
Kejadian mengerikan di Kediaman Liu menjadi topik hangat di pagi hari. Seperti saat ini, semua pengunjung Penginapan Rongyi membicarakan hal tersebut di sela-sela kegiatan sarapan mereka.
Orang-orang menarik satu berita dengan berita lain, lalu menggabungkannya secara acak sehingga membentuk sebuah kesimpulan. Mereka mengatakan bahwa kejadian itu adalah perbuatan salah satu pelayan di Kediaman Liu karena tergoda oleh kekayaan orang lain.
Bai Liu yang baru saja turun ke bawah untuk memesan makanan mendengar kabar itu dengan jelas. Dia segera naik kembali ke lantai dua dan masuk ke kamar untuk memberi tahu Liu Qingqing.
Liu Qingqing baru saja bagun tidur. Dia sedang duduk di tepi ranjang sembari meregangkan otot-otot tangannya. Melihat ekspresi cemas Bai Liu, dia bertanya dengan suara serak. "Liu'er, ada apa?"
Bai Liu mendekat ke arah Liu Qingqing dan menjawab dengan cepat. "Nona, tadi malam Kediaman Liu dimasuki penyusup. Semua orang di bawah sedang membicarakannya."
"Apa? Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Liu Qingqing dengan mata melebar. Wajah mengantuknya berubah menjadi serius.
"Tidak tahu, Nona. Aku hanya mendengar seseorang masuk ke kediaman dan membunuh para penjaga. Selain itu, mereka mengatakan Nyonya mencurigai A Heng sebagai pelaku karena dia tidak ada pada saat kejadian berlangsung."
"Liu'er, apa Jiang Yu sudah kembali?"
"Aku belum memeriksa ke kamarnya, Nona."
"Sekarang kamu pergi ke kamar Jiang Yu. Jika Jiang Yu sudah kembali minta dia untuk menemuiku," perintah Liu Qingqing.
Bai Liu mengangguk. "Baik, Nona."
Tepat pada saat itu, sebuah ketukan pintu terdengar dari luar. "Nona, aku sudah kembali."
Mereka mengenal suara dari luar kamar. Itu adalah Jiang Yu.
"Jiang Yu, masuklah!" ujar Liu Qingqing sembari bangkit dari tempat tidur.
Jiang Yu masuk dengan tenang dan segera membungkuk di hadapan Liu Qingqing. "Nona, aku telah menjalankan perintahmu dengan baik."
__ADS_1
Liu Qingqing tersenyum, sedangkan Bai Liu menampilkan ekspresi sedikit bingung. Dia memang tidak terlibat dalam beberapa hal dalam rencana Liu Qingqing. Bukan karena Liu Qingqing tidak mempercayainya, tetapi karena dia ingin melindungi Bai Liu. Sedikit yang Bai Liu ketahui, maka nyawanya akan lebih aman.
"Bagus! Kamu telah memberikan kontribusi yang besar. Aku akan memberikanmu hadiah nanti," kata Liu Qingqing.
Seperti biasa Jiang Yu menolak dengan sopan. "Tidak perlu memberiku hadiah, Nona. Ini sudah menjadi tugasku."
"Baiklah, aku mengerti. Kamu selalu saja begitu." Liu Qingqing mengalihkan pandangannya ke arah Bai Liu. "Liu'er, minta semua pelayan untuk bersiap. Setelah sarapan kita akan kembali ke kediaman."
"Baik, Nona." Bai Liu segera pergi untuk menjalankan perintah. Dia meninggalkan Liu Qingqing dan Jiang Yu di kamar.
"Nona, setelah ini apa yang harus aku lakukan?" tanya Jiang Yu setelah melihat Bai Liu sudah menjauh dari kamar.
Liu Qingqing sedikit berpikir untuk waktu yang lama. Wajahnya kembali serius. Setelah keheningan panjang dia akhirnya berkata, "Jiang Yu, sementara kamu bisa sembunyi dulu. Aku harus kembali ke kediaman dan membereskan sesuatu. Jika semua masalah sudah teratasi, aku akan memberi kabar kepadamu."
"Baik, Nona, aku mengerti. Nona, bisa mengabariku lewat surat. Untuk sementara waktu aku akan tinggal di sekitar Kuil Lanyun," terang Jiang Yu dengan ekspresi yang tulus. Dia sungguh tidak keberatan dengan keputusan Liu Qingqing.
"Baiklah, aku pastikan untuk segera mengabarimu." Liu Qingqing merasa sungguh beruntung bisa mendapatkan seseorang seperti Jiang Yu. Ada kekaguman yang tersirat saat dia menatap bawahannya. "Jiang Yu, aku akan memberi kode rahasia di suratku."
"Hujan Memenuhi Sungai," kata Liu Qingqing tersenyum.
"Kenapa demikian, Nona?" Kening Jiang Yu berkerut. Dia benar-benar tidak mengerti makna dari 'Hujan Memenuhi Sungai' yang dikatakan oleh Liu Qingqing.
"Kamu bisa mencari tahu artinya selama bersembunyi," goda Liu Qingqing. Tidak banyak kesempatan untuk dia mempermainkan Jiang Yu, sehingga Liu Qingqing memanfaatkannya sekarang ini. Dia masih tersenyum melihat Jiang Yu kebingungan.
Meski tidak begitu yakin akan keberhasilannya untuk mencari tahu maksud dari perkataan Liu Qingqing, tetapi Jiang Yu masih mengangguk. "Baik, Nona."
Menjelang siang hari, semua pelayan Kediaman Liu dikumpulkan di halaman depan. Wajah Li Shu dan Liu Yifei dipenuhi kemarahan yang nyata. Mereka tidak pernah membayangkan Kediaman Liu yang agung akan dikotori oleh tragedi berdarah pada malam hari.
A Heng sudah berlumur darah. Tubuhnya dipenuhi luka yang disebabkan oleh pukulan tongkat dari beberapa pelayan lain. Dua orang lelaki bertubuh besar menahan bahu A Heng untuk berlutut di hadapan Li Shu dan Liu Yifei.
__ADS_1
Dari awal A Heng tidak mengerti kenapa Li Shu menghukumnya dengan berat. Ketika A Heng kembali tadi pagi, dia langsung ditangkap oleh penjaga pintu kediaman, lalu diseret secara paksa ke halaman. Dia dihukum dengan pukulan dari tongkat kayu tebal sebanyak 50 kali.
Tadi malam memang A Heng tidak ada di Kediaman Liu karena dia keluar untuk melaporkan sesuatu kepada tuannya. Namun, dalam perjalanan pulang dia dicegat oleh seseorang. A Heng dibuat pingsan dan ketika sadar dia sudah berada di daerah pertokoan ibu kota. Dia mendengar berita tentang penyusup Kediaman Liu dari pembicaraan orang-orang dan memutuskan untuk segera kembali ke Kediaman Liu.
Sekarang di depan semua orang A Heng seperti seseorang yang akan menemui kematian. Tampilan dia sangat buruk dengan pakaian robek di sana sini dan telah basah oleh darah. Siapa pun yang melihatnya saat ini akan merasa ngeri.
"A Heng, kamu sungguh tidak tahu diri! Aku sudah berbaik hati menjadikanmu sebagai orang kepercayaanku, tapi kamu malah semakin serakah!" teriak Li Shu penuh kemarahan. "Apa hadiah yang terakhir kali aku berikan masih tidak cukup? Bagaimana bisa kamu mencuri barang kesayanganku?"
Tubuh A Heng bergetar hebat. Suaranya sangat lirih saat dia mencoba membela dirinya sendiri. "Nyonya, saya benar-benar tidak mencuri perhiasan Anda! Saya bukan dalang dari semua kejadian tadi malam. Bahkan saya tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini."
Liu Yifei menjadi geram dengan pengakuan A Heng. Dia berkacak pinggang dengan kemarahan yang meluap di matanya. "A Heng, kalau kamu bukan pencuri bagaimana bisa perhiasan ibuku ada di kamarmu? Sebaiknya kamu mengaku saja, mungkin Ibu akan membiarkanmu tetap hidup!"
"Nona Pertama, saya benar-benar tidak mencuri perhiasan itu. Saya tidak akan berani bertindak seperti itu," kata A Heng dengan ekspresi menyedihkan.
"Lalu, tadi malam kamu pergi ke mana? Kenapa saat kejadian berlangsung kamu tidak ada di kediaman?" teriakan Li Shu sangat keras. Suaranya memenuhi seluruh halaman.
Tadi malam setelah Li Shu tersadar dari pengaruh obat tidur, dia menyuruh pelayannya untuk memeriksa semua orang. Dia tidak membiarkan siapa pun keluar dari kediaman guna pemeriksaan lebih lanjut.
Saat itulah keberadaan A Heng tidak diketahui dan di kamarnya ditemukan kotak merah berisi perhiasan Li Shu. Kotak merah itu adalah kotak yang penyusup ambil dari ruangan rahasia. Di dalamnya ada perhiasan sebagai mas kawin ketika Li Shu dinikahi oleh Liu Anren. Maka dari itu, dia sangat menyukai dan menjaga barang tersebut dengan sangat baik.
A Heng tidak memberikan jawaban dalam waktu lama.
Hal tersebut menyulut kemarahan Li Shu. "A Heng, kenapa kamu diam saja? Di mana kamu tadi malam? Jika ada seseorang yang bisa menjadi saksi untukmu, aku bisa melepaskanmu dan membiarkanmu tetap hidup!"
A Heng masih tidak buka mulut. Dia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa tadi malam dia telah menemui seseorang. Orang itu bisa saja menjadi saksi untuk membuktikan kalau dirinya tidak terlibat dalam pencurian dan pembunuhan di Kediaman Liu, tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan dia kehilangan nyawa.
Berada pada situasi yang sulit, A Heng hanya menghela napas dengan berat. Wajahnya semakin pucat seolah-olah dia akan kehilangan nyawa sebentar lagi. Namun, dalam pikiran lelaki itu Li Shu tidak akan berani membunuhnya.
Kemarahan Li Shu terlihat sangat jelas dari sorot matanya yang menyeramkan. Pembuluh darah di leher wanita paruh baya itu tampak berdenyut. Akan tetapi, dia tidak berani membunuh A Heng, mengingat A Heng adalah pelayan pemberian Raja Zhao.
__ADS_1
Li Shu sedikit bersabar. Dia mencoba merendam amarahnya dan berkata dengan suara agak rendah. "A Heng, jujurlah! Mengingat kamu adalah pelayan pemberian Yang Mulia Raja, aku tidak akan membunuhmu! Katakan tadi malam kamu ada di mana?"
Tiba-tiba terdengar suara nyaring dari arah pintu masuk. "Li Shu, kamu sungguh bodoh jika membiarkan dia tetap hidup!"