LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING

LEGENDA PENDEKAR PEDANG LING
45. Meninggalkan Lembah Gelap.


__ADS_3

Dalam satu bulan terakhir, kelompok Ling qiubai semakin terlihat akrab, terutama Mo Kang.


Setiap mendapatkan bahaya serangan binatang buas, Mo Kang selalu mendapatkan refrensi dan bimbingan ilmu pedang dari Ling qiubai.


Bahkan Ju Peng tidak mempermasalahkan nya. Dia menganggap Mo Kang di luar dari identitasnya sebagai penjahat, dia telah banyak menunjukan sisi baiknya.


" Tuan, apakah kita sudah bisa melanjutkan perjalanan Ke kota Xinjiang? " Tanya Mo Kang Pada mereka berdua.


" Baiklah Mo Kang." Jawab Ju Peng sambil berdiri dari tempatnya.


" Bocah, apakah kamu masih tidak melibatkan ku dalam melawan binatang buas di alam inti emas?, di perjalanan nanti." Ju Peng begitu frustasi, selama ini ia sama sekali belum melakukan apapun.


" Baiklah Kakak Peng. Tapi setelah binatang buas telah terbunuh! Dan kakak Peng boleh menyiapkan bara api." Ucap Ling qiubai sambil tersenyum pandanya.


Binatang buas di ranah Jalur Roh dan Laut Spritual di Lembah Gelap ada di mana-mana, tetapi yang ada di ranah inti emas jarang. Selama dua bulan lalu, tidak lebih dari tiga ekor binatang buas di ranah inti emas yang mereka bantai.


Setiap berhadapan dengan bahaya binatang buas di ranah inti emas, Ju Peng hanyalah menonton dari arah jauh dan kadang dia segera membuat bara api, seakan pertarungan Ling qiubai teleh dia prediksi, Ling qiubai pemenangnya.


.................


Selama tiga hari ini, kelompok Ling qiubai benar-benar sangat tenang, tanpa ada binatang buas yang mencari masalah dengan mereka.


"Auunggg~~"


"Ini Serigala Bulan!"


Mereka bertiga menatap Serigala Bulan dengan tinggi lebih satu meter, seluruh tubuhnya di penuhi darah.


Melihat Serigala dengan tubuh setinggi satu meter lebih, membuat Ling qiubai di penuhi niat bertarung di matanya.


"Aauuunggg~~~! "


Serigala Bulan sangat peka terhadap niat bertarung dari setiap lawannya. Saat ia menatap mereka dengan mata merah daranya, hanya ling qiubai yang menunjukan niat bertarung.


" Hmm, anjing kecil! Bahkan telah mencapai puncak Inti emas, beraninya menghadang ku? Bantai."


Secara tiba-tiba Ling qiubai maupun Serigala Bulan bergerak begitu cepat, di mata Ju Peng dan Mo Kang.


WHOOOSSS~! WHOOOSSS~!


Ling qiubai menargetkan sudut leher Serigala untuk memblokir terkaman.


Segera, lolongan keras dilepaskan Serigala Bulan, menepis pedang Ling qiubai, tubuh yang begitu tebal.

__ADS_1


" Apa? tubuhnya begitu keras." Ucap lIng qiubai dengan takjub.


Dia sangat terkejut dengan tubuh Serigala Bulan ini begitu keras.


" Rumusan Umum... Teknik Pedang Hidup dan Kematian Pedang! "


Udara tiba-tiba dingin, seratus satu bayangan pedang melesat dengan kecepatan kilat.


WHOOOSSS~~~!


Di udara penuh dengan bayangan pedang bersiul melesat ke arah Serigala Bulan.


Serigala telah siap siaga menerjang dengan cakar taringnya, semenjak Ling qiubai bergerak kearahnya.


" Awas Bocah! " Teriak Ju Peng, yang asik menonton diatas pohon.


Ling qiubai telah menyadari bahwa Serigala Bulan telah bergerak dan membuka mulutnya, bersiap menangkap kepalanya.


" Gerakan Pedang Tanpa Bentuk! "


Seratus satu bayangan pedang yang menerjang ke arah tubuh Serigala Bulan tiba-tiba berubah bentuk.


BOOOMMM~~~!


"Hmm.. Ingin lolos dari pedang ku? Mati! " Ling qiubai menyeringai, tatapan mata merah dan gelapnya.


Sambil melihat kearah Serigala Bulan yang telah menjadi bangkai. Ling qiubai menyarungkan kembali pedangnya.


"Bocah, apa kamu baik-baik saja? " Ju Peng menghampiri nya sambil bertanya.


"Saya Baik-baik saja kakak Peng." Jawabnya.


"Tuan Sebaiknya beristirahat terlebih dulu. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan." Ucap Mo Kang di samping Ju Peng.


"Hmm.. Baiklah!" Ling qiubai mengangguk


Segera mereka bertiga melangkah kearah bawah pohon untuk beristirahat.


" Sangat layak di sebut sebagai Serigala Bulan, ketebalan tubuhnya sangat luar biasa. Meskipun saya telah membunuh nya, Serigala bulan juga melukai ku dengan cakarnya." Gumaman Ling qiubai.


"Bocah, kamu melakukannya dengan sangat luar biasa dengan teknik pedang yang begitu mengerikan. Jika saya ataupun Mo Kang yang melawan Seriga itu, salah satu dari kami telah tewas." Kata Ju Peng.


"Saya masih terlalu lambat!" Ucap Ling qiubai tanpa rasa kepuasan.

__ADS_1


"Kecepatan gerakan saya dan ilmu pedang ku perlu di tingkatkan, saya tidak cukup fleksibel dalam kecepatan gerakan ku menggunakan Prinsip pedang Hidup dan Kematian Pedang." Ucapnya dan lansung berdiri dari tempatnya, dan melirik Mo Kang.


" Baiklah, Mo Kang ayo lanjutkan perjalanan ini. "


.............


Waktu empat bulan telah berlalu dalam sekejap mata.


Ling qiubai dan kedua temannya telah menghabiskan waktu empat bulan berjalan menyusuri lembah gelap.


Sebelum mereka akhirnya berada di jarak 100m dari gerbang ibu kota Provinsi Xinjiang.


" Tuan di depan kita adalah Ibu kota provinsi Xinjiang." Mo Kang menjelaskan sambil bertanya;"Apakah kita akan lansung memasuki kota, Tuan? "


"Tunggu! " Ju Peng segera berbisik sangat pelan;"Bocah jangan gegabah, sepertinya di depan gerbang ada beberapa orang dari istana naga emas dan ada juga beberapa pengintai dari menara keadilan."


"Karena itu, kamu harus menyamar ketika kamu memasuki kota." Ju Peng sambil mengambil topi jerami dari gerobak kayu milik petani, menyerahkannya pada Ling qiubai.


Tanpa ragu-ragu Ling qiubai mengenakannya dan sangat serasi dengan pakainya yang compang-camping, dengan pedang tergantung di pinggangnya.


" Mo Kang! Karena kamu telah berkerja keras dalam perjalanan, maka saya akan memberi tahu mu, hal kedua yang harus kamu lakukan."


"Kamu harus berjanji tidak kembali menjadi Penjahat, hiduplah dengan layak sebagai Pendekar yang menjunjung nilai kebenaran atau sebagai manusia yang berdiri dikaki sendiri dengan kehidupan keluarga."


"Baik Tuan.. Tapi, apakah saya di perbolehkan untuk selalu melayani mu? Saya tidak tahu, arah kemana saya memulai." Mo Kang berkata dengan mata berkaca-kaca.


"Mo Kang, selama beberapa bulan ini bersama kami, saya tidak melihat dirimu seperti penjahat, dan kamu telah banyak berubah." Ju Peng berkata dengan serius.


"Mo Kang apa yang katakan kakak Peng adalah apa yang saya lihat dalam dirimu." Ling qiubai berkata sabil menenangkan nafasnya; " Untuk mengikuti ku! Sepertinya saya harus menolak. Sudah cukup orang-orang terdekatku tewas karna melindungiku. Terlepas dari sini kamu harus hidup lebih baik dari sebelumnya."


"Jika kita berjodoh di masa depan! semoga kamu tidak mengecewakanku." Ling qiubai berkata dengan serius; " Untuk hal Ke tiga yang harus kamu lakukan. Jangan pernah menghianati kepercayaan ku padamu! Hiduplah dengan layak."


Setelah berkata, Ling qiubai melirik Ju Peng; " Kakak Ju Peng apakah masih ada hal yang lain? "


"Hmm, Mo Kang abilah ini! Jika suatu saat kamu berkunjung di Provinsi Tianyan, kamu bisa menggunakan itu untuk membawamu padaku." Ucap Ju Peng dan berbalik; " Ayo bocah, sudah waktunya."


Setelah memberikan nasehat pada Mo Kang, mereka berdua berjalan ke arah gerbang kota.


Mo Kang masih dalam keadaan berkaca-kaca, dalam kesedihan sambil menatap kepergian Ling qiubai.


" Terima kasih Tuan! Saya akan hidup dengan layak seperti apa yang Tuan harapkan." Mo Kang bekata dalam hati dan berbalik melangkah ke arah barat dari Kota Provinsi Xinjiang.


.....Bersambung.....

__ADS_1


..._🙏🌹🙏_...


__ADS_2