
Liu Qingqing menerima gulungan dari Jiang Yu lantas membukanya dengan hati-hati. Sebuah denah suatu kediaman terlihat dengan begitu indah. Setiap detail digambar oleh Jiang Yu dengan sangat baik. Dia juga tidak lupa menambahkan keterangan untuk setiap bangunan. Itu merupakan denah kediaman Jenderal Liu Anren.
Keahlian Jiang Yu benar-benar tidak perlu diragukan lagi. Liu Qingqing bahkan sampai membelalakkan mata melihat hasil karya bawahannya. Dia benar-benar dibuat takjub oleh tangan emas Jiang Yu dan hanya bisa berkata, "Sungguh luar biasa! Aku tidak salah pilih orang!"
Bai Liu yang belum bisa menangkap niat Liu Qingqing, merasa bingung dalam kebisuan. Dia memutar bola matanya melihat ke arah Liu Qingqing, lalu memandang Jiang Yu. Bukan berarti Bai Liu tidak bisa membaca tentang denah buatan Jiang Yu, tetapi dia tidak tahu manfaat gulungan itu untuk Liu Qingqing.
Ujung bibir Liu Qingqing terangkat membentuk sebuah senyuman. "Jiang Yu, kamu sudah bekerja keras. Aku akan memberimu hadiah. Apa yang kamu inginkan?"
"Nona, tidak perlu memberiku hadiah. Ini adalah tugasku sebagai bawahan Nona," tolak Jiang Yu.
"Nona, apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" tanya Bai Liu penasaran.
"Liu'er, bisakah kamu membantuku?"
Bai Liu mengangguk. "Tentu saja, Nona. Apa yang perlu aku lakukan?"
"Coba kamu perhatikan denah kediaman ini dan tunjukkan padaku di mana saja letak para penjaga," pinta Liu Qingqing.
"Apa nonaku benar-benar lupa dengan semua hal? Bahkan dia sama sekali tidak ingat tentang penjaga di kediamannya sendiri," batin Bai Liu.
Keheranan Bai Liu berhasil ditangkap oleh mata tajam Liu Qingqing. Namun, dia diam saja dan menunggu penjelasan dari Bai Liu dengan sabar. Meskipun Liu Qingqing sebagai seorang majikan, tetapi dia tidak semena-mena dalam meminta bantuan para bawahannya. Hal tersebut dikarenakan dia sudah bertekad untuk menjadi orang baik selama menjalani kehidupan sebagai putri jenderal.
Kesempatan yang diberikan oleh Dewa tidak mungkin dia sia-sia begitu saja. Selama hidup di dunia modern Xiao Qing telah melakukan banyak kesalahan, sekarang inilah waktunya untuk menanam kebaikan. Bisa saja ketika dia meninggal nanti para penjaga dunia bawah bisa sedikit berwelas asih.
__ADS_1
Bai Liu memperhatikan gambar di gulungan dengan seksama sebelum memberi penjelasan. Dia menunjuk pintu utama pada denah. "Di pintu masuk akan ada 12 penjaga, 6 orang berjaga di luar dan 6 orang berjaga di dalam. Mereka akan bergantian setelah dua jam sekali."
Kemudian telunjuk Bai Liu berpindah tempat. Itu adalah sebuah halaman terbuka. "Di dalam sini akan ada dua kelompok, berisi 10 orang di setiap kelompoknya. Mereka akan berkeliling kediaman lewat dua arah."
Liu Qingqing dan Jiang Yu masih memperhatikan penjelasan Bai Liu dengan serius. Sesekali mereka memberi anggukan tanda mengerti. Bai Liu kembali menjelaskan para penjaga di tempat lain
"Di sayap kanan ada kamar Nyonya dan Nona Pertama. Di sana akan dijaga oleh 4 penjaga dan setiap tiga jam sekali Kepala Pelayan akan memeriksa mereka." Jari telunjuk Bai Liu kembali bergerak untuk menunjuk tempat lain. Dia beralih ke bagian paling dalam. "Di sini di pintu belakang juga akan ada 12 penjaga yang diatur seperti di pintu utama."
"Dengan total penjaga sebanyak itu apa masih bisa seseorang untuk menyusup, Nona?" tanya Jiang Yu dengan muka serius.
"Itu memang sulit, tetapi tidak mungkin tidak bisa dimasuki." Liu Qingqing menunjuk bagian paling dalam dari sayap kiri kediaman. "Di sini kamarku dan pohon di samping kamar akan menjadi celah untuk seorang penyusup masuk."
Jiang Yu melihat pohon bunga persik dalam denah. "Apa tidak ada penjaga yang berjaga di sekitar situ?"
"Itu sama saja mengundang penjahat masuk ke rumah! Nyonya Liu sungguh bodoh!" cibir Jiang Yu. Kekesalannya muncul mengingat saat dia bertemu Li Shu dan Liu Yifei tadi siang.
Tanpa sadar Jiang Yu sudah menghina Li Shu dan itu dilakukan di hadapan Liu Qingqing. Bai Liu segera menyenggol lengan Jiang Yu dengan pelan. Seketika itu Jiang Yu langsung tersadar bahwa dirinya sudah sangat tidak sopan.
Jiang Yu sedikit menunduk berusaha menyembunyikan rasa bersalahnya. "Maaf, Nona, aku telah kurang ajar."
"Tidak apa, Jiang Yu, semua perkataanmu memang benar." Liu Qingqing terlihat sangat menghargai karya emas Jiang Yu. Itu terlihat saat dia menggulung kertas gambar dengan hati-hati. "Jiang Yu, ini sudah waktunya A Heng keluar untuk melapor. Kamu bisa bertindak ketika dia akan kembali ke Kediaman Liu."
"Aku mengerti, Nona. Aku akan segera pergi dan kembali dengan kabar baik," ujar Jiang Yu. Setelah itu dia melangkah keluar dari kamar Liu Qingqing.
__ADS_1
"Liu'er, barang yang aku minta sudah kamu siapkan?"
"Sudah, Nona, itu ada di dalam kotak." Bai Liu menunjuk ke arah kotak persegi di kamar tersebut.
"Liu'er, apa kamu tahu siapa saja pelayan yang terlibat dalam kecelakaanku di Danau Barat?" tanya Liu Qingqing.
"Nona, apa kamu akan membalas dendam kepada mereka?" Bai Liu tampak cemas. Sampai saat ini dia belum tahu tentang kebenaran dari pertukaran jiwa nonanya, jadi dia takut akan terjadi sesuatu kepada Liu Qingqing. "Kejadian itu sudah berlalu dan sekarang Nona baik-baik saja. Kenapa Nona tidak melupakannya saja?"
Liu Qingqing mengerti kekhawatiran Bai Liu. Di dalam novel pun sudah disebutkan bahwa Bai Liu memang tulus menjadi bawahannya. "Liu'er, aku tahu mereka melakukan itu atas perintah Li Shu, tetapi aku tidak bisa diam saja. Jika mereka masih menjadi pelayan di kediaman, hal itu akan membahayakan kita. Mereka juga bisa mencelakai kita kapan saja. Apa kamu mau hal seperti itu kembali terjadi?"
Ditatap dengan tajam oleh Liu Qingqing membuat nyali Bai Liu menciut. Dia menggelengkan kepala dan berkata, "Mereka adalah orang kepercayaan Nyonya. Salah satunya Kepala Pelayan kediaman dan empat penjaga yang menjaga kamar Nyonya dan kamar Nona Pertama."
"Apa penjaga kamar mereka tidak pernah diganti dengan penjaga lain?"
"Mereka akan diganti hanya pada siang hari. Nyonya tidak tenang kalau penjaga malam di depan kamarnya digantikan oleh orang lain," jawab Bai Liu.
"Apa mereka punya ciri-ciri khusus, Liu'er?"
"Empat orang itu hampir setinggi Jiang Yu. Mereka satu keluarga yang sudah menjadi pelayan sejak kecil. Nyonya membawa mereka masuk ke kediaman setelah menikah dengan Tuan. Marganya Meng dan biasanya mereka akan sering mengobrol saat berjaga. Mereka jarang berbaur dengan pelayan lain, sehingga mereka akan terlihat selalu berempat. Orang yang memiliki bekas luka di wajahnya merupakan anak tertua." Bai Liu menjelaskan dengan pelan.
Liu Qingqing berusaha mengingat semua perkataan Bai Liu dengan baik. Dia tidak menyela sampai Bai Liu selesai berbicara. Jiwa pembunuhnya kembali muncul untuk segera memberi pelajaran kepada lima orang yang Bai Liu sebutkan. Sayang sekali ini belum masuk ke waktu yang cocok untuk Liu Qingqing bertindak.
Malam musim gugur sudah mulai terasa dingin. Liu Qingqing mengajak Bai Liu untuk beristirahat lebih awal. Bai Liu dengan cepat terlelap, sedangkan Liu Qingqing masih terjaga dengan pemikirannya sendiri.
__ADS_1
"Malam ini aku harus mendapatkan barang itu untuk membalas dendam kepada mereka," pikir Liu Qingqing.