnya dari mana??" tanya Damar.
"Aku asli Indonesia tapi sejak kecil tinggal di Singapure.. dan baru kemaren malam tiba di Indonesia" jawab Rania.
"Berarti Rania belom keliling Jakarta dong?!" celetuk Fikri.
" Belum.. baru di sini aja jalan-jalannya 😊" ucap Rania.
"Kalau gitu.. setelah pertunangan kita lusa.. kakak akan ajak kamu jalan-jalan keliling Jakarta.. kalau perlu se-Indonesia kita kelilingi!" kata Galang.
Rania hanya menanggapi ucapan Galang dengan anggukan dan wajah tersenyum manis.
"Jadi acara tunangannya lusa??!" tanya Vino yang kini angkat bicara.
"Iya.. dan sebenernya gue ke sini untuk ngundang kalian untuk dateng ke acara pertunangan gue sama Rania!" kata Galang menjelaskan.
"Emang acaranya diselenggarain dimana?" tanya Dimas.
"Acaranya di gedung milik Keluarga Bagaskara! nanti gue share lokasinya di grub chat!" kata Galang.
"Siap!" jawab anak-anak LAZERON bersamaan kecuali Galang.
"Eh.. kita balik kerja dulu ya!" kata Dimas tiba-tiba saat melihat ada beberapa pengunjung yang memasuki Cafe.
"Kakak balik kerja dulu.. kamu nggak papa-kan kalau kakak tinggal??" tanya Galang yang merasa tidak enak karena harus meninggalkan Rania.
"Nggak papa kok kak.. dan untuk kakak-kakak semua.. semangat ya kerja nya!!" ucap Rania memberi semangat kepada anak-anak LAZERON.
__ADS_1
"Siap nona cantik/sayang!" ucap anak LAZERON serempak.
Setelah itu, anak-anak LAZERON pergi meninggalkan Rania dan kembali mengerjakan pekerjaan mereka. Sedangkan Rania kini memilih menunggu anak-anak LAZERON sambil bermain game online di handphone nya.
Sementara itu di dapur Cafe...
"Eh.. Bos?!!" panggil Fikri kepada Galang.
"Apaan??" jawab Galang tanpa menoleh.
"Lo mau undang anak-anak yang lain kagak di acara pertunangan lo??" tanya Fikri.
"Ya diundanglah! sekalian minta bantuan anak-anak buat jaga-jaga di tempat acara!"
"Gue takut ada pihak musuh yang bakal rusak acara gue nantinya!" kata Galang menjelaskan.
"Hemm.. diantara semua musuh gank kita! cuma Venom yang paling behaya dan selalu ngancem keselamatan kita ataupun keluarga kita! dan jangan sampai juga mereka ngelukain Rania yang notabe-nya sebagai calon tunangan lo saat ini!!" kata Damar yang kini membuat Galang menghentikan aktivitasnya.
"Lo bener! nggak akan gue biarin mereka nyentuh Rania bahkan seujung kuku pun!" ucap Galang dengan menggertakkan giginya.
"Kalau saran gue nih ya! apa nggak sebaiknya kita buat pengamanan untuk keluarga ataupun orang-orang terdekat kita.. kayak.. pasang alat pelacak atau penyadap maybe?!" usul Dimas yang membuat yang lainnya menoleh ke arahnya dengan wajah tersenyum.
"Boleh juga ide Lo!!" ucap anak-anak LAZERON kecuali Dimas.
"Soal alat penyadap ataupun pelacak.. serahin semuanya ke gue! gue tau tempat jual alat-alat kayak gitu! tapi..." kata Fikri menggantungkan kata-katanya.
"Tapi??" tanya Vino.
__ADS_1
"Untuk beli alatnya.. kita harus tetep patungan! 😁" sambung Fikri nyengir.
"Kalau soal itu pastilah! ya kali lo mau bayarin kita lo kan.." ucap Damar.
"PELIT!" ucap anak-anak LAZERON kecuali Fikri.
"Hahaha..." setelah mengatakan itu anak-anak LAZERON tertawa bersama.
"hush! udahan dulu ngobrolnya
. buru anterin pesanan pelanggan sana!" ucap Galang yang mendapat anggukan dari yang lain.
"Kalau gitu gue keluar dulu!" ucap Vino yang kini melangkah keluar dari dapur dengan membawa nampan berisi makanan pesanan.
"Gue juga" kata Dimas yang kini pergi menyusul Vino dengan membawa beberapa packaging cofee di kedua tangannya.
...BERSAMBUNG...
...JANGAN LUPA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORITE...
...VOTE...
__ADS_1