
"Siapa kamu sebenarnya? Katakan di mana nonaku?" tanya Bai Liu dengan suara serak. Dalam kebingungan dan ketakutan air mata menetes dari matanya.
Liu Qingqing bangun untuk duduk di tepi tempat tidur. Dia memandang Bai Liu sembari berkata dengan suara lembut. "Liu'er, ini aku nonamu."
"Bukan! Kamu bukan nonaku! Kamu orang jahat!" seru Bai Liu. Dia masih berdiri di sana dengan air mata mengucur deras. Kemarahan dan kesedihan bercampur menjadi satu mendorong dia untuk kembali berteriak, "Bagaimana mungkin nonaku menjadi seorang pembunuh yang kejam seperti kamu? Bahkan membunuh serangga saja nonaku tidak berani!"
'Pembunuh yang kejam' berhasil membungkam mulut Liu Qingqing rapat-rapat. Seolah-olah sebongkah batu besar telah diletakkan di atas bahu wanita itu, membuat dia menunduk dalam-dalam untuk menyembunyikan segala jenis emosi di dalam hatinya. Tidak ada kalimat yang pantas Liu Qingqing lontarkan untuk membela diri karena pada kenyataannya dia memanglah seorang pembunuh, entah di dunia modern atau di dunia sekarang ini.
Meski jiwa wanita itu telah ditarik ke tempat asing dengan jarak ribuan tahun untuk menjalani kehidupan sebagai putri jenderal agung Kerajaan Zhao, dia masih tidak bisa membersihkan lumuran darah di tangannya. Seolah-olah sebutan 'Pembunuh' sudah menjadi nama yang pantas untuk dia sandang. Seperti belenggu yang diikatkan sangat erat pada tubuhnya dan tidak bisa dilepaskan dengan alasan apa pun.
Api kemarahan meluap di mata Bai Liu. "Kenapa kamu diam? Katakan di mana kamu sembunyikan nonaku? Apa yang sebenarnya kamu lakukan kepada nonaku?"
Sikap Bai Liu saat ini tidak pernah dibayangkan oleh Liu Qingqing. Itu seperti duri yang menusuk di hatinya memberikan rasa sakit luar biasa. Dia tidak tahu pembelaan seperti apa yang pantas untuk diungkapkan. Semua kecerdasan wanita itu di hari biasa seakan-akan hilang entah ke mana dan tak bersisa.
Setelah waktu yang lama, Liu Qingqing akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat Bai Liu. Dia menemukan air mata mengalir deras dari mata Bai Liu. Dia merasakan sakit di hatinya. "Liu'er, kamu jangan menangis. Kamu memang benar, aku tidak pantas untuk menjadi nonamu. Aku hanyalah seorang pembunuh yang kejam."
Suara Liu Qingqing terdengar serak dan ucapannya membawa jejak kesedihan yang sulit dijelaskan. Dia bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan mendekat ke arah Bai Liu dengan ragu-ragu. Mata gadis itu terbingkai merah dengan genangan air yang jernih.
Bai Liu mundur satu langkah untuk menjaga jarak dengan Liu Qingqing. Tubuh gadis itu menggigil karena ketakutan seolah-olah yang dia hadapi sekarang bukanlah nonanya, tetapi pembunuh berdarah dingin. "Kamu berhenti di situ, jangan mendekat! Aku tidak ingin bernasib seperti A Heng dan Guo Li!"
Sadar akan ketakutan Bai Liu, Liu Qingqing hanya bisa menurut. Dia tidak melangkah lebih jauh lagi. Genangan air matanya tidak bisa dibendung lagi dan itu jatuh membasahi pipi dalam sekejap. Dalam hati wanita itu merasakan kesakitan yang tak terlukiskan.
__ADS_1
Kebenaran memang akan terungkap meski disembunyikan dengan baik. Namun, Liu Qingqing tidak pernah menyangka akan terungkap dengan cara seperti ini. Di dunia ini masih ada ribuan skenario terbaik lainnya untuk menyingkap tirai kebenaran, tetapi kenapa harus dengan kesalahpahaman yang menyulitkan mereka berdua.
Keheningan panjang yang menyeramkan dan mengerikan membusuk di kamar. Mereka hanya diam memeluk kesedihan dalam kepahitan. Hubungan nona dan bawahan menjadi jalinan yang samar akibat kesalahpahaman.
Liu Qingqing menyeka air matanya, kemudian berkata dengan suara lembut. "Liu'er, tolong berikan aku sedikit waktu. Aku akan memberi tahu kamu tentang segala hal saat waktunya sudah tepat. Kamu hanya perlu percaya kalau aku ini nonamu yang akan selalu melindungimu."
"Berhenti mengatakan itu! Kamu bukanlah nonaku!" Bai Liu tidak bisa menerima pernyataan Liu Qingqing. Air mata gadis itu semakin deras dan dia berlari pergi meninggalkan Liu Qingqing sendirian.
Liu Qingqing tidak mengejar Bai Liu. Dia berdiri di sana dan menangis sekali lagi.
"Liu'er, aku tahu kamu pasti sangat terpukul dengan kejadian ini. Maafkan aku, Liu'er. Aku sebenarnya memang bukan nonamu," gumam Liu Qingqing pelan.
Liu Qingqing menyeka air matanya, lalu menarik napas dalam-dalam. Dia menekan semua kesedihannya dengan rasa pahit. Kemudian dia berjalan ke arah luar untuk memanggil seseorang.
Liu Qingqing berkata, "Kamu awasi Bai Liu, jika dia keluar dari kediaman ikuti secara diam-diam. Kamu harus menjaga dia dengan baik, jangan biarkan hal buruk terjadi kepadanya!"
"Baik, Nona Besar, saya mengerti." Setelah mengatakan hal tersebut, penjaga itu segera pergi untuk menjalankan perintah.
Musim gugur tidak hanya menggugurkan dedaunan pada pohon, tetapi ia juga berhasil meluruhkan hubungan baik antara sepasang nona dan bawahan. Hal tersebut menjadikan mereka jauh dan berselisih karena perkara yang sulit dijelaskan.
Di waktu sore, sebuah kotak berbentuk persegi berbahan kayu dengan kwalitas terbaik diantarkan ke Istana Yiyuan. Tempat itu tidak lain adalah kediaman pangeran pertama, Zhou Yicheng. Banguanan yang didirikan di sisi timur tidak jauh dari istana kerajaan.
__ADS_1
Seperti biasa Zhou Yicheng sedang bersama Guan Zhong. Mereka sedang menikmati keindahan senja di halaman yang cukup luas. Satu set perangkat teh ada di atas meja dengan dua cangkir telah digunakan oleh mereka.
Seorang pelayan bertubuh kurus mendekat ke arah mereka. Dia memegang kotak persegi di tangannya. "Yang Mulia, ini dikirim oleh bawahan Nona Kedua Liu untuk Anda."
"Apa sudah diperiksa?" tanya Zhou Yicheng.
Pelayan itu menjawab, "Belum, Yang Mulia. Pengirim mengatakan, 'Nonaku mengirim hadiah ini untuk Yang Mulia Pangeran Pertama dan meminta dia sendiri yang membukanya', jadi kami tidak berani memeriksa kotak tersebut."
"Berikan kotaknya dan kamu bisa pergi!" pinta Guan Zhong sembari bangkit dari tempat duduknya.
Pelayan itu segera pergi setelah menyerahkan kotak hadiah.
Guan Zhong meletakkan kotak tersebut di atas meja persis di depan Zhou Yicheng. Kemudian duduk kembali ke tempatnya semula. "Yang Mulia, kenapa Nona Liu Qingqing mengirimkan hadiah secara tiba-tiba?"
Zhou Yicheng menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman. "Mungkin dia sudah mempertimbangkan niat baikku dan berubah pikiran. Dia mengutarakan permintaan maafnya lewat hadiah ini, berharap aku tidak akan begitu perhitungan dengan masalah waktu itu."
Guan Zhong juga menunjukkan ekspresi yang baik. "Dia cukup pintar dengan melakukan hal ini. Setelah didorong ke depan jurang kematian, Nona Liu Qingqing pasti mengerti kalau dia membutuhkan perlindunganmu, Yang Mulia."
"Jika saja kamu tidak menghentikanku waktu itu, aku pasti akan datang untuk menolongnya di saat dia sedang diserang pembunuh." Zhou Yicheng mengulurkan tangannya, menyentuh kotak hadiah dengan gerakan lembut.
Guan Zhong sedikit tersenyum sembari berkata, "Jika Yang Mulia menolongnya saat itu justru akan membuat Nona Song lebih membenci Nona Liu Qingqing. Hal yang bagus kalau kita membiarkan dia merasakan sedikit penderitaan supaya tidak terlalu keras kepala. Kita mengerti dengan jelas bahwa Nona Song tidak mungkin akan membunuhnya secara langsung. Dia hanya berniat menakut-nakuti Nona Liu Qingqing."
__ADS_1
"Itu memang benar, tapi sayang sekali aku tidak bisa melihat ekspresi ketakutannya." Zhou Yicheng sedikit menghela napas.