
"Astagfirullah!" ucap Bunda Lia kaget karena tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar pada perutnya. Bahkan hal itu membuat Bunda Liana tidak bernafas selama beberapa detik saking kagetnya.
Bunda Liana pun menoleh untuk melihat siapa orang yang telah memeluk dirinya.
"PAPA!!" ucap Bunda Lia kaget sekaligus bernafas lega karena ternyata sang suami lah yang memeluk dirinya.
"Aku butuh penjelasan" kata Papa Satria deep voice sembari meniup daun telinga Bunda Lia.
Jika sedang berada di luar kamar atau luar rumah, Bunda Lia biasanya akan mengenakan kerudung. Namun, jika sedang berada di dalam kamar Bunda Lia akan melepas kerudungnya.
"Emng~ Pahh?" ucap Bunda Lia merinding.
"Ada apa?" ucap Papa Satria yang kini mengeratkan pelukannya pada Bunda Lia.
"Lepas! nanti kalau ada yang masuk gimana??" kata Bunda Lia memperingati.
"Tidak akan ada yang masuk! Papa udah kunci pintunya" kata Papa Satria dengan membalik tubuh Bunda Lia sehingga kini mereka berdiri berhadapan hanya berjarak beberapa inci saja. Bahkan Bunda Lia dapat merasakan hembusan nafas Papa Satria yang menerpa wajahnya. Bunda Lia reflek menutup mata dan merasakan hembusan nafas Papa Satria.
"Apa benar tang dikatakan Galang tadi? Bunda punya SIMPANAN dibelakang papa??" ucap Papa Satria dengan nada sedih dan terlihat jelas raut wajah cemburu yang ditunjukkan oleh Papa Satria.
Pertanyaan Papa Satria barusan membuat Bunda Lia langsung membuka mata.
"Astagfirullahaladzim Papa! Itu nggak bener!" kata Bunda Lia sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Galang cuma bercanda aja tadi.. jangan dimasukin ke hati~" ucap Bunda Lia memberi penjelasan.
"Tapi.. Bunda nggak ak-" ucap Papa Satria terpotong.
cup~
Bunda Liana langsung memberikan sebuah ciuman singkat di bibir Papa Satria.
"Bukankah dulu Bunda pernah berjanji setia sehidup semati dengan Papa?? apa Papa meragukan kesetiaan Bunda??" tanya Bunda Liana.
Papa Satria langsung menunduk setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Bunda Liana.
"Maaf~ Papa nggak bermaksud begitu~ Papa cuman takut kalau sampai Bunda benar-benar berpaling dari Papa~" ucap Papa Satria dengan posisi masih menunduk.
Melihat hal itu membuat tangan Bunda Liana tergerak untuk mengelus pipi Papa Satria.
Dan hanya dibalas anggukan oleh Papa Satria.
Beberapa saat kemudian, Bunda Liana tersadar akan suatu hal yang membuatnya terkejut.
"Astagfirullahaladzim!! Papa dari tadi belum pakai baju?! kalau masuk angin gimana??" tanya Bunda Liana dengan nada khawatir.
Bunda Liana pun langsung mengecek suhu tubuh sang suami. Dan bertapa terkejutnya ia ketika merasakan tubuh Papa Satria yang dingin.
__ADS_1
"Huff~ Bunda udah siapin baju ganti buat Papa!" ucap Bunda Liana sembari mengambil set pakaian santai di atas kasur dan menyerahkannya pada Papa Satria.
"Papa ganti baju dulu! Bunda ke dapur sebentar buatin Papa teh hangat!" kata Bunda Liana sembari berjalan ke arah pintu dengan sudah mengenakan kerudungnya kembali dan membuka kunci pintu.
"Jangan lama-lama ya Bun!" kata Papa Satria.
"Iya" jawab Bunda Liana yang kini sudah berjalan keluar dari kamar.
...**************...
Sementara saat ini, Galang tengah duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV yang memperlihatkan pertandingan sepakbola yang kebetulan tim Jagoannya tengah bertanding. Sedangkan Rania berada di dapur sedang membuat minuman untuk dirinya dan juga Galang serta menyiapkan beberapa camilan untuk menemani mereka menonton.
tap~ tap~ tap~
Terdengar suara langkah kaki yang memasuki dapur.
...BERSAMBUNG...
...JANGAN LUPA...
...LIKE...
...KOMEN...
__ADS_1
...FAVORITE...
...VOTE...