
pukul 07.00, Rania dan Galang kembali ke Kediaman Keluarga Anggara. Setelah sampai di rumah Galang dan Rania langsung membersihkan diri mereka dan langsung menuju ruang makan.
Kini anggota keluarga Anggara tengah duduk di kursi mengelilingi meja makan, termasuk Rania.
"Sayang kamu harus coba sop buatan Bunda!" ucap Bunda Liana sembari menyodorkan mangkuk berisi sop daging sapi buatannya.
"iya bunda" jawab Rania sembari tersenyum dan mencicipi sop buatan Bunda Lia.
"Gimana gimana??! enak?!" tanya Bunda Liana antusias.
"em~ enak banget Bunda!! besok ajarin Rania cara bikinnya ya Bun?!" jawab Rania dengan tersenyum cerah.
"ok! besok bunda ajarin kamu cara bikinnya!!"
sementara Galang serta Papa Satria hanya geleng-geleng kepala melihat interaksi antara Bunda Liana dan Rania.
"Bunda Pah?!"
"kenapa Lang??" tanya Papa Satria dan Bunda Liana bersamaan.
"Siang ini Galang mau izin keluar sebentar ya? ada urusan penting soalnya.. sekalian Galang titip Rania ya Bun?!" ucap Galang.
"Loh.. emangnya kamu mau kemana sih Lang? kenapa Nia nggak kamu ajak sekalian?!!" tanya Bunda Liana.
Sedangkan Rania hanya mendengarkan percakapan antara anak dan ortunya itu.
"Ya.. Galang cuma mau pergi ngurusin sesuatu yang penting.. dan kemungkinan Galang akan pulang setelah 2 hari.. boleh kan Bun Pah?!" tanya Galang.
"hah.. sebenarnya kamu mau kemana sih Lang? ada urusan apa?" tanya Papa Satria.
"Papa curiga sama kamu.. setelah Papa pikir-pikir hampir setiap bulan kamu pasti akan minta izin untuk pergi selama beberapa hari! dan alasannya pasti ada urusan penting!" tutur Papa Satria.
"sebenarnya kamu kemana? dan urusan penting apa yang kamu maksud?!" tanya Papa Satria.
"Bunda juga sama herannya sama Papa?! dan kamu mulai minta izin untuk pergi di setiap bulan sejak kamu lulus SMP! sebenarnya apa yang kamu lakuin di luar sana??!" tanya Bunda Liana dengan raut wajah khawatir.
"Kak Galang nggak ngelakuin hal-hal yang melanggar hukum ataupun hal-hal buruk yang lainnya kan??" tanya Rania yang kini angkat bicara.
Kini Papa Satria, Bunda Liana, dan Rania memandang penuh tanya kepada Galang. Sedangkan Galang yang mendapat tatapan seperti itu dari keluarganya menjadi kebingungan untuk menjawab apa.
"Em.. itu.. Galang" ucap Galang kebingungan.
"Galang?! ada yang kamu sembunyikan dari kami??" tanya Bunda Liana dengan suara lembutnya.
"Kamu tidak melakukan perbuatan terlarang kan di luar sana??" tanya Papa Satria.
__ADS_1
"Enggak Pah! Galang nggak mungkin melakukan hal-hal seperti yang Papa pikiran!" jawab Galang.
"Dan satu lagi!!" kata Papa Satria.
"beberapa hari yang lalu.. Papa bertemu dengan salah seorang kolega bisnis Papa!"
"kami juga pernah sempat saling menunjukan foto keluarga masing-masing.. dan kamu tau apa yang kolega Papa katakan setelah melihat foto kamu??" kata Papa Satria dengan nada dingin dan menatap tajam kearah Galang.
Atmosfer di ruang makan kini berubah menjadi dingin dalam sekejap. Bunda Liana dan Rania hanya diam mendengarkan karena takut bila ingin ikut campur.
"a-apa Pah??" tanya Galang dengan nada gugup.
"Kolega Papa bilang kalau dia pernah liat kamu di jalanan tempat yang biasa anak-anak Gank motor gunakan untuk balapan liar!!" ucap Papa Satria yang kini membuat Bunda Liana dan Rania terkejut dan menutup mulut mereka dengan telapak tangan. Begitupun Galang, dia juga terkejut dengan penjelasan Papa nya yang mengetahui kebiasaan balap liar yang ia lakukan bersama teman-teman Gank motor nya hampir setiap tengah malam.
"Bisa jelaskan tentang hal itu?!!" tanya Papa Satria dengan nada dingin.
"i-itu.. ga-Galang.." ucap Galang terbata-bata.
"kamu ikut Gank motor Lang??!" tanya Bunda Liana tak percaya.
"maaf Bun Pah.." ucap Galang sembari menundukkan kepalanya.
"Sejak kapan?" tanya Papa Satria.
"Sejak kapan kamu masuk Gank motor seperti itu??" tanya Papa Satria dengan nada dingin.
Brak~
Terdengar suara gebrakan meja yang memenuhi ruang makan dan itu dilakukan tidak lain oleh Papa Satria yang marah kepada Galang. Dan tentu saja itu membuat mereka yang ada di ruang makan terkejut bahkan kini Bunda Liana sudah terisak di tempat duduknya. Rania yang melihat calon ibu mertuanya menangis segera mendekati Bunda Liana dan mencoba menenangkan.
"Papa minta kamu keluar dari gank motor kamu itu!!" ucap Papa Satria tegas.
"Maaf.. tapi Galang nggak bisa Pah!" jawab Galang yang kini berani menatap wajah Papa-nya.
"Kenapa nggak bisa.. kamu kan tinggal keluar aja?? atau mereka mengancam kamu supaya kamu nggak keluar?!" tanya Papa Satria dengan nada dingin dan terlihat raut wajah marah.
"BUKAN GITU PAH!" ucap Galang yang tanpa sadar meninggikan suaranya.
"TERUS APA GALANG!! APA SUSAHNYA KELUAR DARI GANK MOTOR KAMU ITU??!!" ucap Papa Satria yang ikut menaikan nada bicaranya.
"KALAU GALANG KELUAR.. GANK MOTOR GALANG PASTI BAKALAN BUBAR PAH!!" jawab Galang.
"BUKANKAN ITU LEBIH BAGUS?! DAN LAGIAN KENAPA MEREKA HARUS BUBAR HANYA KARENA KAMU KELUAR HAH?!!" tanya Papa Satria yang kini sudah tersulut emosi.
"hiks~ hiks~ hiks~" terdengar suara tangisan dari Bunda Liana.
__ADS_1
"Bunda tenang ya?!" kata Rania sembari mengelus punggung Bunda Liana berharap bisa menenangkan.
"YA ITU KARENA GALANG LEADER-NYA PAH!!" jawab Galang yang juga ikut tersulut emosinya.
*deg
*deg
*deg
Kedua orang tua Galang merasa detak jantung mereka berhenti untuk beberapa detik karena jawaban Galang barusan. Mereka seketika merasa gagal untuk mendidik Galang.
"hah~ huff~" Galang mencoba untuk mengontrol emosinya dan ia juga tersadar bahwa ia sudah membentak Papa nya.
"hah~ maaf.. Galang nggak bermaksud untuk bentak Papa barusan" ucap Galang merasa bersalah.
"Dan tolong jangan merasa kalian sudah gagal mendidik Galang"
"Kalian berhasil mendidik Galang dengan baik kok.."
"ini memang kemauan Galang sendiri.. dan untuk itu Galang minta maaf karena udah mengecewakan kalian" ucap Galang yang sudah berdiri dari duduknya.
"Kalian lanjutin sarapannya.. Galang permisi ke kamar dulu" ucap Galang yang kini mulai berjalan meninggalkan ruang makan.
setelah kepergian Galang, suasana di ruang makan menjadi hening... hingga...
"Papa nggak nafsu makan.. Bunda sama Rani tetap di sini dan lanjutin sarapan kalian!" ucap Papa Satria tegas dan kini sudah berdiri dari duduknya.
Setelah mengucapkan hal itu Papa Satria pergi meninggalkan ruang makan dan memilih memenangkan diri di ruang kerjanya.
kini tinggal tersisa Rania dan Bunda Liana yang berada di ruang makan.
"Bunda kita sarapan dulu ya? baru setelah ini kita coba ngobrol pelan-pelan sama Papa dan kak Galang" bujuk Rania kepada calon ibu mertuanya.
Dan ucapan Rania dibalas dengan anggukan oleh Bunda Liana. Mereka bersegera memakan makanan yang sudah berada di piring mereka. Setelah itu Bunda Liana menyusul Papa Satria ke ruang kerjanya sedangkan Rania kini tengah mencari keberadaan Galang di sekeliling rumah.
...BERSAMBUNG...
...JANGAN LUPA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORITE...
__ADS_1
...VOTE...