
Hari ini adalah hari Minggu. Di kediaman Keluarga Anggara, saat ini waktu masih menunjukkan 05.04 dini hari. Hanya ada para pembantu, satpam, supir serta pekerja kebun yang sudah bangun. Sementara anggota keluarga Anggara kembali terlelap dalam tidur setelah melaksanakan kewajiban Shalat subuh.
Tapi lain dengan Galang, kini ia sedang melalui pemanasan di halaman depan teras.
"Olahraga den?!" sapa Mang Soleh yang merupakan satpam yang bekerja untuk Keluarga Anggara yang kebetulan sedang bergantian siff dengan Mang Nardi.
"Iya nih mang! Mang Soleh mau ikut nggak? cuma lari keliling komplek aja?!" tanya Galang.
"Waduh! saya kalau ikut den Galang lari.. bisa-bisa saya ketinggalan jauh pasti!" kata Mang Soleh.
"Secara kan.. den Galang tenaganya lebih kuat dari saya" ucap Mang Soleh sembari menyeruput kopi yang di buatnya tadi.
Galang hanya menanggapi perkataan mang Soleh dengan anggukan.
"Ya udah! kalau gitu saya lari dulu keliling komplek! nanti kalau Bunda atau yang lain nyariin saya bilang lagi lari keliling komplek ya mang??!" ucap Galang.
"Siap den!" kata Mang Soleh sambil memperhatikan ibu jarinya.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum'salam"
...########...
Saat ini Galang sedang berlari mengelilingi halaman komplek perumahannya sembari mendengarkan musik lewat earphone. Letak kediaman Anggara memang sedikit jauh dari perumahan yang lain.
Di sepanjang jalan komplek sudah ada banyak orang yang melakukan olahraga pagi bersama keluarga, dan orang-orang tadi kini tengah menuju taman komplek untuk berolahraga.
"huff~ capek!" tutur Galang yang kini tengah beristirahat di salah satu bangku taman.
"Hemm.. banyak juga ya yang olahraga" kata Galang sembari memperhatikan sekeliling.
"padahal ini masih jam 6! tapi udah rame aja~" kata Galang sambil melihat jam tangannya.
tepat setelah Galang menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja ada yang menepuk bahunya yang membuat Galang langsung menoleh.
__ADS_1
pukk~
"Maaf kak boleh gabung duduk di sini nggak??" tanya seorang gadis pada Galang.
"Oh.. silahkan! ❄️" kata Galang sembari dirinya menggeser posisi duduknya, memberi jarak antara ia dengan gadis tadi.
"makasih kak!" gadis itu pun duduk di samping Galang.
"Kak boleh kenalan?? kenalin nama ku Anggi!" ucap Anggi sembari mengulurkan tangannya.
"Galang! ❄️" kata Galang tanpa membalas uluran tangan dari Anggi.
"o-oh~" kata Anggi dengan nada bicara yang terdengar kecewa dan menarik uluran tangannya kembali.
"Kakak tinggal di blok mana??" tanya Anggi yang kini terlihat jelas bahwa dirinya sangat tertarik dengan Galang.
"kenapa menanyakan hal itu?! ❄️" ucap Galang yang sedari awal sudah merasa risih dengan sikap Anggi yang tidak bisa menjaga sikap kepada lawan jenisnya.
"y-Ya.. siapa tau aku mau mampir ke rumah kakak gitu.." ucap Anggi sembari tersenyum menatap lekat wajah Galang.
"oh.. ya?! Kakak udah punya pacar?? kalau belum.. mau nggak jadi pacar aku??" kata Anggi dengan tidak tau malunya.
"Saya sudah memiliki calon tunangan! ❄️" kata Galang.
"Baru calon tunangan kan? toh baru calon.. kalau gitu masih ada kesempatan dong buat aku??" kata Anggi sembari tersenyum.
Hal itu tentunya membuat Galang emosi, bagaimana bisa seorang wanita mengatakan kata-kata seperti itu kepada seorang laki-laki yang sudah jelas-jelas memiliki calon pendamping.
"saya-" belum sempat Galang melanjutkan kata-katanya, ada suara wanita yang dikenal jelas di telinga Galang tengah memanggil namanya.
" Kak Galang!" ucap wanita tadi yang membuat Galang dan Anggi langsung menoleh ke sumber suara.
"Sayang!! kamu disini?!!" kata Galang yang terkejut mengetahui bahwa Rania sudah berdiri tidak jauh di depannya.
Galang langsung beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Rania, diikuti oleh Anggi yang juga ikut berdiri.
__ADS_1
"Rani tadi nyariin kakak di kamar.. tapi nggak ketemu!" kata Rania.
"Terus aku nggak sengaja ketemu sama Mang Soleh! kata Mang Soleh kakak lagi olahraga keliling komplek.." tutur Rania sembari mengelap keringat di dahi Galang dengan handuk kecil yang dibawanya tadi.
"Terus kamu nyusul kakak kesini??!" tanya Galang lembut.
"iya" jawab Rania sembari menyuguhkan senyum manisnya.
"Kak Galang dia siapa??" tanya Anggi tiba-tiba, dan kini dirinya tengah berjalan mendekati Rania dan Galang berdiri.
"Dia siapa kak??" kini gantian Rania yang bertanya kepada Galang.
"Bukan siapa-siapa~ cuma anak blok sebelah~ " ucap Galang kepada Rania.
"ouh~" Rania mengangguk setelah mendengar jawaban dari Galang.
"kamu mau olahraga kan?? ayo sama kakak!" kata Galang sambil meraih tangan Rania.
"iya" jawab Rania.
Akhirnya Galang dan Rania melanjutkan lari pagi bersama mengelilingi taman komplek meninggal Anggi yang terlihat sangat kesal melihat Galang yang tadi berinisiatif untuk menggandeng tangan Rania, sedangkan saat dirinya mengulurkan tangan untuk berkenalan malah tidak dibalas oleh Galang.
"Awas aja! gue pastiin kak Galang akan jadi milik gue.. ANGGI PUTRIANA PRADIPTA!" kata Anggi dengan senyum smrik nya.
...BERSAMBUNG...
...JANGAN LUPA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORITE...
...VOTE...
__ADS_1