LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING

LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING
60. Keributan Di Kedai Xiochi Tan-Kota Karqan.


__ADS_3

Kota Karqan, daratan Utara Dinasti Tianzong!


Ling Qiubai bersama murid-murid Kuil Gunung Qincheng, menyusuri jalan kota Karqan.


Di sepanjang jalan orang-orang berbagai kalangan memadati jalan Kota, entah itu pendekar, Kelompok pengemis di setiap sisi jalan atau ada beberapa pengunjung yang membeli barang-barang yang di siapkan oleh para pedagang.


Aktivitas kehidupan di sini, rata-rata petani dan pedagang, perputaran arus ekonomi sangat lancar, di sebabkan letak kota karqan menjadi jalur Sutra perdagangan dan pengelana di antara Lima Dinasti dataran Utara Barat Daya Dinasti Tianzong.


"Senior! Setelah ini, tujuan anda selanjutnya kemana? " Kata Murong Yan.


"Hmm! Mungkin, akan mencari tempat bersantai, sekalian tempat untuk menikmati anggur dan makanan!" Ling Qiubai berkata sambil mengerutkan keningnya.


"Senior, kebetulan. Jika tidak keberatan! Kami mempunyai rekomendasi, tempat makanan dan anggur terlezat di kota Karqan," Murong Yan berkata dengan ekspresi serius; " Tempatnya seratus meter dari tempat kita saat ini."


"Senior, apa kita akan langsung ke sana? "


"Hmm, tunjukan jalannya!" Ling Qiubai berkata dengan santai.


"Silakan senior!" Murong Yan memimpin perjalanan mereka ke arah, dimana lokasi kedai yang di maksud.


Setelah satu jam menempuh perjalanan dari Hutan Konifer ke kota Karqan. Rasa letih dan lapar! di rasakan oleh rombongan Ling Qiubai.


Namun disisi lain, tujuan Ling Qiubai tidak sederhana itu.


Di tempat yang baru dan asing baginya, tempat yang cocok untuk mendapatkan beberapa informasi, kondisi aktivitas kehidupan di kota Karqan adalah tempat yang biasa di kunjungi orang-orang dari berbagai Dinasti, pusat keramain atau kedai untuk bersantai.


"Senior, Itu adalah Kedai Xiochi Tan! Kedai yang sangat diminati dan dikunjungi oleh orang-orang berbagai kalangan, pendekar, bangsawan, para penduduk." Murong Yan berkata sambil menunjuk kedai di depan mereka.


"Bagus! " Ling Qiubai hanya mengangguk ketika melihat tempat yang di tunjuk Murong Yan, mereka segera melangkah masuk.


Kedai Xiochi Tan terletak di pusat keramaian Kota, memiliki dua lantai dan luas 12x20 meter, dengan arsitektur kuno dan nuansa ruang terbuka, sejuk dan memanjakan mata.


Setiap lantai tidak memiliki pengaturan khusus, siapapun yang datang berkunjung, boleh menempati tempat kosong dimana saja.


Setelah beberapa saat, rombongan Ling Qiubai telah memilih dan menempati meja di lantai dua.


Di lantai satu maupun dua kondisinya sangat ramai oleh keberadaan para pengunjung, entah itu pendekar atau penduduk kota Karqan.


Ling Qiubai dan romobongan, setelah mereka menenpati meja yang mereka pilih, seorang pelayan pramusaji datang menghampiri mereka berenam.


"Salam Tuan sekalian! Apa yang perlu kami bantu? " Pelayan itu berkata dengan hormat sambil tersenyum.


"Tolong! Hidangkan enam guci Anggur terbaik dan makanan terlezat kalian! Oh ya jangan lupa sertakan kacang dan garam," Murong Yan berkata sambil menatap pelayan itu.


Segera pelayan itu beranjak dari meja mereka untuk menyiapkan keperluan pesanan rombongan Ling Qiubai.


Setelah pelayan itu beranjak pergi! Ling Qiubai berkata;" Saudara Murong, sebelumnya murid Sekte Gunung Emai, pernah mengungkit Aliansi Bendera Lima Warna, saat di hutan konifer. " Ling Qiubai berkata sambil serius menatapnya.


"Oh?.. Yah senior! " Murong Yan berfikir, mengingat kembali situasi sebelumnya dan berkata;" Yah, apakah senior tertarik dengan Aliansi Bendera Lima Warna? "


"Hmm! " Ling Qiubai mengangguk dengan ekspresi penasaran.


"Salam Tuan sekalian! pesanan nya telah siap!" Pelayan pramusaji muncul di depan mereka.


"Ya, silahkan letakan dan segera pergi! " Kata salah satu junior Murong Yan.


Setelah pelayan selesai menyiapkan dan meletakkan semua hidangan mereka di atas meja, dan kembali memberi hormat, pergi dari hadapan mereka.


Terlihat salah satu rekan Murong Yan, menuangkan anggur di semua cangkir dan berkata;" Silahkan Senior! Anggur ini tidak akan terasa lezat jika di abaikan terlalu lama di atas meja."


"Haha, apa yang di katakan saudara junior Bao Shi ada sedikit benarnya! Silakan-silakan senior," Kata Murong Yan sedikit menyindir kelakuan juniornya.


Setelah beberapa saat, mereka bersama-sama menikmati Anggur!


"Wah? Anggur yang sangat segar! Saudara Bao memang benar-benar sangat mengenal cara memperlakukan Anggur!" Kata Ling Qiubai sambil tersenyum cerah.


"Pff! " Murong Yan tersedak, tertawa dan berkata;" Haha. Senior! saudara junior Bao Shi, selain pertarung kelebihannya adalah mabuk dan memiliki ide cabul."


"Haha! "


"Haha! "


Ketiga rekan junior Murong Yan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Ekspresi Bao Shi ketika melihat ekspresi rekan-rekannya, dia sangat Skeptis.


Tiba-tiba Bao Shi menghindar dari sikap rekan-rekannya dan berkata!


"Senior, Aliansi Bendera Lima Warna, itu gabungan dari Lima perguruan bela diri di dataran Utara. Tujuannya untuk meredam dan mengurangi korban dari Kekacauan yang di sebabkan oleh Lima Dinasti." Kata Bao Shi.


"Kuil Gunung Qincheng kami, Sekte Gunung Emei, Sekte Gunung Kun Lun, Sekte Gunung Wutong, dan Kuil Biara Meili termasuk pilar Bendera Lima Warna,"


"Apakah peperangan di antara lima Dinasti di Utara sudah sejak lama berlansung? " Ling Qiubai mulai tertarik dengan percakapan mereka.


Lima Perguruan Bela Diri itu, telah ratusan tahun berdiri, pada masa lalu keberadaan mereka sebagai Pilar kekuatan Dinasti Tang menyatukan daratan Utara.


Namun, semenjak intrik politik internal Dinasti Tang berkepanjangan, kemunduran dan pemberontakan setiap bangsawan mendirikan Lima Dinasti di masing-masing wilayah, di daratan Utara.


Sejak saat itu, Lima Perguruan Bela Diri terbagi di masing-masing wilayah kekuasaan Lima Dinasti.


" Apakah Senior Dugu bukan dari Utara? " Murong Yan berkata dengan hati-hati.


"Itu? haha, saya sedari kecil hidup di pegunungan salju bersama seorang petapa! baru beberapa hari saya turun gunung, selanjutnya bertemu kalian di hutan konifer" Ling Qiubai berkata sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Seorang Petapa? " Murong Yan dan keempat rekannya terkejut dan bingung karena belum pernah mendengar ada seorang petapa yang mendiami pegunungan salju


Murong Yan mengangguk dan kembali berkata;" Pantas saja senior Dugu sangat terlihat asing dan tidak mengetahui informasi, daratan utara saat ini."


"Senior... Awas! " Teriak Bao Shi.


"Ahgg! "


BHOOOMMM~~~!


"Uhgg! "


Tiba-tiba percakapan di antara mereka terhenti, saat sesorang terbang mendarat dan menabrak meja mereka, keadaan menjadi berantakan.


Setelah beberapa saat! mereka, melihat sosok yang menabrak meja hidangan mereka, ia adalah seorang wanita berambut hitam yang makai setelan jubah putih dengan corak burung bangau.


Terlihat di sudut lengkungan bibirnya ada bekas darah dan wajahnya penuh dengan lebam pukulan, kondisinya cukup memprihatinkan.


Tiba-tiba Ling Qiubai dan murid-murid Kuil Gunung Qincheng melihat kemunculan seorang pria paruh baya bersama tujuh pengawalnya dari arah tangga.


Nampak di wajahnya ada bekas luka sabetan, mengenakan setelan pakaian jubah berwarna abu-abu.


"Senior Dugu, mereka adalah kelompok bandit gunung yang biasa beroperasi menangkap para wanita dan rampok yang telah banyak meresahkan penduduk di kota ini," Murong Yan berkata sangat pelan.


" Ya senior! Yang sedang berbicara itu adalah ketua mereka, Chao Kangkung, mereka sangat terkenal dengan kejahatan mereka," Bao Shi berkata dengan ekspresi ketakutan.


"Hmm! Apa Mereka selalu seperti ini! pihak pemerintah kota tidak pernah menangani mereka? " Ling Qiubai berkata dengan menatap tajam pria itu.


"Kami juga tidak tahu! mungkin, para bandit ini memang sengaja di bentuk oleh kepentingan politik, oknum petinggi pemerintah kota Karqan," Murong Yan berkata dengan pelan sambil menggelengkan kepalanya


"Sepertinya wanita yang sedang meringkuk ini, yang sedang di buru kelompok bandit Chao Kangkung, benar-benar sial!" Bao Shi berkata sambil mengutuk.


" Hmm, Menarik! Sepertinya ketua mereka adalah seorang ahli Inti Emas Tingkat Menengah," Ling Qiubai berkata sambil menatap pria paruh baya itu, yang di kenal sebagai Ketua Bandit Gunung, Chao Kangkung.


"Apa? Dia serang ahli Inti Emas Tingkat Puncak."


Mereka semua sangat terkejut, mengetahui, Ketua Bandit Gunung adalah seorang Pendekar di ranah Alam Inti Emas. Sebab kekuatan mereka hanya berada di Alam Laut Spritual.


Jika mereka semua berinisiatif bertarung melawan Ketua Bandit Gunung dan anggota pengawalnya, sama saja mengantarkan mereka pada kematian.


Tiba-tiba beberapa anggota pengawal Ketua Bandit Gunung, Chao Kangkung! muncul dan akan mencoba menyeret wanita yang menabrak meja mereka.


"Tuan tolong! "


"Tuan Tolong saya!"


"Mereka datang! Tolong Tuan!"


Wanita itu meringkuk dan memeluk kaki kiri Ling Qiubai, mencoba meminta tolong.


"Su Ming! Ikutlah dengan kami, Ketua dan kami semua pasti akan merawatmu dengan sangat baik!"


"Haha! "

__ADS_1


"Haha! "


Salah satu pengawal itu berkata sambil menjilati bibirnya dengan tatapan cabul, dan di ikuti oleh tawa rekan-rekannya.


"Bajingan, sampai mati pun, saya tidak akan mau ikut bersama kalian!"


"Haha, Su Ming! saya seakan bergairah melihat ekspresi mu seperti itu!"


"Cepat seret wanita ****** ini ke hadapan Ketua Kangkung."


"Tidak! Tidak! Saya tidak mau...!"


"Tolong...!?"


SRAT~! SRAT~!


Tiba-tiba dua kepala terpisah dari tubuh dan jatuh berguling-guling di lantai, dan terhenti saat menabrak pecahan meja.


"Itu? "


"Sangat cepat! " Murong Yan bergumam sambil melotot, melihat dua tubuh anggota pengawal bandit telah terkapar tanpa nyawa.


Sedangkan keempat juniornya melotot dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, termasuk beberapa pendekar yang berada tidak jauh dari tempat mereka.


"Ada tiga hal yang paling membuat ku tidak bisa menurunkan pedang! Pertama Menghianatiku, kedua mengganggu ketenangan ku, ketiga..." Ling Qiubai tiba-tiba berkata dengan tatapan dan wajah yang sangat dingin, setelah menyarungkan kembali pedangnya.


"Bajingan...Siapa kamu? " Berani-beraninya membunuh kedua orang ku, di hadapan ku," Chao Kangkung meraung marah melihat kedua pengawalnya tewas dalam sekejap.


" Apakah orang sepertimu layak berbicara denganku? "Ling Qiubai berkata dengan tatapan mata yang semakin dingin.


"Bocah, Yang tidak tahu tingginya langit dan rendahnya bumi, Mati! " Chao Kangkung meraung dan memerintah kan pengawalnya menyerang; "Tu long, kalian semua bunuh bocah itu! "


"Pergilah Keneraka~! "


WHOOSSS~~~!


"Hmm! Menarik, ini pertarungan pertamaku di Utara!" Ling Qiubai berkata sambil tersenyum misterius, saat melihat lawannya telah datang menyerang.


Tiba-tiba! Udara di sekitar Ling Qiubai berfluktuasi bergabung dengan esensi niat pedang yang sangat intens.


Elemen kecepatan!


WHOOSSS~~~!


Saat kelima orang anggota pengawal Chao Kangkung berjarak empat meter dari Ling Qiubai, ia melesat kearah mereka semua dengan gerakan acak.


Sembilan Niat Pedang-Langkah Mengalahkan Pedang-Pedang Tanpa Bentuk!


Lima esensi Pedang Tanpa Bentuk melesat~!


SRAT~! SRAT~! SRAT~!


SRAT~! SRAT~!


Ling Qiubai Melesat dengan kecepatan satu kali tarikan nafas! Dan telah membelakangi lima orang anggota pengawal Chao Kangkung.


"Ahgg~! " Ahgg~!


"Ahgg~! " "Ahgg~!


" Ahgg~! "


Terlihat Lima orang anggota pengawal Chao Kangkung, memegangi leher mereka, darah berceceran dan terkapar di lantai.


Dengan keadaan mata melotot dengan tidak percaya, mereka akan kehilangan nyawa dalam satu detik serangan.


Bersambung.... 👆


...Terima kasih...


Dukungannya Geng(LPPL) 🌹


^^^👆👍🌹🙏^^^

__ADS_1


__ADS_2