Legenda Putri Qingping

Legenda Putri Qingping
Bab 7. Kisah Liu Qingqing dan Jiang Yu


__ADS_3

Di dalam kamar, cahaya dari lampu minyak berkedip-kedip tertiup angin. Tiga orang sedang duduk dengan lembaran kertas berserakan di atas meja. Mereka adalah Liu Qingqing, Bai Liu, dan Jiang Yu.


Setelah Song Nian pulang di waktu sore, Liu Qingqing menyuruh Jiang Yu untuk beristirahat sebentar. Kemudian dia memanggilnya selepas makan malam guna membahas rencana esok pagi. Sejak awal Jiang Yu tidak mengerti tentang tugasnya karena Li Zemin hanya mengatakan, 'Seseorang memintaku untuk mencari orang yang ahli melukis dan aku jadi teringat denganmu'.


Selama Liu Qingqing menjelaskan beberapa hal, Jiang Yu memperhatikannya dengan serius. Sikap lelaki itu mirip seorang pelajar yang baik dan patuh terhadap guru mereka. Berbeda sekali dengan Bai Liu yang terlihat bingung dan banyak bertanya di sana-sini.


"Jiang Yu, jika kamu punya pertanyaan silakan tanyakan saja!" ujar Liu Qingqing melihat bagaimana wajah Jiang Yu memperhatikan dirinya.


Jiang Yu sedikit tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Nona Liu, aku sedikit penasaran, kenapa kamu tidak langsung pulang ke rumah alih-alih memintaku untuk melakukan sesuatu?"


"Untuk masalah itu aku punya alasan sendiri. Ini hanya balasan kecil untuk mereka karena telah berani melawanku."


"Tetapi, kenapa Nona justru bekerja sama dengan Nona Song? Bukankah dia berniat mencelakai Nona?" Bai Liu gantian bertanya. Perasaannya dibanjiri banyak pertanyaan sedari mereka berhasil selamat dari insiden mengerikan kemarin.


Ketenangan Liu Qingqing masih terjaga dengan baik. Tidak heran jika kedua orang di hadapannya sekarang mempertanyakan hal tersebut. Bagi kebanyakan manusia apa yang dilakukan oleh dirinya di luar batas kewajaran.


Liu Qingqing dengan sabar menjelaskan. "Liu'er, aku tidak akan pernah lupa dengan perbuatan Song Nian kepada kita. Dia sudah membuat kita menderita, tentu saja aku akan membalasnya. Tetapi, tidak untuk sekarang karena aku butuh bantuan dia untuk memuluskan sebagian rencanaku."


Bai Liu dan Jiang Yu sedikit mengerti, tetapi di waktu yang sama mereka masih kebingungan.

__ADS_1


Setelah jeda sebentar Liu Qingqing kembali melanjutkan ucapannya. "Kalian tenang saja, aku akan melindungi orang yang setia kepadaku! Tetapi, aku juga tidak akan segan untuk melawan orang yang berani mengusikku!"


Liu Qingqing menatap Jiang Yu. Ada kesedihan di sorot matanya. "Jiang Yu, kamu mengingatkanku kepada seseorang. Orang itu sangat baik dan setia. Dia juga selalu berada di sisiku, tidak peduli di saat senang atau susah. Meski aku sering membuatnya menderita, tetapi dia tidak pernah mau meninggalkanku. Nama kalian kebetulan sama. Jika kamu bisa setia kepadaku, aku akan melindungimu dengan baik seperti aku melindungi Bai Liu."


"Kenapa Nona berkata begitu? Siapa yang Nona maksud?" tanya Bai Liu dalam hati. Namun, dia tidak berani berbicara secara langsung karena takut Liu Qingqing akan meragukan kesetiannya.


Liu Qingqing bisa menangkap kebingungan di wajah Bai Liu, tetapi dia berpura-pura tidak melihat. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk memberi tahu kebenarannya, karena perjalanan masih panjang untuk sampai di akhir. Bisa saja Bai Liu tidak akan percaya jika Liu Qingqing berterus terang. Bagaimanapun masalah perpindahan jiwa bukanlah sesuatu yang mudah dipercayai semua orang.


Jiang Yu menunjukkan tanggapan lain yang sangat jauh berbeda dengan Bai Liu. "Nona, meski kamu tidak mengatakan hal tersebut aku pasti akan setia kepadamu. Kamu adalah penyelamatku, tentu saja aku harus membalas budi. Menjadi bawahanmu merupakan sebuah keberuntungan, maka Nona percayalah kepadaku!"


Liu Qingqing tidak pernah menyangka akan mendapatkan kejutan seperti itu. Dia jelas tidak mengerti yang dimaksud Jiang Yu, karena dalam novel tidak ada penyebutan tentangnya. Tiba-tiba sebuah pemikiran muncul di benak Liu Qingqing. "Apa mungkin Jiang Yu juga berpindah dimensi seperti aku?"


"Jiang Yu, kamu benar-benar orang yang aku butuhkan." Sebuah senyuman muncul di wajah Liu Qingqing. "Aku tidak meragukan kemampuanmu, hanya saja aku tidak mengerti kenapa kamu menyebutku sebagai 'Penyelamatmu'?"


"Apa Nona tidak ingat denganku? Aku orang yang telah Nona tolong dua tahun yang lalu?"


Kejadian dua tahun silam tentu saja Liu Qingqing tidak ingat. Bahkan bukan hanya tidak ingat, tetapi sama sekali tidak mengerti karena jiwanya belum menempati tubuh putri jenderal Kerajaan Zhao. Liu Qingqing melirik Bai Liu seperti meminta bantuan.


"Maaf Tuan Jiang, Nonaku baru saja mengalami kejadian buruk sehingga kehilangan sebagian ingatannya. Jika berkenan, Tuan Jiang bisa menceritakan sedikit tentang kejadian waktu itu," terang Bai Liu setelah melihat isyarat dari Liu Qingqing.

__ADS_1


Jiang Yu akhirnya bisa menembuskan napas dengan lega. Ternyata kekhawatirannya salah. "Pantas saja Nona Liu terlihat agak kebingungan. Waktu itu kita bertemu di Qianyang dan kamu menyelamatkanku dari para bandit gunung. Aku tidak sempat menanyakan namamu, tetapi aku sangat ingat dengan wajahmu. Aku ingat betul saat itu pelayan yang nona bawa bukanlah dia."


Bai Liu yang ditunjuk Jiang Yu sedikit paham. "Nona, itu terjadi ketika kamu harus pergi ke kuil di puncak Gunung Qian untuk kesembuhanku. Setelah pulang kamu sedikit menceritakan kisah ini kepadaku. Apa Nona ingat sekarang?"


Xiao Qing berusaha mengingat alur dalam novel, di mana tokoh Liu Qingqing pergi ke Qianyang. Setelah agak lama dia ingat kejadian Liu Qingqing menolong seorang pejalan kaki, tetapi itu tidak dijelaskan terlalu detail. Hanya sebagian kecil saja yang diceritakan Liu Qingqing kepada Bai Liu. Bahkan saat itu Bai Liu sangat tersentuh dengan kebaikan nonanya sehingga menangis karena terlalu bahagia.


"Liu Qingqing, kamu sungguh orang baik. Sayang sekali nasibmu terlalu malang," ucap Xiao Qing dalam hati.


"Nona, apa kamu baik-baik saja?" Ada kekhawatiran di wajah Bai Liu melihat Liu Qingqing diam saja untuk waktu yang lama. "Nona, jangan terlalu dipaksakan untuk mengingatnya!"


Liu Qingqing memukul kepalanya dengan gerakan pelan. "Sekarang aku ingat kejadian itu, tetapi maaf sekali Jiang Yu karena aku tidak bisa langsung mengenalimu tadi siang."


"Tidak masalah Nona," ujar Jiang Yu sembari tersenyum.


"Karena semua sudah jelas sekarang kamu bisa kembali ke kamarmu untuk beristirahat. Besok pagi Li Zemin akan menjemputmu!"


Jiang Yu mengangguk. "Baik, Nona. Aku akan undur diri."


Setelah mengusir Jiang Yu dengan sopan Liu Qingqing segera beranjak dari tempat duduknya. Melihat Bai Liu hendak merapikan kertas di meja, dia langsung berkata, "Liu'er, biarkan saja. Ini sudah larut, mari beristirahat!"

__ADS_1


Bai Liu hanya menurut. Dia membiarkan lembaran kertas tetap di tempatnya. Kemudian Bai Liu mengikuti Liu Qingqing ke tempat tidur. Rasa lelah setelah bekerja keras selama seharian akhirnya mengantarkan mereka ke alam mimpi.


__ADS_2