
Di ruang tamu, kini sudah ada Bunda Lia yang sedang disibukkan dengan sebuah panggilan telepon serta tangan kanannya yang tengah sibuk mencatat sesuatu pada sebuah buku. Saking sibuknya sampai-sampai Bunda Lia tidak menyadari bahwa ada sepasang kekasih yang tengah berjalan ke arahnya.
"Bunda?!" panggil Galang. Sedangkan Bunda Lia yang merasa dipanggil langsung mendongak.
"Eh.. sayang! kalian udah pulang?! sini duduk!" kata Bunda Lia ketika melihat Rania dan Galang yang sudah berdiri di depannya sambil bergandengan tangan.
"Bunda lagi ngapain sih? dari tadi Galang panggil-panggil nggak nyaut??" ucap Galang menggerutu. Dan dibalas dengan Bunda Lia yang menegangkan tangannya.
Kini Galang dan Rania sudah pada posisi duduk di sofa.
"Tolong lakukan seperti yang saya bilang tadi! lakukan dengan baik dan cepat! saya tidak mau sampai ada sesuatu yang kurang! itu saja.. Assalamualaikum" ucap Bunda Lia sebelum menutup panggilan telepon.
"Maaf sayang~ bunda tadi lagi telponan sama pihak WO yang akan membantu menyiapkan acara akad nikah kalian nantinya" kata Bunda Lia.
"Oalah! Galang pikir Bunda lagi telponan sama Papa baru~ " ucap Galang iseng menjahili Bunda-nya.
"Siapa Papa barunya Lang??" terdengar suara dari arah pintu masuk.
Galang, Rania, dan Bunda Lia menoleh ke arah pintu. Di ambang pintu terlihat Papa Satria yang baru saja pulang dari kantor.
"Eh.. Papa udah pulang?" tanya Bunda Lia mengalihkan pembicaraan sembari berjalan ke arah Papa Satria dengan melirik Galang dengan tatapan tajam.
"glek~" Galang menelan ludahnya kasar dan menunduk setelah mendapatkan tatapan tajam dari Bunda-nya. Sementara Rania yang melihat hal itu hanya menahan tawanya.
__ADS_1
"Heem.. emangnya Papa nggak boleh pulang lebih awal??" tanya Papa Satria dengan nada jutek sembari menyerahkan tasnya pada Bunda Lia.
"y-Ya.. boleh aja sih~ " ucap Bunda Lia pelan.
"Papa langsung ke kamar" kata Papa Satria cuek dan langsung berjalan ke atas menuju kamar.
"Aduh.. ribet nih bakalan!" celetuk Bunda Lia yang langsung menyusul Papa Satria.
"Kakak! Marah kan Papa jadinya! kasihan Bunda tau?!" ucap Rania mengomeli Galang.
"Maaf~ kakak nggak bermaksud bikin Bunda sama Papa berantem" ucap Galang pelan dengan posisi masih menunduk.
"Pokoknya Rani nggak mau tau! kakak harus minta maaf sama Bunda sama Papa!" ucap Rania tegas.
"Ok! kalau gitu.. Rani mau ke kamar dulu.. mau bersih-bersih!" kata Rania yang beranjak dari duduknya.
"Bareng aja yuk!" kata Galang yang kini sudah berdiri dan menggandeng tangan Rania.
Akhirnya mereka berdua kembali ke kamar masing-masing.
...$$$$$$...
Di kamar Papa Satria dan Bunda Lia...
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam kamar, Papa Satria langsung masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Bunda Lia yang baru saja memasuki kamar, celingak-celinguk mencari keberadaan Papa Satria.
"Papa kemana?" kata Bunda Lia sambil meletakkan tas milik Papa Satria di dalam almari.
"Oh.. dikamar mandi rupanya" ucap Bunda Lia lirih setelah mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.
Kini Bunda Lia beranjak menuju balkon kamar. "Hah.. Galang kalau usil nggak kira-kira! kan jadi susah jelasinnya ke Papa nanti!" gerutu Bunda Lia.
greb~
"Astagfirullah!" ucap Bunda Lia kaget karena tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar pada perutnya.
...BERSAMBUNG...
...JANGAN LUPA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORITE...
__ADS_1
...VOTE...