
Kedai Xiochi Tan, Kota Karqan!
Saat ini!
"Apa? "
"Sangat cepat! "
"Apa saya sedang bermimpi?! "
"Bagaimana dia melakukannya? "
"Ilmu pedang yang sangat memukau!"
"Senior Dugu sangat kuat!"
Kondisi kedai tiba-tiba sunyi, semua orang tercengang, mulut terbuka dan mata melotot lebar, menyaksikan pembantain sepihak yang di lakukan Ling Qiubai.
Di antara mereka semua, ada yang terpesona dan terkejut. Di lain pihak Bandit Gunung, Chao Kangkung merasa seluruh anggota badannya gemetar.
Walaupun dia seorang Ahli di Inti Emas Tingkat Menengah, ia merasa gentar, karena terbunuhnya semua anggota pengawalnya di bawah dominasi ilmu pedang Ling Qiubai dalam satu tarikan nafas.
Tiba-tiba situasi kembali normal, saat mendengar ucapan arogansi Ling Qiubai.
"Sangat lemah! Berani-beraninya kalian mengacaukan suasana hati ku," Kata Ling Qiubai dengan ekspresi yang masih terlihat sangat dingin.
" Senior Dugu sangat kuat! Untung saja, Nanggong Yining dan kami semua, tidak mempermasalah kan sikap senior Dugu saat berada di hutan, jika tidak!" Murong Yan berbisik dengan ekspresi kagum dan sambil menatap keempat juniornya.
Bao Shi dan ketiga lainnya sangat bersyukur, mengingat saat pertama kali kemunculan tiba-tiba dan sikap dingin Ling Qiubai selama perjalanan ke Kota Karqan, mereka semua tidak mempermasalahkan nya.
Di sisi meja pojok lantai dua, kedai Xiochi Tan!
Di antara orang-orang yang menyaksikan pertarungan Ling Qiubai dan Kelompok Anggota pengawal Bandit Gunung.
"Pemuda yang menarik!"
" Bagaimana dia memiliki kecepatan seperti itu? " orang yang ada di pojok itu berkata sambil memperhatikan sosok Ling Qiubai dengan sedikit tertarik.
...............
Di tengah-tengah situasi kekacauan!
Tiba-tiba! Chao Kangkung berkata dengan ekspresi gentar; "Ba...bagaimana kamu melakukannya? "
"Sebelumnya saya telah mengingat kan kalian semua! ada tiga hal yang membuat pedang ku terhunus. Salah satunya, jika ada yang mengacaukan suasana ketenangan hatiku, harus mati! " Ling Qiubai berkata dengan tidak menurunkan dominasinya.
"Bocah walaupun kamu kuat! Tapi saya tetap akan mengejar nyawamu," Chao Kangkung meraung.
Tiba-tiba esensi kekuatan Chao Kangkung berfluktuasi di sekitar tubuhnya dan segera melesat, menghunuskan golok ke arah Ling Qiubai.
" Mati! "
WHOOSSS~~~!
Menurut semua orang, Chao Kangkung walaupun terlihat ingin kembali mencoba menenangkan ketenangan hatinya, tapi banyak menganggap dia telah putus asa dan konyol.
"Haha, Konyol! "
Elemen Kecepatan!
Melihat Chao Kangkung menerjang dan menebas kan Golok kearahnya.
Ling Qiubai tersenyum misterius sambil menggelengkan kepalanya, segera melesat kearah datangnya serangan Chao Kangkung.
__ADS_1
Rumusan Umum-Langkah Pedang Aurora-Niat Pedang Tanpa Bentuk~!
WHOOSSS~~~!
Ketika Ling Qiubai melesat kearah datangnya serangan Chao Kangkung dari tiga meter kearahnya!
SZREEETTT~!
"Uhg!"
Dalam hitungan detik, di mata semua orang, Chao Kangkung tiba-tiba pasif dan Ling Qiubai telah berada satu meter di belakang, Chao Kangkung.
"Itu...? "
"Bagaimana bandit itu tiba-tiba berdiri mematung? "
Namun setelah dua detik dalam keadaan pasif, Chao Kangkung tiba-tiba!
GHUDUBUGGGG~~~!
Seratus satu esensi pedang tanpa bentuk yang telah bersarang di semua titik merendian Chao Kangkung, telah memutuskan semua anggota tubuhnya menjadi beberapa potongan daging.
"Sangat lemah! " Ling Qiubai bergumam, berbalik menatap tumpukan daging di lantai.
Akhir Chao Kangkung, Ketua bandit peggunungan tewas dibawah dominasi pedang Ling Qiubai yang menjadikan nya potongan daging.
"Mengerikan! "
"Luar biasa! "
Semua orang yang menyaksikan dominasi Ling Qiubai dalam membantai lawannya.
Banyak dari penduduk ketakutan dan tidak sedikit para pendekar sangat terpukau.
Tiba-tiba Bao Shi memulai percakapan diantara mereka dan berbisik; "Bagaimana dia memiliki kecepatan seperti itu? dan inti serangannya sangat susah di tebak, sangat kacau."
"Menurut ku juga seperti itu saudara Bao Shi. Ilmu pedang apa yang di gunakan Senior Dugu, membuat Ketua Bandit itu tiba-tiba pasif dan meledak?" Kata salah satu diantara junior Murong Yan.
"Junior Ding Ong, benar!. Apakah ilmu pedang yang digunakan Senior Dugu adalah ilmu pedang legendaris yang telah lama hilang? " Kata Bao Shi.
Tiba-tiba Murong Yan yang dari tadi fokus memperhatikan Ling Qiubai, berbalik dan berkata kepada keempat junior nya; "Hmm! apakah kalian bodoh? apakah kalian pernah mendengar di lima perguruan beladiri menyebutkan ada ilmu pedang seperti yang kalian bicarakan? Bodoh!."
Ketika mendengar cibiran dari Murong Yan, mereka menggelengkan kepala tidak tahu.
Menurut mereka orang-orang di dataran utara, ilmu pedang dari masing-masing Sekte dan perguruan adalah yang terbaik.
Tentu mereka belum pernah mendengar ilmu pedang yang sangat kaku dan kacau seperti yang di gunakan oleh Ling Qiubai begitu intens dan mematikan, pernah ada di masalalu.
"Apa yang di katakan Senior Murong memang benar! Oh ya, apa mungkin ilmu pedang yang digunakan Senior Dugu adalah warisan dari seorang petapa di pegunungan salju? " Bao Shi membuat rangkaian kata dari apa yang sebelumnya didengar dari percakapan mereka dan Ling Qiubai.
"Itu? ada kemungkinan! , apa yang junior Bao katakan adalah kebenarannya." Murong Yan berkata sambil mengangguk.
"Bukankah Senior Dugu mengatakan, sedari kecil telah tinggal bersama petapa di pegunungan salju dan baru kali ini ia turun gunung! Tidak salah lagi, petapa itulah yang mengajari Senior Dugu." Ucap Murong Yan dengan ekspresi sangat yakin.
"Senior Murong dan kalian bertiga! apakah sebelumnya kalian pernah mendengar ada sosok pendekar pedang yang telah mengasingkan diri di pegunagan salju? saya merasa aneh dengan ini!" Kata Ding Ong sambil menatap mereka semua.
"Itu...? Sudahlah nanti kita tanyakan sendiri pada Senior Dugu." Murong Yan berkata sambil berbalik melihat Ling Qiubai yang melangkah kearah mereka berlima.
Setelah beberapa saat, situasi di lantai dua kedai Xiochi Tan telah kembali normal.
Sebagian orang-orang telah meninggalkan tempat itu dan masih ada beberapa orang yang masih bersantai dengan tenang di lantai dua, mengangap kekacauan itu sama sekali tidak menggangu minat mereka.
Setelah Ling Qiubai muncul di hadapan murid-murid Kuil Gunung Qincheng, ia nampak polos dan memperlihatkan senyum indahnya.
__ADS_1
Melihat Ling Qiubai telah muncul di hadapan mereka dengan pribadi yang berbeda saat membantai kelompok Bandit Gunung.
Murong Yan tiba-tiba membuka percakapan;" Senior, kamu sangat luar biasa." berkata sambil mengancungkan jempolnya sambil tersenyum.
"Mereka sangat layak mendapatkannya!" Ling Qiubai berkata sambil tersenyum dan mengangguk.
Tiba-tiba wanita yang sebelumnya menjadi target kelompok angota bandit Gunung menghampiri Ling Qiubai dan lainnya.
"Tuan pendekar, terima kasih telah menyelamatkan ku, " Su Meng berkata sambil memberikan hormat.
"Hmm! Tidak perlu sungkan, saya membunuh mereka karena ketidak beruntungan, mereka sendiri," Ling Qiubai berkata dengan acuh.
Setelah berkata! Ling Qiubai melirik benda-benda di sekitarnya yang telah berantakan.
Dia berkata kepada pelayan yang sementara membersihkan mayat-mayat Bandit Gunung;" Nona! Tolong panggilkan penanggung jawab kedai ini, untuk menemui ku!"
"Ba... baik tuan, " kata Pelayan itu dengan terkejut.
"Nona! mengapa mereka mengincarmu? " Kata Ling Qiubai, menatap wanita bernama Su Meng sambil menunjuk tumpukan daging Chao Kangkung.
"Tuan saya Su Meng! Saya hidup sebatang kara di pinggiran kota karqan ini, semenjak kakek meninggal dua hari lalu. Sejak itulah, Chao Kangkung dan kelompoknya selalu memburuku," Su Meng berkata dengan air mata kesedihan.
"Hmm! Ini ambilah, Nona Su harus hidup dengan layak, pergunakan isi kantong itu dengan baik," Ling Qiubai berkata sambil menyerahkan kantong berisi kepingan Emas.
Awalnya Ling Qiubai sangat acuh dengan wanita bernama Su Meng, karena pengalaman buruk yang dia dapatkan dari Ling Meng'er.
Di masa lalu, Ling Meng'er datang kepadanya dengan segala kekurangan, setelah ia benar-benar mendapatkan semua keuntungan dari Ling Qiubai! Ling Meng'er muncul bagai pisau bermata dua.
Namun Ling Qiubai akan tegerak nuraninya, jika mereka memiliki kesamaan nasip ditinggalkan Keluarga sedari kecil, dan tumbuh mengandalkan diri sendiri, sama seperti situasi Su Meng saat ini.
"Terima kasih, Tuan! "
Setelah Su Meng menyimpan kantong yang di berikan oleh Ling Qiubai, dan berterima kasih dan berjanji akan hidup dengan layak.
"Salam, Tuan sekalian! Saya Hua Chi, penanggung jawab kedai Xiochi Tan ini," Kata Wanita paruh baya dengan hormat.
Wanita paruh baya itu, walau usianya di atas 40a, namun penampilan nya sangat membodohi orang lain.
Ling Qiubai berbalik dan mentap wanita paruh baya itu dan berkata;"Salam Nyonya Hua! saya memengangil anda karena masalah kekacauan yang telah saya sebabkan."
"Saya rasa di isi di kantong ini lebih dari cukup untuk mengganti kerusakan benda di lantai ini!"
Ling Qiubai berkata sambil menyerahkan kantong yang berisi kepingan emas kepada Nyonya Hua, sebagai kompensasi kerusakan benda di lantai dua, kedai Xiochi Tan.
"Eh? Tuan, Terima kasih," Ucap Nyonya Hua sambil tersenyum. Dan kembali berkata dengan hormat;
" Tuan sekalian, jika tidak ada hal lain, saya mohon undur diri."
Setelah kepergian Nyonya Hua Chi dan beberapa orang pengawalnya.
Tiba-tiba seorang pria dengan memakai kecapi menutupi semua wajah, sedari awal memperhatikan Ling Qiubai dan murid-murid Kuil Gunung Qincheng.
Beranjak berdiri dari tempat duduknya dan berkata; " Haha, Menarik! Seorang Pendekar pedang yang hebat."
WHOOSSS~!
Setelah pria itu berkata, ia telah muncul di hadapan Ling Qiubai dan lainnya.
Bersambung....
Untuk para Riders "LPPL" yang Author hormati. Terima kasih banyak, sejauh ini telah memberikan sport.
๐๐๐น๐
__ADS_1
Semoga di maklumi karya recehan ini dan terhibur๐