LAZERON

LAZERON
~ 25 ~


__ADS_3

08.00 A.M.


Di dalam jet pribadi milik Galang, kini Galang dan Keanu berserta anak buahnya sedang dalam perjalanan menuju Indonesia. Galang sengaja mengajak Keanu berserta anak buahnya untuk ikut mengamankan acara pertunangannya sekaligus acara pernikahan. Seperti yang diketahui, bahwa acara pernikahan Galang dan Rania akan dilangsungkan dua hari setelah acara pertunangan mereka.


"Setelah sampai di Indonesia.. lo sama yang lain langsung ke rumah pribadi gue aja! ini alamatnya!" kata Galang sembari menyerahkan secarik kertas.


"Ok~ tapi tuh rumah muat kan buat kita? kamar tidur terutama?!" tanya Keanu sembari menerima kertas tadi.


"Aman! ada delapan kamar tidur dengan dua kamar mandi dan dapur! nanti akan ada satu pembatu dan satu tukang kebun yang akan datang di jam-jam tertentu!" kata Galang menjelaskan.


Keanu hanya menanggapinya dengan anggukan. Tanpa terasa waktu berjalan cepat. Kini setelah menempuh waktu hingga belasan jam, akhirnya mereka sampai. Keanu dan para AB langsung pergi menggunakan mobil yang sudah sengaja disiapkan oleh AB Galang yang berada di Indonesia. Sedangkan Galang juga ikut pergi ke Kediaman Keluarga Anggara.


*gue nggak sabar ketemu bunda* batin Galang yang kini tengah memandang keluar kaca mobil.

__ADS_1


Membutuhkan waktu lumayan lama untuk sampai ke Kediaman Keluarga Anggara dikarenakan jalanan ibu kota yang macet. Memang jam-jam segini adalah jam sibuk kantor.


#


Tepat pukul 08.00 pagi, Galang sudah berada di depan pintu Kediaman Keluarga Anggara. Sebelumnya Galang sudah memberitahu Mang Soleh dan Mang Nurdin agar tidak memberitahukan tentang kepulangannya. Galang memang sengaja ingin memberi kejutan pada keluarganya. Saat ini memang kediaman Anggara tengah sepi, hanya ada para pembantu, Mang Soleh dan Mang Nurdin saja yang berada di rumah.


Rania dan Bunda Liana sedang berada di butik milik Rania. Sedangkan Papa Satria berada di perusahaan karena ada sedikit masalah di perusahaan. Bahkan Papa Satria belum sempat pulang ke rumah dan langsung pergi ke perusahaan setibanya di bandar udara Soekarno-Hatta.


"Assalamualaikum" ucap Galang begitu memasuki rumah.


"Loh.. den Galang sudah pulang??" tanya mbak Ika salah seorang pembantu di kediaman Anggara yang kini sedang menyapu lantai.


"Iya nih mbak.. kalau gitu Galang langsung ke kamar ya? mau bersih-bersih dulu.. gerah soalnya" kata Galang.

__ADS_1


"Iya den.. silahkan!" jawab Mbak Ika.


Setelah itu Galang langsung bergegas menuju kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, Galang langsung meletakkan kopernya di samping meja. Tak lupa Galang juga menyimpan kembali tas gitarnya (senjata api) ke dalam almari. Baru setelah itu Galang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Kurang dari 15 menit Galang menyelesaikan ritual mandinya. Setelah selesai berganti pakaian, Galang langsung bersiap untuk melaksanakan shalat Dhuha yang menjadi rutinitas wajib baginya. Galang memang dididik ketat oleh Bunda Liana tentang agama sejak kecil. Dan berakhirlah menjadi Galang yang sekarang, Galang yang sangat taat pada aturan agama Islam.


Banyak orang yang mengenal Galang sebagai pribadi yang Sholeh dan berbudi luhur. Namun tak seorangpun yang tau sisi lain dari Galang yang sangat bertolak belakang dengan sifat yang orang lain ketahui. (sifat Galang yang lain akan dibahas seiring berjalannya alur cerita).


Setelah selesai melaksanakan ibadah shalat Dhuha, Galang langsung mengistirahatkan tubuhnya dengan berbaring di atas kasur. Kini Galang tengah termenung memikirkan sesuatu hal.


"Hah.. setelah pertunangan besok gue sama Rani harus pisah sampai hari pernikahan kita" kata Galang sembari menatap langit-langit ruang kamar.


"aih.. semoga aja besok semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.. Amiin" kata Galang lagi.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2