LAZERON

LAZERON
~ 16 ~


__ADS_3

Sesampainya di ruang tamu, ternyata sudah ada Bunda Liana, Rania dan Papa Satria yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


tap~ tap~ tap~


Semua yang berada di ruang tamu langsung menoleh ke arah tangga, dan terlihatlah Galang yang baru menuruni tangga dengan membawa koper serta tas gitar.


"hah~ ayo Galang! lo bisa!!" ucap Galang lirih dan mencoba untuk tetap tenang.


Galang berjalan menuju ruang tamu. Dia menatap kedua orang tuanya dan juga Rania.


"Bun Pah Rani! Galang pamit ya?!" ucap Galang.


"Mau kemana kamu?!" tanya Papa Satria dengan sorot mata yang sulit diartikan.


Bunda Liana pun berdiri dan langsung berjalan ke arah Galang berdiri saat ini.


"Kamu mau pergi kemana sayang?? hemm~" tanya Bunda Liana dengan nada lembut.


"Galang ada urusan penting.. jadi siang ini juga Galang harus terbang ke London" kata Galang menjelaskan.


"London?! Untuk apa kamu ke London?!" tanya Papa Satria dengan tatapan meminta penjelasan.


"Urusan pekerjaan Pah!" jawab Galang.


"Pekerjaan apa memangnya?? bukannya kamu hanya memiliki Cafe di Indonesia saja? jadi pekerjaan apa yang ada di London??!" tanya Papa Satria yang kini berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Rania.


"Maaf untuk saat ini Galang masih belum bisa ngasih tau kalian.. tapi tenang aja.. pekerjaan Galang halal kok Pah!" ucap Galang.


"Kenapa?"


"Apa sebenarnya pekerjaan yang kamu lakukan itu??" tanya Papa Satria.

__ADS_1


"Maaf" ucap Galang sambil menunduk.


"Kak Galang perginya lama nggak? Rani boleh ikut?" tanya Rania yang kini angkat bicara.


"Maaf sayang~ kakak nggak bisa ajak Rani pergi~" jawab Galang yang kini menatap wajah sang kekasih.


Terlihat jelas raut wajah kekecewaan yang ditujukan oleh Rania.


"Galang janji akan selalu ngasih kabar dan..."


"Galang akan jelasin setelah Galang pulang nanti!"


"Galang akan pulang sebelum acara pertunangan Galang sama Rani!" ucap Galang.


Perkataan Galang pun mendapat anggukan dari yang lain. Suasana menjadi hening sejenak hingga datanglah Mang Soleh.


"Permisi Nyonya Tuan Den Galang Non Rania" ucap Mang Soleh.


"Ada apa Mang???" tanya Rani


"Itu non.. di luar gerbang ada taxi online.. katanya itu taxi pesanan Den Galang" jawab Mang Soleh sopan.


"Oh.. udah sampai ya?! kalau gitu bisa minta tolong buat bawain koper saya Mang??!" tanya Galang.


"Bisa den!" ucap Mang Soleh sembari meraih tas koper milik Galang.


"Tas gitarnya nggak sekalian den??" tanya mang Soleh.


"Nggak usah Mang.. biar saya sendiri aja! oh ya.. tolong bilangin sama sopir taxi nya.. suruh nunggu sebentar!" kata Galang.


"Kalau begitu saya permisi.. mari den, non,tuan, nyonya!" ucap Mang Soleh dan dibalas dengan anggukan dari yang lain.

__ADS_1


greb~


Bunda Liana langsung memeluk erat tubuh sang putra dengan air mata mengalir. Sedangkan Rania kini sudah meraih lengan kiri Galang dengan mata berkaca-kaca.


"Kakak beneran mau pergi sekarang??" tanya Rania dengan mata berkaca-kaca menatap lekat mata Galang dan begitu sebaliknya.


"Maaf ya? nanti kakak bawain oleh-oleh deh~" ucap Galang sambil mengelus surai rambut Rania.


"Rani nggak butuh oleh-oleh! yang Rani butuh itu Kak Galang pulang cepet dengan selamat!" ucap Rani dengan menunjukkan wajah imutnya.


"Iya sayang~" kata Galang.


"Pah Galang pamit ya?" kini Galang tengah menoleh ke arah sang Papa.


"Hmm.. biar Papa antar sampai depan!" ucap Papa Satria.


"Iya Pah!" kata Galang.


Galang berjalan ke luar dari rumah dengan di kedua lengannya masih digelayuti oleh Rania dan sang Bunda. Sedangkan Papa Satria berjalan di belakang ketiganya.


...BERSAMBUNG...


...JANGAN LUPA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORITE...


...VOTE...

__ADS_1


__ADS_2