LAZERON

LAZERON
~ 06 ~


__ADS_3

Pagi hari di sebuah kamar, terlihat seorang laki-laki yang mulai terbangun dari tidurnya.


"emng~ udah pagi aja!" merubah posisi menjadi duduk di atas ranjang.


tok~ tok~ tok~


terdengarlah suara ketukan dari balik pintu.


"Galang! udah bangun belum nak??" tanya seorang dari balik pintu.


"Galang udah bangun Bun!" ucap Galang dengan suara keras dari dalam kamarnya.


"Kalau gitu cepat bersiap! yang lain udah pada nunggu di ruang makan!" kata bunda Lia.


"Iya Bun!" jawab Galang yang kini sudah turun dari atas tempat tidur dan dengan cepat berjalan menuju kamar mandi.


...########...


Di ruang makan, kini sudah ada Papa Satria, Bunda Lia, Daddy Reino, dan tentunya Rania yang tengah menunggu kedatangan Galang yang belum kunjung turun.


tap~ tap~ tap~


Terdengarlah suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga dan membuat mereka yang berada di ruang makan langsung menoleh.


"Kok baru turun Lang??" tanya Papa Satria.


"Maaf Pah, semua, tadi Galang mandi dulu jadi lama deh 😅" ucap Galang merasa tidak enak.


"Ya udah, sekarang kamu duduk! terus kita sarapan bareng!" kata Bunda Lia tegas.


"Siap Bunda!" kata Galang yang kini langsung mengambil posisi duduk di samping Rania.

__ADS_1


Mereka makan tanpa berbicara sepatah katapun, di meja makan hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bergesekan.


...##########...


Di dalam sebuah mobil Tesla yang baru saja keluar dari area kediaman Anggara..


"Kita mau kemana kak?" tanya Rania yang kini sedang duduk di kursi samping pengemudi.


"Kakak mau kenalin kamu sama temen-temen kakak.. mau kan?" ucap Galang yang masih fokus mengemudikan mobil.


"Ouh~ Rania mau kok!" kata Rania dengan memperlihatkan senyum manisnya bertepatan dengan Galang yang menoleh ke arah Rania.


"Astaga! manisnya senyuman bidadari ku!" kata Galang sambil mengelus surai rambut Rania.


Kebetulan saat ini mobil mereka sedang berhenti di lampu merah.


"ish.. kakak mah 😳" Rania tersipu malu dengan perlakuan Galang.


Kini lampu rambu-rambu lalulintas sudah kembali berwarna hijau, banyak pengendara kendaraan yang mulai membelah jalanan Jakarta tidak terkecuali mobil yang dikendarai Galang dan Rania.



Sesampainya di dalam Cafe, Galang langsung membawa Rania untuk duduk di salah satu meja di sana.


"Kamu duduk dulu disini ya?!" kata Galang lembut.


Dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Rania.


Setelah memastikan Rania sudah merasa nyaman di tempatnya, Galang langsung berpamitan pergi sebentar pada Rania.


Di dapur Cafe....

__ADS_1


Terlihat Galang yang baru masuk ke dalam dapur.


"Eh.. ada si Bos!!" seru Damar yang melihat Galang masuk ke dalam dapur.


"Gue denger.. semalem itu di rumah lo lagi ada acara perjodohan antara lo sama anak sahabat ortu kita??!" tanya Vino yang baru keluar dari dalam gudang.


"Hemm.. ya begitulah~" jawab Galang sembari mengenakan Apron.


"Hah?! jadi lo dijodohin??" tanya Fikri kaget.


"Iya astaga! nanya sekali lagi gue gibeng ya!!" ucap Galang dengan nada kesal.


Perkataan Galang membuat yang lainnya langsung tidak berani bertanya lagi karena tau Galang sudah merasa kesal dengan pertanyaan yang mereka lontarkan.


"Dah lah.. gue mau buat pesanan pelanggan dulu! dan kalian... kembali bekerja!!" ucap Galang tegas membuat mereka yang disana langsung melanjutkan pekerjaan mereka.


10 menit kemudian...


"Gue udah selesai.. gue keluar dulu!" kata Galang yang sudah melangkah keluar dari dapur.


"Itu si Bos kenapa?? aneh banget dah!" ucap Dimas yang merasa aneh dengan sikap Galang.


"Entahlah.. kita juga nggak tau kenapa!" kata Fikri yang merasakan hal yang sama dengan Dimas.


...BERSAMBUNG...


...JANGAN LUPA...


...LIKE...


...KOMEN...

__ADS_1


...FAVORITE...


...VOTE...


__ADS_2