
Tiga puluh menit berlalu. Makanan-makanan yang Xiao Chen pesan mulai berdatangan, banyak perhatian teralihkan padanya namun ia tidak menghiraukan mereka dan menganggap angin lewat saja.
"Woah... Bocah itu sepertinya sudah kehilangan akal. Bagaimana mungkin dia memesan puluhan makanan yang mempunyai rasa terpedas di restoran ini? Terlebih lagi dia hanya seorang saja."
"Biarkan saja, aku yakin dia adalah keturunan anak orang kaya. Lagipula tidak ada ruginya jika dia mati karena kepedasan..."
Orang-orang mulai membicarakan Xiao Chen yang mulai memakan makanan di meja, tidak terkecuali dengan sekelompok orang berjubah hijau tua yang duduk di ujung belakang restoran.
"Hey, apakah kau ingin taruhan denganku?" Seorang pria berumur sekitar 20 tahun bertanya kepada teman yang duduk disebelahnya.
"Huh? Taruhan apa?"
"Aku bertaruh kalau anak kecil itu dapat menghabiskan seluruh makanannya, dan kau sebaliknya."
Teman yang duduk disebelahnya memegang dagunya seolah berpikir, "Baiklah. Apa hadiahnya jika menang?"
"Yang kalah harus memberikan 50 koin emas kepada yang menang, bagaimana?"
"Heh... Tidak buruk. Sepakat!"
Keduanya langsung memerhatikan Xiao Chen yang sedang menyantap makanan dengan seksama, sedangkan tiga orang lainnya yang duduk di meja sama hanya mengabaikan dan memakan hidangan masing-masing.
Tiga batang dupa berlalu. Xiao Chen bersender di tempat duduk ketika selesai menghabiskan 13 piring besar di mejanya, ia memegang perutnya yang kenyang tanpa membuat ekspresi kepedasan sedikitpun.
"Makanan pedas memanglah terbaik! Aku pikir aku tidak dapat menahan rasa pedasnya karena berada di tubuh yang berbeda, nyatanya sama saja." Batin Xiao Chen dengan perasaan senang.
Perlu diketahui, kalau di kehidupan sebelumnya Xiao Chen sangat menyukai makanan pedas. Makanan yang disajikan oleh restoran ini bukanlah perkara baginya di masa lalu, jika diingat dia hanya pernah beberapa kali saja merasa kepedasan.
Di sisi lain, sekelompok orang berjubah hijau, "Lihat?! Dia memakan habis semuanya..."
"Gong Li, kau ini... Sialan! Apakah kau sudah mengetahuinya?!" Tanya temannya yang kalah dalam taruhan.
Sosok yang dipanggil Gong Li itu tersenyum lebar, "Sama sekali tidak! Aku hanya memprediksi saja. Jadi, Mao Heng... Tepati taruhanmu."
__ADS_1
Mao Heng berdecak kesal lalu mengeluarkan sebuah kantung dari cincin penyimpanannya, "Sialan! Aku menyesal melakukan taruhan ini." Batinnya sambil memberikan kantung tersebut.
Gong Ling langsung mengambilnya tanpa ragu, ia membuka dan menghitung isi dari total koin emas itu, "Oh, uangnya pas. Sepertinya sejak awal kau sudah meramalkan kekalahanmu..."
"Itu uangku untuk perjalanan ini, keparat!" Batin Mao Heng merasa kesal dan membuang wajahnya ke arah lain.
Melihat Mao Heng marah membuat Gong Li tertawa puas, "Tenang saja... Jika kau menginginkan sesuatu tinggal minta saja."
"Benarkah?!" Mao Heng kembali menatap Gong Li dengan tatapan penuh harapan.
"Tentu saja. Asalkan dirimu memanggilku ayah, hahahaha~" Tawa Gong Li dan membuatnya menjadi pusat perhatian beberapa orang di dekatnya.
"Cih! Bajingan, aku sudah tau itu."
Mao Heng bangkit berdiri dan pergi dari sana dengan perasaan kesal, sedangkan Gong Li kembali tertawa melihat tingkah temannya itu.
***
Saat menemukannya, Xiao Chen dengan segera menarik Kesadaran Spiritualnya dan berjalan ke arah tempat tersebut. Sesampainya di sana, dia langsung pergi ke arah meja kasir.
Seorang pria kekar yang sedang duduk di meja kasir sedikit mengangkat alisnya ketika melihat anak kecil bertopeng sedang berjalan ke arahnya.
"Permisi tuan, apakah anda menjual gelang besi seberat 150 KG?"
"Ya. Berapa diameter yang kau inginkan?"
"Kira-kira seukuran lengan saya..."
"Huh? Kau ingin membelinya untuk dirimu? Apakah kau sedang bercanda sekarang?!"
"Saya serius ingin membelinya..." Xiao Chen melambaikan tangannya ke samping dan muncul 20 koin emas di meja kasir, "Seharusnya dengan melihat ini membuat anda percaya bukan?"
Pria kekar tersebut tidak mengatakan apa-apa dan berbalik. Tidak lama kemudian, dia kembali dan membawa satu gelang besi seberat 150 KG, "Satu gelang besi ini hanya 50 perak, ambil kembali sisa uangmu." Ucapnya dengan nada acuh tak acuh.
__ADS_1
"Aku ingin membeli delapan..."
"Baiklah." Pria kekar itu kembali berbalik dan membawakan tujuh gelang besi seberat 150 KG.
Xiao Chen tersenyum melihatnya, ia mengambil kembali 16 koin emas yang ada di meja kasir lalu memasangkan dua di masing-masing tangan dan kakinya.
Pria kekar yang melihatnya cukup terkejut, "Apakah kau yakin dengan itu? Berat dari satu gelang besi saja mungkin tiga kali lipat dari berat badanmu dan kau masih percaya diri memakai semua gelangnya?" Tanyanya memastikan.
"Tentu saja. Aku akan terbiasa dengan ini nantinya." Jawab Xiao Chen dengan santai.
Beberapa saat kemudian, Xiao Chen selesai memakaikan semua gelang besi seberat 150 KG di sepasang tangan dan kakinya. Ia mencoba untuk bergerak namun cukup sulit untuk melangkahkan kakinya.
"Bocah ini, ternyata seorang monster. Padahal sebelumnya aku menebak kalau dia tidak akan bisa bergerak, tetapi melihatnya dapat bergerak membuatku sedikit kehilangan akal." Batinnya dengan raut wajah serius.
Meskipun membawa beban seberat 1,2 ton bukanlah hal yang mustahil bagi kalangan kultivator, tetapi itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah terlatih. Sedangkan anak kecil di depannya ini, umurnya saja belum mencapai dua dekade tetapi bagaimana mungkin dia bisa membawa beban seberat itu?
Disaat pria kekar itu masih dalam lamunannya, Xiao Chen sudah keluar dari tempat tersebut.
"Ugh... Aku tidak percaya bisa selemah ini." Xiao Chen mengeluh sambil melangkahkan kakinya yang sangat berat.
Biasanya membawa beban seberat ini adalah hal yang paling mudah bagi Xiao Chen, bahkan dirinya pernah mengangkat sebuah batu seberat 100 ton dengan satu jari. Tetapi dengan kekuatannya yang sekarang cukup sulit baginya untuk membawa beban seberat 1,2 ton, itu sedikit melukai harga dirinya.
Xiao Chen akhirnya sampai di kamar penginapan, ia langsung duduk bersila di lantai dengan keringat yang membasahi tubuhnya, "Mungkin aku harus berkultivasi sampai batas waktu penyewaan kamar ini habis..." Gumamnya lalu menghela nafas panjang.
Xiao Chen melepaskan topeng hitamnya lalu menyimpannya di cincin penyimpanan. Setelah itu, ia langsung berkultivasi menggunakan Pernafasan Naga seperti biasanya.
Di Atap Penginapan. Seorang kakek tua yang tampak berusia ratusan tahun sedang berdiri tegak sambil memandangi matahari yang mulai terbenam, "Anak yang menarik... Membawa beban seberat 1,2 ton di umur 14 tahun adalah sesuatu yang tidak pernah kulihat sebelumnya." Ucapnya dengan suara berat, "Haruskah aku menjadikannya sebagai murid pertamaku? Setidaknya aku memiliki penerus sebelumnya kematian datang menjemputku."
Kakek tua tersebut menghilang tanpa jejak setelah beberapa saat mengatakan itu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
__ADS_1