
Yang Chung menebaskan pedangnya sepuluh kali berturut-turut dengan kecepatan dan kekuatan penuh.
Ling Qiubai dipaksa menggunakan ilmu pedang kehidupan dan kematian pedang untuk bertahan melawan Yang Chung.
TRANG~! TRANG~! TRANG~!
Tiba-tiba yang terjadi...
SRAT~!
"Ahg!"
Ujung pedang Yang Chung berhasil melukai pergelangan tangan kanan Ling Qiubai, sehingga pedang di tangannya melonggar dan terlepas.
"Adik ketiga? " Wang Han segera naik ke atas arena di susul Gu Cheng Xiun dan Bing Yin.
"Aku baik-baik saja." Ling Qiubai menggelengkan kepalanya dan segera mengambil kembali pedangnya.
"Aku kalah dalam pertarungan ini. Ambilah, poin taruhannya milik mu." kata Ling Qiubai sambil menyerahkan poin taruhan kepada Yang Chung.
Setelah menerima seribu lima ratus poin, Yang Chung menyentuh hidungnya dengan bangga dan berkata; "Dugu Jian Ling, apakah kamu ingin bertarung dengan ku sekali lagi? "
"Eh? " Ling Qiubai sangat terkejut.
"Yang Chung, jangan melewati batas mu! " Wang Han dengan segera bertindak maju ke depan Yang Chung dan menunjuknya.
"Jangan salah paham. Aku hanya ingin mendapatkan poin, tapi kali ini berbeda. Misalnya, selama kamu bisa bertahan menahan tiga serangan pedang ku, kamu pemenangnya." Kata Yang Chung sambil tersenyum jijik dan berkata kembali; " Apa kamu menerima tantangan ku? "
"Yang Chung apakah kamu tidak tahu malu? " Wang Han berkata dengan menunjuk-nunjuk hidung Yang Chung.
"Adik ketiga, apa aku boleh membantumu? " Gu Cheng Xuan berkata dengan pandangan yang semakin dingin pada Yang Chung.
Mereka semua tahu bahwa Yang Chung melakukannya dengan sengaja.
"Tidak Perlu." Ling Qiubai menggelengkan kepalanya.
Dia tahu Gu Cheng Xuan mampu mengalahkan Yang Chung, tapi dia berfikir ini adalah masalahnya sendiri dan tidak ingin melibatkan saudaranya.
Sikap Yang Chung menuai beberapa beberapa kritikan dari murid-murid yang sedari awal menyaksikan pertarungan keduanya.
"Apa tujuan Yang Chung? menatang Dugu Jian Ling menahan tiga serangannya dan memenangkan taruhannya."
"Dalam pertarungan sebelumnya, Dugu Jian Ling bertarung dengannya melebihi dua puluh gerakan sebelum dia menyerah."
"Apa Yang Chung ini idiot? apakah dia akan memberikan poinnya dengan cara cuma-cuma? "
Murid-murid yang hadir sangat bingung dan meresa lucu melihat sikap arogan Yang Chung. Pertarungan sebelumnya Dugu Jian Ling mampu mengimbanginya melebihi dua puluh gerakan.
Sekarang dia ingin bertarung dalam tiga gerakan, Yang Chung benar-benar membuat lelucon!.
"Yang Chung." Suara Ling Qiubai terdengar lagi.
"Hmm? " Yang Chung melirik nya.
"Jika kamu ingin benar-benar bertarung denganku, aku tidak keberatan." Ling Qiubai berkata dengan tersenyum sedikit dan melanjutkan perkataannya.
"Tapi hari ini saya merasa telah mencapai batas ku, karena bertarung dengan orang lain secara berturut-turut."
__ADS_1
"Apa lagi bergelangan tanganku terluka, jadi saya tidak bisa melanjutkan pertarungan ini."
"Jika kamu ingin bertarung! Dapatkah kita bertarung di tempat ini dalam waktu tiga bulan lagi? "
"Tiga bulan? " Yang Chung mengerutkan keningnya.
"Tentu saja, setelah tiga bulan. Aku akan bertarung dengan mu dengan adil dan menerima berapapun jumlah poin yang akan menjadi taruhan mu. Apa lagi yang kamu pikirkan? " Ucap Ling Qiubai sambil tersenyum misterius.
Mendengar ucapan ini, Yang Chung tercerahkan.
"Sepakat! " Yang Chung berkata dengan cepat.
"Sepakat." Ling Qiubai mengangguk serius.
Melihat mereka berdua telah sepakat, semua orang terlihat sangat bingung.
Bagaimanapun, berdasarkan dari pertarungan sebelumnya. Ling Qiubai sudah pasti akan memenangkan taruhan dari Yang Chung, jika hanya menahan tiga serangan.
Namun Ling Qiubai benar-benar menyia-nyiakannya dan memilih menunda pertarungan tiga bulan kedepan.
Jika dilihat dari pemahaman prinsip pedang yang di miliki Yang Chung telah berada di Lapisan Keenam dengan berlatih selama sembilan bulan.
Apa lagi dia memberikan waktu tiga bulan pada Yang Chung untuk tumbuh lebih kuat, tidak memungkinkan Ling Qiubai menang dalam taruhan tiga bulan kedepan.
"Haha." Yang Chung sangat bahagia dan tertawa; "Ucapanmu telah didengar oleh semua orang yang hadir. Aku akan menemuimu dalam tiga bulan."
Setelah itu, Yang Chung berbalik pergi di hadapan semua orang dengan sangat bahagia.
Yang Chung sangat percaya diri untuk memenangkan taruhan dalam tiga bulan kedepan.
Namun, tidak ada yang memperhatikan bahwa senyum misterius muncul di sudut mulut Ling Qiubai.
Setelah Ling Qiubai dan lainnya meninggalkan Paviliun PingYin.
Dalam perjalanan, Wang Han bertanya; " Adik, apakah kamu yakin akan bertarung dengan Yang Chung dalam tiga bulan? "
"Ya, Kakak pertama tidak menyuruh mengingkari janjiku, bukan? " Ling Qiubai berkata dengan tersenyum tipis.
"Tapi Yang Chung sangat kuat, tidak tahu tiga bulan kedepan kekuatan di tingkat apa yang dia miliki?! " Kata Wang Han dengan serius.
"Akupun berpikir Yang Chung tidak akan lama menembus lapisan ke enam di ujian domain." Gu Cheng Xuan berpendapat.
"Aku tahu. Apakah dia benar-benar kuat?" Ling Qiubai berkata sambil berhenti, dan menatap mereka.
"Dalam tiga bulan kalian akan melihat hasilnya."
Ling Qiubai tersenyum tipis, sama sekali tidak menaruh Yang Chung sebagai lawan yang kuat.
Menurutnya, pertarungan sebelumnya ia hanya sengaja kalah dari Yang Chung, agar setiap murid mengembalikan Kepercayaan diri mereka terhadapnya, setelah memenangkan empat belas pertarungan secara berturut-turut.
Selama ini dia berkultivasi tanpa ada bimbingan seorang guru. Meski begitu, kemajuan besar telah ia buat, apa lagi sekarang ia berada di Kuil Gunung Qincheng.
Perguruan yang memiliki sejarah ratusan tahun di daratan Utara, terkenal sebagai tempat suci untuk mengembangkan pelatihan dan kaya akan sumber daya.
Tidak akan ada yang tahu, pencapaian apa yang akan di laluinya tiga bulan kedepan. Hanya dia sendiri yang tahu.
...............
__ADS_1
Satu Minggu kemudian!
Di halaman Manor! Wang Han,Gu Cheng Xuan dan Bing Yin. Mereka bertiga sedang asik duduk sambil menikmati anggur di meja batu.
Dari waktu ke kewaktu mereka sering mendapatkan Ling Qiubai terus berlatih ilmu pedang seorang diri di halaman.
Saat ini...!
Sembilan Esensi Niat Pedang!
Pedang Reinkarnasi!
BZZZZ.. ~!
BRAAKKK~!
Ling Qiubai menjadi terlihat ageresif di setiap gerakan maupun serangannya, cepat dan sangat kuat.
Gelombang Pedang Tanpa Bentuk! Penguasa Pedang!
BZZZZZ...~!
DHARRR~~~!
Riak bayangan pedang tanpa bentuk pecah menjadi ribuan bagian bayangan dan satu pedang menjadi pengontrol ribuan bayangan pedang begerak mengikuti setiap tebasan yang dia arahkan.
"Wah... adik ketiga benar-benar telah menguasai salah satu esensi dalam prinsip pedangnya." Wang Han terkejut.
"Setelah dia berlatih selama seminggu ini, pemahamannya terhadap esensi elemen alam telah mencapai sembilan esensi." Ucap Gu Cheng Xuan sambil menatap Ling Qiubai yang sedang berlatih dan kembali berkata.
"Gerakan dan setiap langkah serangan pedangnya sangat rumit dan terlihat sangat indah, dia benar-benar jenius." Gu Cheng Xuan sedikit terkejut.
Bagaimanapun, keterampilan pedang dikombinasikan sempurna menggunakan esensi pedang dan ilmu pedang. Itu penting untuk memahami esensi elemen alam kedalam pedang, namun sangat sulit untuk membuat setiap gerakan pedang yang indah.
Seperti setiap pendekar pada umumnya, walupun telah memahami prinsip setiap esensi, mereka akan membutuhkan waktu lama untuk memahami setiap taktik dalam gerakan pedang.
Namun Ling Qiubai sama sekali berbeda.
Dia mampu menciptakan Ilmu dan esensi pedangnya sendiri dan terlihat berbeda dengan ilmu pedang yang di latih kebanyakan murid Kuil Gunung Qincheng.
"Dia sangat jenius." Pikir Gu Cheng Xuan dengan mata melotot." Dugu Jian Ling memiki berkah khusus pada pemahaman prinsip pedang."
"Ya, adik ketiga benar-benar sangat jenius, dia baru seminggu di sini. Namun, pencapaian dalam pemahaman esensi pedang telah sangat tinggi." Kata Wang Han dengan menghela nafas dengan pelan.
Namun saat ini Ling Qiubai terlihat sedang berdiri melamun di halaman!
"Sayang sekali. Meskipun aku telah memahami sembilan esensi alam, aku tidak bisa menguasai sepenuhnya esensi ruang waktu pada prinsip pedang Reinkarnasi." Pikir Ling Qiubai sambil berdiri dan berlahan melangkah kearah Wang Han dan lainnya dengan tersenyum.
Mereka terlihat lebih akrab dari sebelumnya, terutama Gu Cheng Xuan dan Bing Yin.
Mereka menikmati Anggur dengan penuh canda tawa, hingga gelap cakrawala datang menyapa, menyudahi kebersamaan mereka di hari ini.
Bersambung... 👆👍
Quotes Eps_70/
"Menyerah berarti menerima bahwa kamu lelah. Tetapi untuk beristirahat dan mencoba lagi adalah tanda sebuah tekad."
__ADS_1