
Pagi hari, seperti biasa saat ini di kediaman Keluarga Anggara sedang melakukan sarapan pagi. Sarapan pagi ini sedikit berbeda karena biasanya ada Rania yang ikut sarapan. Namun pagi ini tidak ada Rania.
"Lang pagi ini setelah sarapan.. kamu ikut Papa ke perusahaan ya?!" kata Papa Satria.
"eh.. kok mendadak Pah??" tanya Galang.
"Iya.. Papa baru aja kepikiran untuk ajak kamu ke perusahaan soalnya" jawab Papa Satria.
"hemm.. iya deh pah" kata Galang.
"Bahas tentang perusahaannya nanti lagi.. sekarang waktunya sarapan!" kata Bunda Liana sembari meletakkan piring berisi makanan di hadapan Papa Satria.
"Iya Bunda" jawab Galang.
"Makasih Bun" kata Papa Satria.
Hanya dibalas anggukan kepala oleh Bunda Liana. Setelah itu mereka langsung menikmati hidangan yang sudah tersaji.
#
Seperti yang dikatakan oleh Papa Satria tadi, pagi ini Galang ikut ke Anggara Company. Saat Galang memasuki lobby perusahaan, banyak karyawan yang bertanya-tanya siapa pemuda yang berjalan bersama dengan atasan mereka. Pasalnya ini pertama kalinya Galang menginjakkan kaki ke Perusahaan keluarga.
"Itu siapa yang jalan bareng Presdir??"
"Entah.. mungkin anak Presdir??"
__ADS_1
"Atau mungkin anak kerabatnya yang ingin bekerja di sini?!"
"Bisa jadi"
Terdengar bisik-bisik para karyawan kantor yang melihat kedatangan Galang dan Papa Satria. Anak dan Ayah itu hanya cuek saja. Mereka terus berjalan dengan gaya cool dan kemudian berhenti saat di depan pintu lift.
"Perhatian untuk semuanya!" kata Papa Satria dengan suara lantang.
Setelah mendengar perkataan dari Boss mereka, para karyawan langsung berbaring rapi.
"Disini saya hanya akan memberikan sedikit informasi.. kalian liat pemuda disamping saya ini??" kata Papa Satria sembari melirik sekilas ke arah Galang.
Diikuti oleh para karyawan yang ikut melihat ke arah Galang dengan penasaran.
"Dia adalah putra saya.. pewaris dari Anggara Company!" kata Papa Satria.
"Tolong perhatiannya sebentar" kata Galang angkat bicara.
"Perkenalkan nama saya Galang Yoga Anggara putra sulung di keluarga Anggara" kata Galang to the point.
"putra sulung?? bukannya Presdir hanya memiliki seorang putra?" tanya seorang karyawan.
"Ya.. tadinya.." kata Galang.
"Saat ini istri saya sedang mengandung anak ke dua kami" sambung Papa Satria.
__ADS_1
"SELAMAT PRESDIR!" kata para karyawan serempak.
"Terimakasih.. kalau begitu pengumuman untuk hari ini selesai.. kalian bisa kembali pada pekerjaan kalian!" kata Papa Satria tegas.
Para karyawan yang tadinya berbaris, kini mulai bubar ke meja mereka masing-masing. Begitupun dengan Papa Satria yang langsung masuk ke dalam lift khusus yang terbuka diikuti oleh Galang dibelakangnya. Galang dan Papa Satria menaiki lift khusus yang disediakan untuk petinggi perusahaan. Saat di dalam lift, Papa Satria membuka obrolan.
"Lang.. bagaimana dengan pertanyaan Papa waktu itu? kapan kamu akan memberikan Papa penjelasan? dan juga.. sepertinya kamu memiliki pemahaman yang lebih terhadap perkembangan perusahaan?!" tanya Papa Satria dengan nada serius.
"Setelah kita sampai di ruangan Papa.. Galang akan jelasin semuanya.. tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi!" jawab Galang.
"Hemm.. oke" kata Papa Satria.
Pintu lift terbuka, Papa Satria dan Galang langsung melangkah keluar dari lift menuju ruang kerja CEO. Ruangan CEO berada di lantai 15, dan hanya ada 4 ruangan saja dilantai 15 ini. Ruangan pertama adalah ruangan CEO. Ruangan ke-dua adalah ruang kerja wakil CEO. Ruangan ke-tiga adalah ruang kerja sekertaris CEO. Dan yang terakhir atau ruangan ke-empat adalah ruang santai dengan fasilitas lengkap dengan dapur mini dan dua kamar tidur pribadi.
Cklek~
Papa Satria membuka pintu ruang kerjanya dan berjalan masuk. Diikuti oleh Galang dibelakangnya. Setelah itu Papa Satria mulai memposisikan dirinya untuk duduk di kursi kebesarannya. Dan Galang yang ikut duduk di kursi depan meja CEO.
"Jadi bisa jelaskan sekarang??" tanya Papa Satria to the point.
"Bisa tapi sebelum itu.. bisa Papa hidup-in mode kedap suara-nya??" kata Galang yang bertanya balik.
"Sebentar!" kata Papa Satria yang mengambil remote mini di atas meja dan menekan sebuah tombol.
"Sudah.. sekarang jelaskan semuanya.. apa saja yang sudah kamu sembunyikan selama ini dari kamu?!" kata Papa Satria.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...