
Setelah selesai makan malam, Bunda Lia meminta agar Galang mengajak Rania berkeliling halaman rumah.
Di taman belakang kediaman Anggara...
"eghm.. Rania?!" panggil Galang.
"Iya" jawab Rania sambil menoleh ke arah Galang.
"Kalau boleh tau berapa usiamu sekarang??" tanya Galang mencairkan suasana.
"Eh.. aku baru berusia 18 tahun sebentar lagi memasuki usia 19" kata Rania.
"Hah?!! seriusan??" tanya Galang tak percaya.
Kini mereka sedang duduk bersama di kursi taman.
"Aku pikir kau sudah berusia 19 tahun?!" ucap Galang yang masih kaget.
"Hehe.. 😅" Rania hanya tersenyum menanggapi ucapan Galang.
"Kalau begitu.. setelah kita menikah nanti kau harus memanggil ku dengan sebutan Kakak!! ah.. tidak tidak.. mulai sekarang kamu harus memanggil ku kakak!!" ucap Galang tegas.
"Baiklah k-kakak" jawab Rania sedikit gugup sambil mengangguk dan tersenyum.
Hening seketika..
Kedua pasangan muda itu kini tengah sama-sama memandang indahnya langit malam bertabur bintang, dan jangan lupakan indahnya cahaya bulan yang menjadi penerang bagi malam yang gelap.
greb~
__ADS_1
"eh.. " Rania kaget karena tiba-tiba ada sebuah lengan kekar yang tengah melingkar di pinggangnya. Siapa lagi kalau bukan Galang yang kini tengah memeluk pinggang Rania posesif.
"Kak??" rengek Rania.
"shutt~ biarkan seperti ini sebentar saja~" ucap Galang yang mengeratkan pelukannya pada Rania.
Sedangkan Rania hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Galang kepadanya selama itu tidak melewati batas. Toh sebentar lagi dia dan Galang akan segera menikah pikir Rania.
"Kau masih berkuliah kan??" tanya Galang.
"Iya kak" jawab Rania yang kini tengah duduk bersandar pada dada bidang Galang.
"Kamu masuk jurusan apa sayang~" tanya Galang lembut.
"Aku ambil jurusan Akuntansi dan Ilmu Bisnis" kata Rania sambil tersenyum.
"hmm.. baiklah! jika tidak salah bukankah Papa tadi bilang kalau kamu akan masuk di kampus Kakak!" kata Galang memastikan.
"Baguslah kalau begitu.. kita masih ada waktu untuk bersenang-senang beberapa hari kedepan!" ucap Galang tersenyum dan dibalas anggukan oleh Rania.
"Rani??" panggil Galang.
"Iya?" jawab Rania mendongak menatap wajah Galang.
"Boleh kakak mencium pipi mu?" tanya Galang tiba-tiba.
"ini.." Rania kebingungan harus memberikan jawaban apa.
"Hanya cium pipi saja. tidak lebih! boleh ya? 🥺" ucap Galang sambil menunjukkan wajah melasnya yang sungguh terlihat menggemaskan di mata Rania.
__ADS_1
"Huff.. baiklah.. hanya cium pipi saja tapi!! yang lainnya jangan!" kata Rania
"Iya sayang 😊" jawab Galang.
Cup~ Cup~
Tak menyia-nyiakan kesempatan, Galang langsung memberi kecupan lembut dan sedikit lama pada pipi kanan dan kiri Rania. Rania yang mendapat perlakuan tersebut langsung tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Galang.
"Kak~ malu~" cicit Rania
"hahaha.. lucunya gadisku ini" ucap Galang sembari mengelus surai rambut Rania.
"Ini sudah larut.. kita masuk yuk!" ucap Galang yang mendapat anggukan dari Rania.
Akhirnya Galang dan Rania masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan. Suasana di dalam rumah sudah sepi karena ortu mereka berserta para maid sudah tidur sedari tadi.
"Udah sepi... Kakak anterin kamu ke kamar kamu ya?" kata Galang menawarkan dirinya.
"Boleh" jawab Rania
Galang menggandeng tangan Rania lembut menuju kamar tamu yang berada di lantai atas.
Sesampainya di depan kamar tamu milik Rania, Galang meminta agar Rania masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.. baru setelah itu ia akan kembali ke kamarnya.
"Masuklah.. Kakak tunggu sampai kamu benar-benar masuk ke dalam kamar" kata Galang lembut.
"Iya.. kakak kalau udah sampai kamar jangan lupa cuci muka terus langsung tidur ya?!" kata Rania menasihati.
"Iya" Galang mengangguk.
__ADS_1
Kini Rania sudah masuk ke kamar dan disusul oleh Galang yang berjalan ke arah kamarnya.
...BERSAMBUNG...