
Aliran niat pembantaian yang Agung dan Sembilan esensi niat pedang bergabung.
BHOOMMM~~~!
Seketika kekuatan misterius yang menjadi momok para Pendekar di dunia bela diri, yang di sebut jiwa pedang didalam tubuh Ling Qiubai terbangun.
Ling Qiubai telah menghunus kan pedang suci peninggalan ayahnya dalam sekejap dan berdiri tampak ekstrim dengan ekspresi dingin di atas atap.
Seakan dia adalah Dewa Pedang yang mendominasi hidup dan mati semua orang, sehingga aksinya menimbulkan perhatian semua orang di halaman inti sekte Yinzhen.
"Jianling, cepat menghindar dari situ!"
Yin Fei dan Duan Tian terkejut melihat Ling Qiubai tidak menghindar, seakan dia dengan niat menantang para Pendekar dari Menara Keadilan yang bergerak kearahnya.
"Dia? "
"Bukankah itu Jianling? "
Semua orang memperhatikan Ling Qiubai.
"Apa yang coba di lakukan sampah itu? Dia sudah gila, berani menghadang sepuluh Pendekar Menara Keadilan itu, semuanya di Alam Inti Emas dan Pendekar topeng perak itu di level Puncak! " Fang Yuan berkata; " Dia benar-benar menggali kuburannya sendiri!"
Para pengawal Pendekar bertopeng perak berlari kencang dari atap gedung ke atap lainnya. Setelah mereka melihat Ling Qiubai berdiri di jalan mereka, mata mereka berkedip dengan niat membunuh.
"Bunuh bocah itu! " Kata salah satu di antara Pendekar berjubah hitam.
Mereka memang terlah berjanji pada panetua Gonsu, mereka tidak akan membunuh para Pendekar pemula jika tidak menghalangi jalan mereka. Jelas aksi Ling Qiubai berencana menghentikan mereka.
"Jianling, mundur! "
" Saudara mundur dari sana! "
Yin Fei dan Duan Tian terus menerus berteriak kearah Ling Qiubai, tetapi dia sama sekali tidak menghiraukan teriakan mereka.
"Mundur? menyuruh ku mundur? "
"Tidak mungkin semudah itu! " Ling Qiubai meraung didalam hatinya.
Dia terlalu lemah empat bulan lalu, sehingga dia terpaksa melarikan diri saat di kejar oleh sejumlah besar pembunuh yang dikirim oleh Menara Keadilan.
Untuk saat ini, semuanya telah berubah, karena lawannya hanyalah Sembilan pendekar Alam Inti Emas menengah dan satu pendekar di Alam Inti Emas Puncak.
Dengan kekuatan Ling Qiubai saat ini, mereka semua tidak cukup kuat untuk membuatnya mundur.
"Sebelumnya saya tidak menonjolkan diri di hadapan semua pendekar pemula yang mengikuti misi Istana Naga karena terlalu banyak orang di sekitar,"
"Tapi semua yang terjadi selama melakukan misi Istana Naga adalah rahasia yang tidak di bocorkan di tempat umum,"
"Karena tidak ada yang berani menyebarkan informasi, saya tidak perlu khawatir tentang menarik perhatian atau mengungkapkan kekuatan ku yang sebenarnya,"
Ling Qiubai mengangkat kepalanya, menatap nereka dengan sorotan mata tajam dan tidak memiliki emosi.
Segera dia melesat kearah pendekar berjubah hitam dan lansung melesatkan pedangnya.
WHOOSSS~~~!
__ADS_1
Ilmu Sembilan Esensi Niat Pedang!
Rumusan Umum-Teknik Pedang Hidup dan kematian pedang- Pedang Tanpa Bentuk!
Seketika Sembilan pendekar bawahan pendekar bertopeng, melihat ribuan cahaya pedang yang sangat korosif dan menyilaukan bergerak kearah mereka, menyebkan pantulan di sepasang mata mereka semua semakin intens.
Ling Qiubai sebagai inti serangan, tetap terus bergerak acak dibalik ribuan cahaya pedang yang begitu korosif.
Kepanikan terjadi pada jiwa sembilan pendekar berjubah hitam!
SRAAK~! SRAAK~! SRAAK~!
Pada saat berikutnya tanpa mereka sadari, Ling Qiubai telah menyapu leher mereka semua dengan pedang suci dan dia berhenti di jarak dua meter di belakang mereka semua sambil memasuka bilah pedang suci ke sarungnya.
BHUUK~~~!
BHOOOMMM~~~!
Sembilan kepala dari sembilan pendekar berjubah hitam jatuh berguling-guling di halaman sekte Yinzhen dan Tubuh mereka meledak menjadi kabut darah.
"Hmm, Lemah!" Kata Ling Qiubai
Tiba-tiba situasi sekte Yinzhen, sepih dan sunyi seketika!
Mereka semua tidak bisa, tidak merinding ketakutan melihat sembilan kepala berguling-guling di tengah halaman dan seluruh tubuh sembilan pendekar berjubah hitam telah menjadi kabut darah dibawah kecepatan gerakan pedang Ling Qiubai.
Di atas atap, pendekar topeng perak adalah satu-satunya yang masih berdiri di hadapan Ling Qiubai. Pendekar topeng perak tersebut melirik sembilan kepala pengawalnya, ada perasaan takut dan kengerian muncul di hati dan pikirannya.
Dia sangat jelas melihat pembantaian yang di lakukan Ling Qiubai dalam sekejap kepada sembilan pengawalnya.
"Saya Zhanshi Jianling," Jawab Ling Qiubai dengan acuh tak acuh.
"Pendekar, Saya hanya ingin pergi dari sini. saya tidak memiliki niat untuk menghalangi misi mu dan saya bukan bagian dari sekte Yinzhen, seharusnya saya tidak menjadi target dari misimu," Pendekar topeng perak itu berkata dengan sangat sopan.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Istana Naga Emas. Saat saya melihat kalian, kalian harus mati. " Kata Ling Qiubai tanpa emosi.
"Mari kita lihat, siapa yang mati terlebih dahulu! " Kata Pendekar topeng perak itu.
Seketika dia melesat kearah Ling Qiubai, dengan belati ditangannya segera menebas menargetkan leher Ling Qiubai dengan sangat cepat.
Tiba-tiba dia berteriak dengan mengutuk;" Pergilah keneraka bajingan!"
WHOOSSS~!
Sebagai seorang pembunuh di tingkat topeng perak di Menara keadilan, Ilmu bela diri yang di belajar adalah teknik kecepatan pembunuhan tertinggi yang dimiliki Menara Keadilan.
"Konyol! " Kata Ling Qiubai, dengan senyum acuh tak acuh sama sekali tidak menganggap serangan belati yang menargetkan tenggorokannya.
Sembilan Esensi Niat Pedang-Teknik pedang Pelahap Jiwa-Teknik pedang Tanpa Bentuk!
"Ha? Itu adalah gerakan esensi pedang badai! "
Panetua Gonsu berguman dan berkonsentrasi menyaksikan pertarungan Ling Qiubai di atas atap, dalam jarak dekat dengan tampak serius.
"Dia seperti menggunakan teknik esensi pedang badai, tapi gerakannya sangat kacau, sangat susah di tebak inti serangannya. Apa itu bukan teknik esensi pedang badai? " Panetua Gonsu larut dalam pemikirannya tentang menilai teknik pedang yang digunakan oleh Ling Qiubai.
__ADS_1
Tebasan belati kearah tenggorokannya tiba-tiba mengenai udara hampa.
WHOOSSS~~~!
Secara bersamaan Ling Qiubai telah berpindah kebelakangnya dan melesatkan tebasan pedangnya. Namun berhasil di blokir dengan belati merahnya.
TRAANGG~!
Ketika suara benturan kedua logam terdengar, pendekar topeng perak tiba-tiba merasakan kekuatannya terserap sangat krosif dan tangannya terasa kebas, sehingga memaksanya untuk mundur.
Pendekar topeng perak tercengang dan ketakutan, merasakan jiwanya seakan ikut di tarik oleh kekuatan esensi pedang Ling Qiubai.
"Kekuatan apa ini? Dia bahkan belum mencapai Alam Inti Emas Tingkat Puncak dan berhasil membuatku terpukul mundur, dan ilmu pedang apa yang di gunakannya? begitu mengerikan!"
"Itu pasti Jiwa Pedang! "
"Ya, dia telah membangunkan Jiwa pedangnya."
Semenjak Ling Qiubai mengunakan metode penciptaan Surgawi dan Bumi, metode kultivasi menentang langit yang tidak di pelajari oleh pendekar pada umumnya.
Sehingga perbedaan satu tingkatan sama sekali tidak berpengaruh di mata Ling Qiubai, karena kepadatan Qi yang dia miliki telah berada di atas satu level yang dia miliki atau sebanding dengan kekuatan tingkat Puncak Inti Emas atau lebih sedikit.
"Saya harus melarikan diri atau melanjutkan pertarungan ini? "
Pendekar topeng perak lansung membuat keputusan;"Saya hanya bisa kabur, jika ingin selamat,"
WHOOSSS~! WHOOSSS~~~!
Sebagai seorang pembunuh, kecepatan adalah keuntungannya, jadi dia harus menyelamatkan hidupnya. Namun kecepatan Ling jauh lebih cepat darinya.
"Mencoba melarikan diri?" Kata Ling Qiubai sambil tersenyum
Dan melanjutkan kata-katanya dengan sangat keras;" Ingat baik-baik! Saya Zhanshi Jianling, Ketika Kamu telah menjadi target bilah pedang ku, tidak akan ada kesempatan untuk mu membuka mata di hari esok. Jika Pedang ku telah terhunus, tidak ada satu pun lawan yang cocok untuk ku."
"Apa? " Pendekar topeng perak tercengang dan mulai tampak panik; Kamu pedekar pedang pertama yang mengalahkan kecepatan ku dan membuat ku hingga terpojok sejauh ini."
"Pergilah keneraka," Kata Ling Qiubai sambil melepaskan niat pedang Pelahap jiwa.
NGUUUNGGG~~~!
Ratusan esensi pedang yang begitu gelap melesat dan menebas kearah Pendekar topeng perak.
"Serangan ini lebih mengerikan dari sebelumnya, susah di tebak arah serangannya. Saya tidak menyesal mati di bawah pedangnya" Pendekar topeng perak berkata dengan rumit dan menutup mata menyerah dengan keputusasaan.
SRAAT~! SRAAT~!
Ratusan esensi pedang menebas lehernya dan membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
Pendekar topeng perak di Ranah Alam Inti Emas Tingkat Puncak, dari Menara Keadilan. Dengan Kepala terlepas dan tubuh terbelah dua, terjatuh dan tergelatak di halaman inti sekte Yinzhen.
Bersambung... 👆
Terima kasih
...🪀👍🌹👆...
__ADS_1