
"Apakah dia akan di kalahkan? " Semua orang memperhatikan serangan pedang kejut dari Yang Chung, mendekati titik vital Ling Qiubai.
Rumusan Umum- Kecepatan Cahaya!
Tiba-tiba Ling Qiubai melesat dari tempatnya!
WHOOSSS~~~!
Ling Qiubai bergerak seperti bayangan berpindah-pindah kearah lawan dengan kecepatan tidak terlihat oleh mata semua orang.
Namun secara tiba-tiba, Sembilan Esensi! dari gerakan kenam-Gelombang Badai Pedang Tanpa Bentuk! Aktif.
DZZZZZZZ~~~!
Setelah dia benar-benar berhasil mengunci pergerakan serangan Yang Chung dengan bayangan-bayangan pedang dari segala arah yang sangat terlihat nyata.
Bayangan pedang itu tumpang tindih dari ribuan bayangan pedang melesat dan menekan setiap gerakan yang digunakan Yang Chung dengan telak.
"Ini...? Mana Mungkin?" Yang Chung dengan keadaan berlutut ditanah, melirik bilah pedang Ling Qiubai telah berada 1cm di kulit tenggorokannya ekspresi wajahnya telihat sangat pucat dan ketakutan.
Melihat lawannya telah berhasil ia lumpuhkan, dia berteriak; " Bubar! "
BHOOOMMM~~~!
BHOOOMMM~~~!
Ledakan dari hantaman ribuan gelombang bayangan pedang menghancurkan panggung arena.
Bahkan fluktuasi dari ledakan tersebut, menghempaskan murid-murid yang berada paling dekat dengan panggung arena
Setelah semua debuh dari sisa-sisa ledakan lenyap di hempas angin.
Terlihat di tengah-tengah puing-puing arena pertarungan, menyisahkan Ling Qiubai sambil menodongkan pedangnya dan Yang Chung dalam keadaan berlutut dengan seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.
"Yang Chung... "
"Kalah...? "
"Satu Gerakan? "
"Murid baru ini sangat kuat! "
"Apa aku tidak salah lihat? "
"Yang Chung kalah dalam satu gerakan! "
"Apa ini masih kekuatan murid yang melewati lapisan Keempat? "
"Apa Dugu Jian Ling, selama ini menyembunyikan kekuatannya? "
"Keterampilan pedangnya sangat aneh! "
"Yang Chung Kalah! "
Semua murid-murid yang yang berada di Paviliun Bela Diri segera heboh dan menuai berbagai macam percakapan diantara mereka.
"Aku terlalu ceroboh. Aku telah meremehkannya, jika tidak... " Yang Chung yang terlihat sangat pucat mencoba berfikir akibat dari kesalahannya.
Setelah berlatih selama tiga bulan dibawah bimbingan para guru di kuil Qincheng, Ling Qiubai tidak hanya memahami esensi setiap prinsip ilmu pedangnya. Namun ia berhasil mengetahui kegunaan dari jiwa pedang dalam setiap pemahaman prinsip-prinsip ilmu berpedang yang selama ini telah ia sempurnakan.
Salah satunya Gerakan keenam dari sembilan esensi niat pedang adalah gerakan pedang yang menggunakan pemahaman esensi angin dan jiwa pedang. Sehingga setiap satu tebasan pedang nampak membentuk ribuan pergerakan bayangan pedang seperti badai mengincar setiap inti kelemahan gerakan serangan lawan sesuai perintahnya.
"Yang Chung! "
__ADS_1
Suara Ling Qiubai tiba-tiba terdengar. Menatap Yang Chung dengan dengan acuh.
"Kamu Kalah! "
"Tiga belas ribu poin, serahkan."
Suara Ling Qiubai yang nyaring dan menyelami hati, mengembalikan suasana hatinya yang penuh kerumitan. Pada akhirnya, dia hanya bisa memberikan tiga belas ribu poinnya kepada Ling Qiubai dalam keadaan gemetar dan masih terlihat pucat.
Di sisi lain, dua murid yang sebelumnya telah meminjamkan poin mereka ke pada Yang Chung, ekspresi mereka terlihat sangat kacau dan pucat.
Setelah melihat tiga belas ribu poin telah di terima dari Yang Chung, ia berkata; " Yang Chung, aku punya saran untukmu... kejahatan alam bisa di ampuni, tapi kejahatan manusia tidak bisa."
Yang Chung tiba-tiba ekspresinya sangat kacau secara fisik dan mental.
"Haha~! Ucapan yang sangat bagus. Murid baru, kamu terlihat semakin menjadi arogan."
Sebuah suara yang sangat nyaring terdengar di seluruh Ruangan Bela Diri, perlahan muncul seorang pemuda berjubah merah dengan pedang di punggungnya.
Semua orang tanpak berbalik menatap soso pemilik suara itu pada saat bersamaan.
"Siapa dia? " Gu Cheng Xuan bertanya tiba-tiba yang sebelumnya hanya terlihat dingin. Sebabnya kekuatan pemuda yang muncul tiba-tiba di perkirakan sebanding dengan kekuatan murid jenius urutan satu; Ming Ye.
"Mu Yang Xiang, seorang jenius teratas di antara murid-murid jenius Kuil Gunung Qincheng." Wang Han menjawab dengan suara pelan dan menlajutkan perkataannya;" Mu Yang Xiang adalah satu-satunya yang mungkin bisa setara dengan Ming Ye, sebelum adik kedua bergabung sebagai murid tiga bulan lalu."
Mendengar jawaban dari Wang Han, tatapan mata Gu Cheng Xuan menyipit dan ekspresinya bertambah dingin.
"Seorang pendekar dengan kekuatan Alam Inti Emas menengah, di kalahkan oleh seorang murid baru yang baru berada di sini selama tiga bulan. Yang Chung, kamu pasti sangat tertekan." Kata Mu Yang Xiang, sambil tertawa.
Mendengar ucapan Mu Yang Xiang, ekspresi Yang Chung sangat buram.
Walaupun dia sangat marah di dalam hatinya, tapi ia takut menunjukannya di hadapan Mu Yang Xiang.
Setelah Mu Yang Xiang melirik Yang Chung, ia berbalik menatap Ling Qiubai dan berkata kepadanya; " Murid baru, namamu Dugu Jian Ling, kan? "
Setelah Mu Yang Xiang mentapnya, Dia merasakan kekuatan jenius itu berada di alam inti emas tingkat puncak.
"Aku telah mendengar prestasimu. Tiga bulan lalu kamu berhasil melewati ujian di lapisan keempat. Tapi saat ini, seharusnya kamu bisa melewati ujian tingkat tujuh dengan pemahaman mu tentang penggunaan esensi kedalam prinsip ilmu pedang mu yang terlihat cukup." Mu Yang Xiang berkata dengan santai dan kembali berkata; " Aku tidak bisa tidak tertarik dengan seorang jenius seperti mu, apa kamu mau menerima tantangan ku, bertarung dengan mu?."
"Bertarung dengan mu? " Ekspresi Ling Qiubai berubah acuh, dia segera menjawab tanpa ragu; "Maaf, aku tidak tertarik bertarung dengan mu."
Ling Qiubai sama sekali menolak tantangan pertarungan Mu Yang Xiang, alasannya karena ia tidak memeliki alasan khusus untuk bertarung dengan Mu Yang Xiang.
Walaupun kekuatan tenaga dalam Mu Yang Xiang berada di Alam Inti Emas tingkat puncak, tapi itu tidak menaruh perhatian di dalam matanya.
"Kamu menolakku? " Ekspresi Mu Yang Xiang tiba-tiba menyeringai dan berkata kembali kepadanya;" Aku tidak ingin bertaruh harta apapun dengan mu, tapi aku hanya ingin bertarung mengadu kekuatan murni dengan mu. Apa maksudmu menolak tantangan ku? "
KRAKKK~~~!
WHOSSS~~~!
Lantai yang di injak Mu Yang Xiang retak seketika dan sosok nya melesat kearah Ling Qiubai.
Di lihat dari situasi Mu Yang Xiang, tampak seperti kobaran api di puncak gunung berapi, membawa esensi kekuatan yang sangat panas dan ganas menuju ke arah Ling Qiubai.
"Oh, gawat! "
WHOSSS~! WHOSSS~!
Pada saat Mu Yang Xiang bergerak, dua sosok yang sedari awal bersembunyi di belakang arena, secara bersamaan melesat kearah pergerakannya.
Kedua orang itu adalah Gu Cheng Xuan dan Bing Yin.
Adapun Wang Han, tidak bisa membantu. Karena kekuatan yang hanya melewati ujian Lapisan Kelima.
__ADS_1
Dua jejak bayangan itu muncul membelakangi Ling Qiubai, berinisiatif memblokir serangan Mu Yang Xiang untuk Ling Qiubai.
Pedang Bulan - Pedang Cahaya Nirwana!
Inti Beku - Tarian Pedang Dewi Salju!
NGUNGGG~! NGUNGGG~!
DZZZZZZzzz~~~!
Tatapan mata Gu Cheng Xuan terlihat sangat dalam, nampak dingin dan melelepaskan serangan pedangnga kearah serangan Mu Yang Xiang.
Adapun Bing Yin terlihat di tangannya dua bilah pedang tipis dan lunak dengan sambil bergerak untuk memblokir serangan yang datang.
"Haha, kalian ingin menghentikan ku, mimpi?.
Mu Yang Xiang tertawa sambil mengepalkan jari-jari tangannya. Kemudian, esensi api mengerikan! seakan dia bisa membakar semua yang ada di sekitarnya.
Tinju Amukan Api-Api Nirwana!
WHOSSS~~~!
Kemudian Mu Yang Xiang menggunakan tinjunya lansung menyerang mereka.
NGGUNGGG~~~!
BHOMMM~! BHOMMM~!
BHOMMM~~~!
Tiga tabrakan esensi kekuatan terdengar!
Gu Cheng Xuan dan Bing Yin terpukul mundur lima langkah kebelakang.
Namun pukulan kepalan tangan Mu Yang Xiang kembali di arahkan ke pada Ling Qiubai.
Tinju Amukan Api- Api Semesta!
WHOSSS~~~!
Ling Qiubai dengan sangat cepat mengangkat gerakan pedang keenam dan Kedelapan dari sembilan esensi niat pedang.
Domain Pedang Tanpa Bentuk-Penguasa Pedang Tanpa Bentuk!
NGUNGGG~~~!
BHOMMM~~~!
Bersambung...
Quotes eps.72/
" Keluarga lebih erat hubungannya dari ikatan darah dan kamu tidak bisa temukan dimana saja. Saat kamu sukses, maka orang yang paling pertama tersenyum adalah orang tua."
#Mudik...
#MaafLahirBatin
#UtamakanKeluarga
#DuniaHanyaSementara
#IstrahatlahKata-kata
__ADS_1