Legenda Putri Qingping

Legenda Putri Qingping
Bab 6. Tawaran yang Menggiurkan


__ADS_3

Song Nian terkejut dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Bekerja sama? Apa aku tidak salah dengar?"


"Tidak sama sekali, aku benar-benar ingin bekerja sama denganmu!" Ekspresi keseriusan muncul di wajah cantik Liu Qingqing.


"Aku berniat membunuhmu kemarin, bukankah seharusnya kamu membalas dendam? Kenapa justru menawarkan kerja sama? Apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Nona Liu?"


Song Nian tidak bisa percaya begitu saja dengan Liu Qingqing. Meski penawaran itu merupakan kesempatan bagus, tetapi sangat mencurigakan. Di matanya, Liu Qingqing bukan lagi nona yang mudah disingkirkan. Pemikiran itu muncul setelah mendengar laporan dari Li Zemin yang gagal dalam melaksanakan tugas. Jadi, lebih baik sedikit waspada untuk mencegah datangnya bencana lain.


Liu Qingqing tidak keberatan sama sekali dengan kehati-hatian Song Nian. Jika lawannya mudah diajak kerja sama, itu tidak menyenangkan sama sekali. Apalagi yang dia hadapi adalah nona sombong dari Kediaman Song, pasti tidak semudah ketika menjerat orang-orang dari kalangan biasa.


Meski jiwa di tubuh Liu Qingqing merupakan seorang pembunuh bayaran, tetapi dia masih memiliki kesabaran untuk meladeni pertanyaan Song Nian. Sebelum menjawab Liu Qingqing menyesap tehnya secara berlahan. Gerakannya membawa keanggunan yang menunjukkan ciri khas nona bangsawan.


"Apa yang aku rencanakan Nona Song tidak perlu tahu. Meski aku mendapatkan kerugian atas rencanamu, tetapi itu hanya sedikit. Aku bisa menganggap hal tersebut tidak pernah terjadi asal Nona Song bersedia membantuku."


"Keuntungan apa yang akan aku dapat?"


"Sebuah pernikahan!" tegas Liu Qingqing, "bagaimana?"


"Nona Liu, kamu pasti sudah sangat tahu orang yang ingin aku nikahi hanyalah Pangeran Pertama. Jadi, tidak perlu repot-repot untuk menawarkan sebuah pernikahan untukku!" Song Nian masih menjaga sikap sombongnya. "Bahkan keinginan ayahku untuk menjadikan Pangeran Kedua sebagai menantu saja aku tolak. Lalu, siapa lelaki yang kamu pilih untuk menjadi calon suamiku?"


"Sungguh Nona Song memang wanita dengan martabat tinggi. Bahkan Pangeran Kedua saja tidak masuk dalam klasifikasi lelaki pilihanmu, padahal hampir semua nona bangsawan tertarik untuk menjadi orang terdekatnya meski hanya sebagai selir hiasan," puji Liu Qingqing sembari tersenyum. "Karena aku tahu kamu hanya menyukai Pangeran Pertama maka dari itu aku tawarkan sebuah penawaran."


Liu Qingqing berhenti sebentar sebelum melanjutkan. "Aku bisa membantumu mendapatkan Pangeran Pertama. Bahkan Tuan Song tidak akan bisa menolak keputusan ini!"


Umpan yang dilemparkan Liu Qingqing berhasil menarik perhatian Song Nian. Jika itu tentang Pangeran Pertama Zhou Yicheng, Song Nian tidak akan melewatkan kesempatan begitu saja. Rasa penasarannya langsung tergugah. "Lalu, bantuan apa yang kamu inginkan dariku?"


"Aku butuh seseorang yang ahli dalam menggambar sebuah peta dan dapat dipercaya. Dengan kekuasaan Nona Song pasti hal tersebut tidaklah sulit."


"Itu agak sulit. Meski di ibu kota banyak pelukis ahli, tetapi menemukan seseorang yang bisa dipercaya tampaknya butuh keterampilan khusus," terang Song Nian.

__ADS_1


Li Zemin yang diam sepanjang waktu akhirnya ikut berbicara. "Nona Song, aku tahu seseorang yang cocok dengan permintaan Nona Liu."


"Siapa dia? Apakah kamu bisa mengenalkan aku dengannya?" tanya Liu Qingqing.


Li Zemin memberikan anggukan. "Jika Nona Liu ingin bertemu dengan dia, aku bisa memanggilnya sekarang. Kebetulan rumah orang itu tidak terlalu jauh dari penginapan ini."


Song Nian segera memberikan perintah, "Jika begitu kamu segera pergi dan bawa orang itu kemari!"


Li Zemin mengangguk dan segera meluncur pergi.


Memanfaatkan hal tersebut Song Nian bertanya, "Lalu, kapan aku akan mendapatkan bagianku?"


"Nona Liu, kamu bisakah sedikit bersabar? Kita baru saja menjadi mitra kerja sama, apalagi keinginanmu bukanlah hal yang mudah. Aku tentu butuh waktu untuk mempersiapkannya."


Wajah Song Nian dipenuhi ekspresi masam. "Nona Liu, aku tidak mau menunggu terlalu lama!"


Kecantikan Liu Qingqing memang tidak perlu diragukan lagi. Ketika dia menarik ujung bibirnya ke atas itu membawa sebuah senyuman manis. "Di pemburuan bulan depan Nona Song akan mendapatkan hasilnya. Tetapi, sebelum itu terjadi kamu harus membantuku sekali lagi."


"Minta pelayanmu untuk keluar dan kita akan membicarakannya!"


Meski pelayan yang dibawa bisa dipercaya, tetapi Song Nian tetap menyuruhnya keluar. Ruangan itu sekali lagi menjadi sunyi dan hanya tinggal mereka berdua yang duduk berhadapan. Liu Qingqing meminta Song Nian mendekat ke arahnya sehingga percakapan mereka tidak bisa didengar oleh orang luar.


Sementara itu, Zhou Yicheng yang menjadi tokoh pembicaraan Liu Qingqing dan Song Nian sedang berada di ruang baca. Dia membuka pembahasan mengenai percobaan pembunuhan terhadap rombongan Liu Qingqing bersama Guan Zhong. "Tuan Guan, apa pendapatmu tentang kejadian ini?"


"Song Nian terlalu gegabah dalam hal ini. Meski motifnya karena perasaan dia kepada Yang Mulia, tetapi jika Tuan Song mendengar dialah yang akan dirugikan," ujar Guan Zhong.


"Asal tujuannya tercapai, dia tidak sungkan untuk menderita sedikit. Tuan Song meski tegas masih akan memandang hubungan keluarga, apalagi itu menyangkut putri satu-satunya."


Dalam hati Guan Zhong membenarkan ucapan Zhou Yicheng. Melihat lawan bicaranya sedang dalam suasana baik, Guan Zhong mengajukkan sebuah pertanyaan. "Yang Mulia, kenapa Anda tidak mengambil Nona Song sebagai selir?"

__ADS_1


Zhou Yicheng sedikit tertawa. "Dia terlalu memandang tinggi dirinya. Ditambah dengan status keluarganya, tidak mungkin dia mau hanya menjadi seorang selir. Selain itu kita tidak akan mendapatkan keuntungan lain. Bahkan jika aku mau, Song Xiyi tidak akan membiarkan keinginanku berhasil."


"Sepertinya si Tua Song itu sudah memiliki pandangan untuk calon suami Song Nian. Hanya saja hal tersebut masih disimpan di hatinya," ucap Guan Zhong agak pelan. "Padahal jika dia membuka mulut dengan alasan yang masuk akal Yang Mulia Raja mungkin akan mendengarkannya."


"Tuan Song terlalu memandang tinggi Zhou Ziyang. Meski kekuatannya tidak diragukan lagi, tetapi itu tidak akan sebanding jika aku berhasil mendapatkan Pelat Feilong." Wajah Zhou Yicheng memancarkan aura kesombongan.


"Akan lebih bagus jika Pelat Feilong dan Tuan Song ada di pihak kita. Kemudian tinggal tunggu kesempatan untuk kita bertindak!" Ada niat tersembunyi yang tersirat dalam perkataan Guan Zhong.


"Tuan Guan, kita tidak perlu terburu-buru untuk sekarang ini. Selama Zhou Ziyang tidak menunjukkan cakarnya, kita hanya perlu memantau."


Dahi Guan Zhong agak berkerut. "Lalu, bagaimana dengan Zhou Jun? Dia terlihat tidak tertarik untuk bersaing?"


"Tidak terlihat bukan berarti tidak memiliki niat sama sekali. Meski dia masih sangat muda, tetapi sudah memiliki bakat luar biasa. Hanya saja pikirannya masih terlalu polos dan hatinya terlalu lembut. Dia selalu mengikat diri pada kebaikan, tetapi di dunia mana yang tidak ada kejahatan."


Pada dasarnya apa yang dikatakan Zhou Yicheng sangat benar. Di dunia ini, baik dan jahat selalu bersaing seperti halnya hitam dan putih sering berjalan beriringan. Manusia sendiri memiliki sisi positif dan negatif. Mereka bisa baik pada sisi tertentu, tetapi juga mempunyai kekurangan pada sifat yang lain.


Musim gugur membawa hawa dingin dan siang hari berlalu dengan cepat. Menjelang sore, pembicaraan Liu Qingqing dengan Song Nian telah selesai. Li Zemin juga telah kembali dengan seseorang.


Orang itu lebih pendek dari Li Zemin. Dia memiliki tahi lalat di ujung alisnya sebelah kanan. Dia bernama Jiang Yu, persis seperti nama bawahan Xiao Qing di dunia modern. Jika saja wajah mereka sedikit mirip dengan rambut sedikit ikal kecokelatan, Liu Qingqing pasti akan menganggapnya sebagai leluhur Keluarga Jiang.


Kenang-kenangan ketika dia menghabiskan waktu bersama Jiang Yu di dunia modern kembali hadir. Kebaikan dan kesetiaan Jiang Yu tiba-tiba terpikirkan olehnya. Setiap gambaran bahagia dan gembira yang berakhir menyakitkan langsung terlintas di benak Liu Qingqing.


Tubuh Liu Qingqing sedikit bergetar. Dia seolah-olah kembali merasakan adegan berdarah di Vila Musim Panas. Nona Liu sejenak menutup mata, memaksa dirinya menelan air mata dengan kesedihan dan kepahitan.


Song Nian mengulurkan tangan hendak membantu Liu Qingqing yang terlihat sedikit pucat, tetapi ditolak. "Nona Liu, kamu tidak apa-apa?"


Hanya ada anggukan kecil sebagai jawaban dari Liu Qingqing. Dia menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya secara berlahan. Seakan-akan Liu Qingqing sedang mengeluarkan semua rasa sakit yang baru saja dia rasakan.


Jiang Yu sendiri memiliki ekspresi terkejut, tetapi ada lapisan kebahagiaan yang samar. Bila diperhatikan dengan seksama pertemuan dia dengan Liu Qingqing tidak seperti bertemu untuk pertama kali. Bahkan tanpa disadari semua orang, sebuah senyuman tampak muncul di wajah Jiang Yu meski hanya sekilas.

__ADS_1


Hari sudah sore sehingga Song Nian memutuskan untuk pulang. Namun, ketika dia hendak keluar dari ruangan, Liu Qingqing mengatakan sesuatu. "Nona Song, jangan lupa besok kamu harus mengunjungi kediaman Keluarga Liu. Jiang Yu akan ikut bersamamu dan lakukan seperti yang aku katakan."


Song Nian berbalik dan menghentikan langkahnya. Dia memandang Liu Qingqing dengan tatapan merendahkan. "Nona Liu, kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan lupa dengan pengaturanmu. Lebih baik kamu siapkan saja imbalan untukku, jangan sampai rencanamu gagal dan mengecewakanku!"


__ADS_2