Legenda Putri Qingping

Legenda Putri Qingping
Bab 12. Wajah di Balik Cadar


__ADS_3

Para penjaga Kediaman Liu tidak akan membiarkan penyusup pergi begitu saja. Mereka membagi kelompok menjadi beberapa bagian. Satu kelompok menjaga kediaman, satu kelompok lagi memeriksa keadaan Li Shu dan Liu Yifei, dua kelompok yang lain mengejar penyusup ke arah timur dan barat.


Bayangan hitam tampaknya sudah menguasai rute di sekitar Kediaman Liu. Dalam waktu singkat dia telah menghilang dari pandangan para penjaga. Dia berlari dari gang satu ke gang lain untuk mengacaukan jejak pelariannya, seperti rubah licik dengan keahlian berlari sangat cepat.


Namun, di ujung gang yang sempit seseorang tiba-tiba muncul mengejutkan si bayangan hitam. Dia berdiri tegap dengan tangan disembunyikan di belakang punggung. Matanya sangat cerah dan jernih, tetapi itu membawa hawa dingin seperti angin malam ini saat menatap tajam ke arah penyusup itu.


"Siapa kamu?" tanya si penyusup.


"Apa pantas orang sepertimu menanyakan namaku?" Tidak hanya pandangan lelaki itu yang dingin, tetapi suaranya tidak kalah dingin. "Siapa kamu? Berani sekali kamu mengacau di ibu kota!"


"Huft!" Helaan napas keluar dari bayangan hitam. "Jika kamu datang untuk membela Keluarga Liu, aku tidak akan sungkan. Tetapi, sayang sekali aku tidak punya waktu untuk meladenimu!"


Bayangan hitam itu berbalik untuk kembali ke jalur sebelumnya, tetapi seseorang yang lain berdiri tegap dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Dia tidak lain adalah Xu Jia, anak buah Zhou Ziyang. Tidak tahu sejak kapan dia berada di sana karena kehadirannya tidak diketahui oleh si bayangan hitam.


"Jadi kalian berdua ingin menangkapku?" tanya si bayangan hitam dengan senyum meremehkan. Dia tidak mengenal kedua lelaki yang menghadangnya. Jadi dia merasa tidak perlu bersikap sopan terhadap mereka.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu menyerah dan ikut dengan kami!" seru Xu Jia. Tatapannya terlihat mengerikan yang mampu membuat seseorang merinding. "Jika kamu menurut, kami tidak akan membunuhmu!"


"Apa kalian pikir aku orang yang mudah untuk dibodohi? Atas dasar apa aku harus percaya kalian?" cibiran musim dingin keluar dari bibir di balik cadar hitam. Dia berpegangan pada pedangnya dengan kewaspadaan penuh.


"Jika begitu aku tidak akan sungkan!" Xu Jia melompat ke depan untuk menyerang bayangan hitam. Dia mengayunkan pedangnya ke arah jantung penyusup itu. Namun, serangan dia segera ditepis oleh lawannya dengan gerakan menawan.


Penyusup itu tidak ragu-ragu untuk menyambut serangan dari Xu Jia. Dia menggunakan kekuatan penuh guna meladeni serangan Xu Jia yang begitu kuat. Ke mana dia mengayunkan pedangnya di situ ada hawa dingin yang mematikan. Seolah-olah semua udara di sekitar mereka berkumpul pada bilah pedangnya.


Namun, sayangnya Xu Jia bukanlah orang yang rendah dalam seni bela diri. Dia tidak bisa dijatuhkan oleh beberapa serangan saja. Gaya pedangnya mantap dan tak terkendali. Dia memberikan pukulan yang menakjubkan dengan kekuatan stabil. Itu seperti badai dan gelombang yang menghantam dengan keras, mengguncang langit ibu kota untuk bangun dari tidur nyenyak.


Zhou Ziyang masih di tempat, tidak bergerak satu inci pun ke satu sisi. Dia berdiri di sana sembari mengangkat kepalanya untuk melihat dua orang berpakaian laki-laki yang terlibat dalam duel sengit. Dalam pikiran Zhou Ziyang, Xu Jia sudah cukup untuk menjatuhkan penyusup yang mengacau di Kediaman Liu. Namun, sayangnya pemikiran itu masih saja belum bisa menjadi kenyataan sampai detik ini.


Pada saat inilah derap langkah dari sekelompok orang terdengar jelas. Disusul sebuah teriakan keras. "Mereka di sebelah sana!"


Pikiran penyusup itu menjadi bercabang dan kekuatan serangannya sedikit menurun. Dia tidak bisa terus-menerus melawan Xu Jia, karena sebagian tenaganya telah terkuras untuk melawan para penjaga Kediaman Liu. Jika duel ini masih terus dilanjutkan, dia jelas hanya akan berakhir dengan menyedihkan. Bahkan kehilangan nyawa mungkin saja tidak bisa dihindari.

__ADS_1


"Sial, mereka sudah mendekat! Aku harus menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat!" kata penyusup itu dalam hati.


Xu Jia bisa melihat kecemasan orang lain dan memanfaatkannya untuk memberikan serangan yang mematikan. Namun, saat dia akan melakukan hal tersebut, bayangan hitam justru melemparkan jarum beracun setipis bulu lembu ke arah Xu Jia. Itu hampir mengenai leher Xu Jia sebelum akhirnya dihentikan oleh kipas yang terbang membelah udara dengan sangat cepat.


Ketajaman mata Zhou Ziyang sudah terlatih dari kecil sehingga dia bisa melihat jarum tipis yang akan melukai Xu Jia meski di bawah kegelapan. Di saat itulah dia melempar kipasnya dengan segera untuk menghentikan jarum yang melayang. Kemudian kipas tersebut berputar ke arah bayangan hitam membawa niat membunuh, tetapi bayangan hitam itu segera mengangkat pedangnya guna menepis serangan yang datang.


Setelah berhasil mengembalikan kipas tersebut kepada pemiliknya. Dia melompat ke atap bangunan untuk melarikan diri, tetapi Zhou Ziyang segera melakukan tindakan yang sama untuk menghalanginya. Mereka bertarung dengan sengit dan di sela-sela pertarungan Zhou Ziyang mencoba menarik cadar yang menutupi wajah lawannya.


Setelah bertukar beberapa pukulan Zhou Ziyang berhasil menarik paksa cadar si bayangan hitam. Namun, reaksi pertama yang dia berikan adalah sebuah keterkejutan. "Kamu!"


Memanfaatkan keterkejutan pihak lain, bayangan hitam itu memberikan pukulan ke dada Zhou Ziyang dengan kuat. Dia segera meluncur pergi dengan tenaga yang tersisa. Dia mengambil sesuatu dari dadanya dan sebuah suar ditembakkan ke langit memecah kegelapan malam dengan percikan nyala api yang indah.


Tepat pada saat itu, mereka mendengar suara langkah kaki dari sekelompok orang yang bergema melalui gang sempit. Itu semakin mendekat dan sebuah teriakan dilontarkan dengan lantang. "Mereka di sini!"


Sadar dari keterkejutannya, Zhou Ziyang langsung melihat ke arah Xu Jia. "Cepat pergi!"

__ADS_1


__ADS_2