LAZERON

LAZERON
~ 27 ~


__ADS_3

Di ruang makan, terlihat Papa Satria yang sudah duduk di kursi depan meja makan sambil memainkan ponsel genggamannya.


"Siang Pah!" sapa Galang yang kini mengambil posisi duduk di kursi depan sang Bunda.


"eh.. udah pulang kamu Lang? kapan pulangnya??" tanya Papa Satria dengan meletakkan HP-nya di atas meja.


"Galang sampai rumah sekitar setengah sembilam-an Pah" jawab Galang.


"Hmm.. Inget janji kamu buat cerita tentang apa yang kamu lakuin selama ini!" kata Papa Satria.


"Iya Pah.. tapi besok ya! Galang mau fokus buat acara pertunangan Galang sama Rani nanti malam!" jawab Galang.


"Ya" kata Papa Satria.


Sementara itu, Bunda Liana dan Rania terlihat sibuk menghidangkan makanan di piring pasangan masing-masing. Bunda Liana yang mengambilkan lauk untuk Papa Satria. Dan Rania yang menuangkan air minum di gelas Galang.


"Makasih Cantik" ucap Papa Satria dan Galang bersamaan.


Galang dan Papa Satria pun saling bertukar pandangan dan tersenyum. Sedangkan Rania dan Bunda Liana menjadi salah tingkah akibat ulah pasangan mereka. Hanya sebentar, sampai mereka mengambil posisi duduk dan mulai menikmati hidangan yang tersaji. Setelah selesai makan siang mereka kembali ke kamar untuk bersiap melaksanakan shalat dhuhur berjamaah.


$


Dikamar Papa Satria dan Bunda Liana. Dari dalam kamar mandi terdengar suara dari bunda Liana. Sejak memasuki kamar mereka, bunda Liana langsung berlari menuju kamar mandi karena tiba-tiba merasa mual. Papa Satria yang panik langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi.


"hueek~ hueek~ hueek~"


"Bunda?! Bunda kenapa" tanya Papa Satria panik.

__ADS_1


"Bunda.. hueek~ hueek~" Bunda Liana terus memuntahkan makan siangnya tadi.


Papa Satria pun dengan perhatian memijat tengkuk leher bunda Liana. Meskipun sebenarnya Papa Satria sangat khawatir dengan kondisi bunda Liana.


"Kita ke rumah sakit aja ya Bun?? 😟" kata Papa Satria.


"Nggak usah Pah.. bunda nggak papa kok" kata bunda Liana sembari tersenyum dengan wajah pucatnya.


"Tapi.."


"Bunda nggak kenapa-kenapa Pah~ bawa bunda ke tempat tidur aja ya?!" kata Bunda Liana.


Papa Satria hanya mengangguk. Hingga akhirnya Papa Satria menggendong bunda Liana ala bridal style menuju ranjang tempat tidur. Papa Satria langsung membaringkan tubuh bunda Liana di atas tempat tidur dan menyelimutinya. Baru setelah itu, Papa Satria duduk di tepi ranjang di samping bunda Liana berbaring.


greb~


"Bunda~ Bunda kenapa?? 🥺" tanya Papa Satria.


"Bunda nggak papa Pah~ Bunda cuma kecapean aja~" ucap Bunda Liana dengan tersenyum.


"Bunda boleh minta tolong sama Papa??" tanya bunda Liana dengan suara lemah.


"Boleh! Bunda mau Papa ngapain??!" tanya Papa Satria dengan sigap.


"Tolong ambilkan kotak di dalam laci meja rias bunda ya" kata bunda Liana.


"Tunggu sebentar Bun" Papa Satria melepaskan genggamannya pada tangan bunda Liana.

__ADS_1


Papa Satria berjalan mendekati meja rias dan membuka satu persatu laci untuk menemukan kotak yang dimaksud oleh bunda Liana. Tak perlu waktu lama, Papa Satria berhasil menemukan kotak tersebut dan membawanya kepada bunda Liana.


"Yang ini kan Bun??" tanya Papa Satria.


"Iya Pah~ Papa buka aja kotaknya~ itu kado dari bunda buat Papa~ " kata bunda Liana sambil tersenyum.


"eh.. kado buat Papa?? tapikan Papa nggak ulang tahun sekarang??" kata Papa Satria bingung.


"Udah buka aja Pah" kata bunda Liana.


Papa Satria membuka kotak tersebut dengan ragu-ragu. Namun didalam benaknya ia sangat penasaran dengan isi pada kotak tersebut. Begitu Papa Satria berhasil membuka kotak tersebut, isi didalam kotak tersebut membuat Papa Satria terbengong-bengong.


"i.. ini seriusan Bun?? Papa nggak salah liat kan??" tanya Papa Satria memastikan.


Papa Satria melirik ke arah bunda Liana lalu kembali memandangi isi didalam kotak dengan mata berkaca-kaca.


"Papa nggak salah liat kok.. itu beneran Pah" jawab Bunda Liana.


bruk~


Papa Satria langsung meletakkan kotak tersebut di atas meja dan langsung berhamburan memeluk tubuh sang istri. Terlihat jelas bahwa saat ini Papa Satria tengah menangis, namun bukan tangis kesedihan melainkan kebahagiaan.


Isi didalam kotak 👇



...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2