LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING

LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING
57. Berkelana Menuju Utara Barat Daya.


__ADS_3

Di pinggiran Lembah Yin!


Waktu satu jam telah berlalu! semua orang-orang yang telah selamat dari misi, telah kembali ke Kota Xinjiang.


Namun Ling Qiubai dan kedua rekannya masih belum beranjak kembali, ke kota Xinjiang.


Di bawah pohon willow, Ling Qiubai, Yin Fei dan Duan Tian sedang beristirahat sambil membuka percakapan diantara mereka.


"Saudara Jianling. Setelah ini, kamu akan kembali bersama kami ke kota Xinjiang? " Kata Yin Fei.


"Hmm, sepertinya saya tidak akan kembali ke kota Xinjiang. Saya akan melanjutkan perjalanan ke arah Utara Barat Daya!" Kata Ling Qiubai.


Setelah mengalami beberapa peristiwa empat bulan terakhir, tekad untuk meningkatkan kekuatan dan menambah pengalaman, sebelum kembali menagih hutang darah, dari Menara Keadilan.


Berkelana menyusuri setiap tempat adalah tujuan yang tepat, untuk kuat dan terus mengasah semua Ilmu Bela Diri yang ia miliki.


"Apa? Ke utara." Yin Fei dan Duan Tian terkejut.


"Saudara, di dataran Utara sana kondisinya sangat berbahaya. Terlebih konflik Perang antara lima Dinasti, Jin Utara, Jin Barat, Shui, Zhou dan Tang." kata Duan Tian dengan eksperi serius.


Kemudian Duan Tian kembali berkata;" Menurut informasi dari keluarga Duan ku, Konflik lima Dinasti tersebut telah merambat ke Kota Karqan. Walaupun kota karqan adalah bagian dari Dinasti Tianzong, namun kota itu berada diluar pengawasan Dinasti Tianzong." Ucap Duan Tian.


" Ya. Saat ini, hanyalah daratan tengah yang di kuasai Dinasti Tianzong yang teraman, untuk melakukan perjalanan, " Yin Fei menyambung ucapan Duan Tian.


"Saudara! Terlebih di daratan tinggi penggunungan salju yang akan saudara lewati, terdapat keberadaan penduduk pedalaman yang tidak memiliki keramahan terhadap penduduk Dinasti Tianzong, " Ucap Duan Tian dengan ekspresi serius menatap Ling Qiubai.


Walaupun Duan Tian dan Yin Fei telah memberikan beberapa informasi tentang kondisi daratan di Utara sana, tidak membuat tekad Ling Qiubai menyusut.


"Saudara, apakah kamu masih ingin berkelana di daratan Utara sana? " Duan Tian berkata dengan penasaran.


"Ya, saya telah memutuskan hari ini saya akan berangkat menuju Utara." Kata Ling Qiubai dengan penuh pendirian.


"Jianling, kamu harus berhati-hati, walaupun kamu saat ini cukup kuat. Namun di Utara sana sangat banyak pendekar kuat yang tidak terhitung," Ucap Yin Fei.


"Saudara, Baiklah. Jika di masa depan kamu kembali di daratan tengah ini, jangan lupa menemui saudaramu ini di kediaman Klan Duan di kota Xinjiang, " Kata Duan Tian.


"Terima kasih saudara Duan dan saudari Yin Fei! Jika tidak ada hal lain, ayo kita berpisah di sini, " Kata Ling Qiubai dengan hormat, dan berbalik berjalan memasuki Lembah Yin.


"Saudara, kamu harus kembali di masa depan, saya akan mentraktir mu Anggur Ningxia," Duan Tian berteriak sangat keras kearah Ling Qiubai yang telah berbalik pergi.


Yin Fei hanya mentap kepergian Ling Qiubai tanpa berkata! Tatapannya begitu rumit dan ada sedikit rasa kehilangan di hatinya, dan segera di kagetkan oleh ucapan Duan Tian.

__ADS_1


"Ketua Fei, ayo kembali ke kota Xinjiang." Kata Duan Tian.


"Ya," Yin Fei mengangguk dan keduanya berjalan kembali ke kota Xinjiang.


..............


Di bawah ekstrim dinginya cuaca salju, di kelilingi tumbuhan tulip salju dan hamparan pegunungan es.


Ling Qiubai telah tiga hari melewati lembah Yin.


Dalam tiga hari ini, ia terus berjalan tanpa mengalami masalah, malam hari ia menyempatkan dirinya beristirahat mengisi perutnya dan berlatih.


"Hmm, saya telah berjalan tiga hari menyusuri Lembah ini, namun tidak ada satu pun bahaya yang saya temui," Ling Qiubai bergumam pada dirinya sendiri.


"Jika tidak ada masalah, seharusnya hari ini saya akan melewati pemukiman orang-orang suku pedalaman." Ling Qiubai bergumam dan terus melangkah menyusuri jalan kearah utara.


Waktu lima jam telah di lalui Ling Qiubai! sunset senja di ujung barat Cakrawala telah munjukan garis rembulan, sesaat lagi akan menyapa gelap.


Jarak 200 meter dari tempat Ling Qiubai berdiri, terlihat ada aktifitas kehidupan.


"Di sana itu? seperti nya itu adalah pemukiman suku-suku yang mendiami pengunungan salju ini, " Ling Qiubai bergumam.


Dia terus berjalan kearah tenda-tenda suku pedalaman. Hingga beberapa saat, dia telah memasuki pemukiman kelompok suku pedalaman.


Tiba-tiba sesorang Pria paruh baya dengan setelah pakain abu-abu, di antara mereka menemui Ling Qiubai.


"Mohon maaf pendekar, saya Monsul Khan, siapakah anda? dan apa maksud tujuan kedatangan pendekar ke wilayah kami? " Kata Pria paruh baya itu.


"Mohon maaf Tetua, Saya Dugu Jianling. Saya seorang pengelana yang baru tiba di tempat ini, dan saya hendak ke kota Karqan!" Kata Ling Qiubai.


"Apakah pendekar berasal dari Shui Utara? " Pria paruh baya itu bertanya.


"Ya Tetua, saya dari Shui Utara." Kata Ling Qiubai dan mengangguk, dengan cara penyamarannya.


Shui Utara adalah Dinasti yang saat ini dalam konflik perang dengan keempat Dinasti lainnya di Utara.


Sehingga Tetua suku pedalaman yang bernama Monsul Khan dapat mengidentifikasi asal marga Dugu, karena marga Dugu berasal dari Shui Utara.


Ling Qiubai dengan nama Dugu Jianling Sebagai nama samarannya hendak berkelana ke utara.


Dia mengetahui budaya dan kebiasaan orang-orang di daratan Utara dari Ju Peng dan Duan Tian, bahwa penduduk daratan Utara sangat tidak ramah dengan orang-orang dari daratan tengah.

__ADS_1


Terlebih kelompok suku pedalaman yang mendiami pengunungan salju Di Perbatasan Lembah Yin dan Kota Karqan, sejak dahulu tidak pernah bersahabat dengan orang-orang Daratan Tengah.


"Pendekar jika tidak keberatan, malam ini beristirahat lah di tenda kami, setelah besok barulah anda melanjutkan perjalanan ke kota Karqan," Kata Pria paruh baya itu.


"Terima kasih Tetua." Ling Qiubai berkata dengan hormat. Setelah itu dia mengikuti Tetua Monsul ke tenda.


Penduduk suku yang mendiami pegunungan salju, rata-rata hidup berkelompok tidak lebih 100 orang yang di pimpin oleh satu orang, mereka adalah kelompok keluarga yang hidup berpindah-pindah tempat di pegunungan.


Budaya mereka cukup berbeda dengan penduduk daratan Dinasti Tianzong, Shui, Jin, Tang, dan Zhou.


Walaupun mereka mendiami daratan tinggi di antara perbatasan Dinasti Tianzong, Shui, dan Jin. Mereka mempunyai ciri khas sendiri dari pakain yang mereka pakai, serta nama mereka.


Rata-rata mereka hidup mengandalkan berburu, bergembala, menyukai seni musik, dan gemar berpesta.


Mereka semua sangat handal dalam menggunakan senjata seperti; Panah, membuat jebakan, Tompak, handal dalam staratrgi perang kelompok dan sangat sensitif terhadap bahaya.


Saat ini Ling Qiubai bersama Pria paruh baya yang bernama Monsul Khan, telah memasuki tenda.


"Tuan Dugu! mohon maaf jika kondisi tempatku kurang baik," Ucap Pria paruh baya yang bernama Monsul Khan itu sambil merubah panggilannya dengan hormat.


Setelah itu dia menatap memperkenalkan orang-orang yang ada di dalam tenda dan berkata; "Perkenalkan mereka berlima adalah keluarga ku,"


"Ini adalah istriku lyanhua , dan mereka berempat, Putri kami Naran dan Shona, dan Putra kami Orzul dan Munkh."


Di dalam tenda ada lima orang terdiri dari dua anak laki-laki berusia 3-5 tahun dan tiga orang wanita, satu berusia 40 tahun dan dua di antaranya berusia 16-21 tahun.


"Salam nyonya! Kedua Nona dan Tuan Muda" Ling Qiubai, berkata hormat dengan sopan kepada mereka. Dan Berkata; " Saya Dugu Jianling dari Shui Utara. Terima kasih telah menerimaku di sini."


"Salam Tuan Dugu! tidak perlu sungkan kepada kami, kami cukup senang bisa menjamu tamu seperti anda." Ucap Nyonya Lyanhua sambil tersenyum ramah


" Tuan Dugu, silakan. Temani saya menikmati anggur," Kata Monsul dengan mempersilahkannya.


"Silakan Tuan Monsul," Kata Ling Qiubai, mengangguk dan mengikuti Monsul keluar dari tenda.


Di luar tenda!


Gelapnya malam yang dibumbui Udara yang sangat dingin di dataran tinggi pengunungan Salju.


Terlihat Anak muda itu bersama dengan penduduk suku pegunungan salju, menghabiskan malam sambil menikmati pemandangan api unggun di temani percakapan anggur penuh kegembiraan dan musik serta tarian khas Suku Pedalaman.


Bersambung...👆

__ADS_1


...Terima kasih...


^^^Gaskeun🪀👍👆🌹^^^


__ADS_2