Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 060: Monster Laba-Laba


__ADS_3

"Aneh?" Xiao Chen sedikit keheranan mendengar ucapan gurunya.


Xiao Chen kemudian mencoba untuk menyebarkan Kesadaran Spiritualnya, tetapi ia selalu gagal seolah ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa melakukan itu.


"Seperti ini lagi..." Batin Xiao Chen sedikit kesal.


Yong Shu sendiri tidak mengatakan apa-apa, ia mengambil sebuah batu kerikil di dekatnya dan melemparkannya ke altar di tengah ruangan.


Whoosh.


Ketika batu tersebut bergerak di udara, tiba-tiba saja sebuah jaring muncul entah darimana dan mengenai batu yang dilempar oleh Yong Shu.


Xiao Chen yang menyaksikan itu sedikit terkejut, ia menyapu seluruh pandangannya ke depan dan tidak bisa melihat apapun selain kegelapan.


"Sepertinya lawanmu sekarang adalah monster laba-laba..." Ucap Yong Shu dengan suara tenang.


Xiao Chen mengangguk pelan, ia memegang erat kedua pedang di tangannya.


"Kenapa belum maju?" Tanya Yong Shu sedikit keheranan, ia pikir muridnya akan langsung maju setelah dirinya mengatakan hal tersebut.


"Ah... Aku sedikit ragu guru..." Jawab Xiao Chen cepat.


"Ragu?"


"Tidak usah dipikirkan, guru."


Whoosh!


Xiao Chen melesat maju dengan cepat, kobaran api kembali muncul di kedua pedangnya dan dia berhenti ketika sudah berada di tengah-tengah ruangan yang gelap itu.


"Aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan makhluk hidup di sekitar sini..." Batin Xiao Chen sambil mengedarkan pandangannya ke berbagai arah.


Ketika sedang mencari monster tersebut, Xiao Chen merasakan ada sesuatu yang berbahaya dan dia langsung mendongakkan kepalanya ke atas.


Xiao Chen sedikit melebarkan mata saat mendapatkan sebuah jaring raksasa sedang mengarah ke tempatnya.


"Sialan, aku tidak bisa menghindarinya!" Xiao Chen langsung melompat dan melakukan gerakan memutar.


"Pedang Api: Tarian Memutar!"


Whooosh.


Layaknya tornado api, Xiao Chen berbenturan dengan jaring raksasa tersebut. Tapi, sesuatu yang mengejutkan terjadi padanya.


Gerakan Xiao Chen langsung berhenti dikarenakan lengketnya jaring raksasa itu.


Bam!

__ADS_1


Xiao Chen langsung terjatuh ke tanah dan terkurung di jaring laba-laba itu tanpa bisa bergerak sedikitpun.


"Keparat..." Xiao Chen diam-diam mengumpat dalam hati, "Bagaimana bisa jaring laba-laba sekuat ini!? Dan lagi seranganku sama sekali tidak berpengaruh, padahal api adalah kelemahannya."


Xiao Chen berpikir keras untuk keluar dari jeratan jaring itu, tetapi tidak lama kemudian getaran yang kuat terjadi dan disaat yang bersamaan seekor monster laba-laba raksasa muncul beberapa puluh meter di depannya.


"Bajingan. Monster ranah Immortal?" Xiao Chen benar-benar terkejut, ia tak menyangka akan bertemu dengan monster sekuat ini di dalam Gua.


Xiao Chen menggertakkan gigi dan monster laba-laba itu perlahan berjalan mendekatinya.


"Jangan bantu aku, guru! Biarkan aku menyelesaikan pertarungan ini seorang diri!" Xiao Chen berteriak dan teriakannya menggema di ruangan tersebut.


"Manusia, kenapa kau bisa menemukan tempat ini?" Suara berat keluar entah dari mana asalnya.


Xiao Chen tentu mengetahui kalau suara tersebut berasal dari monster laba-laba di depannya, "Wah... Jarang sekali ada monster Immortal yang bisa berbicara..."


"Jawab pertanyaanku, manusia!" Monster laba-laba mengeluarkan aura Immortal-nya yang mendominasi.


Xiao Chen sendiri langsung memuntahkan darah, ia merasa kalau tubuhnya baru saja tertimpa oleh batu yang sangat besar.


"Akh! Monster keparat..." Xiao Chen mengutuk laba-laba di depannya dalam hati.


"A-aku kemari untuk membersihkan tempat ini..." Xiao Chen buru-buru menjawab.


Monster laba-laba sedikit keheranan, "Apa maksud dari perkataanmu itu?"


Monster laba-laba terdiam sejenak, ia sebenarnya ingin langsung membunuh Xiao Chen tetapi mengingat ada orang kuat dibelakangnya membuat dia berpikir dua kali.


"Ck..." Monster laba-laba berdecak kesal, lalu menarik kembali aura Immortal-nya, "Pergi dari sini, Gua ini sudah menjadi sarangku..."


"Eh?" Xiao Chen sedikit terkejut, dan disaat yang bersamaan jaring laba-laba yang menjeratnya meleleh.


Xiao Chen terdiam karena mencoba mencerna situasi, dan dia kemudian bangkit berdiri menggunakan bantuan dari dua pedangnya.


"Kau melepaskanku?" Xiao Chen bertanya dengan nada penasaran sambil melihat monster laba-laba yang berada di depannya.


"Benar, aku akan melepaskanmu jika kau ingin pergi dari sini..." Jawab monster laba-laba.


Xiao Chen terdiam sejenak lalu berbalik, "Baiklah. Aku akan pergi..." Jawab Xiao Chen sambil menyeringai lebar dan elemen petir melapisi tubuhnya, "Tapi bohong..."


"Cih... Sudah kuduga." Monster laba-laba langsung menciptakan jaring raksasa untuk menjerat kembali manusia itu, tetapi ada sesuatu yang mengejutkannya.


Xiao Chen tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, dan dia kembali muncul tepat di atas monster laba-laba.


"Pedang Petir: Lima Kilat!"


Whooosh!

__ADS_1


Xiao Chen melesat ke arah monster laba-laba dengan petir yang sudah menyelimuti kedua pedangnya.


Duar!


Suara gemuruh petir muncul entah dari mana, dan beberapa detik selanjutnya Xiao Chen sudah berdiri tepat di depan monster laba-laba.


"A-apa yang terjadi?" Suara monster laba-laba terputus-putus, dan di detik selanjutnya tubuh raksasanya terpotong menjadi lima bagian.


Monster laba-laba ranah Immortal itu langsung terbunuh oleh Xiao Chen hanya dengan satu jurus.


Xiao Chen sendiri terdiam melihat mayat dari monster laba-laba itu, kilatan petir yang menyelimuti tubuhnya perlahan menghilang.


"Yah... Lumayan..." Xiao Chen tersenyum tipis dan tubuhnya hendak terjatuh ke tanah.


Tetapi Yong Shu tiba-tiba saja muncul di samping Xiao Chen dan menahan tubuh muridnya itu.


"Aksi yang kau lakukan selalu melebihi ekspetasiku, Chen'er..." Yong Shu tersenyum tipis, ia membaringkan muridnya itu ke tanah dan menghela napas panjang.


Yong Shu kemudian memunculkan sebuah pil putih dengan beberapa bercak merah, lalu membuat Xiao Chen mengkonsumsi pil tersebut.


Beberapa saat kemudian, luka dalam yang dialami oleh Xiao Chen perlahan pulih, meskipun begitu dia masih belum sadarkan diri.


***


Tiga hari kemudian.


Xiao Chen membuka mata dan langsung bangun dari posisi tidurnya, ia mengedarkan pandangannya dan mendapati Yong Shu yang sedang membakar beberapa daging di atas api unggun.


"Kemarilah... Kau lapar, bukan?" Yong Shu berbicara tanpa menoleh sedikitpun.


Xiao Chen bangkit berdiri, "Sudah berapa lama aku pingsan, guru?" Tanya Xiao Chen sembari berjalan mendekati gurunya itu.


"Sekitar tiga hari..." Jawab Yong Shu, lalu mengangkat satu paha daging sapi yang sudah matang.


"Eh! Benarkah?!" Xiao Chen cukup terkejut, dan kemudian duduk tidak jauh dari gurunya itu.


Yong Shu menoleh ke arah muridnya, "Tentu saja, kau langsung pingsan setelah membunuh monster itu..." Jawab Yong Shu sambil memberikan daging sapi di tangan kanannya.


Xiao Chen menerima daging bakar tersebut, "Terima kasih guru karena telah menyelamatkanku..." Xiao Chen sedikit menundukkan badan ketika mengatakannya


Yong Shu mengangguk, "Tidak perlu kau pikirkan, sudah sewajarnya aku melakukan itu karena kau adalah muridku..." Jawab Yong Shu sambil tersenyum tipis.


Xiao Chen tersenyum lembut, dia tidak mengatakan hal lain lagi dan memilih untuk memakan daging sapi bakar di tangannya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2