
cup~ cup~ cup~ cup~
Papa Satria kemudian menghujani wajah Bunda Liana dengan kecupan lembut. Baru setelahnya, tangan Papa Satria terulur untuk mengelus perut sang istri dan memberikan kecupan pada perut bunda Liana.
cup~
"Sehat-sehat ya nak di dalam perut bunda" ucap Papa Satria.
"Iya Papa" kata bunda Liana dengan suara seperti anak kecil.
"Bunda? bunda udah cek ke dokter belum??" tanya Papa Satria.
Dan dibalas dengan gelengan kepala dari bunda Liana.
"Rencananya bunda mau cek ke dokter nya nungguin Papa pulang tugas dulu" kata Bunda Liana.
"Kalau gitu setelah ini kita langsung ke rumah sakit untuk cek!" kata Papa Satria.
__ADS_1
Dan hanya dibalas anggukan oleh Bunda Liana. Kemudian mereka kembali bersiap untuk melaksanakan shalat dhuhur berjamaah di Mushola. Di musholla sudah ada Galang, Rania dan para pekerja yang lain (pembantu, tukang kebun dan supir). Setibanya Papa Satria dan Bunda Liana di musholla, langsung mendapatkan pertanyaan dari Putra semata wayang mereka dikarenakan mereka berdua yang lama bersiap. Namun itu tidak berlangsung lama karena Papa Satria dengan tegas langsung meminta agar shalat dhuhur segera dimulai.
#
Siang ini Keluarga Anggara sedang berada di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat. Tepat setelah melaksanakan shalat dhuhur berjamaah tadi, Galang berserta keluarga pergi ke Rumah Sakit Jakarta untuk mengecek kondisi Bunda Liana. Yang masuk ke ruang pengecekan hanya bunda Liana dengan ditemani oleh Papa Satria. Sedangkan Galang dan Rania menunggu di luar ruangan.
Tidak sampai setengah jam, Bunda Liana dan Papa Satria keluar ruangan. Terlihat senyum bahagia di wajah keduanya.
"Gimana Bun hasilnya??" tanya Galang penasaran.
"Alhamdulillah" ucap Galang dan Rania bersamaan.
"Itu artinya mulai seksi bunda nggak boleh ngelakuin pekerjaan yang berat-berat! bunda harus perbanyak istirahat!" kata Papa Satria tegas.
"Iya Papa.. bunda akan nurut sama Papa" jawab Bunda Liana lembut.
"Berarti Rani bakalan punya adik ipar dong?!" celetuk Rania.
__ADS_1
"Iya sayang.. tapi nanti kayaknya kalian nggak akan dipanggil Kakak.. mungkin malah kalian dipanggil Ayah Bunda" goda bunda Liana.
"eh.. bener juga.. lagian aku sama Rani bentar lagi juga bakalan nikah" kata Galang membenarkan.
"Itu berarti adik kalian ini akan dipanggil Paman atau Tante di usia muda saat kalian punya anak nantinya" kata Papa Satria.
Setelah mendengar perkataan Papa Satria, mereka mulai membayangkan hal tersebut. Beberapa detik setelahnya mereka tertawa bersama.
"Hahaha.. pasti sangat lucu" ucap mereka bersamaan.
Setelah itu, mereka memutuskan untuk segera kembali ke rumah. Sebenarnya ini adalah paksaan dari Papa Satria yang mungkin sifat posesif nya muncul setelah tau Bunda Liana hamil. Hal ini juga pernah terjadi saat Bunda Liana untuk pertama kalinya hamil Galang dulu. Dulu saat bunda Liana sedang mengandung Galang, bunda Liana dilarang melakukan aktivitas sehari-hari semua dilakukan oleh pembantu bahkan Papa Satria ikut membantu.
Saat di perjalanan pulang, tiba-tiba Galang mendapatkan panggilan telepon dari Dimas bahwa Galang diminta untuk ikut berkumpul di Basecamp LAZERON. Katanya ada hal penting yang harus segera mereka bahas bersama. Akhirnya Galang meminta izin kepada kedua orang tuanya dan juga Rania. Awalnya Papa Satria tidak mengizinkan, namun karena mendengar perkataan bunda Liana akhirnya Galang mendapatkan izin.
Galang meminta di turunkan di pinggir jalan dengan alasan akan memesan taxi online karena mereka berbeda jalur. Papa Satria pun mengiyakan permintaan Galang. Namun dengan catatan Galang tidak boleh pulang larut malam dan harus memberikan kabar kepada orang rumah. Atau paling tidak Galang harus segera mengangkat panggilan telepon dari mereka.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1