Legenda Putri Qingping

Legenda Putri Qingping
Bab 9. Kunjungan Song Nian


__ADS_3

Pelat Feilong adalah tanda untuk memerintah ribuan prajurit dari Pasukan Naga Terbang. Pasukan itu dulunya merupakan pasukan rahasia milik leluhur Keluarga Liu. Ayah Liu Qingqinq—Liu Anren—merupakan pemimpin pasukan tersebut di generasi ketiga.


Ketika Kerajaan Zhao di ambang kehancuran karena adanya perang saudara. Zhou Wang, orang yang menjadi raja sekarang ini menyelamatkan istana yang hampir runtuh dengan kecerdasannya. Selain itu dia mendapatkan bantuan dari Pasukan Naga Terbang di bawah kepimpinan Liu Anren.


Liu Anren menyelamatkan Zhou Wang yang hampir kehilangan nyawa saat perang sedang berlangsung. Berkat pertolongan itulah Liu Anren diangkat menjadi jenderal agung di Ibu Kota Taiyuan. Zhou Wang diminta naik takhta menggantikan ayahnya dan mendapatkan gelar Raja Zhao.


Xu Jia masih tidak mendapatkan jawaban dalam waktu yang lama. Dia kembali bertanya dengan ekspresi serius. "Yang Mulia, apa Nona Song mengunjungi Kediaman Liu untuk mencuri Pelat Feilong?"


"Xu Jia, sejak kapan kamu menjadi bodoh? Mana ada orang bertamu pada waktu siang dengan niat mencuri," cibir Zhou Ziyang dengan suara dingin.


Xu Jia sedikit menunduk. Dia merasa malu oleh kebodohannya. "Yang Mulia, hal itu bisa saja terjadi. Jika Nona Song datang hanya sendirian itu wajar, tetapi dia membawa Li Zemin dan Jiang Yu. Li Zemin juga bukan orang baik sebelum dia menjadi penjaga di Kediaman Song."


"Aku rasa mereka tidak punya keniatan seperti itu."


"Kalau tidak ada niat seperti itu, lalu untuk apa mereka datang? Apa untuk melakukan kerja sama dengan Liu Yifei dan Li Shu?"


"Jika aku tahu, aku tidak akan memikirkannya di sini, Xu Jia!" Zhou Ziyang menghela napas dengan berat. "Mereka bukankah sudah bekerja sama dalam perencanaan pembunuhan Liu Qingqing!"


Xu Jia hanya bisa mengangguk. Dia benar-benar merasa tidak berguna untuk memecahkan teka-teki Liu Qingqing dan Song Nian. "Yang Mulia, sepertinya aku melupakan sesuatu. Menurut Paman Yi, Jiang Yu sekarang menjadi bawahan Liu Qingqing. Apa mereka datang disuruh Nona Kedua Liu?"


"Kita bisa mendapatkan jawabannya, kalau kamu menyelidiki mereka dengan baik. Minta Paman Yi untuk terus mengawasi Liu Qingqing, tetapi jangan lakukan gerakan yang mencolok!"


"Baik, Yang Mulia." Setelah mengangguk Xu Jia segera meluncur pergi.

__ADS_1


Tidak hanya Zhou Ziyang dan Xu Jia yang merasa heran dengan kunjungan Song Nian, tetapi Li Shu dan Li Yifei juga merasakan hal yang sama. Namun, meski ada keheranan di diri mereka, Song Nian tetap disambut dengan baik karena bagaimanapun mereka tidak akan berani menyinggung nona dari keluarga bangsawan.


"Nona Song, terima kasih untuk hadiah yang Anda berikan. Kami sungguh sangat menyukainya," ujar Li Shu dengan ramah.


Song Nian hanya menjawab dengan dingin. "Itu hanya hadiah kecil, dibandingkan dengan informasi yang kalian kirim. Apa Nona Kedua Liu masih belum kembali juga?"


"Ini sudah tiga hari dari dia keluar rumah, tetapi belum kembali. Mungkin dia sudah meninggal dan menjadi mayat," jawab Liu Yifei tersenyum.


"Bagus sekali jika hal tersebut sungguh terjadi, tetapi sayangnya orang yang kalian kira sudah meninggal justru masih hidup dan baik-baik saja," batin Song Nian. Dia sedikit tersenyum untuk menyembunyikan kebenaran tentang Liu Qingqing. "Baguslah, akhirnya keinginan kalian bisa terwujud."


Dalam hati Jiang Yu berkata, "Dasar orang jahat, saudaranya meninggal malah senang! Lihat saja ketika nonaku sudah kembali, apa yang akan kalian lakukan!"


"Kalian terlalu bodoh! Asal kalian tahu, Nona Kedua Liu belum meninggal!" cibir Li Zemin dalam hati. Dia mengalihkan pandangannya dari Li Shu dan Liu Yifei, seolah-olah mereka adalah mahluk yang benar-benar tidak enak untuk dilihat.


Song Nian menikmati suguhan yang disajikan oleh pelayan Kediaman Liu. Gerakannya terlihat begitu anggun hingga membuat Liu Yifei merasa iri. Meski ada kesombongan di setiap senyuman Song Nian itu tampak sangat cocok untuk dirinya.


Itu hanyalah omong kosong belaka. Jika dibandingkan dengan kediaman Keluarga Song, rumah Jenderal Liu bukanlah apa-apa. Tidak perlu pergi jauh-jauh untuk mencari udara segar, karena dekat dari kediaman Keluarga Song juga terdapat taman kota dengan hamparan bunga warna-warni.


Namun, tampaknya Li Shu senang mendengar omongan manis terlepas dari tulus atau hanya sebatas basa-basi belaka. Dia menunjukkan sikap ramah dengan sangat baik. Sebuah senyuman juga ikut muncul menyambut kedatangan Song Nian.


"Kabar itu terlalu dilebih-lebihkan, Nona Song. Kalau Anda ingin berkeliling, biar kami temani." Li Shu bangkit sari kursinya kemudian memberi jalan untuk Song Nian. "Silakan, Nona Song!"


"Kalian ikut di belakang kami!" perintah Song Nian kepada Li Zemin dan Jiang Yu. Segera setelah itu dia keluar dari aula utama.

__ADS_1


Li Shu, Li Yifei, Song Nian berjalan bersebelahan, sedangkan Li Zemin dan Jiang Yu mengikuti di belakang. Mereka melewati taman bunga aster dan bunga krisan yang mekar dengan indah di musim gugur. Berjalan lebih jauh ada kolam hias dengan air mengalir yang terbentuk rapi.


Pandangan Jiang Yu tidak tertuju pada kecantikan bunga di taman, juga tidak ke arah kolam hias dengan air yang jernih. Matanya menelisik setiap sudut dari rumah Jenderal Liu. Ekspresi Jiang Yu tampak serius dan pikirannya fokus untuk mengingat setiap detail, seolah-olah apa yang ditangkap oleh penglihatan lelaki itu tidak boleh terlupakan barang sedikit pun.


Setelah puas Jiang Yu baru membisikkan sesuatu kepada Li Zemin. "Sudah cukup!"


Li Zemin mengangguk dan langsung memberi kode pada Song Nian dengan suara pelan. "Nona, sudah selesai."


Song Nian tidak repot-repot menjawab. Dia menghentikan langkahnya dan berkata, "Nyonya Liu, saya sudah lelah. Kediaman Anda benar-benar penuh keindahan. Jika boleh, saya ingin berkunjung kembali di waktu lain."


"Kami dengan senang hati akan menunggu kedatangan Anda, Nona Song. Mari kita kembali ke aula utama!" ajak Li Shu hendak memimpin jalan.


"Tidak perlu, Nyonya Liu, saya akan langsung kembali ke kediaman," tolak Song Nian.


Song Nian berjalan ke arah pintu utama untuk pulang setelah memberi salam kepada Li Shu dan Liu Yifei. Dia pergi dengan Li Zemin, sedangkan Jiang Yu kembali sendirian ke Penginapan Rongyi.


Ketika Jiang Yu sampai di Penginapan Rongyi, Liu Qingqing sedang tidur siang. Dia bertemu dengan Bai Liu dan mengabarkan kalau dirinya sudah berhasil menjalankan perintah. Kemudian Jiang Yu masuk ke kamarnya sendiri untuk menggambar sesuatu.


Di saat Jiang Yu menyelesaikan gambarnya, hari sudah berubah menjelang malam. Dia menggulung kertas gambar dan meluncur keluar dari kamar. Jiang Yu berjalan dengan langkah cukup panjang dan dalam sekejam mata dirinya sudah berada di depan kamar Liu Qingqing.


Jiang Yu mengetuk pintu. "Nona, aku ingin melaporkan sesuatu."


Pintu kamar dibuka oleh Bai Liu dan Jiang Yu segera masuk. Dia melihat Liu Qingqing sedang duduk dengan sebuah buku di tangannya. Dipadukan dengan cahaya remang-remang dari lampu minyak, kecantikan Liu Qingqing tampak berlipat dua kali lebih banyak dari biasanya, benar-benar terlihat mempesona.

__ADS_1


"Kamu sudah kembali? Apa yang kamu dapatkan?" tanya Liu Qingqing antusias. "Cepat kemari dan duduklah!"


Jiang Yu menyerahkan sebuah gulungan kepada Liu Qingqing. "Ini untuk Nona."


__ADS_2