Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 027: Penjara Sepuluh Dewa Agung


__ADS_3

Selesai mengkonsumsi sumberdaya tersebut, Xiao Chen memulai kultivasi menggunakan Pernafasan Naga.


Tidak terasa satu bulan berlalu. Pagi hari, Xiao Chen yang sekarang sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ia kini tidak perlu melunakkan anggur besi untuk bisa dimakan, dan juga menuruni lalu menaiki puncak Gunung menjadi hal yang mudah baginya meskipun membawa batu besar seberat tiga ton lebih.


Namun sudah satu bulan juga gurunya menghilang tanpa jejak. Setelah kepergiannya malam itu, dia belum pernah menunjukkan batang hidungnya kembali.


Walaupun begitu, gurunya sudah mempersiapkan banyak sumberdaya yang disembunyikan di berbagai tempat dalam Gunung. Kakek tua itu sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang tidak diketahui oleh Xiao Chen.


"Sekarang basis kultivasiku berada di ranah Golden Core bintang 2, sedangkan tingkat tubuhku berada di Mortal Body bintang 4. Bisa dibilang semua ini adalah pencapaian luar biasa untuk seseorang yang baru melakukan latihan tertutup selama satu bulan lebih." Batin Xiao Chen dengan perasaan senang sembari membawa batu besar di atas kepalanya, "Pemahamanku tentang Dao juga semakin dalam."


Saat ini, Xiao Chen menjalani 3 Dao berbeda, Dao of The Sword, Dao of The Flame dan Dao of The Wind. Diantara ketiga Dao tersebut, Xiao Chen paling mendalami Dao pedang, tentu saja karena pedang adalah kekuatan utamanya.


Xiao Chen sebenarnya ingin melakukan pertarungan nyata agar bisa mendapatkan pencerahan dari Dao of The Sword, namun mengingat gurunya bisa kembali kapan saja jadi ia membatalkan niat tersebut.


Sebulan...


Dua bulan...


Tiga bulan...


Satu tahun...


Waktu berlalu begitu cepat. Di malam hari, Xiao Chen sedang berkultivasi di dalan Gua. Gurunya, Yong Shu belum kembali selama setahun ini, dan Xiao Chen mulai berpikir kalau kakek tua itu meninggalkan dirinya karena alasan tertentu.


Saat ini, Xiao Chen sudah berada di ranah Nascent Soul bintang 5, sedangkan tingkat tubuhnya berada di Mortal Body bintang 8. Tahun ini, Xiao Chen berumur 14 tahun tetapi perawakannya seperti orang berumur 18 tahun-an, kulitnya menjadi sedikit lebih gelap tetapi wajahnya semakin tampan dan juga tubuhnya menjadi kekar.


Keesokan harinya, Xiao Chen menyelesaikan kultivasi rutinnya. Ia kemudian mengkonsumsi apel air, pisang neraka dan anggur besi tiga kali lipat dari porsi biasanya.


Xiao Chen berencana untuk keluar dari Gunung hari ini dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda selama setahun. Ia sudah tidak peduli dengan Yong Shu dan tidak ingin menganggapnya sebagai Guru lagi.


Setelah bersiap-siap, Xiao Chen turun ke kaki gunung. Kecepatannya sungguh luar biasa dan hanya membutuhkan waktu lima menit untuk sampai di kaki gunung.


Pria berjubah merah gelap itu mengenakan topeng hitam polos di wajahnya, lalu meletakkan Azure Dragon Sword di punggung belakang dengan posisi silang. Xiao Chen sengaja menempatkan kedua pedangnya di belakang punggung agar dirinya tidak terlibat masalah yang tidak penting.


Selesai melakukan semua itu, Xiao Chen langsung melesat ke arah utara. Ia melewati padang rumput yang dipenuhi dengan ilalang setinggi pundaknya.

__ADS_1


***


Penjara Sepuluh Dewa Agung adalah tempat yang dilindungi oleh sebuah Array tingkat tinggi. Rumornya, di dalam sana tersimpan puluhan senjata yang berada di tingkat Kuno. Tempat tersebut akan terbuka setiap 10 abad sekali dan hanya bisa dimasuki oleh Makhluk Hidup berusia kurang dari 30 tahun.


Kaisar Fang Lin, ia adalah sosok yang menjadi pemimpin di benua Tengah. Dia dikenal memiliki sifat baik, bijak, pintar dan juga adil.


Kaisar Fang Lin mengundang semua orang dari berbagai sekte dan kalangan lainnya untuk mengeksplorasi Penjara Sepuluh Dewa, tentu saja ia tidak melarang mereka untuk mengambil apapun yang ada di dalam sana.


Para pemimpin sekte yang mendapatkan undangan tersebut langsung pergi ke Lembah Abadi dengan membawa murid terbaik mereka. Kaisar Fang Lin sendiri memberi beberapa persyaratan bagi mereka yang ingin memasuki Penjara Sepuluh Dewa Agung.


Persyaratan paling utama adalah tidak boleh membawa lebih dari lima orang dalam satu grup, ini juga berlaku kepada Klan besar yang mengikuti eksplorasi tersebut.


Persyaratan kedua, para kultivator yang memasuki Penjara Sepuluh Dewa Agung diperbolehkan untuk saling bertarung satu sama lain dan membunuh.


Persyaratan Ketiga, tidak boleh ada konflik setelah eksplorasi Penjara Sepuluh Dewa Agung selesai. Jika ada konflik yang ketahuan, maka pihak dari Kekaisaran akan menghakimi sosok yang terlibat konflik tanpa ada perundingan.


Persyaratan keempat, maksimal dari eksplorasi ini tidak boleh lebih dari 10.000 orang.


***


Xiao Chen melesat di antara pepohonan dengan sangat cepat, dalam perjalanan kemari ia sudah mendengar kabar mengenai dibukanya Penjara Sepuluh Dewa Agung. Tentu saja Xiao Chen merasa tertarik dan berniat untuk mengikutinya, ia tidak peduli jika harus sendirian untuk memasuki tempat tersebut.


Untung saja lokasi Penjara Sepuluh Dewa Agung tidak jauh dari keberadaan Xiao Chen sekarang, setelah melewati Gunung ini ia akan menemukan Lembah Abadi yang menjadi tempat berkumpulnya semua orang.


Pada saat melesat di Gunung Luxao, Xiao Chen dapat merasakan ratusan hawa kehadiran manusia sedang melesat ke arah yang sama. Rata-rata usia mereka dibawah 30 tahun dan hanya beberapa saja yang usianya berada di atas tiga dekade.


Sesampainya Di Lembah Abadi, Xiao Chen berhenti di atas pohon dan tertegun melihat ribuan kultivator yang sedang berdiri di daratan bebatuan, beberapa dari mereka bahkan ada yang membawa binatang buas atau biasa disebut sebagai 'Beast'.


Beberapa saat kemudian. Seorang pria berjubah kuning mendarat di pohon yang sama dengan Xiao Chen, wajahnya lumayan tampan dan berusia sekitar 17 tahun. Tidak lama setelah itu, empat orang lainnya dengan jubah kuning ikut mendarat di pohon yang sama, "Oi, kenapa kau berhenti di pohon yang sudah ditempati oleh orang lain?!" Bisik seorang perempuan cantik dengan suara kesal.


"Huh, berhenti mengocehkan hal yang tidak penting. Disini adalah tempat yang cocok untuk melihat situasi di lembah abadi..." Balasnya dengan kesal juga.


Perempuan tersebut menjadi tambah kesal, ketika dia ingin mengatakan sesuatu, pria yang lainnya langsung menghentikannya, "Yu Yao, berhenti. Kita berlima datang ke sini bukan untuk berkelahi... Jangan membesarkan sesuatu yang sepele." Ucapnya menasihati.


Perempuan yang dipanggil Yu Yao itu mendengus kesal dan membuang mukanya ke arah yang berbeda. Pria yang baru saja menasihati Yu Yao bernama Zhang Fei, salah satu murid jenius yang berasal dari sekte Kabut Matahari.

__ADS_1


Zhang Fei kemudian menoleh ke arah pria berjubah merah gelap yang berada di batang pohon berbeda, "Kawan, apakah kami mengganggu dirimu?" Tanyanya dengan nada sopan.


Xiao Chen menoleh ke arah sumber suara tersebut, "Kalian tidak mengganggu..." Jawabnya singkat lalu kembali menatap Lembah Abadi.


Zhang Fei tersenyum, "Omong-omong, kau berasal dari sekte mana kawan?"


"Aku pengembara untuk saat ini." Jawab Xiao Chen dan kali ini tidak menoleh.


Zhang Fei mengangguk, ia tidak bertanya lebih jauh lagi karena takut mengganggu pria bertopeng hitam itu.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


Tingkat Senjata, Artefak dan Kitab Bela Diri. Dibagi menjadi 9 tingkat, dan terdapat tiga bintang di setiap tingkat yang dimulai dari 'Bumi'.


- Rendah


- Menengah


- Tinggi


- Bumi ( Bintang 1 - 3 )


- Langit ( Bintang 1 - 3 )


- Kuno ( Bintang 1 - 3 )


- Dunia ( Bintang 1 - 3 )


- Surgawi ( Bintang 1 - 3 )


- Dewa ( Bintang 1 - 3 )


Note: Kurang lebih seperti ini, mungkin akan ada revisi nanti.

__ADS_1


__ADS_2