LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING

LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING
43. Rencana Perjalanan Ke Kota Provinsi Xinjiang.


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyapa di celah langit-langit Gua, di kedalaman lembah. Pastinya jejak perjuangan hari ini adalah lebih keras dari hari sebelumnya dan lebih lemah untuk hari esok.


Di kedalaman Gua! Terlihat ling Qiubai dan Ju Peng telah terbangun dari gelapnya malam dan suramnya peristiwa yang telah mereka lewati di hari sebelumnya.


"Bocah, untuk sementara kamu di sini dan menungguku. Saya akan pergi ke kota terdekat untuk mencari Informasi." Ucap Ju Peng.


"Baik! Hati-hati kakak Peng." Ling Qiubai mengangguk dan mencoba mengingatkan Ju Peng.


Selama menunggumu Ju Peng di ke dalaman Gua. Ling Qiubai terus fokus dalam meditasi Peningkatan kekuatan Qi dari pemanfaatan penyerapan Kekuatan Spritual Langit dan Bumi.


Setelah menunggu Lima jam, Ju Peng baru kembali dari bepergian mencari informasi.


" kakak Peng! Apakah ada informasi?" Ucap Ling Qiubai.


" Situasi diluar sana sangat buruk. Saya tidak sengaja melihat orang-orang dari Menara Keadilan berkeliaran di jalan dan sebagian ada juga yang bersembunyi memantau keadaan kota."


"Ketika saya berada di kedai arak tempat intelejen Istana Naga Emas! Saya mendapatkan informasi bahwa Menara keadilan telah mengeluarkan surat perintah pembunuhan tingkat tinggi untuk mu." Ucapnya sambil menatap Ling Qiubai dengan serius.


"Saat ini ada banyak pengintai dari Menara keadilan telah di tempatkan di setiap kota provinsi Tianyan." Ucap Ju Peng dengan sungguh-sungguh.


"Sepertinya Provinsi Tianyan tidak lagi menjadi tempat yang aman bagiku." ucap Ling Qiubai setelah mendengarkan informasi dari Ju Peng.


"Saya harus mencari tempat untuk meningkatkan kekuatan ku dan kembali untuk menagih hutang darah."


"Kamu benar." Ju Peng mengangguk Setuju;" Selama saya di perjalanan ke sini, saya telah memikirkan bawah kamu akan sulit bertahan hidup jika terus berada di Provinsi Tianyan."


" Tetapi di provinsi lain kamu masih memiliki ruang untuk bertahan hidup dan meningkatkan kekuatanmu."


" Tiga ratus mil dari sini menunju arah barat daya adalah Provinsi Xinjiang, tempat yang paling cocok untuk mu bertahan hidup dalam waktu sementara." Ucap Ju Peng dengan menggunakan jari telunjuknya menggambar peta di Tanah.


"Provinsi Xinjiang adalah Provinsi terluar dari Dinasti Tianzong. Dan Kita kearah utara barat laut, ke Kota Qarqan. Kota Qarqan adalah kota yang di diami oleh Suku Pedalaman. Kota yang tidak pernah tersentuh oleh tiga kekuatan Dinasti Tianzong. " Ucap Ju Peng dengan serius.


"Namun, perjalanan kesana relatif jauh dan harus melewati Lembah Yin dan Lembah Gelap."


"Lembah Yin? Lembah Gelap? " Ling Qiubai begumam sambil menatap Ju Peng.


Dahulu dia Pernah mendengar dari ayahnya, saat ayahnya melakukan misi dan pernah melewati dua tempat tersebut.


Lembah Gelap adalah hutan luas yang terkenal sebagai tempat pelarian para penjahat dan binatang buasnya. Dan Lembah Yin adalah tempat paling ekstrim dengan keberadaan badai salju terjadi secara tiba-tiba dan binatang buas.


"Tidak ada pilihan! Kapan kita kesana Kakak Peng? " Ling Qiubai berkata dengan serius


"Haha, kamu masih sangat muda, tetapi kamu memiliki keberanian yang besar. Jangan Khawatir dengan bersama ku, kamu akan aman." Ju Peng tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Bahkan tanpamu, saya tidak takut untuk melewati bahaya di perjalanan!" Ekspresi Ling Qiubai menunjukan jejak tekad pantang mundur.


" Haha.. Baiklah! Jika kamu telah siap, kita akan berangkat sekarang." Ucap Ju Peng dengan ekspresi tersenyum.


Provinsi Xinjiang, Kota Qarqan adalah tempat satu-satunya bertahan hidup meningkatkan kekuatannya.


...............


Di Lembah Gelap, bahaya selalu mengintai setiap saat. Ju Peng bersama Ling Qiubai jika ingin bepergian ke Provinsi Xinjiang, mereka harus melewati Lembah Gelap.


Hari pertama di dalam Lembah Gelap. Jauh di dalam Lembah, yang di penuhi pepohonan yang lebat.


"Aaauuung~~! "


Setelah meraung, bayangan merah melompat keluar dari balik pohon yang di penuhi lumut hijau.


Bayangan merah bergegas menerjang Ling Qiubai dan Ju Peng secara tiba-tiba. Keduanya merespon dengan cepat dari binatang buas itu.


"Macan Tutul Merah, tidak heran binatang ini bergerak begitu cepat." Ucap Ju Peng dengan suara rendah.


"Serahkan Padaku." Ucap Ling Qiubai dengan sorotan mata tidak kalah dengan sorotan mata macan tutul.


Memegang sarung Pedangnya dan Lansung Bergerak kearah Macan Tutul.


Elemen Kecepatan~! Rumusan Umum~! Pedang Tanpa Bentuk~!


"Hati-hati, macan tutul merah ini te... " Ju Peng belum selesai mengingatkannya.


Ling Qiubai telah berdiri di belakang macan tutul merah dan baru saja menyarungkan pedangnya.


SRAAAKKK~~~!


BOOOMMM~~~!


Pada saat bersamaan, Serangan 101 Esensi Pedang tanpa bentuk, membuat macan tutul merah tersebut pasif dan meledak menjadi ribuan potongan daging.


" Chess! Terlalu mudah." Ling Qiubai melirik potongan daging macan tutul yang berhamburan di tanah, dan menggelengkan kepalanya ada rasa simpatik.


"Ah..! Teknik pedang yang hebat, bocah! " Ju Peng kearah Ling Qiubai, sambil melirik potongan-potongan daging macan di tanah dengan heran.


"Bocah! Kultivasi mu tidak buruk. Bagaimana kamu membunuh macan tutul merah di Alam inti emas tingkat awal, seperti itu dalam sekejap? berapa usiamu tahun ini? "


"Enam belas tahun. " Ucap Ling Qiubai dengan santai.

__ADS_1


Ju Peng menatapnya sambil mengelilingi nya.


"Kaka Peng, mulai saat ini, jika tidak mendesak, kamu tidak perlu mengotori pedang mu. Saya yang bertanggung jawab pada semua binatang buat yang kita temui di Lembah Gelap ini." Ucapnya dengan serius.


"Tidak masalah! Sepertinya hari tenang ku telah tiba." Ju Peng mengangguk dan tersenyum, rupanya dia tau apa yang ingin dilakukan Ling Qiubai.


.................


Bahakan satu hari, Ling Qiubai terus mencari dan bertarung dengan binatang tingkat awal dan tingkat menengah Alam inti emas di kedalaman Lembah Gelap.


Tujuan sebenarnya adalah untuk terus-menerus mengasah pemahaman prinsip esensi semesta kedalam teknik pedang dan pengalaman dalam bertarung hidup dan mati.


Di kedalaman Lembah gelap dan terjal, Ling Qiubai berdiri sendirian dengan mata terpejam. Pedang suci telah terhunus dari mata sarungnya.


Dengan Angin sejuk menyapu tubuhnya, dia diam-diam merasakan kekuatan angin di sekitarnya.


"Angin... tidak terlihat, tapi ada dimana-mana."


Tiba-tiba Pedang suci di tangannya menyapu ke udara.


NGUUUNGG~~~!


WHOOOSSS~~~!


BOOOMMM~~~!


Setiap esensi angin yang tersapu oleh pedangnya menjadi ratusan bayangan pedang angin bergemuruh seperti badai topan dalam skala besar dan meledak kerah tebing lembah. Fluktuasi ledakan menyapu pohon dalam jarak serangan 10m.


"Hmmm..Bocah ini sangat mengerikan! Teknik Pedang yang luar biasa" Ju Peng mendongak kearah Ling Qiubai, ada rasa heran dan kagum dengan apa yang ia lihat.


"Dia menggunakan pedangnya begitu cepat..."


"Seperti pedang menari bersama angin, angin menjadi pedang! " Ju Peng segera terkejut.


"Prinsip pedang angin! siapa yang mengajari bocah ini prinsip pedang yang menggunakan prinsip Elemen semesta? "


" Teknik Kecepatan apa itu? Ilmu apa yang di latih bocah ini? Semua gerakan tubuh maupun lesatan pedangnya penuh dengan esensi elemen semesta. "


Kecepatan cahaya pedang yang tidak dapat di prediksi melesat menyerupai ratusan tetesan air. Fluktuasi serangan membentuk domain pembekuan arah jangkauan dan tiba-tiba di sekitar tebing ada ledakan.


WHOOOSSS~~~!


BOOOM~~~!

__ADS_1


Saat ini ling qiubai mengakhiri latihannya dan melangkah ke arah Ju Peng dan sambil tersenyum.


......... 🙏🌹🙏........


__ADS_2