Legenda Putri Qingping

Legenda Putri Qingping
Bab 15. Pembunuhan di Kediaman Liu


__ADS_3

Orang-orang di halaman berdiri tercengang melihat aksi Liu Qingqing. Mereka tidak bisa menutup mulut dan mata mereka selama kejadian berlangsung. Menyaksikan adegan pembunuhan dalam waktu sangat singkat membuat tubuh mereka bergetar hebat.


Di mata semua orang Liu Qingqing merupakan gadis lemah lembut dan penurut seperti seekor kucing. Namun, hari ini dia telah berubah menjadi wanita yang mengerikan dengan sorot mata penuh kebencian mirip harimau ganas yang sedang mencari mangsa karena kelaparan.


Mata Bai Liu melebar dua kali lipat dari biasanya. Akan tetapi, dia hanya bisa diam, tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Meski dia orang yang paling dekat dengan Liu Qingqing, melihat nonanya membunuh A Heng membuat gadis itu benar-benar merasakan ketakutan.


Pandangan Liu Qingqing menyapu setiap orang dan itu membawa sorot ketajaman. Di tangannya masih ada sebilah pedang yang meneteskan darah ke tanah. Dia berkata dengan tegas. "Semua orang dengarkan baik-baik! Mulai hari ini aku adalah pimpinan kalian, nona besar dari Kediaman Liu. Jika kalian bisa setia kepadaku, aku akan menjamin keselamatan kalian. Tetapi, jika ada yang berani mengkhianatiku nasib seperti A Heng yang pantas kalian dapatkan! Apa kalian semua mengerti?"


Semua pelayan yang berkumpul di halaman segera mengangguk dalam ketakutan. "Mengerti, Nona Besar."


Li Shu dan Liu Yifei memasang wajah berkerut. Mereka tentu tidak senang dengan pengaturan Liu Qingqing. Mereka seperti kehilangan kekuasaan atas Kediaman Liu.


"Liu Qingqing! Kamu sungguh ...." Li Shu tidak berani melanjutkan ucapannya karena melihat pandangan Liu Qingqing yang begitu mengerikan.


"Li Shu, apakah kamu keberatan aku membunuh A Heng?"


Li Shu menjawab, "Liu Qingqing, kamu tunggu saja hukuman dari Yang Mulia Raja!"


Liu Qingqing tertawa mendengar perkataan Li Shu. "Li Shu, mari kita lihat hukuman seperti apa yang akan Yang Mulia Raja berikan kepadaku!"


Li Shu tidak tahan melihat kesombongan Liu Qingqing. Dia melihat ke arah salah satu pelayan yang bertugas memegangi bahu A Heng sebelum meninggal. Wanita itu berteriak dengan keras. "Guo Li, kamu pergi ke istana dan laporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Raja!"


Melihat tatapan Li Shu, Guo Li tidak berani membantah. "Baik, Nyonya."

__ADS_1


Ketika Guo Li baru berjalan beberapa langkah, Liu Qingqing mengatakan sesuatu. Kali ini nada bicara gadis itu lebih rendah dari sebelumnya. "Guo Li, jika kamu berani pergi lebih jauh, aku pastikan kamu tidak akan melihat rembulan malam ini."


Seketika itu Guo Li langsung berhenti di tempatnya. Dia berbalik untuk menatap ke arah Liu Qingqing, lalu berpindah ke arah Li Shu. Dia tidak tahu harus bagaimana, kedua wanita yang berdiri di hadapannya sama-sama menakutkan.


Kali ini Liu Yifei yang berteriak, "Guo Li, cepat pergi! Kamu jangan dengarkan ucapan gadis sialan itu! Jika kamu tidak pergi sekarang, aku akan membunuh ibumu!"


Meski takut kepada Liu Qingqing, tetapi Guo Li lebih takut terhadap ancaman Li Yifei karena ibunya berada dalam genggaman Li Shu dan Liu Yifei. Dia berlari dengan langkah cepat. Dalam hati lelaki itu berkata, "Nona Kedua Liu, pasti hanya menggertakku."


Namun, sayang sekali pemikiran Guo Li salah besar karena Liu Qingqing tidak main-main dengan ucapannya. Ketika lelaki itu hampir mencapai ambang pintu, sebuah pedang melayang dari arah belakang dan berhasil menusuk punggungnya sampai menebus ke jantung.


Darah menyembur keluar dari luka tusukan dan mulut Guo Li. Sekilas dia bisa melihat ujung pedang Liu Qingqing yang menembus jantungnya sebelum jatuh ke tanah. Pelayan itu kehilangan nyawa dengan posisi mata masih terbuka.


Semua orang lebih tercengang lagi melihat bagaimana Liu Qingqing melayangkan pedangnya dengan sangat akurat. Mereka benar-benar seperti melihat Dewa Kematian melakukan tugasnya ketika mencabut nyawa manusia. Mereka sudah tidak bisa berkata-kata lagi setelah menyaksikan serangkaian insiden tak terduga ini terjadi.


Liu Qingqing melihat ke arah Li Shu dan Liu Yifei. "Sebaiknya mulai sekarang kalian lebih berhati-hati. Jangan terus memaksaku untuk bersikap lebih kejam!"


Liu Qingqing memandangi semua pelayan sembari berkata, "Kalian ingat baik-baik kejadian hari ini! Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku!"


Setelah itu dia berbalik dan mengulurkan tangannya ke bahu Li Shu. Dia mencengkram bahu Li Shu dengan kuat. "Li Shu, kamu jangan berpikir untuk membunuhku dengan meminjam tangan orang lain. Nona Song bukanlah tandinganku. Aku bisa membunuh A Heng dan Guo Li dengan mudah, apalagi untuk membunuh kalian itu akan lebih mudah lagi!"


Meskipun suara Liu Qingqing terdengar jauh lebih lembut, tetapi itu berbau kebencian yang membuat orang lain menggigil. Kemudian dia mulai berjalan ke arah kamarnya sembari berseru, "Semua orang boleh bubar, lakukan tugas kalian dengan baik! Liu'er, kamu ikut aku ke kamar!"


"Baik, Nona." Bai Liu buru-buru mengikuti Liu Qingqing meski masih merasakan ketakutan.

__ADS_1


Kusir yang mengantar Liu Qingqing ke pemakaman orangtuanya berkata dengan suara pelan. "Nona, lalu bagaimana kami harus menangani kedua mayat ini?"


Tidak mau repot-ropot menghentikan langkahnya, Liu Qingqing hanya menginstruksikan. "Bakar mayat mereka. Untuk pakaian A Heng lepaskan dulu, lalu lipat rapi dan masukan ke dalam kotak. Perintahkan seseorang yang bisa diandalkan untuk mengirimkan kotak tersebut ke Kediaman Pangeran Pertama!"


Sang Kusir berdiri tercengang. Dia tidak bisa menutup mata maupun mulutnya.


"Apa sekarang aku sudah seperti Bei Muchen? Liu Qingqing, maafkan aku karena menggunakan tubuhmu untuk membunuh orang. Padahal aku telah berjanji untuk menjadi orang baik, tetapi tangan ini masih menghabisi nyawa orang lain," ujar Liu Qingqing dalam hati.


Jiwa Xiao Qing mengatakan hal tersebut untuk mengejek dirinya sediri dan untuk mengaku salah kepada tubuh Liu Qingqing karena telah membunuh A Heng dan Guo Li. Dia merasa belum bisa melakukan hal yang baik selama menempati tubuh putri kedua Jenderal Liu Anren.


Alasan Liu Qingqing membunuh A Heng karena A Heng merupakan mata-mata yang ditanam oleh Zhou Yicheng dengan campur tangan Guan Zhong. Namun, berdasarkan level mata-mata ini, Liu Qingqing tahu bahwa Zhou Yicheng tidak akan peduli dengan nyawa pelayan rendahan A Heng.


Sementara itu, untuk alasan Liu Qingqing membunuh Guo Li adalah karena Guo Li sering menjual informasi dari Kediaman Liu untuk kepentingannya sendiri. Dia secara diam-diam mengkhianati Keluarga Liu yang telah memberinya pekerjaan dengan upah tinggi.


Kedua hal tersebut diketahui Liu Qingqing dari alur dalam novel dan dia sudah memerintahkan seseorang untuk memastikan kebenarannya beberapa hari yang lalu. Meskipun Liu Qingqing terlihat kejam, tetapi dia tidak akan sembarangan membunuh orang.


Liu Qingqing telah sampai di kamar. Dia menjatuhkan dirinya di tempat tidur. Ekspresi kelelahan terpampang jelas di wajah gadis itu. Helaan napas berhasil lolos dari bibir tipisnya membawa kesuraman.


Bai Liu ikut masuk ke kamar, tetapi dia tidak berani mendekat ke arah Liu Qingqing. Dia hanya berdiri tidak jauh dari pintu yang telah tertutup rapat. Ketakutan dan kecemasan bercampur menjadi satu membuat tulang punggungnya terasa menggigil.


"Liu'er, kenapa kamu masih berdiri di situ? Apa kamu takut denganku?" tanya Liu Qingqing seolah-olah dia mengerti apa yang Bai Liu rasakan.


Bai Liu belum sempat menjawab, tetapi Liu Qingqing sudah berkata kembali. "Aku tahu kamu pasti sangat ketakutan melihat semua yang telah aku lakukan. Tetapi, kamu hanya perlu percaya kepadaku kalau aku tidak akan pernah menyakitimu, Liu'er."

__ADS_1


Meskipun suara Liu Qingqing terdengar lembut dan manis, tetapi tidak membuat ketakutan Bai Liu mencair. Gadis itu masih berdiri di tempatnya, tidak bergerak ke satu sisi pun.


"Siapa kamu sebenarnya? Katakan di mana nonaku?" tanya Bai Liu dengan suara serak. Dalam kebingungan dan ketakutan air mata menetes dari matanya.


__ADS_2