Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 047: Xiao Chen Vs Jiang Pi


__ADS_3

Daratan Bebatuan yang luas.


Saat ini, Xiao Chen sedang berdiri di atas sebuah batu besar. Beberapa puluh meter di depannya terdapat Jiang Pi yang sedang memegang tombak panjang di tangan kanannya.


"Sayang sekali... Kau yang akan menjadi lawanku..." Jiang Pi tersenyum tipis.


Meskipun terlihat percaya diri dari luar, saat ini perasaan Jiang Pi benar-benar kacau. Dia memang kuat dan juga basis kultivasinya berada di ranah Nascent Soul bintang sembilan, tetapi ketika mengetahui kalau lawannya adalah Xiao Chen, ia menjadi takut.


Selama sebulan ini, Jiang Pi sudah mengobservasi semua calon penerus yang ada, dan bisa dibilang kalau kandidat yang paling kuat adalah Xiao Chen.


Xiao Chen memang terlihat kesulitan saat latih tanding melawan Yang Zhen, tetapi menurut pengamatannya itu semua hanyalah akting belaka. Dia terlihat seperti sudah bosan dengan pertarungan di level itu.


"Kamu terlihat takut..." Xiao Chen tersenyum tipis, lalu mengeluarkan Azure Dragon Sword dari cincin penyimpanannya.


"Hmph! Sombong sekali kau, cecunguk..." Jiang Pi langsung melesat maju ke arah Xiao Chen, dia bergerak secara Zig-Zag sambil menyeretkan tombaknya ke tanah.


Jiang Pi sengaja melakukan itu untuk membuat kepulan asap di area sekitar, karena medannya adalah daratan bebatuan jadi tambah mudah bagi dirinya untuk membuat kepulan asap.


Note: Medan adalah Lingkungan sekitar, atau ruang lingkup.


"Apa yang dia lakukan? Ingin mempersempit jarak pandang?" Batin Xiao Chen bertanya-tanya, "Bodoh sekali.. " ia melambaikan tangan kanannya ke samping.


Whooosh!


Dalam sekejap kepulan asap yang susah payah dibuat oleh Jiang Pi menghilang, dan tentu membuat pemuda berjubah coklat tua itu terkejut.


"Sial! Dia pengguna Elemen Angin?! Tapi kenapa waktu ditanya oleh Guru, dia menjawab pengguna Elemen Api?!" Jiang Pi mengumpat kesal karena ini tidak sesuai dengan rencananya.


Jiang Pi kemudian melesat ke arah Xiao Chen dan mau tak mau fokus untuk menyerangnya. Untung saja ia adalah pengguna tombak, jadi jarak serangannya sedikit lebih luas dari lawannya yang pengguna pedang.


Tetapi setelah bertarung selama beberapa waktu, Jiang Pi merasa kalau perbedaan level diantara mereka berdua bagaikan langit dan bumi.


Setiap serangan yang dilancarkan oleh Jiang Pi, pasti dengan mudah ditangkis atau dihindari oleh Xiao Chen. Pengalaman bertarung mereka berdua sangatlah jauh, mustahil bagi Jiang Pi untuk memenangkan pertarungan ini.


Meskipun Jiang Pi tau tentang itu, ia terus berusaha mengerahkan seluruh kemampuannya yang ada.


"Brengsek kau, Xiao Chen! Kerahkan seluruh kemampuanmu, dasar keparat!" Jiang Pi mengumpat kesal, karena dirinya tau kalau pemuda berjubah biru itu tidak benar-benar serius melawannya.


Xiao Chen sendiri tidak mengatakan apa-apa, ia kemudian membuat jarak beberapa meter lalu mengangkat satu pedangnya ke atas.


Whoossh.


Kobaran api muncul dibilah pedang Xiao Chen, dan dia langsung mengayunkannya secara vertikal, "Pedang Api: Lekungan Panas."

__ADS_1


Slash!


Lekungan Energi Spiritual yang dibalut Elemen Api keluar dari pedang Xiao Chen dan melesat ke arah Jiang Pi.


Pemuda berjubah coklat tua itu terkejut melihatnya, tetapi ia langsung tersadar dan memegang tombaknya dengan kedua tangan.


Aura biru merembes keluar dari tubuh Jiang Pi dan siluet burung muncul di tombaknya, "Jurus tombak: Elang Air!"


Whooosh!


Siluet burung Elang langsung melesat di udara, dan kemudian berbenturan dengan Lekungan Api milik Xiao Chen.


Booom!


Ledakan energi terjadi dan itu menghasilkan gelombang kejut yang cukup besar.


Jiang Pi termundur beberapa langkah dikarenakan pengaruh dari Gelombang Kejut, sedangkan Xiao Chen sama sekali tidak bergeming sedikitpun.


"Bajingan." Jiang Pi diam-diam mengumpat, lalu mengumpulkan sisa Energi Spiritualnya ke dalam tombaknya, "Kalau aku tidak bisa memenangkan pertarungan ini, maka kau juga tidak boleh!"


Jiang Pi berteriak lantang, aura dahsyat keluar dari tubuhnya dan tombaknya mengeluarkan suara mendesing, "Jurus terlarang Ayah, Penguasa Tombak: Kemarahan Naga Air!"


Roarrrr!


Xiao Chen sendiri melebarkan matanya, instingnya mengatakan kalau serangan itu tidak boleh dirinya tangkis.


Tanpa banyak berpikir lagi, Xiao Chen langsung berlari menjauh untuk menghindarinya, tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi. Siluet Naga Air itu berbelok dan mengikuti targetnya.


"Apa-apaan..." Xiao Chen menjerit karena tidak menyangka, ia langsung berhenti melesat dan menciptakan penghalang Qi yang melindungi tubuhnya.


Xiao Chen kemudian menancapkan Azure Dragon Sword ke tanah, lalu mengalirkan Energi Spiritualnya ke kedua pedangnya itu.


"Pertahanan Api: Tembok Api!"


Xiao Chen berteriak lantang dan muncul sebuah tembok api berukuran besar di depannya.


Booom!


Tidak lama setelah itu, ledakan besar terjadi ketika Siluet Naga Air berbenturan dengan tembok api.


Asap putih muncul dan memenuhi area sekitar.


Siluet Naga Air itu masih bertahan setelah berbenturan dengan tembok api, dan terus melesat dengan cepat.

__ADS_1


Boom!


Siluet Naga Air meledak sebelum mengenai Xiao Chen, itu dikarenakan Penghalang Qi yang dia ciptakan sebelumnya.


Whooosh!.


Xiao Chen terhempas jauh ke belakang hingga menabrak beberapa batu besar sampai hancur, dia terhenti ketika sudah terpental sejauh ratusan meter.


"Keughh..."


Seluruh tubuh Xiao Chen merasakan sakit yang luar biasa. Meskipun tidak terkena serangan itu secara langsung, tetapi dampak yang dia terima tidak jauh berbeda jika terkena secara langsung.


Xiao Chen langsung menggunakan Pernapasan yang dapat menyembuhkan luka luarnya, namun itu sama sekali tidak berpengaruh pada luka dalamnya.


"Sialan... Tulang rusukku banyak yang patah, dan lagi beberapa organ dalamku terluka parah." Batin Xiao Chen kesal, lalu mengeluarkan sebuah pil putih yang terdapat beberapa bercak merah.


Tidak berpikir lebih jauh lagi, Xiao Chen langsung menelan pil tersebut. Perlahan luka dalamnya mulai beregenerasi.


Di sisi lain, Jiang Pi langsung terjatuh usai mengeluarkan jurusnya, muntahan darah keluar dari mulutnya karena beberapa organ dalamnya ada yang hancur.


"Haaah... Jadi aku mati disini, ya." Jiang Pi menghela nafas panjang, dan muncul sebuah ingatan yang telah lama dilupakannya.


"Maafkan aku ayah, ibu. Sepertinya aku tidak akan bisa kembali pulang..."


Perlahan pandangan Jiang Pi memudar dan sebelum benar-benar kehilangan kesadarannya, ia mendengar sebuah langkah kaki yang sedang berjalan ke tempatnya.


"S-iapa..." Jiang Pi langsung pingsan setelah mengatakan itu.


Yang Min menggelengkan kepalanya pelan, "Anak muda yang mengerikan..."


Yang Min memegang tubuh Jiang Pi yang terbaring di tanah, dan cahaya putih keluar dari telapak tangannya. Dengan cepat, seluruh luka di tubuh Jiang Pi beregenerasi.


"Tapi, yang lebih mengerikan adalah kau... Bocah monster dengan dua elemen..." Yang Min menoleh ke belakang dan mendapati Xiao Chen yang sedang menghunuskan satu pedangnya.


"Apa yang kamu lakukan, Guru?" Xiao Chen bertanya dengan tatapan dingin.


Tepi bibir Yang Min melengkung sedikit, "Jangan salah paham... Aku akan menjelaskannya..."


Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menyimpan kembali kedua pedangnya ke cincin penyimpanan.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2